
Felly terkejut melihat sayap milik Rubby. Dia penasaran tentang siapa Rubby sebenarnya. 'Pantas dia berani melawanku,' guman Felly dalam hati.
"Sayapmu lumayan! Aku menghargai kerja kerasmu untuk mendapatkannya. Sekarang terima ini!" Felly kembali menyerang. Dia semakin bersemangat untuk bertarung melawan Rubby.
Rubby melukis simbol perlindungan. Untuk kesekian kalinya dia hampir terkena serangan Felly.
"Kakak, apa yang harus saya lakukan?" tanya Rubby melalui suara pikirannya.
"Gunakan energi kultivasimu. Keluarkan untuk menyerang. Tapi jangan kau habiskan dalam satu kali serangan," bisik Wu Jin Ming dari dalam pikiran Rubby.
"Hmm. Baiklah!" Rubby melesat tinggi ke atas.
"Hei, jangan lari! Kamu tidak bisa keluar dari tempat ini. Hanya para siluman yang mampu membuka pintu keluar." teriak Felly sambil mengejar Rubby yg sudah membumbung tinggi.
"Aku bukan pengecut, Miss Felly. Aku hanya mencari tempat yang leluasa untuk bertarung." rambut panjang Rubby melambai - lambai, begitu juga dengan hanfu yang dia pakai. Dia telah bersiap untuk mengeluarkan energi spiritualnya untuk menyerang.
"Bagus! Hiiyyaaaa!" Felly maju dan melemparkan serangan bertubi-tubi. Energinya seperti tak ada habisnya.
Rubby terus membalas serangan demi serangan yang diluncurkan Felly. Felly terdorong mundur ke belakang. Tanpa pikir panjang Rubby mengeluarkan energi yang tersisa untuk menyerang Felly.
Felly tersungkur. Mulutnya memuntahkan darah karena mengalami luka dalam.
"Kurang aj*r! Tidak bisa diremehkan!" mata Felly menyala merah. Wajah cantinya berubah sangat menyeramkan. Dia berubah menjadi manusia setengah serigala yang sangat menakutkan.
"Aauuuuu!" Felly mengaum sambil membusungkan dadanya.
'Mati aku! Kenapa dia malah jadi manusia serigala? Aku sudah mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa. Bagaimana ini?' Rubby tampak kebingungan.
Saat dia tidak fokus tiba-tiba Felly datang mengeluarkan cakarnya mengincar wajah Rubby. Cakaran itu meleset dan mencabik bahu Rubby. Darah mengucur dari luka itu.
"Ha ha ha... Aaauuuuuu!" Felly kembali mengaum. Dengan gerakan cepat dia bergerak memutari Rubby. Rubby merasa pusing. Tubuhnya sempoyongan tak kuasa melihat putaran maya bayangan tubuhnya Felly.
"Sreettt...!" cakar Felly kembali mencabik tubuh Rubby yang tak berdaya.
Rubby tidak bisa lagi mengontrol dirinya. Konsentrasinya buyar seketika. Tubuhnya jatuh ke bawah seperti dedaunan kering yang gugur dari pohonnya. Sayapnya perlahan memudar karena dia tidak lagi mengaktifkan energi Qi nya.
"Aaauuuuuu!" Felly menyusulnya ke bawah untuk merenggut kalung dimensi Rubby.
Di saat yang sama Wu Jin Ming muncul menangkis tangan Felly. Setelah memukul mundur Felly, Wu Jin Ming lantas menangkap menggendong tubuh Rubby. Dia kembali membawanya melayang ke udara.
"Selamat datang Raja Harimau Putih! Aaauuuu!" sapa Felly diiringi dengan aumannya.
"Kenapa kau menculik manusia tidak berdosa?" Wu Jin Ming menatap Runby yang terkulai lemah tak sadarkan diri.
"Aaauuuu! Dia menghalangiku untuk menemuimu. Aku mencium energimu di dalam liontin giok yang dia pakai," kilah Felly.
__ADS_1
"Aku sangat hafal sifatmu. Andai dia menyerahkan liontin ini pun kau akan tetap membunuhnya." Wu Jin Ming menatap tajam Felly.
"Aaauuuu! Tentu saja. Aku membutuhkan energi untuk membuatku tetap cantik dan bertahan di dunia manusia. Huuh.. huuhh.. huu.." mulut moncong Felly tertawa menyeringai.
"Apa kau tahu siapa Rubby? Dia adalah permaisuriku." wajah Wu Jin Ming menyeringai marah.
"Hah! Manusia lemah itu! Tau begitu sudah aku bunuh dia dari tadi. Akulah yang pantas mendampingimu Raja Harimau." Felly mengeluarkan aura penggoda.
"Aku tidak tertarik padamu serigala. Rubby adalah reinkarnasi Dewi Bulan yang sudah aku tunggu selama ribuan tahun lamanya. Aaahhhh... Hossh... hoisshh!" tiba - tiba napas Wu Jin Ming terasa sesak. Pandangan matanya mengabur. Dia berusaha untuk menahan tangannya agar tidak melepaskan tubuh Rubby yang masih berada dalam gendongannya.
Perlahan Wu Jin Ming membawa Rubby turun. Dia semakin tidak kuasa mengontrol tubuhnya. Wu Jin Ming tak berdaya menghadapi jurus yang dikeluarkan Felly.
"Aaauuuuuu! Bagus jurus aura penggodaku bekerja. Aku tidak mungkin menang melawannya dengan kekuatan spiritualku. Hmm. Kau akan menjadi Milikku sepenuhnya setelah ini Raja Harimau." Felly tersenyum penuh kemenangan.
Wu Jin Ming masih menguasai pikiran dan hatinya, tapi dia tidak bisa mengontrol tubuhnya. Diletakkannya tubuh Rubby perlahan lalu Wu Jin Ming mencoba untuk bermeditasi. Dia duduk bersila dan menghalau serangan kekuatan magis Felly.
"Aahhh!" pekik Wu Jin Ming. Gemuruh di dadanya seakan mendorongnya untuk berc*mbu dengan seseorang. "Sial! Jurus apa ini? Kenapa aku sulit sekali untuk melawannya?" Wu Jin Ming terus mengumpat dalam hati.
"Kau tampan sekali, Sayang. Pantas sekali banyak siluman cantik yang menggunjingkanmu." Felly kembali merubah tubuhnya menjadi seorang gadis cantik. Dia berjalan mendekati Wu Jin Ming.
"Pergi kamu! Minggir! Jangan sentuh aku!" Wu Jin Ming memundurkan tubuhnya yang mulai melemah.
Semakin Felly mendekat, aura penggoda yang menyerang Wu Jin Ming pun semakin kuat. Wu Jin Ming sama sekali tidak bisa melawan.
"Jangan galak - galak sayang!" Felly mendorong tubuh Wu Jin Ming hingga duduk terlentang. Kemudian Felly naik ke atas tubuhnya dan mendekatkan wajahnya.
"Aku mau tubuhmu. Aku mau kau menjadi milikku. Ahh!" Felly mulai menciumi tubuh Wu Jin Ming dan membuka hanfu yang di kenalannya.
"Hentikan! Aku bersumpah akan membunuhmu jika kamu mengambil benihku! Arrrggghhh!" Wu Jin Ming berusaha keras menolak tetapi sia - sia. Dia tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
"Kau menurut saja dan nikmatilah!" Felly mulai menyentuh area pribadi milik Wu Jin Ming. Karena pengaruh jurus Felly, senjata Wu Jin Ming telah siap untuk bertempur meski sang pemilik tidak menginginkannya.
"Hentikan siluman brengs*k! Rubby bangunlah! Selamatkan aku Rubby! Dewi Bulan bangkitlah!" teriak Wu Jin Ming di sela - sela desahannya yang tak bisa dia tahan saat Felly terus menyumbuinya.
"Teriaklah sesukamu! Rubby tidak mungkin bangun. Dia sudah kehabisan energi setelah bertarung denganku." Felly terus melanjutkan permainannya.
"Rubby! Dewi Bulan!" Wu Jin Ming terus berteriak memanggil nama istrinya. Dia benar-benar tidak berdaya.
"Aku tidak sabar lagi, Sayang!" Felly membuka penutup terakhir area pribadinya. Dia kembali mencium area pribadi milik Wu Jin Ming sebelum melakukan penyatuan. Dia tidak peduli dengan teriakan Wu Jin Ming yang terus memanggil nama Rubby.
"Sreeeettttt!"
Sebuah lemparan bola energi menghantam punggung Felly.
"Aaaahhhh!" pekik Felly. Dia memutar badannya dan melihat siapa yang sudah mengganggu dan menyerangnya.
__ADS_1
"Beraninya kau menyentuh suamiku!" Rubby terbang menghampiri Felly dengan wujud Dewi Bulan.
"Siall! Hampir saja aku mengikat Raja Harimau." Felly kembali merubah tubuhnya menjadi manusia serigala untuk bertarung melawan Rubby.
"Tidak akan aku biarkan itu terjadi." Rubby memusatkan energi spiritualnya di bagian mata. Dari matanya terus melontarkan serangan bertubi-tubi pada Felly.
Felly terdorong mundur. Dia berusaha menghindari serangan demi serangan yang sangat membahayakan dari Rubby.
Tidak hanya di matanya, Rubby juga membagi kekuatannya pada kedua telapak tangannya. Dia berhasil membuat Felly terpojok dan tak berdaya menerima serangan darinya.
Duuaaarrr!
Sebuah ledakan energi telak mengenai tubuhnya Felly.
"Hosshh.. Hoosshh! Sial!" Felly tersungkur sambil memegangi dadanya.
Dengan wujud Dewi Bulan kekuatan spiritual Rubby menjadi tak terbatas. Dia sebenarnya bisa menghabisi Felly saat itu juga, tapi dia masih berpikir bagaimana menjelaskan tentang menghilangnya Felly jika dia membunuhnya.
"Ayo kita bertarung sampai salah satu kita ada yang mati!" Felly bangkit. Dia akan mengeluarkan jurus pamungkasnya.
Sinar berwarna merah darah melingkupi tubuh Felly. Kilatan energi meletup - letup keluar dari dalam tubuhnya.
"Baiklah, jika itu maumu!" Rubby maju dengan bola - bola energi yang bermunculan dari tangannya.
Mereka berdua saling melemparkan bola energi. Pertemuan dia energi menghasilkan ledakan yang sangat memekakkan telinga. Sesekali Rubby masih merasa ngilu mendengar suara keras itu. Dia bergidik sambil terus waspada.
'Ahh, ini seperti permainan anak kecil. Kapan selesainya jika terus lempar - lemparan seperti ini. Aha, aku ada ide!' Rubby tersenyum dalam monolognya.
Rubby memakai jurus teleportasi yang di dapatkannya dari inti pikiran Wu Jin Ming.
Slassshhh!
Rubby sudah berada di belakang tubuh Felly.
Bugg! Duaarrr!
Serangan jarak dekat Rubby membuat tubuh Felly hancur berkeping-keping. Rubby sangat terkejut. Dia tidak menyangka jika kekuatannya bisa sedasyat itu.
Rubby berjalan mendekati Wu Jin Ming. Perlahan dia kembali menjadi manusia biasa. Brukk! Tubuhnya jatuh tersungkur di dekat Wu Jin Ming. Dia sangat lemah dengan seluruh luka di sekujur tubuhnya. Sekali lagi dia pingsan.
Wu Jin Ming berangsur-angsur pulih dari pengaruh jurus Felly. Pandangannya segera mencari di mana Rubby berada.
"Rubby! Bangun, Rubby!" Wu Jin Ming menepuk - nepuk pelan pipi Rubby.
****
__ADS_1
Bersambung...