TIGER WU

TIGER WU
Bab. 248. Angela


__ADS_3

Sikap manis Wu Jin Ming membuat Rubby melupakan amarahnya. Pagi itu mereka kembali mesra dan melupakan kejadian yang tidak mengenakkan di hutan larangan. Rubby sangat yakin jika tidak ada wanita manapun yang mampu menggeser posisinya di hati Wu Jin Ming selamanya.


"Permaisuriku, apakah kamu sudah siap untuk berangkat?" tanya Wu Jin Ming yang melihat Rubby sudah selesai mematut diri di depan cermin.


"Lebai! Kamu tidak pantas bicara seperti itu, kesannya kayak orang sedang jatuh cinta saja." Melirik jengah ke arah Wu jin Ming sambil memutar bola matanya.


"Memang!" jawab Wu Jin Ming sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Auuhh! Jantungku!" Rubby memegangi dadanya membalas sikap Wu Jin Ming.


"Nah, kita jadi pasangan lebai sekarang!" imbuh Rubby sambil bergelayut di lengan Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming tertawa.


Mereka berjalan meninggalkan kamar mereka untuk pergi bekerja.


Hari itu, jadwal keduanya lumayan padat. Rubby harus memeriksa hasil kerja mereka kemarin dan menghadiri rapat bersama jajaran direksi. Ada satu hal yang membuatnya malas di mana dia akan berada satu ruangan dengan Bryan Lee sang pemilik perusahaan yang selalu mencari kesempatan untuk mendekatinya.


Wu Jin Ming dan Rubby tidak banyak bercakap-cakap lagi ketika mereka sudah sampai di agensi. Mereka langsung menuju ke tempat masing-masing untuk bekerja. Rutinitas melelahkan namun membuat mereka lebih tertantang.


Sebagai seorang siluman, Wu Jin Ming merasa tinggal di dunia manusia ini menyenangkan. Terlepas dari hiruk pikuknya pertarungan dan perebutan kekuasaan membuatnya sedikit bisa bersantai. Berbeda jika dia berada di alamnya, setiap hari dia pasti akan dihadapkan pada pemerintahan dan peraturan istana yang membosankan.


Sambil menunggu rapat di mulai, Rubby mengerjakan file-file yang menumpuk di atas mejanya. Udara hari itu menurutnya sangat panas, dia merasa gerah meskipun AC sudah dinyalakan. Rambutnya yang tergerai, hari ini terasa sangat mengganggu. Rubby akhirnya mengikatnya sembarangan untuk mengurangi rasa gerahnya.


Saat sedang fokus bekerja, tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar ruangannya. Rubby mencoba mengacuhkannya karena pekerjaannya hari ini benar-benar banyak. Sebenarnya dia punya sihir, tapi dia tidak ingin menggunakannya kalau tidak terpaksa. Otaknya bisa tumpul kalau dia hanya mengandalkan kekuatan magis yang dia miliki.


Semakin menahan rasa ingin tahunya, sorak sorai yang terdengar di luar membuatnya semakin penasaran. Akhirnya Rubby menyerah, dia menutup laptopnya dan berjalan keluar dari ruangannya untuk melihat apa yang terjadi.


Di ruang tunggu terlihat semua kru mengerumuni seseorang. Rubby tidak bisa melihatnya dari tempatnya berdiri sekarang. Untuk menuntaskan rasa penasarannya, Rubby melangkah mendekat ke tempat keramainan itu.


Salah satu kru yang melihat kedatangan Rubby, memberitahu yang lain untuk tidak berisik. Di dalam team itu, Rubby-lah yang berkuasa. Apalagi hari ini manager Lin sedang mengambil cuti.

__ADS_1


"Maaf, By! Kami cuma ingin menyambut Angela," ucap salah satu kru.


"Hmm." Rubby terus berjalan maju.


Para kru yang berkerumun memberinya jalan untuk mendekat ke arah orang yang di panggil Angela itu.


Di sebuah sofa, duduklah seorang wanita berwajah oriental, berkulit putih, berambut sebahu dan diberi warna pirang. Dia duduk dengan menyilangkan kaki hingga gaunnya yang mini membuat paha mulusnya terekspose. Di samping wanita itu duduk model lain yaitu Lan Lan.


Rubby mencari-cari sosok Wu Jin Ming, namun tidak menemukannya di dalam kerumunan itu. Rupanya dia sedang menikmati sekaleng soft drink sambil menikmati pemandangan luar di dekat jendela kaca. Seperti biasanya, Wu Jin Ming tidak akan tertarik untuk dekat-dekat dengan wanita selain Rubby.


"Hai, Nona! Siapa namamu?" tanya Angela, berdiri sambil melipat tangannya di dada.


'Sombong! Siapa sebenarnya wanita ini?' Rubby melirik Angela dari atas hingga ujung sepatunya.


"Aku Rubby!" Rubby mengulurkan tangannya.


Angela tidak membalasnya dan malah berpura-pura membetulkan rambutnya yang tidak berantakan.


'Haish, tidak bisa di percaya. Seorang co manager dikacangin sama model baru. Baiklah-baiklah! Aku ikuti permainanmu karena aku yang memegang pion di sini.' Rubby menarik tangannya lalu pergi dari sana untuk kembali ke ruangannya.


Di luar ruangan.


"Gawat, Njel! Kenapa kamu mengacuhkan perkenalan Rubby?!" seru Lan Lan yang disambut anggukan oleh para kru.


"Kalian kenapa, sih? Kayak melihat setan saja. Rubby kan juga manusia seperti kita, ngapain takut." Angela kembali duduk.


"Dia Co Manager di sini, atasan kita, you know?!" Lan Lan merasa jengah dengan ulah sepupunya itu. Pantas di luar negeri dia sepi job dan jarang ada yang mau memakai jasanya meskipun dia cukup terkenal di kalangan publik, Lan Lan baru tahu jika sepupunya itu bersikap seperti itu di tempat yang tidak seharusnya.


"What? Wanita itu? Aku pikir dia juga model seperti kita." Angela terlihat menyesal.


Para kru terlihat saling pandang.

__ADS_1


"Makanya jadi anak baru jangan songong!" celetuk Rocky yang sedari tadi diam saja.


Angela terlihat marah, namun dia mencoba menahan diri, karena ini hari pertama dia bekerja, dia tidak ingin membuat keributan.


Para kru satu persatu pergi meninggalkan Angela untuk kembali ke tempatnya. Tanpa manager Lin mereka harus mengambil keputusan sendiri untuk mendahulukan pekerjaan mana yang ingin mereka kerjakan. Pekerjaan Rubby yang menumpuk membuat mereka tidak berani untuk mengganggu.


"Lan Lan! Siapa cowok itu?" tanya Angela sambil menunjuk ke arah Wu Jin Ming yang sedang berdiri di dekat jendela.


"Jangan ganggu dia! Dia pacarnya Rubby." Lan Lan memperingatkan Angela.


"Rubby itu cewek yang tadi?" Menatap Lan Lan tidak percaya.


Lan Lan mengangguk.


"Apa menariknya cewek tadi coba? Cantikan juga aku!" Angela merapikan rambutnya. Sepertinya itu adalah kebiasaannya.


Rocky yang semula duduk di dekat mereka berjalan pergi menjauh karena merasa muak dengan kesombongan Angela.


"Aku merasa juga begitu tapi tetap saja itu tidak akan berarti apa-apa karena Tiger Wu tidak akan pernah melirik wanita lain. Dia tipe cowok yang setia pada pasangannya," tutur Lan Lan mematahkan harapan Angela.


"Aku jadi penasaran. Mungkin aku harus mencoba untuk mendekatinya, siapa tahu dia terpesona dengan kecantikanku yang paripurna." Angela tersenyum menyeringai.


Lan Lan tidak tahu jika Angela memiliki aura pemikat yang dia pancarkan dengan kekuatannya. Selain menjadi model, Angela juga bergabung dengan sebuah agen pembunuh. Sejak orang tuanya meninggal dia menjadi liar dan bergabung dalam dunia hitam.


Sudah lama dia bergabung dengan Sekte Lentera Senja dan menjadi salah satu murid berbakat di sana. Sekte aliran hitam itu tidak segan untuk menghabisi sebuah klan hanya demi uang. Di sanalah Angela tinggal sebelumnya.


Ketua Sekte memintanya untuk mencari ke keberadaan pemilik api suci. Dia meminta Angela untuk membawa api itu segera karena sang ketua membutuhkannya untuk menyembuhkan putra semata wayangnya yang telah lama sakit.


****


Bersambung...

__ADS_1


Numpang promo karya temanku ya kak..



__ADS_2