TIGER WU

TIGER WU
ZHU ZHENG MUNDUR


__ADS_3

Tubuh Zhu Zheng yang membesar itu berubah sangat mengerikan. Dia seperti balon yang terus di tiup menggunakan pompa angin. Sampai batas maksimal, pembesaran tubuh Zhu Zheng pun berhenti.


Tidak ada yang bisa di lakukan oleh Wu Jin Ming selain menunggu.


Api suci Wu Jin Ming yang membakar tubuh Zhu Zheng pun terus meluas.


'Mengherankan. Seharusnya dia berbuat sesuatu untuk melepaskan diri dari api itu,' gumam Wu Jin Ming dalam hati.


Timbul sebuah robekan di wajah Zhu Zheng dan terus merembet ke arah lain. Itu terlihat sangat menjijikkan dan mengerikan. Kulit itu perlahan mengelupas seperti ekdisis pada serangga.


Proses pengelupasan kulit itu terus berlangsung hingga kulit luar Zhu Zheng dari tubuhnya yang membesar itu terlepas.


Jurus berganti kulit yanng dilakukan Zhu Zheng membuat api suci Wu Jin Ming hanya membakar kulit luarnya saja.


Setelah sepenuhnya terlepas dan jatuh ke bawah bersama api yang berkobar, Zhu Zheng berbalik untuk memakai baju pengganti dan menutupi tubuhnya yang tengah telanjang bulat.


Haish... untung lawannya seorang laki-laki. Coba jika saat itu Rubby yang sedang bertarung melawannya. Bisa-bisa dia mengalami kejang-kejang dan pingsan di tempat.


"Aku takjub dengan jurus baru yang kamu punya," jujur Wu Jin Ming ketika Zhu Zheng sudah kembali berpakaian.


"Aku juga tidak menyangka jika api sucimu sudah mencapai level abadi. Aku bisa mati perlahan jika tidak memiliki jurus ini."


"Bersiaplah untuk menghadapi kematian yang sesungguhnya!" seru Wu Jin Ming kembali menyerang Zhu Zheng dengan serangan jarak jauh.


Zhu Zheng pun melakukan hal yang sama. Dia pun melemparkan serangannya pada Wu Jin Ming untuk membalas.Tanpa dia sadari, energinya sudah hampir mencapai ambang batas.

__ADS_1


Saat menyerang Wu Jin Ming dengan kekuatan yang besar, Zhu Zheng merasakan rasa tersengat di ulu hatinya.


Kolam energi di dalam tubuhnya melambat untuk membatasi energi yang keluar dari sana. Jika energi yang keluar selalu berlevel besar maka akan sangat membahayakan jiwanya. Bisa-bisa Zhu Zheng mengalami nasib yang sama seperti yang dialami Ratu Ivo.


Wu Jin Ming tersenyum menyadari Zhu Zheng mengalami keterlambatan energi sedangkan dia masih memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mengalahkannya.


Dengan kekuatan penuh, Wu Jin Ming menekan energi yang diluncurkan oleh Zhu Zheng. Kedua energi itu terlihat saling dorong dan bergerak maju-mundur. Perbedaan level yang cukup besar membuat pertahanan Zhu Zheng melemah.


Titik pertemuan kedua energi milik Zhu Zheng dan Wu Jin Ming terus mundur mendekati tubuh Zhu Zheng.


Sekali lagi senyum kemenangan terlukis di wajah Wu Jin Ming. Dia kembali menambah tekanan energi yang dia lepaskan hingga Zhu Zheng tidak kuasa lagi untuk menahannya.


"Hupp!" Wu Jin Ming menghentakkan tangannya maju dengan energi yang besar.


Baammm!


Zhu Zheng menunda sambil memegangi dadanya yang terkena serangan tenaga dalam milik Wu Jin Ming. Nafasnya terengah-engah dan memburu dengan wajah yang menyeringai menahan sakit yang teramat dalam.


"Uhukkk! Uhukkk!" Zhu Zheng batuk darah.


Matanya menatap Wu Jin Ming tajam ketika Wu Jin Ming berjalan mendekat ke arahnya. Dia akan kalah jika pertarungan ini dilanjutkan. Zhu Zheng merasa gusar saat mengetahui kekuatannya ternyata masih tertinggal jauh dari Wu Jin Ming.


"Aku belum kalah! Tunggu pembalasanku!" seru Zhu Zheng dengan suara beratnya sebelum berubah menjadi kepulan asap dan terbang meninggalkan tempat itu.


Wu Jin Ming tidak ingin mengejarnya, lebih baik dia menggunakan sisa tenaganya untuk membuat dinding pelindung agar Zhu Zheng tidak bisa menembus masuk ke dalam istana Ratu Ivo lagi.

__ADS_1


Slasshhh!


Tangan Wu Jin Ming melambai dan menarik peredam energi yang dia pasang sebelumnya.


Dengan gagahnya dia melangkah menghampiri Dewa Bintang Timur dan yang lainnya tanpa kesombongan. Zhu Zheng sudah memakai kekuatannya sebelum bertarung melawannya. Jika tidak, belum tentu dia yang akan menang. Pikir Wu Jin Ming dengan sifat rendah hatinya.


"Yang Mulia!" pekik Bella yang terkejut ketika Wu Jin Ming tiba-tiba berdiri di sana tanpa mendengar suara langkahnya.


Wujud Wu Jin Ming yang sekarang mampu menyembunyikan hawa kehadirannya dan bergerak cepat seperti bayangan.


Teriakan Bella membuat Panglima Dao juga menoleh ke arah pandangannya.


"Salam hormat Yang Mulia!" Panglima Dao membungkuk memberi hormat.


Bella ikut melakukan apa yang dilakukan oleh Panglima Dao. Sama seperti Rubby, sebagai manusia dari jaman modern dia tidak terlalu mengerti dengan etika dan sopan santun istana. Beruntung Panglima Dao tetap sabar membimbingnya dan mengajarinya banyak hal.


"Bangunlah!" seru Wu Jin Ming.


Tidak berapa lama, Dewa Bintang Timur dan Dewa Gunung selesai melakukan kultivasinya. Energi alam di kerajaan Ratu Ivo yang sangat besar membuat mereka menyelesaikan kultivasi lebih cepat. Mereka segera bangkit dan menghampiri Wu Jin Ming.


"Apa rencana kita selanjutnya, Dewa Harimau?" tanya Dewa Bintang Timur.


Wu Jin Ming tampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Dewa Bintang Timur.


****

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2