
Han menunjuk pada Jimmy, salah satu kru yang dikenal pendiam dan tidak banyak tingkah.
Wu Jin Ming merasa sedikit tidak percaya namun semuanya mungkin saja benar.
Di ketahui Jimmy adalah orang yang sangat tertutup dan hanya bicara seperlunya saja saat bekerja.
Untuk membuktikan kata-kata Han, Wu Jin Ming melihat Jimmy menggunakan mata iblisnya. Dia terperanjat hingga membuatnya terbelalak dan mundur beberapa langkah. Ternyata Jimmy sudah kehilangan banyak energi jiwa murni. Mungkin saudari Han menghisapnya ketika mereka sedang berhubungan badan.
"Kamu benar, Han! Saudarimu bukan makhluk yang baik. Sepertinya dia hanya memanfaatkan tubuh Jimmy. Jika dibiarkan terlalu lama maka Jimmy pasti akan mati."
Wu Jin Ming menatap Han sejurus.
"Itulah cara Haya bertahan hidup. Sejak lahir dia mempunyai kelainan. Meridiannya cacat dan tidak mampu menyerap energi alam lebih dari tiga puluh persen saja. Untuk menjadi kuat dia harus mencarinya dari manusia," jelas Han.
"Jadi kemungkinan korbannya bukan hanya Jimmy." Wu Jin Ming memegangi dagunya sambil berpikir.
Han berpikir untuk membawa serta Wu Jin Ming dalam pencarian ini. Haya sangat sulit untuk dihadapi. Dia harus memanfaatkan kebaikan hati Wu Jin Ming untuk membantunya menangkap Haya. Dengan begitu dia bisa menghemat tenaganya.
Mengingat akal liciknya, Han pun tersenyum samar.
"Aku bukan orang yang kuat. Walaupun aku bisa menemukan adikku, belum tentu aku bisa menangkap dan membawanya pulang. Dia sangat licik." Han menampilkan wajah memelas.
"Tunggu aku selesai bekerja! Aku akan membantumu."
Wu Jin Ming terhasut oleh sikap manis Han.
"Tidak... tidak perlu. Aku merasa tidak enak padamu. Kekasihmu pasti akan sangat marah," ucap Han berpura-pura menolak.
"Dia orang yang sangat pengertian. Aku yakin dia tidak akan keberatan."
__ADS_1
Han kembali tersebut mendengar jawaban Wu Jin Ming.
"Terimakasih."
Wu Jin Ming mengangguk.
"Tunggu aku di sana. Jangan berbuat yang memancing rasa penasaran orang!" seru Wu Jin Ming sambil berjalan meninggalkan Han.
Rubby sudah kembali bekerja setelah selesai makan siang. Walaupun dia sudah menyelesaikan banyak sekali pekerjaan namun dia berharap bisa menyelesaikannya dengan cepat. Sesekali dia melirik Han dan mengawasinya. Takut kalau-kalau dia berbuat ulah lagi.
"Siluman ular itu siluman licik dan tidak mudah dipercaya."
Rubby menggeleng lalu kembali fokus menatap laptop di hadapannya.
Jemarinya dengan lincah menekan tombol-tombol yang ada di keyboard. Tidak sulit. Pekerjaannya tidak seberat ketika dia mengerjakan tugas kuliahnya dulu.
Terlintas wajah Cindy, Bella, dan Lisa. Memori tentang kebersamaan dan keseruan mereka kembali terputar di ingatannya. Rubby benar-benar merindukan saat-saat kebersamaan mereka.
"Huuhhh!" Rubby menghembuskan nafas kasar lalu kembali menyelesaikan pekerjaannya.
Wu Jin Ming masih sibuk melakukan pemotretan dan beberapa shooting indoor hari itu. Beruntung pekerjaannya itu berjalan lancar dan tidak perlu banyak mengulang. Itu karena tidak ada lawan main dalam pengambilan gambar jadi tidak terlalu ribet.
Pekerjaannya untuk hari ini selesai lebih cepat dari perkiraannya. Setelah menunggu manager Lin memeriksa hasil pengambilan gambar, akhirnya Wu Jin Ming pun diperbolehkan pulang. Hasil gambar sesuai dengan keinginan customer dan tema yang diperankan.
Ketika Wu Jin Ming datang ke meja Rubby, dia melihat Rubby masih serius menatap layar. Rubby terlihat konyol dan lucu karena menggigit bolpoin dan menyangga dagunya dengan tangan kirinya. Dia terlihat sangat menggemaskan.
"Eh, Kak Wu!" Rubby menjatuhkan bolpoin di mulutnya.
Dia terkejut melihat kedatangan Wu Jin Ming yang tiba-tiba muncul dihadapannya.
__ADS_1
"Kamu sudah selesai, Sayang?" tanya Wu Jin Ming, duduk di meja tepat di hadapan Rubby.
"Emm, udah sih, cuma aku sedang menelitinya ulang. Takut ada yang salah." Rubby segera membereskan pekerjaannya dan merapikan meja kerjanya.
"Kak Wu sudah selesai juga?" tanya Rubby sambil melirik arlojinya.
"Sudah! Kita bisa pulang lebih awal hari ini." Wu Jin Ming beranjak dari meja Rubby dan berdiri di sampingnya.
"Uuuhhh, akhirnya bisa kembali bersantai di rumah." Rubby memutar tubuhnya yang terasa kaku untuk merenggangkan ototnya yang kaku.
"Kita tidak bisa langsung pulang setelah ini, By."
Ucapan Wu Jin Ming membuatnya terkejut. Rubby menatapnya penuh tanda tanya.
"Maksudnya?"
Wu Jin Ming terlihat berpikir sambil menghela nafas panjang.
"Aku ingin membantu Han untuk menemukan adiknya."
Rubby melotot tidak percaya. Bisa-bisanya Wu Jin Ming termakan kata manis siluman ular itu. Pasti dia mempunyai tujuan yang tidak baik.
"Kamu tidak sedang bercanda, kan? Kita belum mengenalnya. Bisa saja dia mempunyai rencana tersembunyi yang tidak kita ketahui," ucap Rubby serius.
Bisa jadi apa yang dikatakan oleh Rubby itu benar adanya, namun Wu Jin Ming merasa perlu untuk membantunya.
****
Bersambung....
__ADS_1