
Rubby melepaskan sabuk pengamannya ketika mobil mereka sudah sampai di tempat parkir agensi. Wu Jin Ming tiba-tiba memegang tangannya ketika Rubby berbalik untuk membuka pintu mobil. Aksi Wu Jin Ming itu membuatnya berhenti dan kembali berbalik menatapnya.
"Jangan sekarang!" ucap Rubby sambil menggigit bibirnya mengira jika Wu Jin Ming ingin menciumnya.
Ingin rasanya Wu Jin Ming tersenyum setelah mendengar itu namun dia urungkan. Takut Rubby akan sangat malu nantinya.
"Iya, Sayang. Aku tahu. Emm... aku cuma mau bilang, untuk hari ini jangan memakai kekuatan spiritualmu dahulu."
Mendengar ucapan Wu Jin Ming, Rubby merasa malu. Ternyata dia telah salah paham. Wajahnya terlihat memerah.
Cup! Wu Jin Ming mengecup kening Rubby dan meninggalkannya yang masih terbengong.
"Malah melamun. Mau aku gendong?" goda Wu Jin Ming.
Rubby tidak menyadari jika Wu Jin Ming sudah berada di sampingnya dan membukakan pintu untuknya.
"Aku yang habis koma, kenapa kamu yang jadi agak beda, ya?" Rubby menyentuh kening Wu Jin Ming.
"Tidak panas?" ucapnya kemudian.
"Ya, ampun, Sayang. Kamu pikir aku sakit? Hmm." Wu Jin Ming mendengus kesal.
"Hihihi.... Habisnya kamu lebai. Aku, kan jadi curiga."
Rubby meraih tangan Wu Jin Ming lalu berjalan bersama memasuki gedung.
"Kamu juga aneh, By. Perasaan dari tadi pagi kamu hobby banget narik-narik tanganku."
Ucapan Wu Jin Ming membuat Rubby menghentikan langkahnya dan spontan melihat tangannya yang memegang tangan Wu Jin Ming.
"Iya, juga, ya. Ahhh, biarina aja, deh! Takut ilang. Aku nggak mau berpisah lagi sama kamu. Kalau perlu aku iket pakai tali."
"Apa? Emangnya aku kambing?" Wu Jin Ming melirik Rubby dengan muka yang dibuat sememelas mungkin.
"Hihihi.... Bukan kambing, tapi harimau tampan yang super keren!"
__ADS_1
Rubby kembali menarik tangan Wu Jin Ming dan berjalan lebih dulu.
Setelah beberapa hari tidak masuk kerja dengan berita yang simpang siur, kedatangan mereka berdua menjadi pusat perhatian para penghuni agensi.
Tatapan mereka berbeda-beda. Ada yang terkejut, ada yang ketakutan, ada yang senang, ada juga yang biasa-biasa saja. Yang jelas semuanya senang mengetahui keduanya baik-baik saja.
Rubby tersenyum dan menyapa mereka dengan ramah. Begitupun Wu Jin Ming, banyak sekali warga agensi yang mengidolakannya juga. Mereka senang akhirnya mereka kembali bekerja dan semua kabar buruk itu tidak benar adanya.
"Selamat pagi semuanya!" sapa Rubby seusai membuka pintu di ruangannya.
"Selamat pagi!" jawab mereka serempak.
Satu persatu dari mereka meninggalkan pekerjaannya dan berdatangan untuk menyongsong Rubby dan Wu Jin Ming.
"Apa ini benar-benar kamu, Bu Manager?" sapa salah satu kru.
Namanya Silvy. Dia yang paling shok setelah manager Lin, di antara para kru yang lain ketika Rubby dan Wu Jin Ming dikabarkan hilang dalam sebuah kecelakaan. Melihat Rubby berdiri didepannya, dia masih tidak percaya sampai-sampai dia mengelilingi Rubby dan menatapnya intens dari bawah ke atas hingga beberapa kali.
"Aku baik-baik saja, Silvy. Memang aku sempat tidak sadarkan diri beberapa hari yang lalu, tapi itu tidak meninggalkan luka yang serius di tubuhku," jelas Rubby.
"Kita harus merayakan kembalinya Rubby hari ini!" seru manager Lin.
Rubby tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh manager Lin. Meskipun dia menganggapnya sebagai seorang adik, seharusnya tidak perlu sampai melakukan itu. Namun demikian, Rubby merasa tersanjung atas perlakuannya itu.
"Kak Lin... aku jadi tidak enak. Harusnya Kak Lin tidak perlu melakukan ini untukku," ucap Rubby dengan perasaan campur aduk.
"Iya, Kak Lin. Biar aku saja yang membayarnya!" imbuh Wu Jin Ming.
"Ini sudah menjadi keinginanku. Kalian terima saja, ini adalah tanda kasih dari seorang kakak."
"Ahhh, Kak Lin!"
Rubby menarik tangan Wu Jin Ming dan membawanya bersama-sama memeluk manager Lin.
"Terimakasih, Kak Lin!" ucap Wu Jin Ming setelah mereka melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Di antara seorang kakak dan adik tidak perlu ada ucapan terima kasih." Manager Lin menepuk bahu Wu Jin Ming.
Semua kru dan team Rubby, memeluknya satu persatu dan mengucapkan selamat datang kembali untuknya.
Semuanya terlihat bahagia kecuali Lan Lan yang hanya berpura-pura manis saja di hadapan Rubby dan semua orang. Di dalam hatinya tersimpan rasa iri pada Rubby. Jika boleh meminta, dia berharap agar Rubby tidak kembali lagi ke sana selamanya.
Rocky yang tadinya sedang di make over, datang sedikit terlambat ke sana. Dia baru tahu keberadaan Rubby setelah semua orang kembali melakukan pekerjaannya masing-masing. Sebelum dia kembali bekerja, Rocky berlari-lari kecil menghampiri Rubby untuk mengungkapkan kebahagiaannya.
"Rubby, syukurlah kamu baik-baik saja!" ucap Rocky sambil menatap Rubby dalam.
Tangan Rocky ingin menyentuh pipi Rubby namun Wu Jin Ming segera maju ke hadapannya dan menghalanginya.
"Terimakasih, Rocky. Aku sudah baik-baik saja."
Rubby cukup mengerti jika mereka berdua seperti dua kutub magnet yang sama sehingga tidak akan pernah ada akurnya.
"Kita sudah sangat terlambat, Sayang. Kita harus segera mulai untuk bekerja." Kini giliran Wu Jin Ming yang menarik tangan Rubby untuk pergi menjauh dari Rocky.
Rubby menurut saja daripada nanti urusannya akan menjadi ribet.
"Aku pergi dulu, Rocky! Selamat bekerja!" ucap Rubby sambil berlalu dari sana.
Rocky tidak menjawab. Dia terlihat sangat kesal sekali. Tangan kanannya mengepal lalu dia hantamkan ke telapak tangan kirinya. Bibirnya yang tertutup rapat menyembunyikan gemeretak kedua rahangnya yang mengeras dan saling beradu.
Dia berjalan meninggalkan tempat itu dan kembali bekerja.
Rubby tengah sibuk duduk di meja kerjanya menatap layar laptopnya. Sesekali dia curi-curi pandang ke arah Wu Jin Ming yang sedang bersiap untuk pemotretan. Rasanya tidak pernah bosan memandang wajah tampannya meskipun usianya sudah beribu-ribu tahun. Namanya juga bukan manusia, mereka bisa menghindari yang namanya penuaan dengan kekuatan yang mereka miliki.
Pekerjaan Rubby sangat banyak hari ini. Saat jam makan siang pun dia masih enggan meninggalkan meja kerjanya. Wu Jin Ming yang pergi ke kantin untuk memesan makanan untuknya.
Semua team pergi ke kantin. Mereka sangat antusias menerima traktiran dari manager Lin. Menurut mereka ini adalah kesempatan yang langka.
Beberapa hari ini manager Lin mendapatkan bonus yang lumayan banyak dari Presdir Bryan Lee yang memintanya memegang pekerjaan Rubby selama dia belum bekerja. Manager Lin tidak terlalu senang mendapatkan bonus yang berlebihan seolah-olah dia bersenang-senang di atas penderitaan Rubby. Itulah alasannya mengapa dia menggunakan uang itu untuk mentraktir teamnya.
Di dalam ruangan kerjanya yang sepi. Rubby merasakan hawa kehadiran kekuatan lain yang tidak jauh dari tempatnya berada. Dia harus waspada dan berhati-hati karena dia tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk sementara.
__ADS_1
****
Bersambung....