TIGER WU

TIGER WU
MENGHAPUS INGATAN


__ADS_3

Melihat bajunya terbakar oleh api yang tidak bisa dia padamkan, akhirnya Wu Jin Ming melepaskan baju itu dan hanya menyisakan baju dalamnya saja. Untung saja Wu Jin Ming selalu memakai hanfu berlapis. Api suci di tubuh Rubby mulai memudar dan perlahan menghilang.


Setelah mengeluarkan begitu banyak energi, tubuh Rubby melemah. Melihat hal itu Wu Jin Ming segera menggendongnya dan membawanya turun. Di bawah masih ada pertarungan antara Luo Jing, Bella dan Panglima Dao.


"Kamu tidak menyukai rubah penyihir itu, kan?" tanya Rubby dengan bibirnya yang manyun.


"Mana mungkin aku menyukainya. Sedikitpun aku tidak memiliki perasaan padanya," jelas Wu Jin Ming menatap lembut wajah sayu Rubby.


"Lalu kenapa tadi kamu menggendongnya?!" Rubby memperlihatkan wajah kesalnya.


'Jadi ini yang menyebabkan kamu mengamuk tadi, Sayang. Astaga! Ceroboh sekali aku. Harusnya tadi ku lempar saja rubah licik itu!' gumam Wu Jin Ming dalam hati.


"Aku tidak sengaja, Sayang. Tubuhnya tiba-tiba sangat berat hingga membuatku terdorong ke bawah," ucap Wu Jin Ming mengatakan hal yang sebenarnya.


"Sudah, lupakan!" Masih merasa kesal, Rubby membuang pandangannya ke arah lain.


Banyak berbicara hanya akan membuat Rubby bertambah kesal. Wu Jin Ming memilih menunggu Rubby agar tenang dulu dan melihat pertarungan di hadapannya. Luo Jing terluka parah setelah di hajar oleh Bella dan Panglima Dao.


"Ampuni aku Yang Mulia! Ijinkan aku kembali ke negeriku! Aku akan merubah sikap burukku Yang Mulia." Luo Jing memohon di kaki Wu Jin Ming.


Tidak ingin membuat Rubby kecewa lagi, Wu Jin Ming meminta pendapatnya untuk memutuskan masalah ini. Rasanya terlalu kejam jika mereka membunuh orang yang sudah tidak berdaya. Melihat tidak ada lagi perlawanan dari Luo Jing, Rubby ingin mengambil sihir lukisan yang dimiliki oleh Luo Jing lalu menghapusnya dari ingatan Luo Jing.


"Biar aku yang membuat keputusan!" Rubby turun dari gendongan Wu Jin Ming lalu berjalan ke arah Luo Jing.


Wajah Luo Jing menjadi pucat pasi. Dia mengira jika Rubby akan membunuhnya. Tatapan matanya seolah memohon meskipun bibirnya tidak dapat lagi mengeluarkan kata-kata.


"Kamu tenang saja! Aku bukan pengecut yang tega membunuh musuh di saat dia tidak berdaya. Duduklah dengan benar!" perintah Rubby lalu dia berjalan ke belakang Luo Jing.


Tidak ada pilihan lain untuk Luo Jing selain menurut pada Rubby. Rubby membuat kesadarannya menghilang dengan menyentuh kepalanya. Mantra pengendali pikiran Rubby membuat ilmu sihir lukisan milik Luo Jing terserap ke dalam ingatan Rubby.


Untuk mencegah agar Luo Jing tidak bisa memakainya lagi, Rubby menghapus ingatan Luo Jing tentang ilmu itu. Bukan itu saja, Rubby juga menghapus kemampuan Luo Jing yang lain. Mulai saat ini, Luo Jing hanyalah seorang siluman rubah biasa.


Itu memang sedikit kejam namun semua kemampuan yang Luo Jing miliki hanya akan membuatnya sombong. Rubby juga tidak ingin wanita itu mengganggu suaminya lagi. Berada terlalu lama di dekat Luo Jing membuat Rubby merasa pusing. Dia menahan mual karena aroma wangi tubuh Luo Jing begitu menyengat. Rubby terhuyung sambil memegangi kepalanya, beruntung semuanya sudah selesai.

__ADS_1



"Rubby!" pekik Wu Jin Ming lalu berlari memeluk Rubby. "Kamu tidak apa-apa?"


"Aku hanya mual saja. Wanita itu benar-benar bau sekali!" Rubby menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Wu Jin Ming segera membawa Rubby menjauh dari Luo Jing diikuti oleh Bella dan Panglima Dao.


"Apa aku sudah boleh mengirimnya kembali ke alamnya?" tanya Wu Jin Ming karena dia tidak tahu apakah Rubby sudah menyelesaikan urusannya pada Luo Jing atau belum.


"Hmm." Rubby mengangguk.


Wu Jin Ming mengayunkan tangannya ke atas dan membentuk sebuah simbol cahaya. Simbol itu bersinar terang lalu menarik tubuh Luo Jing yang terlihat linglung, masuk ke dalam lubang cahaya di tengah-tengah simbol. Tubuh Luo Jing menghilang bersama simbol cahaya yang lenyap setelah menelan tubuh Luo Jing.


"Yang Mulia! Kami mohon pamit untuk kembali ke istana Ratu Ivo!" ucap Panglima Dao sambil meletakkan kedua tangannya di dada.


"Kok, buru-buru sekali, sih! Menginap saja di sini dan kembali besok pagi. Kalau ibu marah bilang saja aku yang meminta kalian untuk tinggal!" seru Rubby yang masih enggan berpisah dengan Bella.


"Sayang.... Mereka punya urusan sendiri dan melaporkan misi yang telah mereka jalankan. Kamu tidak boleh seenaknya membuat aturan yang kamu sendiri tidak tahu tujuannya. Bisa saja misi mereka sangat penting." Wu Jin Ming memberi wejangan pada Rubby yang suka seenaknya.


"Ampun Yang Mulia Putri! Misi ini bersifat rahasia. Hanya kami dan Ratu Ivo saja yang tahu." Panglima Dao mencoba memberi penjelasan.


"Pelit! Ya sudah, pergi sana!" Rubby terlihat marah namun sebenarnya dia hanya merajuk saja.


"Aku pasti akan kembali lagi ke sini, By!" ucap Bella.


"Awas kalau kalian pacaran terus dan melupakan aku!" sungut Rubby.


Ucapan Rubby membuat Bella dan Panglima Dao terlihat malu-malu. Mereka tidak menjawab dan menundukkan kepalanya.


"Kan kita juga pacaran sendiri, Sayang. Kenapa kamu harus cemburu pada mereka?" Wu Jin Ming membelai rambut Rubby lalu mengecup keningnya.


"Tuh, kan?! Malah kalian yang lupa kalau kita masih di sini!" balas Bella.

__ADS_1


Rubby tersenyum tengil pada Bella. "Raja dan Ratu mah bebas! Kalian ikuti saja apa yang kami lakukan. Beres, kan?!"


Ucapan Rubby membuat Bella melotot ke arahnya. "Tuh, mulut, ya! Untung kamu atasanku, kalau tidak...!"


Bella memukulkan kepalan tangan kanan di telapak tangan kirinya.


"Ahh, tahu kamu akan jadi pemberontak. Mending dulu aku minta Panglima Dao memasukkan kamu ke bagian masak-memasak bersama dayang saja," ucap Rubby santai yang membuat Bella semakin gemas padanya.


"Kamu sengaja mengulur waktu agar aku tidak segera pergi, ya! Panglima Dao, ayo kita pergi dari sini!" Bella sudah sangat hafal dengan sifat sahabatnya itu.


Rubby terkekeh karena ketahuan jahilnya.


Setelah memberi hormat pada Rubby dan Wu Jin Ming, Bella dan Panglima Dao kembali ke Kerajaan Ratu Ivo di alam siluman.


Para dayang satu persatu mulai masuk ke dalam rumah. Tinggal Wu Jin Ming dan Rubby yang masih betah berada di halaman. Merasa keadaan sudah aman, Wu Jin Ming segera menghapus pagar gaib yang menutupi rumahnya dari pandangan manusia.


"Aku merasa lapar lagi...," rengek Rubby manja.


"Jangan bilang kamu minta aku memasak lagi untukmu!" Wu Jin Ming menepuk keningnya.


"Tadinya sih, iya! Tapi melihat kamu sangat lelah, aku bantuin kamu masak, deh!" bujuk Rubby.


"Sama aja, Sayang! Ya udah, yukk!" Wu Jin Ming merangkul bahu Rubby dan membawanya masuk ke dalam rumah.


****


Bersambung...



Wu Jin Ming


__ADS_1


Rubby


__ADS_2