TIGER WU

TIGER WU
MEMICU KERIBUTAN


__ADS_3

"Hiihh, serraaammm!" Rubby memicingkan matanya ketika melihat wujud siluman yang berubah menyeramkan.


"Apa kamu takut, Rubby?" tanya Wu Jin Ming.


"Antara takut dan jijik. Hiiiii...!" Rubby kembali bergidik.


"Hari sudah semakin larut, sepertinya ibu juga harus segera kembali ke istana sekarang," pamit Ratu Ivo.


"Biar Panglima Ang mengantarkan Ibu hingga ke gerbang. Aku akan memanggilnya sebentar," ucap Wu Jin Ming.


"Tidak perlu. Panglimamu sangat sibuk mengurusi kekacauan di pesta ini. Aku bisa pulang sendiri," tolak Ratu Ivo.


"Tapi, Ibu...." kekhawatiran tampak jelas di wajah Wu Jin Ming.


"Benar kata Kak Wu, Ibu. Pesta ini sangat kacau. Ibu harus melewati para siluman mengerikan itu untuk menuju ke gerbang," imbuh Rubby.


Ratu Ivo melihat ke arah Wu Jin Ming dan Rubby secara bergantian. Dia mengerti bahwa anak dan menantunya itu sangat mengkhawatirkannya. Para siluman mabuk itu bisa saja mengganggunya.


"Ibu akan berhati-hati. Jangan khawatir! Semoga kalian selalu berbahagia. Ibu pergi dulu," pamit Ratu Ivo memeluk mereka bergantian sebelum berjalan memunggungi mereka.


Apa yang Wu Jin Ming khawatirkan terjadi juga. Di tengah perjalanan seorang siluman mencoba menghalang-halangi Ratu Ivo. Kurang begitu jelas apa yang dia katakan, tapi bisa diperkirakan jika itu bukan hal yang baik.


Panglima Ang terlihat berlari ke sana untuk membantu Ratu Ivo. Keliatannya siluman itu tidak mau menyerah, dia malah terlihat menyerang Panglima Ang. Sebagai tamu, Ratu Ivo tidak ingin membuat keributan di pesta anaknya. Bisa saja dia menunjukkan kekuatannya, tapi tidak dia lakukan demi menjaga kewibawaan menantunya.


"Wanita cantik ini harus jadi milikku malam ini. Minggir kamu!" masih saja siluman buaya itu memberontak pada Panglima Ang.


"Maafkan saya Tuan. Biarkan beliau pergi, Anda bisa kembali menikmati pesta!" seru Panglima Ang.


Para siluman lain terlihat berdatangan dan mengerumuni mereka. Suasana semakin menegangkan. Sekarang mereka malah saling berebut karena terpesona oleh kecantikan Ratu Ivo.


Perkelahian antar siluman pun tak terelakkan. Panglima Ang kewalahan melerai mereka. Pikiran mereka sudah tidak berpikir normal karena berada dalam pengaruh minum keras.


"Maaf Yang Mulia Ratu, jika ada kesempatan Anda bisa menyelinap untuk pergi," ucap Panglima Ang sambil menoleh ke belakang karena Ratu Ivo dia lindungi di belakangnya.


"Baik, Panglima. Tapi sepertinya ini akan sulit. Mereka mengepung kita saat ini." Ratu Ivo selalu bersikap waspada sambil memperhatikan ulah para siluman yang saling adu mulut dan baku hantam di tengah kerumunan.


"Harusnya kamu nggak usah menyediakan minuman keras tadi, Kak!" seru Rubby pada Wu Jin Ming.

__ADS_1


"Tapi itu minuman wajib di dunia kami saat pesta, Sayang. Kita harus menghormati adat dan kebiasaan di negara ini," jelas Wu Jin Ming.


"Bukankah mereka semua kultivator, kenapa mereka bisa mabuk seperti itu? Bukannya kekuatan mereka bisa menetralisir alkohol yang masuk ke dalam tubuh mereka?" tanya Rubby heran.


"Mereka tidak menetralisirnya karena ingin menikmati pesta. Mereka akan bangga jika pulang dalam keadaan mabuk. Bagi yang lajang mereka juga bisa menemukan jodohnya di suatu pesta," jelas Wu Jin Ming.


"Oh, ternyata begitu," ucap Rubby sambil terus memperhatikan ibunya.


Terlihat Ratu Ivo menyelinap dan keluar dari pesta itu setelah menunggu para siluman itu lengah. Ratu Ivo berhasil keluar tanpa sepengetahuan mereka. Awalnya para siluman itu tidak menyadari kepergian Ratu Ivo, namun setelah beberapa saat mereka akhirnya menyadari jika Ratu Ivo sudah tidak berada di sana.


Para siluman yang marah menjadi Panglima Ang sebagai bulan-bulanan mereka. Sekuat apapun Panglima Ang, dia tidak berdaya juga saat di keroyok oleh para siluman mabuk itu. Panglima Ang jatuh tersungkur.


"Kak Wu! Kamu harus melakukan sesuatu! Apa kamu akan membiarkan kekacauan ini terus berlangsung?" tanya Rubby.


"Masalahnya aku adalah raja, Rubby. Mereka semua juga raja. Jika aku menyinggung mereka, maka bisa saja terjadi pertumpahan darah setelah ini," jelas Wu Jin Ming.


Rubby merasa gusar dengan jawaban Wu Jin Ming. Panglima dan prajuritnya banyak yang terluka, dia masih saja memikirkan perdamaian. 'Memang kenapa kalau harus berperan? Menyiksa prajurit kerajaan ini kan sama juga dengan penghinaan.' gumam Rubby dalam hati.


Tanpa meminta persetujuan Wu Jin Ming, Rubby turun dari singgasana pengantinnya dan menuju ke area pesta.


"Rubby, apa yang kamu lakukan?" Wu Jin Ming mengulurkan tangannya ke udara.


Decak kagum para tamu pesta terdengar di mana-mana. Mereka mundur untuk memberi jalan pada Rubby. Saat ini Rubby berjalan menghampiri Panglima Ang untuk menolongnya.


Ketika Rubby datang, Panglima Ang terkapar tak berdaya di keroyok oleh para siluman mabuk yang tidak terima atas kepergian Ratu Ivo. Mereka merasa gusar ketika incaran mereka lolos begitu saja. Sebagai gantinya dia menyiksa Panglima Ang untuk meluapkan emosinya.


"Minggir!" teriak Rubby menghentikan para siluman mabuk yang memukuli Panglima Ang.


Para siluman mabuk pun menghentikan aksinya. Kini pandangan mereka beralih menatap Rubby. Melihat dari baju yang dipakai oleh Rubby, mereka tahu jika Rubby adalah sang mempelai wanita.


"Bangun, Panglima!" Rubby mengulurkan tangannya untuk membantu Panglima Ang berdiri.


"Terimakasih Yang Mulia!" Panglima Ang memberi hormat.


"Hmm." Rubby mengangguk.


"Hei, bukankah kamu mempelai wanita? Mengapa kamu mengganggu kesenangan kami?" tanya salah satu siluman mabuk.

__ADS_1


"Benar. Jika kesenanganmu adalah menindas orang lain, maka aku tidak akan membiarkan itu terjadi begitu saja," jelas Rubby.


"Ohoohoo... kamu belum tahu siapa kami, Nona. Kami tidak akan sungkan padamu meskipun kamu istri dari Kerajaan ini," ucap siluman itu.


"Oh, yaaa! Baguslah kalau begitu. Sepertinya suamiku mengundang orang yang salah untuk datang ke pestanya," ejek Rubby.


Panglima Ang datang mendekat ke arah Rubby dan membisikkan sesuatu. Rubby sedikit terkejut mendengarnya. Rupanya siluman itu kultivator level atas sehingga bersikap sangat sombong.


"Kata-katamu seperti seorang dewi saja, Nona. Kelihatannya kamu seorang manusia. Raja Harimau pasti salah pilih istri. Wajahmu memang lumayan, tapi kamu terlalu banyak bicara." siluman itu balik mengejek Rubby.


"Apa kamu ingin tahu siapa aku? Manusia, Dewi, ataukah siluman seperti kalian?" tanya Rubby santai.


"Hahaha... Dewi... hei, kalian! Sebutan dewi apa yang pantas untuknya?" siluman itu tertawa sambil meminta pendapat siluman lain yang ada di dekatnya.


Mereka semua menertawakan Rubby. Memang saat ini Rubby menyembunyikan auranya sebagai kultivator. Semua akan mengira jika dia hanyalah seorang manusia.


"Aku memang Dewi. Dewi kematian untuk kalian yang sudah berani menjadikanku bahan tertawaan," ucap Rubby menahan marah.


Tiba-tiba angin yang tadinya tenang kini bertiup sangat kencang. Angin itu seperti berkumpul mengelilingi tubuh Rubby dan berputar sangat cepat. Dalam sekejap Rubby berubah wujud menjadi Dewi Bulan yang sangat bercahaya.


"Aapaa?! Jadi kamu juga seorang kultivator juga? Bagaimana mungkin kamu bisa berubah tiba-tiba? Sebelumnya kami tidak merasakan energi apapun di tubuhmu." Siluman mabuk itu terperanjat.


"Apa kalian takut? Aku juga tidak akan segan untuk meratakan kerajaan kalian jika kalian masih saja bersikap seenaknya," ancam Rubby.


"Hoh, besar sekali omonganmu. Aku jadi ingin tahu sehebat apa dirimu." siluman mabuk itu menantang Rubby.


"Boleh. Tapi aku ingin tahu apa yang bisa aku dapatkan saat aku menang melawanmu? Aku nggak mau buang-buang energi di hari pernikahanku tanpa mendapatkan sesuatu. Anggap saja aku memintamu memberiku hadiah pernikahan," ucap Rubby.


"Dengan senang hati. Aku akan memberimu Pedang Sakti Mata Elang miliku jika kamu berhasil mengalahkanku," ucap siluman itu. Bukan isapan jempol belaka, sebuah pedang berkilau keluar dari tangannya lalu dia tancapkan ke lantai.


"Tawaran yang menarik! Aku terima tantanganmu. Pengawal buat lingkaran untuk kami bertarung. Siapa yang keluar melewati garis maka dia yang kalah!" seru Rubby.


Wu Jin Ming melihat apa yang dilakukan oleh Rubby dari kejauhan. Dia tidak habis pikir dengan tingkah konyol istrinya. Masih saja dia suka berbuat seenaknya di acara seperti ini. Wu Jin Ming berharap tidak akan ada prahara setelah pesta ini berakhir.


****


Bersambung...

__ADS_1



Pulsa 10rb buat Febriyana Kurniasari... silahkan follow me buat konfirmasi.. 🤗


__ADS_2