TIGER WU

TIGER WU
HAN PINGSAN


__ADS_3

Jika tidak salah mengingat, permata ular akan di tanam di kening orang yang memilikinya agar tidak mudah diambil oleh lawannya. Dengan melakukan kontak langsung ke kening orang yang bersangkutan maka permata itu akan bersinar dengan sendirinya. Namun untuk melakukannya setidaknya butuh tingkatan energi di basis 8 level 5.


Wu Jin Ming memiliki kualifikasi untuk itu namun dia tidak ingin terburu-buru melakukannya. Dia ingin mengetahui kejujuran kedua bersaudara itu. Jika tidak ada yang mau mengaku maka terpaksa dia harus bertindak.


"Aku tahu permata ular itu tidak hilang."


Ucapan Wu Jin Ming membuat Han dan Haya tercengang.


"Kamu jangan asal bicara. Jangan bilang jika kamu sedang menuduhku!" Han tidak terima.


"Aku hanya menduganya saja. Kalian berdua yang sudah menjaga pusaka itu selama beribu-ribu tahun dan tahu tentang seluk-beluk pusaka itu. Sangat sedikit orang yang mengetahui tentang permata ular."


"Sudah aku bilang, aku tidak tahu! Aku tidak pernah menyentuh permata itu walaupun aku sepanjang waktu menjaganya! Bahkan aku harus kehilangan suamiku karena aku tidak bisa menolongnya saat dia dalam bahaya demi menjaga permata itu. Sangat tidak adil rasanya jika aku harus di hukum untuk kesalahan yang tidak pernah kulakukan!"


Wu Jin Ming melihat kejujuran di mata Haya namun dia tidak ingin terlihat memihaknya.


"Aku tidak mempercayai kalian!" Wu Jin Ming berbalik meninggalkan mereka berdua.


Han yang sejak tadi menaruh dendam pada Wu Jin Ming berniat untuk menyerangnya. Selain tidak terima akan tuduhannya. Dia juga takut jika kelakuannya akan terbongkar.


Perkiraan Han, saat ini Wu Jin Ming masih berada jauh di bawah tingkatannya. Dengan menghabisi Wu Jin Ming makan langkahnya akan mudah. Dia juga bisa segera membawa Haya ke istana ular untuk diadili.


Benar saja, Han diam-diam menyerang Wu Jin Ming dari belakang.


Blammm!


Sebuah pukulan energi yang dilemparkannya meleset saat Wu Jin Ming melompat ke atas dan melayang di udara.

__ADS_1


Rubby sejak tadi hanya bisa menjadi penonton saja. Dia pun tidak berani mendekati medan pertempuran. Sangat mungkin sebuah lemparan energi mengenainya jika dia tidak sempat menghindar.


"Nyalimu besar juga," ucap Wu Jin Ming, masih melayang di udara.


Han menyusulnya terbang, membuat Haya terheran-heran.


'Sejak kapan Han punya ilmu meringankan tubuh? Ilmu itu tidak bisa dikuasai hanya dalam satu atau dua tahun saja mengingat aku dan dia bukanlah orang yang berbakat. Ini benar-benar mengherankan,' gumam Haya.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak takut padamu!" Han mengulang kata-katanya.


'Sudah ku bilang kan, Han itu orang yang tidak bisa di percaya.' Diam-diam Rubby merasa gusar melihat tingkah Han.


"Bagus! Dengan begitu aku tidak akan merasa kasihan atau menyesal melukaimu."


Wu Jin Ming terlihat santai.


"Percaya diri sekali kamu! Bahkan umurmu jelas-jelas jauh lebih muda ketimbang aku. Kamu pikir aku mudah kamu hadapi, Haah!" seru Han berapi-api.


Han tidak menjawab lagi melainkan mengangkat tangannya ke udara untuk mengeluarkan energi spiritualnya dari sana.


Cahaya berwarna merah menyala keluar dari telapak tangannya.


Lagi-lagi Haya terkejut di buatnya.


'Ini sudah di luar logika. Han benar-benar telah banyak peningkatan. Apa yang terjadi sebenarnya?'


Haya belum berani mengambil kesimpulan, tapi apa yang dilihatnya ini sangat mencurigakan.

__ADS_1


Wu Jin Ming bisa saja langsung mengincar kening Han, namun tidak dia lakukan karena dia ingin bermain-main terlebih dahulu dengannya.


Ingin tahu seberapa hebat kekuatan yang Han miliki saat ini hingga dia sangat sombong sekali.


Han melemparkan energi yang keluar dari telapak tangannya ke arah Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming hanya melompat-lompat saja tanpa mengeluarkan energinya sedikit pun.


Merasa disepelekan, Han semakin beringas. Dia memperbanyak energinya dan frekuensi lemparannya. Berharap Wu Jin Ming terkena oleh salah satunya, syukur-syukur bisa mati karenanya.


Mereka berdua terlibat aksi kejar-kejaran di udara.


Rubby yang biasanya ikut bertarung, merasa pusing melihat pertarungan dari bawah. Wu Jin Ming dan Han bergerak sangat cepat dan terlihat seimbang. Merasa lelah berkejar-kejaran, mereka mulai menggunakan serangan jarak jauhnya. Semua itu tidak luput dari pengamatan Rubby.


'Tidak main-main, Kak Wu menggunakan energi basis 8 miliknya.' Rubby menutup mulutnya yang ternganga.


Dia tidak tahu apa tujuan Wu Jin Ming mengeluarkan kekuatan yang besar itu.


Entah kejadiannya seperti apa, tiba-tiba tubuh Han terjatuh ke tanah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Di kening Han timbul sebuah retakan akibat hantaman energi yang dilancarkan oleh Wu Jin Ming.


Haya berlari melihat keadaan Han. Begitupun dengan Wu Jin Ming.


"Apa kamu ingat warna permata ular yang dulu kamu jaga?" tanya Wu Jin Ming pada Haya.


"Tentu saja. Warnanya merah marun namun bercahaya ketika disentuh."

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2