TIGER WU

TIGER WU
Bab 269. Pergi ke Dunia Manusia


__ADS_3

Bella segera memberikan bayi Lisa pada Rubby lalu memberi hormat pada Ratu Ivo. Lisa yang tidak mengerti apa-apa segera mengikuti apa yang dilakukan oleh Bella. Walaupun sudah lama tinggal di sana, tetapi Lisa hanya bisa melihat penjara sangkar perenungan saja dan tidak mengenal siapa-siapa.


"Ibu, bolehkah aku menitipkan satu sahabatku lagi di sini?" Rubby menangkupkan tangannya tanda memohon.


Ratu Ivo menyetujui permintaan Rubby karena dia juga merasa senang melihat kelucuan bayi perempuan milik Lisa. Dia teringat ketika Rubbi masih bayi dia tidak bisa merawatnya sendiri dan merasakan menjadi seorang ibu. Mungkin dengan adanya Lisa dan bayinya di sana, Ratu Ivo bisa merasakan sesuatu yang sangat didambakannya itu.


Para dayang datang membawa banyak sekali makanan untuk Lisa. Ratu Ivo meminta yang , lainnya juga makan di sana sekalian. Rubby memilih untuk makan belakangan dan mengajak bayi Lisa terlebih dahulu.


"Lisa, apa kamu sudah mempersiapkan nama untuk putrimu?" tanya Rubby sambil terus menggendong putri Lisa.


"Belum. Apa kamu ada usulan nama yang bagus untuknya?" Lisa balik bertanya pada Rubby.


"Memangnya boleh, Lis?" Rubby terlihat sangat senang.


Lisa mengganggk.


"Bagaimana kalau aku beri nama dia Emma?" Rubby menyebutkan sebuah nama.


Semua orang yang ada di sana menyetujui nama pemberian Rubby itu. Kegembiraan menyelimuti kerajaan Ratu Ivo dengan kehadiran Emma. Tian Yu yang tidak mengerti apa-apa hanya ikut-ikutan tersenyum ketika semua orang tersenyum bahagia.


Ratu Ivo menganggap Emma sebagai cucu angkatnya dan merawatnya seperti cucu sendiri. Rubby dan kedua sahabatnya merasa senang, dengan begitu Raja Kegelapan tidak akan mudah merebutnya. Kerajaan Ratu Ivo sudah dilindungi dengan mantra tiga dewa yang tidak akan tertembus oleh kekuatan apapun lagi.


Ratu Ivo mengadakan pesta untuk menyambut kehadiran cucunya dan cucu angkatnya Emma. Malam itu seluruh kerajaan Ratu Ivo berpesta di halaman istana dengan meriah. Tian Yu terus meminta gendong pada Ratu Ivo karena merasa cemburu ketika melihat Ratu Ivo terus menggendong Emma.


Rubby merasa senang ketika melihat seluruh penghuni istana Ratu Ivo berkumpul. Semua terlihat sangat bercahaya dengan warna putih yang mendominasi. Tubuh Lisa pun terlihat bercahaya setelah lulus dari hukuman di sangkar perenungan.


Mengenai kekuatan dan kemampuan bela diri Lisa, Ratu Ivo berencana untuk membimbingnya secara perlahan dalam latihan khusus.


Lisa merasa sangat senang lalu berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Ratu Ivo.


Pesta terus berlangsung hingga tengah malam. Rubby dan Lisa mundur lebih awal untuk menjaga putra putri mereka yang sudah mengantuk. Wu Jin Ming ingin ikut beristirahat namun dia tidak enak pada ibu mertuanya, dia terpaksa menunggu hingga pesta berakhir.


Wu Jin Ming, Rubby dan Tian Yu berada di istana Ratu Ivo selama tiga hari. Hari ini mereka berencana untuk kembali ke istana Kerajaan Harimau Suci. Tian Yu harus kembali ke akademi agar tidak tertinggal jauh dari teman-temannya.


"Nenek! Apakah nenek juga seorang manusia seperti ibu?" tanya Tian Yu polos ketika mereka berada di istana pribadi Ratu Ivo untuk berpamitan.


Ratu Ivo terlihat keheranan mendengar pertanyaan Tian Yu. Dia akan berusaha menjawab dengan sesederhana mungkin agar Tian Yu mengerti.


"Sayang, nenek dan ibumu berbeda, namun ibumu bukan manusia sepenuhnya seperti kakekmu. Jadi ibumu memiliki ras campuran antara manusia dan siluman bidadari," jelas Ratu Ivo.


"Kalau aku apakah manusia seperti ibu atau siluman seperti ayah, Nek?" Tian Yu mencoba menghilangkan rasa penasarannya dengan terus bertanya.


"Kamu memiliki tiga ras istimewa, Sayang. Ras dewa, ras harimau dan ras manusia dari ibumu."


Tian Yu terlihat senang mendengarnya, namun bukannya hilang rasa penasarannya namun malah semakin bertambah. Di dalam pikirannya berusaha untuk membayangkan seperti apakah dunia manusia. Wajahnya terlihat sangat murung karena tidak berhasil melihat gambaran yang dia mau.


Perubahan ekspresi wajah Tian Yu sangat jelas sekali terlihat. Wajahnya yang semula tampak sangat ceria, kini terlihat sangat murung. Ratu Ivo berusaha menebak apa yang ada di dalam pikirannya.


"Tian Yu, apakah kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Ratu Ivo.


Rubby dan Wu Jin Ming masih asyik sendiri mengobrol bersama Lisa dan Bella, mereka sengaja memberi ruang bagi Tian Yu dan Ratu Ivo sebelum mereka berpisah.


"Iya, Nek." Tian Yu mengangguk.


"Apa yang mengganggu pikiran cucu nenek ini? Siapa tahu nenek bisa membuat pikiran itu pergi dan tidak mengganggu cucu kesayangan nenek lagi."


Tian Yu tampak berpikir. Takut jika keinginannya akan membuat neneknya marah. Apalagi ibunya, dia pasti akan berubah menjadi singa yang galak jika ucapan Tian Yu membuatnya marah.


"Tapi janji, nenek tidak marah, ya?" Tian Yu mencoba membuat kesepakatan dengan neneknya.


"Iya, nenek janji." Ratu Ivo tersenyum melihat tingkah polah Tian Yu yang terus membuatnya terpesona.


"Aku ingin tahu dunia manusia itu seperti apa, Nek."


Ucapan Tian Yu memang tidak keras tetapi cukup terdengar oleh Rubby dan Wu Jin Ming yang sedang mengobrol tidak jauh darinya.


Tian Yu terlihat menunduk ketika Rubby dan Wu Jin Ming berjalan menghampirinya.

__ADS_1


Ratu Ivo menggeleng seolah meminta pada Rubby dan Wu Jin Ming untuk tidak memarahinya. Menurutnya Tian Yu hanyalah seorang anak-anak yang mengungkapkan semua yang ada di pikirannya. Tidak ada salahnya jika dia ingin tahu tentang seluk beluk kedua orang tuanya.


Rubby mengerti apa yang diinginkan oleh Ratu Ivo, begitu juga dengan Wu Jin Ming.


"Sayang, suatu saat nanti, ibu dan ayah pasti akan mengajakmu pergi ke dunia manusia. Kami akan membawamu berkeliling." Rubby berharap jika Tian Yu tidak memaksa untuk pergi ke dunia manusia sekarang.


"Tapi aku sangat ingin melihat seperti apa dunia manusia itu, Ibu. Aku tidak bisa membayangkannya dan itu membuat kepalaku terasa pusing saat aku memikirkannya."


Ucapan Tian Yu membuat Rubby dan Wu Jin Ming saling berpandangan. Mereka berpikir haruskah membawa Tian Yu pergi ke dunia manusia sekarang. Mungkin pergi sebentar saja sudah bisa mengobati rasa penasarannya.


"Ibu, apakah tidak akan apa-apa jika aku membawa Tian Yu pergi ke dunia manusia saat ini?" tanya Rubby pada Ratu Ivo yang sejak tadi terlihat tenang.


"Menurutku ini bukanlah permintaan yang sulit. Kalian bawa saja Tian Yu berkeliling sebentar, dia pasti sangat ingin tahu sehingga terus memikirkannya." Ratu Ivo berharap Rubby dan Wu Jin Ming mau mengerti.


Setelah Rubby dan Wu Jin Ming saling berdiskusi, akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Tian Yu ke dunia manusia terlebih dahulu sebelum mereka kembali ke Kerajaan Harimau Suci.


••••


Mereka tiba di rumah yang mereka tinggali sebelumnya. Sembilan pelayan yang berada di sana berjajar rapi memberi hormat pada ketiga majikannya. Tian Yu memandangi mereka satu persatu.


"Ayah, sepertinya mereka memiliki hawa siluman seperti kita. Apa benar saat ini kita sedang berada di dunia manusia?" tanya Tian Yu.


"Anak pintar. Mereka memang siluman yang ayah datangkan dari Kerajaan Harimau Suci, ayah ingin rumah ini mereka jaga selama ayah dan ibu tidak tinggal di sini."


Tian Yu mengangguk mendengar penjelasan Wu Jin Ming.


"Kamu ingin berkeliling melihat-lihat, Sayang?" tanya Rubby.


"Iya, Ibu. Setelah ini, bawa aku melihat manusia, ya, Ayah!" pinta Tian Yu.


"Tentu saja, Sayang. Tetapi kamu harus mengganti pakaianmu sama dengan manusia." Wu Jin Ming menunjukkan dirinya yang merubah pakaiannya dengan kekuatannya.


"Ayah terlihat aneh," celetuk Tian Yu sambil tersenyum geli melihat ayahnya.


Biasanya ayahnya terlihat berwibawa dengan pakaian seorang raja, kini menurutnya ayahnya itu terlihat sangat konyol dengan pakaian itu karena baru pertama kali melihatnya.


Rubby juga merubah penampilannya menjadi manusia modern dengan tampilan yang simpel namun elegan. Dress dengan panjang selutut tanpa lengan dengan warna biru tua melekat di tubuhnya. Meskipun tanpa make up yang berlebihan, Rubby terlihat sangat memesona.


Wu Jin Ming meraih pinggang Rubby untuk mendekat lalu mengecup pipinya hangat.


"Kalian berdua melupakan aku!" seru Tian Yu sambil berkacak pinggang dan memanyunkan bibirnya.


Rubby dan Wu Jin Ming tertawa.


"Mana mungkin, Sayang. Ayah hanya merasa rindu melihat ibumu berpenampilan seperti ini." Wu Jin Ming kembali memandangi wajah Rubby yang terlihat anggun.


"Tuh, kan. Ayah melihat ibu terus!" Tian Yu merasa diabaikan.


"Sayangnya ibu. Sini, ibu gendong! Hap!" Rubby mengangkat tubuh Tian Yu yang terlihat lebih besar dari sebelumnya.


Sekarang dia terlihat seperti seorang anak yang sudah berusia 6 tahun. Pertumbuhannya sungguh diluar batas logika manusia. Rubby tidak mengerti alasannya tetapi dia bersyukur jika putranya itu tumbuh dengan baik versi dunia lain.


Melihat Rubby kepayahan menggendong Tian Yu, Wu Jin Ming segera menggantikannya dan membawa Tian Yu berkeliling rumah.


Sebelum pergi menyusul anak dan suaminya, Rubby meminta pada pelayan terlebih dahulu untuk memasak makan siang yang lezat untuk mereka. Rubby ingin tahu reaksi Tian Yu ketika pertama kali memakan makanan manusia. Tidak lupa Rubby juga meminta pelayan untuk memasak mi instan untuk mereka.


'Dia pasti akan terlihat lucu sekali. Apakah dia juga akan menyukai mi instan seperti ayahnya? Ah, entahlah!' Rubby tersenyum sendiri membayangkan kelucuan putranya.


"Ibu, bau masakan ini wangi sekali. Aku jadi lapar, Ibu!" seru Tian Yu saat mereka berada di taman samping rumah yang berdekatan dengan dapur.


"Iya, Sayang. Sebentar lagi kita makan siang. Kamu bisa memakan makanan apapun yang kamu suka."


"Aku sudah tidak sabar lagi, Ibu."


"Sabar, Sayang. Ayah juga sudah lapar. Sebentar lagi makanan pasti siap," imbuh Wu Jin Ming.


"Ayo kita tunggu di meja makan, Ayah!" Tian Yu benar-benar tidak sabaran seperti Rubby.

__ADS_1


Mereka akhirnya menuruti keinginan Tian Yu dan menunggu pelayan menyiapkan makan siang mereka. Melihat majikannya sudah menunggu, para pelayan bergerak lebih cepat dalam menyelesaikan memasaknya dan menatanya di atas meja. Mereka mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mempercepat kerja mereka.


"Waow! Semuanya terlihat enak!" seru Tian Yu dengan mata yang berbinar melihat seluruh masakan yang tersaji di atas meja.


"Makanlah yang kamu suka, Sayang." Rubby mengambil piring dan sendok untuk Tian Yu.


Wu Jin Ming yang melihat mi instan, langsung menyerbunya tanpa memedulikan menu lezat lainnya.


Tian Yu yang memperhatikan ayahnya makan dengan lahap menjadi tergoda untuk memakan makanan yang sama dengannya.


"Ayah, apa itu enak?" tanya Tian Yu penasaran.


Wu Jin Ming menghentikan makannya lalu menatap putranya.


"Cobalah!" Wu Jin Ming menyodorkan sesendok mi instan untuk Tian Yu.


Tian Yu membuka mulutnya dan menerima suapan ayahnya itu. Mulutnya mengunyah perlahan untuk mengecap rasa makanan yang ada di mulutnya itu. Enak, itulah yang ada di pikiran Tian Yu.


"Ibu, aku ingin makanan seperti punya ayah!" pinta Tian Yu.


'Sudah kuduga.' batin Rubby.


"Baiklah. Ibu akan mengambilnya untukmu." Rubby meraih semangkuk mi instan yang posisinya sedikit jauh dari tempat duduk Tian Yu.


Mereka menikmati makanan siang itu dengan lahap makan. Selain mi instan, Tian Yu juga menyukai masakan yang lain. Hampir semua yang tersaji di atas meja dia coba semua.


Selesai makan, Rubby dan Wu Jin Ming membawa Tian Yu ke ruang santai untuk melihat televisi. Sama seperti yang dialami oleh Wu Jin Ming, Tian Yu juga merasa takut ketika melihat televisi. Bahkan dia berteriak-teriak dan ingin menghancurkan benda kotak itu jika Wu Jin Ming tidak mencegahnya.


"Tian Yu, bagaimana aku akan mengajakmu pergi ke luar setelah ini jika kamu bertingkah seperti tadi." Rubby memijit pelipisnya karena merasa pusing.


"Sebaiknya kita membawa Tian Yu beristirahat dulu di kamar kita, Sayang," bujuk Wu Jin Ming.


"Tidak! Aku tidak mau tidur siang. Aku ingin pergi melihat-lihat dunia manusia!" seru Tian Yu dengan keras kepalanya.


"Hmm ... baiklah Tian Yu, tapi kamu tidak boleh bersikap aneh yang bisa memancing rasa heran orang-orang." Rubby tahu jika Tian Yu tidak akan mudah untuk dibujuk.


"Tentu saja, Ibu. Kamu boleh mencubitku kalau aku nakal." Tian Yu merayu ibunya.


"Ibu tidak akan sekejam itu padamu, Sayang." Akhirnya emosi Rubby pun mereda.


Tian Yu hanyalah anak-anak. Sudah sewajarnya dia terkejut dengan hal-hal baru yang sulit untuk dia pikir dengan logikanya yang terlanjur berisi tentang kehidupan di alam yang berbeda. Sama seperti halnya dirinya dahulu yang tidak mengerti tentang dunia aneh serta kekuatan magis yang dimilikinya saat ini.


Wu Jin Ming membawa istri dan anaknya untuk pergi berkeliling kota dengan mobil mereka. Sebelum itu, Rubby merubah penampilan Tian Yu dengan baju manusia modern. Lagi-lagi Tian Yu di buat terheran-heran dengan mobil yang mereka kendarai. Meski begitu, Tian Yu tidak berani protes ataupun banyak bertanya lagi karena takut ibunya akan marah-marah dan membawanya kembali pulang.


Mata Tian Yu melebar ketika mereka sudah keluar dari kompleks perumahan menuju ke jalan raya. Dia sangat terkejut melihat gedung-gedung yang tinggi, mobil-mobil yang lalu lalang, serta keadaan yang sangat jauh berbeda dengan alam mereka sebelumnya. Benar apa yang dikatakan oleh ibunya, semua orang berpakaian sangat aneh seperti yang dia kenakan saat ini.


Perlahan-lahan Tian Yu mulai mengerti dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Dia menikmati pemandangan yang dilihatnya dan sesekali bertanya pada ibunya. Rubby sekarang bertindak seperti seorang pemandu wisata. Dengan sabar dia menjelaskan apa saja yang mereka lewati dan menunjukkannya pada Tian Yu.


Setelah lelah berputar-putar, akhirnya Wu Jin Ming membawa anak dan istrinya ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.


Sekali lagi Rubby mengingatkan pada Tian Yu untuk tidak bertingkah.


Tian Yu mengangguk setuju.


Di sudut pusat perbelanjaan, ada sepasang mata yang sejak kedatangan mereka di tempat itu selalu mengawasi ketiganya.


Sebagai siluman yang masih anak-anak, Tian Yu tidak dapat menyembunyikan hawa siluman di tubuhnya dengan baik. Siluman lain masih bisa merasakan kehadirannya dalam jarak tertentu. Di dalam dunia kultivasi, siluman kecil adalah buruan empuk bagi mereka untuk menambah kekuatan dalam waktu singkat.


Sesosok makhluk yang belum jelas wujudnya itu tersenyum menyeringai. Dia terus mengikuti mereka bertiga sambil memanggil bala bantuan untuk mendapatkan buruannya, berharap ketiga siluman di hadapannya itu akan dapat ditaklukkannya.


Sepandai-pandainya siluman itu bersembunyi, Wu Jin Ming yang telah mencapai tingkat kepekaan tertinggi merasakan kehadirannya. Hanya saja dia tidak langsung menyerangnya. Dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini tidak akan ada ketakutan sedikit pun untuk menghadapi lawannya.


"Rubby, waspadalah untuk menjaga anak kita!" bisik Wu Jin Ming sambil terus berjalan menggandeng tangan Tian Yu.


"Menyenangkan! Sudah lama kita tidak bertarung!" Rubby bergumam lirih.


"Apa ayah dan ibu berbicara sesuatu?" Tian Yu melirik ayah dan ibunya bergantian.

__ADS_1


****


Bersambung ...


__ADS_2