
Orang-orang berlarian meninggalkan bibir pantai. Selain awan hitam yang mengurung tempat itu, angin juga bertiup sangat kencang. Rubby memeluk tubuhnya sendiri karena merasa kedinginan. Bajunya yang basah semakin membuatnya menggigil.
Dengan langkah yang berat, Rubby berjalan menjauh dari pantai. Kencangnya angin membuatnya tidak dapat berjalan cepat. Wu Jin Ming terlihat berlari ke arahnya.
Sesaat sebelum cuaca memburuk Wu Jin Ming sudah menyelesaikan shooting iklannya. Sebagian besar pengunjung sudah meninggalkan pantai. Wu Jin Ming berhasil menyusul Rubby dan membantunya berjalan.
"Sudah aku bilang, jangan main air. Masih saja ngeyel," ucap Wu Jin Ming kesal.
"Aku nggak sengaja melakukannya. Beberapa orang menarikku ke dalam air dan membuatku seperti ini." Rubby bernapas dengan menggembungkan mulutnya untuk mengurangi sensasi dingin yang dia rasakan.
"Hmm. Berani-beraninya mereka! Tapi kamu nggak mengeluarkan energi apapun kan?" tanya Wu Jin Ming serius.
"Aku nggak sengaja menghentakkan kaki tadi. Maaf... saat itu aku benar-benar emosi." Rubby menundukkan wajahnya penuh penyesalan.
"Jadi, getaran tadi... Oh, tidak!" Wu Jin Ming menepuk jidatnya.
"Apa aku membuat masalah?" Rubby berkedip-kedip memainkan matanya.
"Kita harus menghadapinya sekarang. Aku akan menutup area bibir pantai dengan kekuatanku."
Setelah mengatakan itu, Wu Jin Ming segera membaca mantra untuk memberi batas. Batas itu memisahkan bibir pantai dengan area tempat berlindungnya para pengunjung. Wu Jin Ming tidak ingin membahayakan nyawa manusia.
"Rubby, rubah wujudmu menjadi Dewi Bulan sekarang!" perintah Wu Jin Ming pada Rubby.
"Apa ini nggak akan mengundang rasa ingin tahu orang-orang yang ada di sini?" Rubby melihat ke arah pengunjung yang lumayan jauh dari sana. Tapi mereka masih bisa melihat Rubby dan Wu Jin Ming dari tempatnya.
"Aku sudah membuat pembatas gaib. Lakukan saja apa yang aku minta!" ulang Wu Jin Ming.
"Baiklah!" Rubby segera berubah wujud menjadi Dewi Bulan. Dia juga sudah tidak tahan dengan baju basahnya.
Wu Jin Ming juga merubah dirinya ke dalam wujud Raja Siluman Harimau. Sampai saat ini, dia belum menunjukkan wujud Dewanya di hadapan Rubby. Wu Jin Ming terpukau melihat wujud Rubby. Penampilan saat ini Rubby ternyata mengikuti wujud Dewanya.
Suara menggelegar membuat Rubby tersentak. Sebuah ombak besar bergulung cepat dari tengah laut. Wu Jin Ming memegang tangan Rubby dan membawanya untuk terbang.
__ADS_1
Setelah hilang keterkejutannya, Rubby mulai berkonsentrasi dan mengaktifkan jurus terbangnya. Untuk menghemat energi, dia memilih mengeluarkan sayap 3 bidadari miliknya. Rubby berusaha tetap tenang agar dia bisa berkonsentrasi melawan musuh.
Wujud sebagai Dewi Bulan yang baru membuatnya lebih percaya diri. Kekuatannya pun terasa meningkat. Dia pikir ini ada keterkaitannya dengan penobatannya sebagai seorang putri di Kerajaan Ratu Ivo.
"Rubby. Jangan lengah! Kita tidak tahu seperti apa lawan kita. Tetap waspada!" seru Wu Jin Ming.
"Hmm." Rubby mengangguk.
Dari dalam laut muncul ribuan kepiting yang berukuran besar. Mereka merayap sangat cepat mendekati Rubby dan Wu Jin Ming. Kepiting itu tumpang tindih hingga membentuk piramid.
Rubby dan Wu Jin Ming saling berpandangan. Mereka merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh kepiting-kepiting itu. Belum hilang rasa keheranan mereka, kepiting itu mulai menyerang mereka.
Kepiting itu melemparkan satu demi satu kepiting yang berada di susunan paling atas untuk menyerang Rubby. Terlihat kepiting itu seperti menyemburkan sesuatu. Cairan berwarna biru kehitaman.
"By! Awas! Cairan ini beracun!" teriak Wu Jin Ming.
"Iya. Bolehkah aku melemparkan cincinku?" tanya Rubby.
Rubby segera melepaskan cincinnya dengan mantra. Seketika cincin itu melayang ke udara dan berubah menjadi pisau terbang. Pisau itu bergerak cepat dan menyerang ribuan kepiting yang seperti tidak ada habisnya.
Di tempat lain muncul suara tangisan dari dalam laut. Tangisan keras yang memekakkan telinga. Wu Jin Ming terbang mendekatinya.
Munculah seekor gurita raksasa dengan mata besar dan menyeramkan. Gurita itu berubah menjadi setengah manusia. Wujudnya seperti seorang wanita dengan wajah sedih seperti sedang menangis.
Rubby dan Wu Jin Ming berpencar untuk bertarung dengan lawannya masing-masing. Rubby melawan kepiting beracun sementara Wu Jin Ming melawan Siluman Gurita menangis.
"Huu.. uuu.. uuu... Kenapa kamu yang muncul di hadapanku. Aku ingin gadis itu yang melawanku." Siluman Gurita itu menunjuk ke arah Rubby.
"Apa bedanya melawanku atau melawannya?" tanya Wu Jin Ming.
"Aku iri padanya. Huu... uuu... uuu... dia.. sangat cantik. Dia juga punya energi yang menarik. Huu..." suara Siluman Gurita itu masih saja diselingi tangisan. Tangisan itu cukup mengganggu meskipun tidak sekeras saat berwujud gurita raksasa.
"Kamu aneh. Sudah suka iri, cengeng lagi!" ejek Wu Jin Ming.
__ADS_1
"Huuu... kamu menghinaku! Baiknya kamu minggir. Aku tidak ada urusan denganmu!" Siluman Gurita itu mulai tersulut emosi.
"Dia istriku. Mengusiknya sama juga mengusikku. Untuk apa kamu memusuhinya. Tadi dia hanya bermain-main di sini." Wu Jin Ming mencoba untuk menghindari pertarungan.
"Suaminya? Aaaa... aku baru sadar ternyata kamu tampan sekali. Aku juga mau menjadi istrimu." Siluman Gurita itu berjalan memutari lalu menempelkan tubuhnya di tubuh Wu Jin Ming.
"Mimpi saja!" Wu Jin Ming merasa jijik dengan tubuh berlendir milik Siluman Gurita itu.
"Kena kau! Hahaha!" Siluman Gurita tertawa puas karena berhasil menanam jurus lendir pembungkus di tubuh Wu Jin Ming.
Wu Jin Ming tidak tahu akan kelicikan siluman itu. Semakin Wu Jin Ming berusaha membuang lendir itu malah semakin banyak. Sepertinya lendir itu membelah diri. Dibiarkan saja pun jumlahnya juga semakin banyak. Wu Jin Ming merasa jijik dibuatnya. Karena rasa jijik dan geli itulah yang membuatnya tidak dapat berpikir dengan jernih.
"Aahh, sial! Menjijikkan! Iiuuhh!" teriak Wu Jin Ming.
"Tenang saja, Tampan. Aku akan mengurusmu setelah berhasil mengambil tubuh dan kekuatan gadis manis itu. Huu... uuu... uuu... selamat menikmati pembungkus lendirku, Sayang!" Siluman Gurita pergi meninggalkan Wu Jin Ming yang mulai kesulitan bergerak.
Wu Jin Ming terus berpikir bagaimana caranya lepas dari jurus aneh ini. Semakin lama, lendir itu semakin tebal menutupi tubuhnya. Haruskah dia mengeluarkan wujud Dewanya. Tapi itu akan berefek pada manusia yang berada di sana.
Rubby masih sibuk melawan kepiting beracun yang menyerangnya. Meskipun jumlahnya sudah banyak berkurang, tapi masih banyak juga yang tersisa. Untung saja ada pisau ajaib dari ibundanya.
Melihat musuh lain mendekat, terpaksa Rubby mengeluarkan energi spiritualnya untuk membentuk api. Bola api terbang berukuran besar muncul dari telapak tangannya. Rubby melemparkannya untuk memusnahkan kepiting beracun yang tersisa. Dengan begitu dia bisa fokus melawan Siluman Gurita Menangis yang datang mendekatinya.
"Huu... uuu... uuu... gadis yang manis. Ternyata kamu hebat juga. Aku semakin ingin untuk memiliki tubuh dan kekuatanmu. Mendekatlah!"
Swingg!
Tanda Dewi Bulan di kening Rubby menyala. Ini menandakan musuh di depannya sangat berbahaya.
Rubby beringsut mundur. Dia harus mengatur strategi dan mencari titik kelemahan lawan. Asal serang hanya akan membuatnya terkurung dalam lendir seperti Wu Jin Ming.
****
Bersambung...
__ADS_1