TIGER WU

TIGER WU
PEMILIK BUAYA


__ADS_3

"Hati-hati, Rubby! Ini bukan buaya biasa!" bisik Wu Jin Ming ketika mereka berdiri saling memunggungi.


Melihat kejanggalan yang terjadi akhirnya para pengunjung memilih untuk pergi meninggalkan Wu Jin Ming dan Rubby. Mereka sangat ketakutan melihat buaya yang bukannya mati malah bertambah semakin banyak. Bertahan di sana hanya akan membuat mereka kehilangan kesempatan untuk lari.


"Sayang! Aku merasa ada kekuatan besar yang mengendalikan buaya-buaya ini." Rubby berusaha untuk menganalisa apa yang terjadi.


Melihat semua pengunjung lain telah pergi, Rubby menggunakan sihirnya untuk menghalau hujan agar tidak turun di area pertarungan.


"Aku juga merasakan kekuatan itu, Sayang. Buaya-buaya ini hanyalah alat bagi mereka untuk memperbesar kekuatan mereka."


"Apa yang harus kita lakukan? Aaahhh!"


Obrolan mereka saat bertarung membuat konsentrasi Rubby pecah. Sebuah sabetan ekor buaya membuat betisnya terluka. Tubuhnya terhuyung lalu melompat ke udara untuk menghindari serangan lainnya.


'Aku merasakan jika energi ini ada hubungannya dengan Zhu Zheng. Mungkinkah dia sudah mulai mengendus keberadaanku di sini. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku dan Rubby harus segera pindah rumah.' Wu Jin Ming bermonolog dalam hati.


Darah dari kaki Rubby menetes di lengan Wu Jin Ming membuatnya tersulut amarah. Hatinya merasa buruk karena tidak bisa melindungi kekasihnya. Kekuatan spiritual saja tidak cukup untuk membuat buaya-buaya itu binasa. Terpaksa Wu Jin Ming mengeluarkan api suci putih miliknya.


Api suci Wu Jin Ming dengan lahap membakar buaya-buaya aneh yang sangat sulit di atasi itu. Semua buaya itu hilang tak bersisa bersama hujan yang juga tiba-tiba menghilang.


"Turunlah, By! Aku akan mengobati lukamu!" seru Wu Jin Ming sambil mendongakkan wajahnya ke atas.


Rubby yang merasa lelah akibat bertarung tidak banyak berbicara. Luka di kakinya cukup parah dengan luka terbuka yang cukup dalam. Lebam kebiruan juga tersebar di beberapa bagian tubuhnya.


Mereka berdua duduk di sebuah bangku panjang. Dengan telaten Wu Jin Ming mengobati luka di tubuh Rubby hingga tidak meninggalkan bekas.


Prokk...! Prok...! Prok...!


Tepuk tangan dengan tempo yang pelan dan teratur membuat Rubby dan Wu Jin Ming yang masih terduduk di bangku taman menoleh mencari dari mana sumber suara itu berasal.


"Pasangan yang sangat serasi! Aku salut pada kalian berdua yang telah berhasil mengalahkan buaya ilusi milikku!" seru seorang pemuda dengan pakaian serba hitam.

__ADS_1


"Mo... za...." degup jantung Rubby terasa tidak normal. Sekeras apapun dia melupakan mantan kekasihnya itu tetap saja masih ada rasa yang tertinggal di hatinya.


Melihat reaksi tidak biasa dari Rubby, Wu Jin Ming terbakar cemburu meskipun dia tahu jika saat ini Rubby sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi pada mantan kekasihnya itu.


"Moza? Sayang sekali dia sudah tidak ada lagi. Sekarang yang ada adalah Moza yang baru yang tidak akan pernah lagi mengemis untuk cinta seorang wanita."


Orang yang menguasai tubuh Moza itu terus berjalan mendekati Rubby dan Wu Jin Ming membuat keduanya beranjak dari duduknya. Tubuh Wu Jin Ming dan Rubby yang basah oleh air hujan semakin kedinginan merasakan energi Moza yang terasa menusuk tulang. Energi dingin dan mengerikan itu sama sekali tidak membuat Wu Jin Ming gentar.


Elemen salju milik Moza merupakan elemen langka yang sedikit sulit untuk dihadapi. Apapun yang dia sentuh bisa menjadi beku. Saat ini jarak antara Moza dengan Wu Jin Ming dan Rubby tidak kurang dari 3 mereka hingga membuat tubuh Rubby menggigil hebat.


"Keluarkan pertahanan energi dan tekan energi dingin dengan energi yang kamu miliki!" bisik Wu Jin Ming di telinga Rubby.


"Baiklah!" Rubby segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Wu Jin Ming.


Berkat cara yang dianjurkan oleh Wu Jin Ming kini Rubby sudah tidak merasa terpuruk dengan kekuatan Moza. Sedikit demi sedikit tekanan di tubuh mungil itu mulai menghilang berganti dengan serangan balik.


"Hebat juga kalian sekarang?! Aku jadi ingin segera menjajal kemampuan yang kalian miliki! Hahaha!" tawa Moza menggema di keheningan malam.


"Siapa nama yang kamu panggil itu? Kamu... sepertinya salah orang." Moza memundurkan tubuhnya beberapa langkah dari tempat Wu Jin Ming berdiri.


"Kamu bisa membohongi lawanmu yang lain namun tidak denganku!" seru Wu Jin Ming yang kembali membuat Moza terhenyak ketika mendengar ucapannya.


"Siapa Zhu Zheng? Aku benar-benar tidak tahu." Moza menutupi identitas aslinya sebelum waktu pertempuran akbar di antara mereka berdua.


Sringgg!


Ujung pedang Wu Jin Ming menggores lantai batu di taman membuat perasaan ngilu ketika mendengar suara itu.


Tanpa menunggu perintah dan tantangan dari lawannya, Wu Jin Ming menyerang Moza dengan wujud sebagai manusia yang tidak di kenali Moza denga baik. Moza berpikir jika ini sudah saatnya dia mulai bertarung untuk menjajal seberapa hebat kah dirinya saat ini. Aksi saling serang pun tidak terhindarkan lagi. Sekarang bukan saatnya untuk bermain-main lagi.


Selain dendam pribadi yang telah ada sejak dahulu kala, kini Wu Jin Ming juga merasa jika Moza sebagai di sisi lain adalah rival cintanya pada Rubby.

__ADS_1


"Jurus dan gerakanmu masih sama seperti dulu. Sekeras apapun kamu menyangkal maka aku akan tetap tahu jika kamu adalah Zhu Zheng!"


Blashh!


Pedang Wu Jin Ming berhasil menebas lengan kiri Moza hingga putus.


"Aarrrgghh!" teriak Moza yang merasa kesakitan ketika tangannya terlepas dari tubuhnya.


Rubby menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena merasa ngeri dengan apa yang baru saja di lihatnya.


Keterpurukan Moza tidak berlangsung lama. Tiba-tiba dari bekas potongan tangannya muncul tangan yang baru. Kejadian ini membuat Wu Jin Ming semakin yakin jika Moza telah di kuasai sepenuhnya oleh Zhu Zheng dan sudah kehilangan sifat manusianya.


"Moza! Tidak! Ini bukan kamu!" Rubby berteriak sambil menggelengkan kepalanya.


Moza dan Wu Jin Ming menghentikan pertarungannya sejenak lalu menoleh ke arah Rubby.


Bughh! Moza jatuh dalam keadaan berlutut sambil memegangi kepalanya. Mukanya terlihat memerah dan kesakitan menahan sesuatu yang berdenyut dari dalam kepalanya. Jiwa murni Moza berusaha mengambil alih kembali tubuhnya ketika mendengar suara teriakan Rubby.


Moza terlihat seperti orang gila yang terus mengoceh sendiri dengan bahasa yang tidak jelas. Sesaat dia berjalan maju untuk menghampiri Rubby namun sesaat kemudian dia kembali berjalan mundur sambil terus menjambak rambutnya.


Ini adalah saat yang tepat bagi Wu Jin Ming untuk menghabisinya sebelum kekuatan Zhu Zheng terus berkembang pesat dan mengancam kehidupan di dua alam. Wu Jin Ming berjalan mendekati Moza dengan pedang di tangannya. Saat ini Moza masih seperti sebelumnya dan bahkan semakin parah.


Moza berguling-guling di lantai taman yang basah dan berlumpur sambil berteriak-teriak tidak jelas. Rubby memilih untuk memalingkan wajahnya karena tidak tahan melihat kejadian di hadapannya.


****


Bersambung...


Numpang promo karya temanku ya kak... sambil menunggu punyaku update silahkan mampir...


__ADS_1


__ADS_2