TIGER WU

TIGER WU
MULAI


__ADS_3

Baru beberapa menit bertarung, Dewa Bintang yang menghadapi Raja Kegelapan seorang diri sedikit kewalahan. Sampai saat ini, Dewa Bintang Timur belum tahu siapa lawannya saat ini karena dia tidak tahu jika Zhu Zheng memakai tubuh pengganti. Tapi itu ada untungnya juga, ketidaktahuannya membuatnya bisa lebih percaya diri dan tidak terbebani dengan perasaan segan ketika menghadapi Zhu Zheng.


Bukan hanya Dewa Bintang Timur, Dewa Gunung pun tidak mengenali siapa orang yang sedang bertarung melawan Dewa Bintang Timur. Dia pikir hanya seorang kultivator yang sedang mengacau untuk memburu energi. Menilik keberadaan mereka yang jauh dari gudang harta, tentu bukan harta benda yang mereka incar.


Luka Bella yang tidak separah Panglima Dao, membuatnya selesai diobati lebih dulu.


"Hati-hati Yang Mulia! Dia lawan yang sulit untuk di hadapi," ucap Bella memberitahu Dewa Gunung yang telah bersiap untuk membantu Dewa Bintang Timur.


Mendengar ucapan Bella, Dewa Gunung menghentikan langkahnya. Sejak tadi dia merasa penasaran akan sosok yang membuat Dewa Bintang Timur kalang kabut dan beberapa kali terkena hantaman tenaga dalam miliknya. Mungkin jika tahu siapa lawannya, akan lebih mudah baginya untuk mencari kelemahannya.


"Siapa dia?" tanyanya kemudian.


"Zhu Zheng!" seru Wu Jin Ming mendahului Bella yang sudah membuka mulutnya dan bersiap untuk menjawab.


Mendengar nama Zhu Zheng, Dewa Gunung terhenyak. Pantas dia melihat Dewa Bintang Timur beberapa kali terdesak dan terkena pukulan Zhu Zheng. Rupanya Zhu Zheng telah bangkit dari keterpurukannya setelah dikalahkan oleh Wu Jin Ming beberapa ribu tahun yang lalu.


Meskipun ada rasa segan, Dewa Gunung bukanlah seorang pengecut. Tidak peduli siapa dan sebesar apa kekuatan lawannya, dia tetap bergegas maju untuk melawannya. Banyak sekali prajurit yang terbunuh dalam penyerangan yang dilakukan oleh Zhu Zheng.


Pertarungan dua lawan satu itu pun masih terlihat tidak seimbang. Zhu Zheng tidak tinggal diam melihat musuhnya bertambah. Dia meningkatkan level kekuatannya hingga membuat kedua lawannya tidak punya banyak kesempatan untuk menyerangnya.


Sepertinya Zhu Zheng tidak ingin membuang banyak waktu untuk bertarung bersama kedua dewa itu. Dia melakukan serangan cepat dan mematikan untuk mengalahkan Dewa Bintang Timur dan Dewa Gunung.


Tubuh Dewa Bintang Timur jatuh mengenai Wu Jin Ming, untung saja pengobatan untuk Panglima Dao sudah selesai bersamaan dengan itu.


__ADS_1


"Dewa Bintang Timur! Apa kamu baik-baik saja?"


Wu Jin Ming tampak khawatir.


"Aku baik-baik saja. Aku akan segera pulih setelah berkultivasi sebentar."


"Hmm. Menepilah untuk menyembuhkan luka-lukamu." Wu Jin Ming meminta Dewa Bintang Timur untuk mundur.


"Panglima Dao, Bella! Bawa Dewa Bintang Timur ke tempat yang aman," imbuh Wu Jin Ming.


Saat mereka bertiga berjalan untuk meninggalkan tempat itu, Dewa Gunung ikut terhempas dan segera di tangkap oleh Wu Jin Ming agar tidak tersungkur dan menabrak dinding tembok istana.


"Ikutlah bersama mereka untuk memulihkan energi!" seru Wu Jin Ming setelah Dewa Gunung bisa menguasai tubuhnya kembali.


"Berhati-hatilah, Dewa Harimau! Kekuatannya sepertinya sangat meningkat!"


Setelah kepergian Dewa Bintang Timur dan yang lainnya, kini hanya ada Wu Jin Ming dan Raja Kegelapan saja.


Prajurit yang masih tersisa pun terlihat menjauh karena tidak sanggup menahan tekanan energi yang begitu kuat dari keduanya.


Wu Jin Ming dan Zhu Zheng sama-sama mengeluarkan aura energi yang membuat ruangan tempat mereka berada sekarang penuh dengan lautan energi.


Tidak ingin membuat kerusakan lebih banyak lagi di dalam istana, Wu Jin Ming berpikir untuk bertarung di luar ruangan.


Kelihatannya Zhu Zheng pun tidak keberatan. Mungkin dia tidak ingin membuat Lisa yang ada di dalam sangkar perenungan turut merasakan efek pertempuran mereka.

__ADS_1


Dalam benak Zhu Zheng masih berharap untuk menemukan cara agar bisa menyelamatkan Lisa.


"Aku baru tahu jika kamu mempunyai hati! Aku pikir otakmu hanya berisi ambisi untuk menaklukkan seluruh semesta." Wu Jin Ming tersenyum sambil mendengus.


"Kata-kata yang sama untukmu juga. Sepertinya kamu juga lebih mementingkan wanitamu ketimbang menaikkan kultivasimu."


Zhu Zheng tersenyum mengejek.


"Yang kamu katakan tidak sepenuhnya benar. Permaisuriku juga bukan lawan yang mudah untuk Permaisurimu. Kamu lihat sendiri, bukan? Betapa menyedihkannya Lisa saat ini!" ejek Wu Jin Ming.


"Kalian bedebah! Aku tidak akan tinggal diam! Lisa pasti bisa aku bawa pulang!"


Booommm!


Serangan Zhu Zheng yang meleset menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat.


Wu Jin Ming membuat dinding pembatas untuk meredam efek ledakan yang bisa saja mencelakakan orang-orang tidak bersalah yang terkena serangan salah sasaran.


Saat ini mereka seperti berada di dalam sebuah ruangan yang terisolasi dari dunia di luar mereka. Semua energi yang mereka lepaskan tidak akan membuat kerusakan lagi. Mereka bisa leluasa untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya tanpa ragu-ragu lagi.


Wu Jin Ming mengeluarkan pedang Pendekar Chin untuk melawan Zhu Zheng.


Sepertinya Zhu Zheng juga tidak ingin bermain dengan tangan kosong. Dia mengeluarkan pedang miliknya yang tidak kalah melegenda. Pedang Giok Merah.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2