TIGER WU

TIGER WU
PENGORBANAN SEORANG IBU


__ADS_3

"Dewa Langit Yang Agung, perkenankan saya memasuki ranah istanamu yang menjadi tempat berlindung putriku."


Ratu Ivo meminta ijin untuk melihat keadaan putrinya.


Dewa Langit mengerti akan maksud dan tujuan Ratu Ivo. Memang sampai saat ini Rubby belum sadarkan diri. Seluruh dewa sudah berupaya untuk kesembuhannya namun belum juga menampakkan hasil.


"Seluruh pintu istana langit selalu terbuka untukmu Yang Mulia Ratu Ivo."


Setelah mengatakan itu, Dewa Langit beralih menatap Wu Jin Ming.


"Antarkan Yang Mulia Ratu Ivo ke taman seribu jiwa, Dewa Harimau!" seru Dewa Langit.


"Kami mohon untuk undur diri Yang Mulia." Wu Jin Ming dan Ratu Ivo memberi hormat sebelum berlalu dari hadapan Dewa Langit.


Dalam perjalanan menuju ke taman seribu jiwa, Wu jin Ming dan Ratu Ivo tidak terlibat percakapan. Mereka terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing. Keindahan istana langit sama sekali tidak menarik perhatian Ratu Ivo.


Di depan pintu masuk taman seribu jiwa, Ratu Ivo dan Wu Jin Ming disambut oleh ke-9 dewi penjaga taman seribu jiwa.


Ratu Ivo berjalan cepat mendahului Wu Jin Ming untuk menghampiri Rubby yang tertidur di atas awan suci.


Air matanya meluncur tanpa permisi di wajah ayunya hingga membuat pipinya basah berderai air mata.


Ratu Ivo menyentuh tangan putrinya yang terjuntai. Dingin. Rubby seperti terbaring antara hidup dan mati.


Wajahnya yang pucat seolah tubuhnya sudah tak bernyawa.


Ratu Ivo semakin terbawa emosi. Pikirannya yang kacau membuatnya lupa akan siapa dirinya. Dia mampu menghadapi musuh dengan kekuatan namun dirinya menjadi lemah saat di hadapkan dengan kesedihan.


Melihat ibu mertuanya terus menangis, Wu Jin Ming berjalan mendekat untuk menenangkannya.


"Ibu. Jangan bersedih! Maafkan aku, Ibu!" Mata Wu Jin Ming berkaca-kaca saat mengatakan itu.

__ADS_1


Dia meminta Ratu Ivo untuk tidak bersedih sementara dirinya sendiri tidak bisa untuk melakukannya.


Ratu Ivo menghapus air matanya lalu mencoba untuk terlihat tegar.


"Apakah kamu ada ide untuk membuat seseorang tersadar dari koma?" tanya Ratu Ivo pada Wu Jin Ming dengan tatapan penuh harap.


Melihat keadaan Rubby yang terbaring tak berdaya, Ratu Ivo tidak bisa menahan diri. Saat ini otaknya benar-benar buntu. Rasa cemas membuat pikiran dan hatinya menjadi kacau dan tidak bisa berpikir jernih.


"Mungkin Rubby membutuhkan energi jiwamu, Ibu. Ikatan antara seorang ibu dan anak sangatlah kuat. Mungkin dengan mengalirkan sedikit energi milik ibu, aliran energi di tubuh Rubby bisa kembali normal."


"Sebentar aku periksa apakah meridian di tubuhnya ada yang rusak."


Ratu Ivo mulai berkonsentrasi. Hatinya mulai sedikit tenang setelah mendengar ucapan Wu Jin Ming. Benar yang Wu Jin Ming katakan, sebagai seorang ibu tentu dia memiliki peran yang besar dalam kehidupan putrinya.


Setelah jiwa dan pikirannya selaras, Ratu Ivo mengulurkan tangan kanannya ke depan dan meletakkannya di atas tubuh Rubby. Sambil memejamkan mata dia mengalirkan energi ke sana dan memastikan tubuh Rubby menerima energi itu. Dengan begitu Ratu Ivo akan tahu apakah meridian Rubby bermasalah atau tidak.


Tubuh Rubby merespon dengan baik membuat Ratu Ivo bernafas lega. Kini tanpa ragu-ragu dia melanjutkan menuangkan energi spiritualnya ke sana. Perlahan energi itu terserap dan terkumpul ke dalam kolam energi.


Kolam energi Rubby kosong. Seluruh kekuatannya terkuras saat proses penanaman jantung pengganti. Bersyukur dantian di tubuhnya tidak mengalami kerusakan.


Ratu Ivo mengerahkan lebih dari separuh kekuatannya hingga membuatnya berdiri dengan terhuyung-huyung karena mengeluarkan energi tanpa jeda.


"Sudah cukup, Ibu! Lihatlah mahkota Rubby telah menyala!" seru Wu Jin Ming menghentikan Ratu Ivo.


"Sedikit lagi. Ada sebuah batasan energi yang harus aku penuhi," ucap Ratu Ivo lemah.


Wu Jin Ming tidak bisa mencegahnya lagi. Ratu Ivo lebih tahu bagaimana keadaan Rubby saat ini karena keduanya terhubung dalam satu frekuensi energi saat ini. Tidak ada yang bisa dilakukan Wu Jin Ming selain berdiri dan berjaga-jaga atas segala kemungkinan yang mungkin bisa terjadi.


Ratu Ivo menarik tangannya yang telah selesai memberikan energi spiritualnya untuk Rubby. Tubuhnya jatuh ke lantai dengan posisi terduduk.


"Ibu!" pekik Wu Jin Ming.

__ADS_1


Wu Jin Ming segera menghampirinya lalu berjongkok di samping Ratu Ivo dengan lututnya bertumpu di lantai.


"Tidak apa-apa. Aku pasti akan segera pulih."


Suara Ratu Ivo terdengar sangat lemah. Wajahnya terlihat sangat pucat. Rupanya dia tidak hanya menggunakan kekuatan spiritualnya saja melainkan juga energi jiwanya. Wu Jin Ming mengenali jurus rahasia yang dia pakai. Jurus Pemulih Jiwa. Sebuah jurus rahasia yang tidak bisa dikuasai oleh sembarang orang bahkan dewa sekalipun.


Menyalurkan energinya akan sedikit membantu Ratu Ivo walaupun itu hanya memulihkan energi fisiknya saja. Jiwanya masih sangat lemah dan butuh kultivasi yang panjang untuk memulihkannya. Setidaknya dalam seratus hari ke depan dia harus berkultivasi dan menghindar pertempuran.


"Bersiaplah, Ibu! Mungkin ini akan sedikit membantu."


Ratu Ivo menurut saja karena saat ini dia benar-benar sangat lemah. Dia segera merubah posisi duduknya dari bersimpuh menjadi bersila selayaknya orang yang ingin bermeditasi. Kedua tangannya dia posisikan di atas pahanya dengan telapak tangan terbuka ke atas.


Wu Jin Ming duduk di belakang Ratu Ivo dengan posisi yang sama. Kedua telapak tangannya dia julurkan ke depan seperti sedang mendorong punggung Ratu Ivo. Perlahan energi bercahaya putih terang keluar dari telapak tangan Wu Jin Ming dan menyusup masuk ke dalam tubuh Ratu Ivo.


Para dewi penjaga terharu melihat kejadian di depan mata mereka itu. Kasih sayang dan kehangatan dalam sebuah keluarga terlihat jelas di antara mereka. Antara Wu Jin Ming dan Ratu Ivo tidak membuat jarak meskipun mereka seorang mertua dan menantu yang sangat jarang bertemu.


Cahaya di tubuh Rubby mulai kembali. Energi alam di alam langit yang sangat besar membuat pemulihan tubuhnya berlangsung cepat. Tentunya setelah kekuatan jiwanya berhasil dipulihkan oleh Ratu Ivo.


Energi spiritual Ratu Ivo yang berada di kolam energinya menjadi aktif dan membuat tubuh Rubby secara otomatis menyerap energi dari luar. Semua itu terjadi karena jurus rahasia pemulih jiwa sedang bekerja di tubuh Rubby.


Tidak sia-sia pengorbanan yang dilakukan Ratu Ivo. Keadaan Rubby telah membaik meskipun ada harga yang harus di bayar oleh Ratu Ivo untuk itu.


Perlahan Rubby membuka matanya dan mengumpulkan kesadarannya. Bayangan yang mulanya kabur sedikit demi sedikit berubah menjadi terang. Rubby bisa melihat semua yang ada di depan matanya menjadi jelas.


Melihat interior di ruangan itu, Rubby tahu jika saat ini dia sedang berada di istana langit.


Orang pertama yang muncul dalam pikirannya adalah Wu Jin Ming. Dalam ingatan terakhirnya dia melihat suaminya itu terkurung di dalam balok es di Desa Yao. Seketika dia terduduk dan bersiap untuk menemukan sosoknya.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2