TIGER WU

TIGER WU
CO MANAGER


__ADS_3

Lebih dari satu jam lamanya, Wu Jin Ming ikut mengalami mutasi energi. Detak jantung dan denyut nadi yang awalnya tidak terkontrol kini mulai normal kembali. Tubuh Rubby juga mengalami perubahan yang sama. Warna kulitnya tidak lagi memerah dan denyut nadinya lebih teratur.


"Apa yang terjadi?" Rubby langsung terduduk ketika sadar dari pingsannya. Dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi.


"Kamu pingsan dalam pelukan Moza!" ketus Wu Jin Ming.


Rubby menatap bola mata Wu Jin Ming dan menyadari jika ada kecemburuan di sana.


"Masa, sih? Yang benar saja!" Rubby mencoba menyanggah apa yang terjadi.


"Aku sendiri juga tidak tahu. Tahu-tahu kamu pingsan dan Moza sudah tidak ada di sana."


"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak punya perasaan apa-apa lagi sama Moza. Aku hanya ingin memenuhi keinginan terakhirnya saja."


"Aku harap itu benar-benar untuk terakhir kalinya Moza menyentuhmu."


Wu Jin Ming merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Sayang! Kamu marah?" tanya Rubby manja ketika melihat perubahan sikap Wu Jin Ming.


"Enggak! Sudahlah! Ayo kita tidur besok aku sudah harus kembali bekerja."


Wu Jin Ming berusaha menyembunyikan kekesalannya dengan menarik tubuh Rubby ke dalam pelukannya dan memejamkan matanya. Rubby terus mengamati wajah Wu Jin Ming dari jarak yang sangat dekat. Napas mereka saling bersahutan menyapu kulit wajah masing-masing.


••••


"Kamu jadi ikut aku pemotretan, Sayang?" tanya Wu Jin Ming.


"Emm... ikut aja, deh! Ngapain juga di rumah. Udah kayak ibuk-ibuk aja. Eh! Tapi aku memang udah ibuk-ibuk kali!" Rubby menjawab sendiri pertanyaannya.


Wu Jin Ming mengulum senyum mendengar ocehan lucu Rubby.


"Kamu yakin tidak akan menyelesaikan kuliahmu?"


"Yakin. Aku tidak ingin jauh darimu."

__ADS_1


"Sejak kapan kamu jadi lebai, sih, Sayang?"


"Sejak harimau tampanku memperlakukanku seperti ratu dan selalu memanjakan ku."


"Ya, kan kamu memang ratuku, Sayang!"


"Hihi... iya...!" mereka melanjutkan makannya sambil tertawa.


Jadwal pemotretan hari ini mengambil lokasi di sebuah perbukitan yang lumayan jauh. Sebelum berangkat mereka harus berkumpul terlebih dahulu di studio agar rombongan tidak bercerai berai. Wu Jin Ming terlihat bahagia bisa sekalian membawa Rubby pergi jalan-jalan.


"Kog sepi, Sayang?" tanya Rubby setelah sampai di studio tempat kru dan team Wu Jin Ming sepakat untuk berkumpul.


"Nggak tahu, Sayang. Ayo kita masuk saja!" ajak Wu Jin Ming sambil menggenggam tangan Rubby.


Mereka berjalan menuju studio pemotretan yang biasa mereka gunakan untuk berkumpul. Sepanjang lorong dan jalan-jalan yang mereka lalui terlihat biasa saja namun orang-orang bekerja sangat serius. Tidak ada senyum ramah dan canda tawa mereka seperti biasanya.


"Mereka pada kenapa, sih? Perasaan tidak ada energi negatif di sini tapi mereka kok terlihat aneh, ya!" Rubby menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Entahlah! Mungkin mereka sedang di kejar deadline mungkin. Atau mungkin ada proyek baru yang harus segera mereka selesaikan," ucap Wu Jin Ming.


"Semoga saja. Tapi kenapa mereka melirikku aneh, ya! Apa penampilanku hari ini terlihat norak, Sayang?" Rubby melihat baju dan apa yang dia kenakan dari atas ke bawah.


Wu Jin Ming menarik dan memutar gagang pintu ke ruangan khusus untuk teamnya. Sepi. Mereka melangkah masuk dan mencari di mana para kru berada. Tidak mungkin jika mereka tidak ada di sana karena mobil mereka sudah terparkir di bawah.


Ruangan team Wu Jin Ming terhubung dengan studio foto dan pintu keluar menuju ke ruang presiden direktur.


"Pada kemana, sih? Kita pulang atau pergi jalan-jalan saja lah!" gerutu Rubby kesal.


"Hmm. Entahlah! Coba kita masuk dulu ke studio foto, kalau tidak ada orang baru kita putuskan untuk ke mana setelah ini."


Rubby mengangguk setuju. Mereka kembali melangkah menuju ke ruang studio foto. Untuk kali ini Rubby yang berinisiatif untuk membuka pintu.


"Welcome co manager yang baru!" seru manager Lin dan kru serempak.


Mereka bertepuk tangan dan bersorak gembira menyambut kedatangan Rubby dan Wu Jin Ming. Rubby terlihat bingung melihat apa yang sedang terjadi. Otaknya belum mampu mencerna apa yang mereka katakan.

__ADS_1


"Ini... ini... apa maksudnya ini...?" Rubby menampilkan wajah bodohnya yang masih saja tidak mengerti.


"Kamu saya angkat menjadi co manager di sini dan berhak mengatur kinerja apa yang harus kita lakukan ke depannya," jelas Bryan yang tiba-tiba muncul dari balik kerumunan kru yang menyambut Rubby dan Wu Jin Ming.


"Aku kan tidak melamar kerja di sini!" ketus Rubby.


"Sudah, Sayang. Kamu terima saja! Kita kan bisa sama-sama terus kalau kamu bekerja di sini!" ucap Wu Jin Ming terlihat senang dengan kejutan yang diberikan oleh atasannya.


Berbeda dengan Wu Jin Ming, bukannya senang Rubby malah terlihat sebal. Kekesalannya pada Bryan masih betah bercokol di hatinya. Melihat antusiasme Wu Jin Ming dan seluruh team saat menyambutnya mau tidak mau Rubby harus menerima pekerjaan ini.


"Ini kontrak kerjanya Nona Rubby. Silakan di pelajari dan di baca dengan teliti!" Bryan menyerahkan sebuah map berisi berkas kontrak kerja ke tangan Rubby.


"Hmm!" Rubby menerima berkas itu sambil melirik Bryan dengan tatapan membunuh.


Semua yang tertulis dalam surat kontrak kerja itu terlihat tidak ada yang aneh seperti layaknya surat kontrak yang biasa digunakan secara umum. Lembar demi lembar yang di baca Rubby tidak ada masalah namun di lembar yang terakhir matanya terbelalak hingga membulat sempurna.


Melihat perubahan ekspresi wajah Rubby, Wu Jin Ming menjadi penasaran dengan isi kontrak di tangan Rubby. Wu Jin Ming menggeser tubuhnya mendekat dan menempel ke tubuh Rubby. Paham dengan rasa ingin tahu Wu Jin Ming, Rubby menunjuk kertas itu agar Wu Jin Ming membacanya.


Wu Jin Ming mengaktifkan mode membaca agar bisa mengerti isi tulisan di depannya. Setelah tahu dia pun ikut terkejut dengan nominal gaji yang diberikan untuk Rubby. Ini setara dengan sepuluh kali lipat kru dan team yang bekerja di sana. Belum lagi tunjangan-tunjangan yang lainnya.


"Apa Anda tidak salah menulis Tuan Presdir?!" tanya Rubby dengan sedikit penekanan.


"Tidak! Itu sudah sesuai dengan kinerja yang harus dilakukan seorang co manager. Kamu harus mengatur semua jadwal dan memeriksa semua hasil kerja mereka sebelum di serahkan padaku atau asistenku jika aku sedang tidak ada di tempat. Kamu akan banyak kehilangan waktu untuk bersantai dengan banyaknya pekerjaan yang harus kamu selesaikan. Belum lagi jika ada pekerjaan yang di kejar deadline, kamu harus...."


"Sudah... sudah... cukup! Aku sudah tahu! Tidak perlu di jelaskan lagi!" Rubby memotong penjelasan Bryan yang menurutnya sangat berbelit-belit.


"Jadi bagaimana?" tanya Bryan berharap Rubby akan menerima pekerjaan ini.


"Aku ikut apa kata kekasihku," jawab Rubby singkat sambil melirik Wu Jin Ming.


"Sepertinya ini pekerjaan yang cocok untukmu dan untuk kita. Setiap hari kita bisa selalu bersama-sama dalam satu pekerjaan," bujuk Wu Jin Ming. Dia tahu jika Rubby masih kesal pada Bryan yang telah membohonginya sebelumnya.


"Oke! Fix! Aku tanda tangani kontrak ini! Anda senang Tuan Bryan?" masih saja Rubby mengeluarkan sindiran pedas pada atasannya itu.


"Ohho! Senang sekali!" Bryan balik menggoda Rubby yang sedang cemberut dengan wajah yang ditekuk.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2