TIGER WU

TIGER WU
BUKIT VIRS


__ADS_3

Sangat lucu sekali binatang sihir yang Rubby hidupkan hanyalah sekumpulan serangga dan hewan yang tidak berbisa maupun tidak berpotensi untuk melakukan serangan mematikan. Ada hewan cicadas, jangkrik, kumbang, tokek dan katak. Itu terlihat sangat menggelikan bagi siluman kelelawar itu.


Rubby meniupkan roh energi pada hewan sihirnya. Dengan cepat hewan itu bisa bergerak dan hidup. Wujudnya juga berubah seperti hewan yang sesungguhnya.


Untuk memperbanyak jumlahnya, Rubby memakai sihir yang lain warisan dari Pendekar Chin. Binatang-binatang sihir itu berbaris rapi menanti perintah dari Rubby.


Di sisi lain siluman kelelawar mulai meniupkan serulingnya.


"Tutup telinta kalian!" seru Rubby sambil melemparkan beberapa sumbat teinga yang dia buat dengan sihirnya.


Pak Feng, pak Wang dan Feng Lu, masing-masing menerima sepasang sumbat telinga. Pak Feng dan pak Wang segera memakainya namun tidak bagi Feng Lu. Rasa iri di hatinya membuatnya merasa gengsi untuk memakainya dan tidak rela jika Rubby lebih hebat darinya.


Setelah memberikan itu, Rubby dan Wu Jin Ming pun menyumbat telinganya juga karena sebentar lagi akan terdengar suara bising yang bisa saja membuat gendang telinga rusak.


Lagu yang dimainkan oleh siluman kelelawar mulai mengalun. Angin berhembus lembut dan suasana terasa menghanyutkan. Efek dari lagu yang dimainkan oleh siluman kelelawar itu adalah ilusi jiwa.


Feng Lu yang tidak memakai sumbat telinga mulai terpengaruh dengan lagu itu. Dia berjalan seperti orang yang linglung. Menyadari akan keanehan yang terjadi pada Feng Lu, pak Feng dan pak Wang segera mengejarnya dan memegangi tangannya.


Rubby mengangkat tangannya lalu menjentikkan jarinya sebagai perintah pada binatang sihirnya agar bersuara. Semua binatang itu bersuara bersama-sama tanpa irama. Suara bising yang terdengar sangat kacau dari mereka membuat telinga pendengarnya akan merasa sakit.


"Gadis nakal!" teriak siluman kelelawar yang merasa bising dengan suara binatang sihir Rubby.


Siluman itu kehilangan konsentrasinya untuk memainkan serulingnya kembali. Telinganya merasa sakit setelah mendengar orkestra paduan suara dari binatang-binatang sihir Rubby yang tidak berirama. Kepalanya terasa berdenyut karena tidak tahan dengan suara-suara itu.


Tidak ingin mati konyol dan kalah dari hewan-hewan kecil itu, siluman kelelawar memutuskan untuk menyerang semua binatang dengan bola api miliknya.


Serangga yang memang tidak tahan api, satu persatu mulai tumbang.


Rubby melepaskan sumbatannya dan bersiap untuk berperang melawan siluman kelelawar itu.


Siluman lain mulai berdatangan. Ada siluman ikan, siluman rusa, siluman kambing dan siluman badak.



"Berlindunglah di tempat yang aman, Pak!" teriak Wu Jin Ming pada Pak Feng dan Pak Wang yang masih menjaga Feng Lu.


Tanpa sepengetahuan mereka, Wu Jin Ming segera merubah dirinya menjadi siluman harimau dengan rambut putihnya.

__ADS_1


Wu Jin Ming dan Rubby berdiri dengan saling memunggungi. Kelima siluman yang mengelilingi mereka bersiap untuk menyerang. Untuk pertarungan kali ini, Rubby dan Wu Jin Ming pun mengeluarkan pedang mereka.


"Rupanya kamu juga seorang siluman!" seru siluman kelelawar.


"Wi Lau, hati-hati!" seru siluman kambing Ah Mao.


"Aku tau. Energinya terasa sangat kuat sekali," bisik Wi Lau.


Siluman-siluman itu adalah siluman mutan yang sebelumnya adalah manusia. Mereka menjadi siluman karena terpengaruh oleh racun ilusi bunga langka Desa Yao. Hampir semua warga Desa Yao saat ini menjadi siluman di malam hari.


Hanya ada segelintir saja yang masih menjadi manusia normal. Mereka bersembunyi di tempat yang aman dari kejaran para siluman mutan di malam hari.


"Wi Lau! Kita harus segera bergerak cepat!" seru Ming Yuan si siluman ikan.


"Benar! Ayo kita serang sebelum racun bunga sialan itu kembali melemahkan kekuatan kita!" seru siluman badak Xi Tan ikut menambahi.


"Iya! Ayo!" siluman rusa Sang Min ikut berbicara.


"Baiklah! Mari kita serang bersama-sama. Jangan beri kesempatan pada mereka untuk membalas!" seru Wi Lau memimpin.


"Rasakan ini! Haaaa!" seru Sang Min yang sudah tidak sabar sejak tadi.


Posisi Rubby yang lebih dekat dengan Sang Min membuatnya harus maju untuk menghadapinya. Tanpa rasa takut Rubby maju dan menyerang Sang Min dengan pedangnya. Ming Yuan pun ikut maju untuk menyerang Rubby.


Di sisi yang lain Wu Jin Ming menghadapi tiga siluman yang lain. Itu bukan masalah baginya karena kekuatan ketiga siluman itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kekuatannya. Satu persatu mereka bisa dilumpuhkan dengan mudah oleh Wu Jin Ming, begitu juga dengan Rubby.


Kelima siluman mutan itu diikat menjadi satu dengan posisi saling memunggungi oleh Rubby. Tanaman merambat yang sangat kuat yang Rubby keluarkan dengan sihirnya menjadi tali pengikatnya.


"Tolong lepaskan, kami!" mohon Ah Mao.


"Tidak akan! Tetaplah berada di sini sampai kami kembali!" Rubby menepuk-nepuk telapak tangannya yang tidak kotor itu.


"Apa tujuan kalian?" tanya Wi Lau tegas.


Rubby berjalan menghampiri Wi Lau lalu berhenti tepat di hadapannya.


"Sepertinya kamu pemimpin para siluman ini. Sebenarnya aku tidak ada urusan dengan kalian. Kami mencari 2 orang gadis yang hilang di Desa ini," ucap Rubby sambil membungkukkan tubuhnya dan menopang kedua lututnya dengan tangannya.

__ADS_1


"Mungkin dia terjebak di lembah bukit Virs!' seru Wi Lau.


"Bukit Virs! Hahahaha!" Rubby tertawa ketika mendengar namanya di jadikan nama sebuah bukit di desa terpencil ini.


"Ada apa, By?" Wu Jin Ming berjalan mendekat.


"Aku merasa lucu saja. Siluman ini mengatakan sebuah bukit dengan nama Virs,' jelas Rubby masih dengan tawa kecilnya.


"Bisa jadi ini ada hubungannya denganmu." Mengernyitkan dahi sambil berpikir.


Rubby duduk berjongkok di hadapan Wi Lau untuk mencari informasi darinya.


"Hei! Apa kamu tahu asal usul nama bukit Virst?" tanya Rubby.


"Aku pernah mendengarnya tapi aku lupa," jawab Wi Lau datar.


Kesal dengan jawaban Wi Lau, Rubby langsung berdiri dan menginjak tangan Wi Lau dengan sepatunya.


"Aarrghhh!" teriak Wi Lau kesakitan. Beruntung api suci Rubby sudah sepenuhnya padam jadi itu tidaklah seberapa.


"Tadi kamu menantangku dengan gagahnya. Baru diinjak begini saja udah mewek. Atau olahraga yang kita lakukan kurang seru sehingga kamu jadi bodoh dan pelupa?" ejekan konyol Rubby membuat Wi Lau meringis menahan sakitnya.


Lama-lama Rubby merasa kasihan juga. Dia melepaskan injakkannya.


"Ada sebuah legenda di bukit itu yang memuja bidadari yang sangat cantik. Seorang penyihir yang sangat jahat tidak terima seluruh wilayah ini memuja bidadari Ivo. Wang Yu sang penyihir jahat itu rela mengorbankan jiwanya dan menyatu dengan bunga Aolin untuk mempengaruhi manusia menjadi jahat dan tak terkendali. Termasuk kami!" Wi Lau menundukkan wajahnya. Ada segurat penyesalan yang mendalam di sana.




****


Bersambung...


NUMPANG PROMO NOVEL KARYA TEMANKU YA KAK..


__ADS_1


__ADS_2