
"Hati-hati, Rubby! Seharusnya kamu melawan sihir dengan sihir, bukan pedang!" teriak Wu Jin Ming sangat khawatir.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan," ucap Rubby penuh percaya diri.
Jika dia memakai sihirnya sekarang dia tidak akan bisa bermain-main dan mempelajari sihir lukisan yang dimiliki oleh Luo Jing. Sihir yang terbilang kuno itu sangat jarang di temui sekarang. Kitab yang berisikan tentang sihir ini juga tidak diketahui lagi keberadaannya.
Melihat kehebatan sihir ini Rubby sangat tertarik. Jika tidak diberi tahu oleh Wu Jin Ming sebelumnya mungkin sampai saat ini dia masih berperang melawan kelelawar-kelelawar yang terlihat seperti nyata itu. Ternyata untuk melukis binatang sihir, kuas dan tinta yang di pakai juga bukan tinta dan kuas biasa.
Baru kali ini Rubby melihat bentuk kuas dan tinta yang seperti itu. Luo Jing terlihat memejamkan mata dan mulutnya komat-kamit seperti sedang membaca sesuatu.
'Ahh! Percuma saja aku ingin meniru sihir itu. Aku pikir langsung menggabar saja tanpa memakai mantra khusus. Mending aku lawan dia saja sekarang daripada buang-buang waktu. Eh, tapi tidak seru kalau aku langsung membunuhnya.' Rubby bermonolog sambil melirik Luo Jing yang sudah mulai menggambar.
Kuas Luo Jing menari di udara dan membentuk sebuah sketsa. Dari bentuk kasarnya lukisan itu mirip seperti seekor naga. Semakin lama semakin terlihat jelas dan sempurna.
Lukisan naga yang semula berukuran kecil itu berubah menjadi naga besar yang hidup setelah Luo Jing melemparkan sebuah bola energi ke arahnya.
Baru saja Rubby ingin membentuk naga sihir namun tiba-tiba roh naga An Ning sudah muncul tanpa dia minta. Rubby sedikit terkejut namun dia membiarkannya saja. Setiap kali Rubby dalam bahaya secara otomatis roh naga An Ning memang selalu muncul untuk melindunginya.
"Lawan naga itu!" teriak Luo Jing pada naga ciptaannya.
Kedua naga itu bertarung dengan sengit. Saat mereka bertarung Luo Jing kembali membuat lukisan sihir. Apa yang dia gambar belum terlihat dengan jelas. Rubby menunggunya sambil membaca mantra sihir dan melukis sebuah simbol mantra berbentuk lingkaran di udara.
Di tengah simbol mantra milik Rubby terdapat beberapa lambang aneh yang bisa dimengerti oleh Rubby saja.
Rupanya Luo Jing menggambar seekor singa dan mulai menghidupkannya dengan energi yang dimilikinya. Dengan santai Rubby menunjuk sebuah lambang pada simbol mantra dan mengalirkan energi ke sana melalui ujung jarinya.
__ADS_1
"Banteng marah! Kalahkan singa sihir itu!" seru Rubby.
Sebuah lambang berubah menjadi banteng sihir berwarna hitam legam dengan mata merahnya. Di ujung tanduknya terdapat sebuah penutup dari logam sehingga membuatnya sangat tajam. Kepala banteng itu juga terlindungi oleh topeng emas yang sangat berkilau.
Wu Jin Ming merasa khawatir. Dia takut Rubby memilih binatang sihir yang salah. Bagaimana tidak, apa mungkin seekor banteng bisa mengalahkan seekor singa. Wu Jin Ming harap-harap cemas melihat pertarungan sihir yang dilakukan istrinya. Kali ini dia hanya menjadi penonton saja karena sihir bukanlah keahliannya.
Luo Jing masih terus menggambar binatang sihir. Mulai dari buaya, ular, harimau dan semua yang dia kuasai. Halaman rumah Rubby sudah seperti kebun binatang sihir.
Tidak mau kalah dengan Luo Jing, Rubby pun menghidupkan seluruh lambang binatang yang ada di simbol sihir miliknya. Tidak tanggung-tanggung, Rubby menggandakannya menjadi banyak sekali. Jumlah binatang sihir Rubby lebih banyak daripada punya Luo Jing.
Kekuatan Luo Jing yang sudah menipis tidak memungkinkannya untuk membuat binatang sihir lagi. Berbeda dengan Rubby yang dengan mudah menambah binatang sihirnya hanya dengan menjentikkan jarinya. Luo Jing terlihat ketakutan saat binatang-binatang sihirnya mulai terdesak.
Naga sihir milik Luo Jing sudah berubah menjadi tinta yang menetes di udara setelah berhasil dikalahkan oleh roh naga An Ning. Padahal di antara semua binatang sihirnya, binatang naga sihir adalah yang menurutnya paling kuat. Merasa sebentar lagi akan kalah, Luo Jing berpikir keras untuk mencari cara agar dia berada di posisi yang diuntungkan.
Rubby yang lengah tidak menyadari akan hal itu. Secepat apapun Rubby bergerak dia tidak akan mampu untuk menghindar. Untung saja roh naga An Ning segera mengibaskan ekornya mengenai tubuh Luo Jing meskipun ekor Luo Jing juga berhasil membuat Rubby kehilangan keseimbangan.
Wu Jin Ming bergerak cepat untuk menyongsong tubuh Rubby dan menangkapnya namun roh naga An Ning berhasil membuat tubuh Rubby stabil kembali. Tanpa Wu Jin Ming sadari Luo Jing mengambil kesempatan ini untuk menjatuhkan diri dalam pelukannya saat Wu Jin Ming terlampau fokus melihat ke arah Rubby. Dengan kelicikannya, Luo Jing membuat tubuhnya menjadi berat hingga Wu Jin Ming yang tidak siap terdorong turun bersama Luo Jing.
"Haaa!" teriak Rubby menggema di seluruh sudut.
Untung saja Wu Jin Ming memasang pembatas gaib saat pertarungan itu berlangsung sehingga teriakan amarah Rubby hanya bisa di dengar oleh orang-orang yang berada di area pertarungan.
Api suci biru di tubuh Rubby semakin mengganas. Udara di tempat itu menjadi sangat panas. Roh naga An Ning pun ikut bermutasi menjadi berwarna biru.
Rubby memasukkan sebuah bola api ke mulut roh naga An Ning. Bola api suci itu bukan untuk di makan melainkan untuk dikeluarkan lagi menjadi semburan api yang sangat besar. Semburan api roh naga An Ning membakar seluruh binatang sihir yang ada di tempat itu termasuk binatang sihir milik Rubby.
__ADS_1
"Sadarlah, Rubby!" teriak Wu Jin Ming ketika melihat Rubby tidak bisa mengontrol emosinya.
Luo Jing masih saja menempel di belakang Wu Jin Ming pura-pura ketakutan padahal dia sangat senang. Karena sibuk memikirkan Rubby yang sedang dikuasai oleh api suci biru, Wu Jin Ming tidak menyadari keberadaan Luo Jing yang terus mengikutinya. Rubby yang melihat itu semakin terpicu amarahnya.
Sebagai sesama wanita, Bella menyadari hal itu. Tanpa sepengetahuan Wu Jin Ming dia menarik rambut Luo Jing dari belakang. Setelah menjadi seorang prajurit dan beberapa kali bertarung melawan siluman, kini dia tidak lagi mempunyai rasa takut.
Merasa di usik Luo Jing tidak tinggal diam. Dia mengibaskan ekornya untuk menyerang Bella secara membabi buta. Bella sedikit kewalahan menerima sabetan ekor siluman rubah yang tidak hanya satu itu.
Panglima Dao dengan cepat berlari menghampiri Bella dan membantunya. Terjadi pertarungan sengit di antara mereka bertiga. Bella dan Panglima Dao saling bekerja sama untuk mengalahkan rubah licik itu.
Amukan Rubby yang tak terkendali membuat api suci biru terus berkobar di tubuhnya. Untuk menenangkannya Wu Jin Ming mendekatinya dengan api suci dingin miliknya. Jika tidak mungkin seluruh rumah mereka akan habis terbakar.
"Lepaskan bajumu!" teriak Rubby ketika Wu Jin Ming melayang di hadapannya.
"Tapi, By!" Wu Jin Ming terlihat ragu-ragu. Dia berusaha mengerti apa yang ada dipikiran Rubby saat ini.
Melihat Wu Jin Ming tidak kunjung melepaskan bajunya, Rubby melemparkan api sucinya ke baju Wu Jin Ming karena dia tahu jika tubuh Wu Jin Ming tidak akan terbakar. Mereka berdua sama-sama memiliki api suci yang tidak akan saling membakar satu sama lain.
****
Bersambung...
Numpang promo novel karya temanku ya kak...
__ADS_1