TIGER WU

TIGER WU
AKHIR PERTARUNGAN


__ADS_3

Sebelum melakukan serangan, Rubby berpikir untuk mencari titik kelemahan lawannya. Dia masih diam terpaku mengamati pertarungan antara siluman laba-laba dan Wu Jin Ming. Sesekali dia bergerak menghindari loncatan energi meleset dari pertarungan itu.


Untuk menggerakkan keenam tangan itu butuh konsentrasi yang baik dan tenaga yang mencukupi bagi keenam tangan itu. Rubby berpikir untuk menyerangnya dari belakang tapi tangan siluman itu bisa menghalaunya.


'Lebih baik aku coba dulu saja lah!' Rubby menyabetkan cambuknya ke punggung siluman laba-laba berharap dia tidak dapat menghindar.


Sayang sekali cambuk Rubby tertangkap oleh salah satu tangan siluman laba-laba itu.


Rubby berjalan mundur lalu membuat cambuk energi yang baru. Untuk langkah selanjutnya dia masih memikirkan cara yang tepat untuk menghadapi siluman cerdik ini. Gerakannya sangat cepat dan sulit dideteksi oleh mata biasa.


'Mata! Oh, iya! Aku baru ingat untuk mengendalikan semua gerakan itu di tentukan oleh kejelian mata. Tapi bagaimana caranya aku menyerang matanya? Gerakan yang mendadak saja dengan mudah bisa dia atasi!' Rubby terus bermonolog dalam hati.


"Kak Wu! Aku tahu kelemahannya!" seru Rubby dengan suara hatinya sambil ikut menyerang siluman laba-laba dengan cambuknya.


"Katakan Rubby!" jawab Wu Jin Ming tanpa menoleh. Matanya tetap fokus pada tangan-tangan siluman laba-laba yang menyerangnya tiada henti.


"Matanya! Kamu harus menyerang matanya! Aku akan mencoba mengalihkan perhatiannya. Jika dia lengah, Kak Wu harus segera melukai matanya!" ucap Rubby dalam koneksi pikirannya.


"Hmm!" Wu Jin Ming mengangguk.


Sebelum melakukan penyerangan Rubby merubah senjata energinya. Dia menghilangkan cambuknya dan mengeluarkan pedang yang dia lapisi dengan api biru miliknya.

__ADS_1


Sifat dasar laba-laba takut akan api, Rubby akan membuat pedangnya seolah-olah api yang sangat besar. Energi api suci Rubby menutupi seluruh permukaan pedangnya. Kobarannya bergerak-gerak seperti akan menyambar apa saja yang ada di dekatnya.


Mata siluman laba-laba itu membulat melihat serangan pedang Rubby. Konsentrasinya sedikit terganggu setelah melihat kobaran api. Hawa panas dari api suci Rubby membuat gerakannya melambat untuk berhati-hati.


Crasshh!


Sebuah tangan terpotong oleh pedang Wu Jin Ming.


Siluman laba-laba itu tidak terlihat kesakitan sama sekali. Rupanya yang terpotong adalah tangan kamuflase yang bisa tumbuh lagi. Hanya ada dua tangan yang asli namun sulit di incar karena tertutup oleh gerakan tangan-tangan lain yang sangat cepat.


Tidak hilang akal, Rubby memainkan jurus pedang pendekar Chin level atas. Tidak tanggung-tanggung, dia mengeluarkan jurus level 7 langsung. Dalam level ini kecepatan gerakan hampir menyamai kecepatan enam tangan siluman laba-laba.


Jurus pedang Rubby berhasil membuat keenam tangan siluman itu kerepotan. Kesepakatan itu tidak disia-siakan oleh Wu Jin Ming. Dia menantikan saat-saat siluman laba-laba lengah.


Tranggg!!!


Pedang meteor milik siluman laba-laba jatuh ke lantai.


"Aaarrrgghh!" teriak siluman itu dengan memegangi kedua pisau yang tertancap di matanya.


Dengan tangan yang gemetar, siluman itu mencabut pisau itu dan mencoba memulihkan energinya.

__ADS_1


"Rubby! Keluarkan sangkar perenungan milikmu! Jika kita lepaskan, dia akan menjadi ancaman di masa mendatang," jelas Wu Jin Ming sambil melirik ke arah Rubby.


"Hmm! Aku mengerti!"


Sebuah sangkar perenungan keluar dari telapak tangan Rubby.


Luka di mata siluman itu mulai pulih. Sungguh tidak bisa dipandang sebelah mata, dia lawan yang sangat tangguh. Regenerasi sel yang sangat cepat memungkinkannya untuk memulihkan organ yang rusak dalam tubuhnya.


Siluman itu belum menyadari di belakangnya ada sangkar perenungan yang telah dipersiapkan oleh Rubby untuk mengurungnya.


Rubby dan Wu Jin Ming secara bersama-sama mendorong tubuh siluman laba-laba itu ke belakang dengan energi mereka. Siluman laba-laba itu jatuh terjerembab masuk ke dalam sangkar perenungan bersamaan dengan matanya yang telah kembali normal.


"Apa ini?" siluman itu mencoba untuk menembus sangkar itu dengan kekuatannya namun sia-sia.


"Terima nasibmu, kawan! Eh! Belum jadi kawan, sih! Kecuali kamu bisa menghilangkan energi jahatmu dan keluar dari sangkar ini dalam keadaan baik-baik saja." Rubby melipat kedua tangannya di dada sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Apa maksudmu? Bebaskan aku dari sini! Aarrrgghh!" teriak siluman laba-laba itu sambil mengamuk membabi buta di dalam sangkar itu.


"Berbuatlah sesukamu di dalam sangkar ini! Percayalah! Tidak ada yang akan kamu dapatkan selain rasa lelah dan frustasi! Sadarilah kesalahanmu dan jadilah siluman baik maka dengan sendirinya sangkar ini akan terbuka!" Rubby mencoba memberikan penjelasan.


****

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2