
Wu Jin Ming mengambil rumput darah iblis yang berhasil mereka dapatkan. Hawanya yang panas membuat tumbuhan yang ada di sekitarnya menjadi layu. Wu Jin Ming segera menyimpan tanaman itu di dalam cincin penyimpanannya jika tidak keadaan sekitar akan semakin memburuk.
Setelah semuanya beres mereka segera meninggalkan tempat itu. Baru saja mereka berjalan beberapa langkah tiba-tiba tanah di sekitar semak-semak yang sebelumnya menyimpan rumput darah iblis bergetar. Tanah itu turun ke bawah hingga permukaannya berubah menjadi sebuah lubang yang dangkal.
Bunga-bunga yang ada di sana pun ikut masuk ke dalam lubang aneh yang semakin melebar dan membuat permukaan tanah di sekitarnya merendah. Rubby dan Wu Jin Ming berlari meninggalkan tempat itu karena pergerakan tanah yang sangat cepat. Keindahan tempat itu sirna dalam waktu sekejap mata.
"Apakah rumput itu yang menyebabkan semua kekacauan terjadi?" tanya Rubby ketika mereka sudah sampai di tempat yang aman.
"Bisa jadi. Mungkin pemilik rumput ini sebelumnya menjadikannya segel untuk melindungi tempat ini," jelas Wu Jin Ming.
"Oh, jadi begitu!"
Mereka berjalan menuju tempat di mana mereka menitipkan barang-barang di dekat lokasi pemotretan. Di sebuah gazebo terlihat Presdir Bryan Lee sedang melamun. Asisten Jim terlihat mondar mandir di depannya. Wu Jin Ming dan Rubby saling memandang melihat keanehan Presdir Lee.
"Itu Presdir Lee, kan?" tanya Rubby.
"Sepertinya iya. Kenapa asisten Jim terlihat panik begitu? Bagaimana kalau kita lihat ke sana?" Wu Jin Ming penasaran dengan keadaan Presdir Lee.
"Hmm... baiklah! Semoga dia tidak besar kepala karena kita memberinya perhatian," jawab Rubby sambil malas-malasan mengikuti Wu Jin Ming berjalan.
"Kalian ini kenapa, sih? Selalu saja bertengkar nggak tidak jelas."
"Aku paling tidak suka dibohongi."
"Sudahlah! Lupakan! Mungkin dia ingin tahu seberapa tulus seseorang yang dekat dengannya."
"Tetap saja berbohong itu tidak baik untuk memulai sebuah hubungan walaupun itu hanya sebuah hubungan pertemanan."
"Hmm... istri kecilku memang keras kepala dan merasa selalu benar." Wu Jin Ming bergumam lirih namun Rubby mendengarnya.
"Heiii! Aku dengar!" seru Rubby tak terima.
Wu Jin Ming tidak ingin berdebat lagi, dia memilih untuk diam daripada harus meladeni Rubby bicara karena tidak akan ada habisnya.
Asisten Jim menyambut mereka berdua sebelum mereka mencapai di mana presdir Lee berada. Dia merasa senang karena akhirnya ada orang lain yang masih tinggal di sana. Sejak tadi dia merasa kebingungan menghadapi sikap Bryan Lee yang terlihat linglung.
__ADS_1
"Syukurlah kalian datang! Aku pikir semua team sudah pulang." Asisten Jim tersenyum lebar namun matanya berkaca-kaca seperti akan menangis.
"Kamu kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Wu Jin Ming sambil memegang kedua bahu asisten Jim.
"Bukan aku tapi presdir Lee. Dia terus seperti itu sejak tadi!" ucap asisten Jim setengah berbisik.
Di hadapan mereka terlihat presdir Lee menatap kosong ke depan. Tidak jelas apa yang dia lihat dengan wajah yang nyaris tak berekspresi itu. Setiap kali di tanya oleh asisten Jim dia hanya diam saja.
"Biar aku lihat!" Wu Jin Ming berjalan mendekati presdir Lee.
Rubby mengekor di belakang bersama asisten Jim.
"Presdir Lee! Presdir Lee!" panggil Wu Jin Ming.
Tidak ada jawaban.
"Apa Anda sakit Presdir?" tanya Wu Jin Ming lagi.
Tetap terdiam.
Sikap Bryan Lee masih tetap sama. Diam membisu dan tak bergerak sedikitpun seperti patung. Hanya dadanya saja yang terlihat bergerak karena bernafas.
Rubby merasakan jejak energi yang sama seperti yang ada di dalam tubuhnya. Itu artinya Bryan Lee juga terkena hipnotis dari Flo seperti dirinya. Wu Jin Ming sebenarnya sudah tahu dia hanya berpura-pura agar asisten Jim tidak curiga dia punya kemampuan khusus. Keberadaannya sebagai siluman akan segera terbongkar jika sampai dia menunjukkan kekuatannya di sembarang tempat di hadapan orang lain selain Rubby.
Rubby tahu apa yang dilakukan Wu Jin Ming hanya triknya saja. Mereka berdua saling berpandangan dan berpikir untuk mencari cara agar asisten Jim pergi dari sana. Bukan Rubby kalau tidak punya ide konyol untuk mencairkan suasana yang menegangkan itu.
"Aduh... aduh...." Rubby bertingkah seolah dia sedang kebelet buang air.
"Kenapa, By?" tanya Wu Jin Ming pura-pura panik.
"Mau ke toilet, nih! Anterin dong, Yang!" rengek Rubby sambil mengedipkan sebelah matanya isyarat agar Wu Jin Ming menolaknya.
"Aku capek, By! Lagian aku mana tahu toiletnya di mana."
Rubby menoleh ke arah asisten Jim seolah memohon.
__ADS_1
"Biar aku antar! Boleh kan Tiger?" asisten Jim melirik Wu Jin Ming.
"Boleh... boleh...! Thanks, ya! Beneran aku capek banget!" kilah Wu Jin Ming beralasan.
"Makasih, ya, asisten Jim! Ayo! Di mana jalannya, aku udah nggak tahan, nih!" ucap Rubby.
"Ikut aku!" Asisten Jim berjalan lebih dulu dan Rubby mengikutinya di belakang.
Saat asisten Jim tidak melihatnya, Rubby menoleh ke belakang dan membentuk ibu jari dan telunjuknya menjadi huruf O.
Wu Jin Ming mengerti lalu membalas hal yang sama dan segera melakukan misinya sebelum Rubby kembali. Setelah Rubby dan asisten Jim benar-benar tidak terlihat, Wu Jin Ming menekan telapak tangannya yang sudah dia aliri energi ke punggung presdir Lee. Dari tubuh Bryan Lee keluar cahaya hitam kehijauan yang merupakan racun energi yang menguasai tubuhnya.
Cahaya gelap itu semakin lama semakin memudar yang berarti bahwa racun energi itu sudah hampir menghilang. Dari kejauhan samar-samar terdengar suara Rubby yang sudah kembali dari toilet. Dia sengaja mengeraskan suaranya agar Wu Jin Ming tahu kalau mereka akan segera tiba di tempatnya berada. Tidak ingin semuanya ketahuan dan berantakan, Wu Jin Ming segera menyelesaikan tugasnya.
"Huft!" Wu Jin Ming mengelap keringat yang membasahi dahinya.
Bryan Lee perlahan-lahan mulai sadar dan mencoba memperhatikan sekelilingnya.
"Tiger! Apa yang terjadi? Kenapa hari sudah sore?" Bryan Lee tampak kebingungan.
"Presdir Lee!" pekik asisten Jim ketika melihat atasannya sedang bercakap-cakap dengan Wu Jin Ming.
"Tanyakan pada asisten Jim, Presdir Lee! Aku baru saja datang ke sini," jawab Wu Jin Ming pura-pura tidak tahu.
"Jim! Apa yang terjadi padaku?" tanya Bryan Lee ketika asisten Jim sudah sampai di dekatnya.
"Entahlah Tuan! Sekembaliku dari dapur Tuan sudah seperti orang yang linglung setelah mengobrol bersama seorang gadis cantik sebelumnya," jelas asisten Jim.
"Gadis cantik? Oh, iya, aku ingat! Seorang gadis cantik berambut panjang dan memakai gaun pendek berwarna ungu." Ketika bicara Bryan Lee melirik ke arah Rubby membuatnya merasa kesal.
"Apa lihat-lihat?!" gertak Rubby galak.
Wu Jin Ming menepuk jidatnya melihat peperangan akan segera di mulai. Asisten Jim pun meringis geli sambil menahan tawa melihat presdir Lee yang sudah bersiap-siap mengeluarkan kata-kata balasan.
****
__ADS_1
Bersambung...