TIGER WU

TIGER WU
MUTASI ENERGI


__ADS_3

"Jangan!" teriak Rubby saat melihat Wu Jin Ming mengayunkan pedangnya untuk menebas leher Moza.


Mendengar teriakkan Rubby, Wu Jin Ming menahan pedangnya di udara. Mungkin Rubby benar bahwa tidak seharusnya dia membunuh lawannya saat sedang tidak berdaya. Ini terasa tidak adil baginya.


"Aarrrgghh!" teriak Moza terbangun dengan keadaan yang sangat menyedihkan.


Matanya yang semula memerah kini berubah menjadi sedikit tenang dan meredup. Pandangan matanya tidak beralih dari wajah Rubby.


Dengan langkah gontai Moza berjalan mendekati Rubby. Tangannya dia ulurkan ke depan untuk memegang pipi Rubby namun Wu Jin Ming menepisnya.


"Jangan sentuh wanitaku!" hardik Wu Jin Ming.


Ucapan Wu Jin Ming hanya di anggap angin lalu oleh Moza. Dia hanya melirik Wu Jin Ming sebentar lalu kembali menatap Rubby dengan tatapan sendu.


"By! Aku sudah kehilangan diriku. Jiwaku telah dipenjarakan oleh makhluk asing yang menguasai tubuh ini namun tidak dengan hatiku. Aku mencintaimu, Rubby. Sampai kapanpun bahkan jika ini adalah kesempatan terakhirku untuk mengatakannya aku rela asal kamu tahu jika aku hanya mencintaimu saja."


Rubby tidak bisa berkata apa-apa. Ungkapan perasaan Moza membuat hatinya remuk. Dia yakin sesaat sebelumnya yang terjadi, Moza berusaha mengambil alih tubuhnya untuk berbicara ini padanya.


Pasti sangat berat berperang dengan jiwa makhluk kuat yang bersarang di tubuhnya. Moza tidak mempedulikan tubuhnya yang lusuh dan kotor karena berguling-guling di tanah berlumpur.


"By! Aku sudah berjanji pada makhluk itu untuk tidak mengambil tubuhku lagi setelah ini. Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?" Moza menatap Rubby dengan tatapan memohon.


Rubby terdiam. Dia tidak berani menolak atau mengiyakan permintaan Moza. Sesaat setelah perasaannya sedikit merasa tenang, Rubby melirik ke ara Wu Jin Ming untuk meminta pendapatnya.


Jika harus jujur, sebenarnya Wu Jin Ming merasa sangat cemburu pada Moza namun akan sangat naif jika permintaan terakhir dari seseorang yang akan pergi untuk selamanya itu tidak dia luluskan.


Dengan berat hati Wu Jin Ming pun mengangguk.

__ADS_1


"Terimakasih!" ucap Moza berkaca-kaca saat Wu Jin Ming memberinya kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal pada orang yang sangat spesial di hatinya itu.


Moza melangkah maju lalu memeluk tubuh Rubby erat. Air matanya mengalir deras ketika mereka saling berpelukan. Awalnya Rubby diam tidak membalas pelukan Moza namun ketika merasakannya tubuh Moza berguncang karena dalamnya perasaan yang dia tahan, Rubby pun menggerakkan tangannya untuk memeluk Moza dan menguatkan hatinya.


"I love you, Rubby.... I love you...." hanya kata-kata itu yang terus keluar dari mulutnya.


Wu Jin Ming memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia tidak kuasa menahan rasa sesak di dada. Berkali-kali dia terlihat mengusap wajah untuk mengurangi kegetiran di hatinya.


Pelukan Moza merenggang dan mulai melemah. Rubby tidak beranjak. Dia masih merasa bahwa orang yang memeluknya itu adalah Moza.


Mata Moza berubah menjadi bengis dan jahat ketika tubuhnya sudah kembali di ambil alih oleh Raja Kegelapan. Rubby tidak menyadari perubahan itu karena dia masih larut dalam kesedihannya. Begitu juga dengan Wu Jin Ming yang merasa sangat gamang hatinya.


Kekuatan Raja Kegelapan memang sangat menurun karena habis dia gunakan untuk menekan jiwa murni Moza namun masih ada tersisa sedikit energi yang tersimpan. Dengan sisa-sisa kekuatannya dia menyerang Rubby secara diam-diam. Dia memukul punggung Rubby dengan telapak tangannya yang telah dia aliri dengan energi pembeku.


Buggh!


Tubuh Rubby lunglai dan jatuh ke tanah. Bersamaan dengan itu, Raja Kegelapan berubah menjadi kepulan asap dan meninggalkan tempat itu karena tidak ada kekuatan lagi untuk bertarung.


"Rubby!"


Wu Jin Ming melompat menghampiri Rubby dengan wajah paniknya.


"Pukulan pembeku darah! Sial! Orang itu mengambil kesempatan di saat aku sedang lengah."


Wu Jin Ming segera mengalirkan energinya sebelum luka dalam Rubby semakin parah. Untung saja kekuatan Raja Kegelapan sedang mencapai titik terendah sehingga pukulan itu tidak terlalu membahayakan bagi Rubby. Jika energi Raja Kegelapan sedang berada di titik normal sudah bisa dipastikan Rubby tidak akan selamat dari pukulan pembeku darah dari jarak dekat seperti ini.


Setelah semua jejak energi dan racun-racunnya berhasil di keluarkan dari tubuh Rubby, Wu Jin Ming segera menyimpan pedangnya dan menggendong tubuh Rubby pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Di tengah malam sunyi itu keadaan mereka sangat berantakan. Tubuh mereka basah kuyup dengan pakaian yang kotor dan sobek di mana-mana. Dia tidak menyangka jika Raja Kegelapan Zhu Zheng sudah berani muncul terang-terangan di hadapannya.


Beruntung Wu Jin Ming berhasil menekan energi spiritual miliknya sehingga Zhu Zheng tidak langsung menenalinya tadi.


Di sepanjang jalan yang mereka lalui terlihat beberapa orang masih berlalu lalang. Mereka menatap Wu Jin Ming dan Rubby keheranan pasalnya penampilan mereka terlihat seperti seorang gelandangan. Apalagi suasana malam yang temaram menyamarkan wajah menawan mereka.


Pengunjung taman yang tadi pulang terlebih dahulu tidak berani menampakkan diri. Kejadian di malam ini benar-benar bagaikan mimpi buruk bagi mereka.


Rubby belum juga tersadar meskipun saat ini mereka sudah sampai di pelataran rumah mereka. Sebuah hentakan pelan salah satu kaki Wu Jin Ming membuat pintu rumah mereka terbuka. Segera saja Wu Jin Ming membawa Rubby ke kamar.


Baju mereka yang semula basah telah mengering. Sebelum membaringkan tubuhnya di tempat tidur, Wu Jin Ming mengganti pakaian mereka terlebih dahulu dengan kekuatannya. Dalam sekejap kini mereka sudah bersih dan siap beristirahat.


Tubuh Rubby terasa panas. Kekuatan dalam tubuhnya terus bermutasi setelah tersentuh oleh jejak energi yang ditinggalkan oleh Zhu Zheng. Itu karena kekuatan ayahnya yang terbunuh oleh Zhu Zheng mengaktifkan mode bahaya dalam tubuhnya.


Kulit tubuh Rubby yang semula putih seperti susu kini berubah kemerahan. Tampaknya reaksi berlebihan dan mutasi besar-besaran dari kekuatan ayahnya yang tertanam di tubuhnya sedang terjadi. Getaran yang dasyat sangat terasa ketika jalur nadi di pergelangan tangannya di tekan.


"Rubby! Sadarlah! Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Wu Jin Ming berbaring miring di samping Rubby sambil mengusap wajah dan rambutnya.


Suhu panas di tubuh Rubby mulai menurun namun warna kulitnya masih kemerahan. Wu Jin Ming terus menjaganya dan berharap Rubby akan segera sadar dan menceritakan apa yang terjadi.


Merasa Rubby tidak kunjung menunjukkan perubahan, Wu Jin Ming beranjak duduk dan menyalurkan energinya untuk menetralisir dan menjaga keseimbangan basis energi Rubby.


Keringat Wu Jin Ming menetes di wajahnya karena menahan besarnya gelombang energi yang bergejolak di dalam tubuh Rubby. Wu Jin Ming sangat terkejut ketika energi yang dia masukkan ke dalam tubuh Rubby juga ikut bermutasi. Kekuatannya kini mulai tertarik dan terikat satu sama lain dengan kekuatan Rubby.


"Aneh! Ini benar-benar aneh! Aku juga ikut bermutasi bersama Rubby dalam satu waktu. Bagaimana ini bisa terjadi?" Wu Jin Ming terus saja berpikir sambil terus menahan gejolak energi yang besar meledak-ledak di nadinya.


Besaran energi yang mengalir mampu menembus batas kultivasi dari yang seharusnya. Bagi Wu Jin Ming ini baru yang pertama kali ia alami selama menjadi kultivator. Rasa luar biasa namun begitu menyiksa membuatnya berpikir jika ini adalah sebuah pemaksaan terindah yang pernah ada.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2