TIGER WU

TIGER WU
SUASANA BARU


__ADS_3

Rubby melakukan aktifitas rumah seperti biasanya karena masih libur kuliah. Dia lebih bersemangat hari ini karena ada Wu Jin Ming yang menemaninya. Wu Jin Ming tak segan - segan membantu Rubby mengerjakan banyak hal. Tentu juga dengan banyak pertanyaan.


"Masak udah, nyuci udah, beres - beres udah. Apalagi ya?" Rubby meletakkan telunjuknya di dagu.


"Rubby, bagaimana kalau rumah ini kita bersihkan dan kita rubah penataannya," ucap Wu Jin Ming sambil mengelap peluhnya yang menetes.


"Ide bagus tuh, tapi aku malas angkat - angkat barang." Rubby memanyunkan bibirnya.


"Tenang saja. Aku yang akan melakukannya. Pakai kekuatan magisku juga bisa." Wu Jin Ming duduk di lantai sambil melihat sekeliling rumah.


"Wah, boleh tuh. Mau di ubah gimana ya?" Rubby duduk di sebelah Wu Jin Ming sambil berpikir.


"Bagaimana kalau meja - meja yang tidak perlu kita kurangi. Aku suka rumah yang lapang dan tidak banyak perabotan," usul Wu Jin Ming.


"Boleh. Kamu benar, rumah ini kecil dan sempit dengan adanya banyak perabotan. Kita simpan saja semua yang tidak terlalu penting di kamar mami. Rumah ini tidak punya gudang untuk menaruh barang," jelas Rubby.


"Ayo kita mulai." Wu Jin Ming menatap Rubby penuh minat.


Cup... Wu Jin Ming mengecup bibir Rubby sekilas sembari beranjak untuk berdiri. Rubby yang mendapat serangan mendadak malah terbengong. Setelah menyadari Wu Jin Ming telah berdiri dia menyusul berdiri sambil tersipu.


"Bagaimana kalau ini kita hilangkan, trus ini di geser ke sana?" Wu Jin Ming memberikan pendapatnya.


"Hmm." Rubby mengangguk. Dia malah tertegun menatap sosok tampan suaminya. Jantungnya berdetak tidak normal saat melihat Wu Jin Ming yang sedang serius. Wajahnya terlihat lebih tampan berkali - kali lipat saat serius.


Mereka bekerja sama dan saling memberikan pendapatnya untuk menata rumah mereka. Setelah beberapa kali mengalami perubahan dengan di selingi sedikit perdebatan kecil, akhirnya selesai juga. Nuansa baru tercetak jelas dihadapan mata.


"Wow, keren." Rubby tersenyum senang.


"Kamu suka, Rubby?" tanya Wu Jin Ming tak kalah senang.


"Banget. Kamu hebat. Apa aku bisa memakai kekuatan sepertimu?" tanya Rubby hanya sekedar saja. Dia tidak berharap banyak akan hal itu.


"Tentu saja kamu bisa. Bagaimana kalau siang ini kamu mulai kultivasi dasar?"


"Tapi sekarang aku laper." Rubby mengelus perutnya manja.


"Setelah kita makan dan mandi. Bagaimana?"


"Siap Tuan Suami." Rubby menggandeng tangan Wu Jin Ming menuju meja makan.


Mereka menikmati makanan yang mereka masak sebelumnya. Baru beberapa sendok mereka makan, terdengar ketukan pintu dari luar. Seorang tetangga memanggil nama Rubby.


"Gawat! Gimana dong Kak? Tetanggaku pasti nanya macem - macem tentang Kakak. Aku belum siap jawabnya."

__ADS_1


"Bilang aja aku saudara atau teman." Wu Jin Ming masih fokus menyuapkan makanan ke mulutnya hati - hati karena takut tumpah.


"Kakak bisa menghilang dulu nggak? Bentar aja sampai dia pergi," bisik Rubby pelan.


"Baiklah. Tapi habis ini kita mandi bersama." Wu Jin Ming mengucapkan kata yang dia sendiri tidak yakin untuk melakukannya.


"Apa?" teriak Rubby lalu buru - buru menutup mulutnya karena takut terdengar oleh tetangganya.


"Baiklah. Cepat sembunyi." Rubby berjalan cepat menghampiri pintu yang semakin kencang ketukannya.


Krriitt...


Rubby membuka pintu.


"Selamat siang, Rubby. Maaf mengganggumu. Bagaimana keadaanmu?" tanya Sofi tetangga yang bersebelahan dengan rumahnya.


"Selamat siang Tante. Aku baik - baik saja. Terima kasih Tante sudah mau berkunjung." Rubby tersenyum dia berharap Sofi segera pergi.


"Kamu sendirian di rumah? Sepertinya aku tadi mendengar suara ribut dari sini."


"Mungkin itu pas aku lagi beres - beres Tante."


"Boleh aku masuk?" tanya Sofi.


"Wah, rapi sekali Rubby. Kamu pasti bekerja keras untuk ini." Sofi berkeliling melihat - lihat seisi rumah.


"Iya Tante." Rubby deg - degan. Takut kalau Sofi mencurigai sesuatu.


Sofi memutari seluruh rumah. Bahkan dia membuka pintu kamar untuk melihat - lihat. Untung hanya Rubby yang bisa melihat Wu Jin Ming yang sejak tadi mengikutinya.


"Kamu makan sama apa Rubby?" tanya Sofi ketika sampai di ruang makan.


"Sama gurame goreng dan sop iga Tante." Rubby mengikuti Sofi yang berjalan ke meja makan.


"Aduh, maaf jadi gangguin kamu makan. Kamu lanjutin dulu makannya. Lho, ini piringnya kog ada dua?" Sofi mengernyit heran.


"Iya Tante. Tadi aku laper banget jadi ambil dua piring sekalian. Biar nggak nambah - nambah terus." Rubby beralasan sambil senyum tak jelas.


"Oh, begitu ya. Kamu lucu sekali Rubby. Besok Arlan pulang, kamu mainlah ke rumah," ucap Sofi sambil mengelus bahu Rubby.


"Iya Tante. Arlan pasti sudah lupa sama aku. Coba besok kalau ketemu." Rubby manyun.


"Siapa bilang? Dia sering nanyain kamu kog. Ya sudah, tante pulang dulu. Ntar kamu nggak jadi makan kalau kamu ngobrol terus sama Tante."

__ADS_1


"Tante bisa aja. Mari saya antar."


"Nggak usah. Kamu teruskan makan kamu. Nanti pintunya biar tante tutup."


"Baik Tante. Terima kasih." Rubby kembali duduk di meja makan.


Melihat Sofi sudah keluar dari rumah Rubby, Wu Jin Ming segera menampakkan dirinya. Dia menyantap kembali makanan yang tadi di tinggalkannya.


"Siapa dia Rubby?" tanya Wu Jin Ming sambil menyuap makanannya.


"Dia Tante Sofi, tetangga yang tinggal di sebelah," jawab Rubby sambil membereskan piringnya yang sudah kosong.


Tak berapa lama, Wu Jin Ming juga sudah selesai. Dia menyusul Rubby yang sedang mencuci piringnya.


"Taruh saja, biar aku cuci sekalian," ucap Rubby. Tangannya masih terus menggosokkan spons ke piringnya.


"Hmm." Wu Jin Ming tidak segera pergi setelah meletakkan piringnya. Dia malah menempelkan tubuhnya dan memeluk pinggang Rubby dari belakang.


'Ya Tuhan. Ternyata siluman tampanku ini bisa bersikap manis begini. Aku nggak nyangka kalau dia bisa romantis. Bikin jantungku ser - seran aja.' guman Rubby dalam hati.


"Sudah selesai. Aku nggak bisa bergerak kalau terus kau peluk." Rubby memegang tangan Wu Jin Ming yang melingkar di tubuhnya.


"Ayo kita mandi." Wu Jin Ming mengajak Rubby ke kamar mandi sambil menggenggam tangannya.


"Kau mandilah dulu Kakak. Aku masih ingin berendam di bathup." Rubby menarik tangannya lalu menyiapkan air mandi di bathup.


"Hmmm. Wangi sekali, aku juga ingin mencobanya." Wu Jin Ming mulai menanggalkan pakaiannya satu per satu lalu mendahului masuk.


"Ah, kamu ini." Rubby menggelengkan kepalanya.


"Ayolah, Rubby. Kau mau berdiri terus di situ."


Wu Jin Ming mengusap tubuhnya dengan busa yang membuat Rubby terpesona. Tanpa pikir panjang dia pun segera menyusulnya. Mereka saling membantu untuk menggosok punggungnya.


"Kak Tiger! Jangan selesaikan dulu mandinya," ucap Rubby ragu - ragu.


"Kenapa Rubby?" Wu Jin Ming masih fokus menggosok punggung Rubby.


"Aku.. aku menginginkanmu." Rubby membalikkan tubuhnya menghadap Wu Jin Ming.


"Aku bersedia." Wu Jin Ming dan Rubby mengulang percintaan semalam. Tentu dengan momen dan suasana yang berbeda. Dan untuk kali ini sudah tidak secanggung sebelumnya.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2