
Waktu bergulir begitu cepat, Rubby dan Wu Jin Ming bersiap untuk pergi setelah selesai makan malam. Mereka tidak khawatir akan rumah mereka karena ke-10 dayang siluman 24 jam menjaganya. Jika dalam keadaan mendesak mereka bisa memanggil Panglima Ang untuk membantu.
Kali ini Rubby dan Wu Jin Ming tidak hanya pergi berdua saja, siluman kingkong ikut serta bersama mereka. Setelah pertarungan di malam itu, dia sudah berjanji untuk mengabdikan diri pada Wu Jin Ming. Sampai saat ini siluman kingkong belum tahu jati diri Wu Jin Ming sebenarnya. Dia juga merasa sedikit terkejut ketika tahu jika istri Wu Jin Ming juga seorang kultivator.
Mereka terbang melintasi malam dengan cahaya terang sang rembulan. Teratai emas hanya mekar setiap seribu purnama sekali. Kesempatan ini sangat sayang untuk di lewatkan oleh para pemburu kekuatan.
Butuh waktu sekitar dua jam dengan terbang cepat untuk sampai ke lokasi. Wu Jin Ming yang berada di paling depan untuk memimpin karena dia yang tahu di mana bukit San berada. Ini pertama kalinya bagi Rubby untuk melakukan perjalanan malam untuk berburu kekuatan.
Antara rasa senang dan penasaran membuatnya berdebar-debar. Wu Jin Ming banyak sekali bicara sebelum mereka berangkat ke lokasi. Dia meminta Rubby untuk tidak bertindak gegabah. Rubby juga tidak boleh terlalu cepat menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya. Hal itu akan memicu para pemburu kekuatan untuk menjajal kemampuan spiritual yang mereka miliki.
"Kak Wu!" panggil Rubby.
"Iya, Sayang!" jawab Wu Jin Ming menoleh sejenak lalu kembali fokus melihat ke depan.
"Apakah masih jauh tempatnya?" Rubby terlihat tidak sabar.
Bayangannya mengenai bukit San terlalu indah. Bukit yang di apit oleh dua sungai yang jernih dengan banyak sekali bunga teratai yang tumbuh di sana. Alam yang asri dengan udara sejuk khas alam liar yang belum terjamah. Rubby terus berandai-andai di sepanjang perjalanan.
"Masih lumayan jauh. Mungkin sekitar 25 menitan lagi."
"Owh." Berhenti bertanya lalu melirik ke arah siluman kingkong Ham.
Menyeramkan. Rubby bergidik melihat wajah Ham yang terlihat seram dan mengerikan. Tubuhnya yang dipenuhi bulu lebat dan sorot tajam dari mata merahnya membuat kesan menyeramkan itu semakin kental terasa.
Ham yang merasa mendapat tatapan aneh dari Rubby merasa tidak enak. Ini pasti karena wujudnya yang buruk rupa. Sebenarnya dia bisa berubah menjadi wujud manusia namun tidak tahu apa kedua majikannya itu akan menyukainya atau tidak. Dia tidak berani merubah wujudnya jika tidak di minta.
"Kak Wu!" rengek Rubby manja.
"Iya, By! Sebentar lagi kita akan sampai."
"Bukan itu yang mau aku tanyakan."
"Lalu?" Rubby menoleh sekilas pada Rubby.
"Emm... apa dia tidakk bisa berpenampilan yang normal-normal saja?" tanya Rubby ragu-ragu.
"Dia siapa?" Wu Jin Ming mengikuti arah pandang Rubby yang melirik ke arah Ham.
__ADS_1
"Maksud kamu Ham?" Wu Jin Ming balik bertanya.
Rubby membalasnya dengan anggukan.
"Ham! Kamu dengar itu?" tanya Wu Jin Ming pada Ham.
"Dengar Tuanku! Saya mengerti!" jawab Ham.
Tanpa basa-basi lagi, Ham merubah tubuhnya menjadi wujud manusia. Sesosok pemuda berperawakan gempal dan berpostur tinggi besar muncul menggantikan tubuhnya yang sebelumnya. Meskipun wajahnya tidak bisa di bilang tampan setidaknya wujudnya saat ini tidak terlihat menyeramkan.
"Nah, gini dong! Kenapa tidak dari tadi coba?" omel Rubby.
"Saya tidak berani berubah wujud jika tidak di suruh Tuanku!" jelas Ham.
"Kenapa juga hal sepele kayak gini minta di suruh. Kalau misalnya kamu kebelet pengen pipis apa juga nunggu di suruh atau dapet ijin. Huhh! Sebal!" sifat konyol Rubby mulai muncul.
Merasa apa yang dikatakan Rubby ada benarnya, Ham pun terdiam. Kelihatannya perangai kedua majikannya itu tidaklah buruk. Tidak ada salahnya jika Ham sering-sering berinteraksi dengan mereka setelah ini.
"Sudah! Jangan ribut! Lihat itu! Itu adalah puncak bukit San." Wu Jin Ming menunjuk sebuah tempat yang bersinar kuning keemasan.
Cahaya kuning itu berasal dari teratai emas yang memantulkan sinar bulan purnama di malam itu. Aurora nampak berkilauan di langit nun jauh di atas sana. Rubby berdecak kagum dengan apa yang dia lihat malam itu.
"Ehh... ehhh! Kenapa ini?" pekik Rubby ketika dia merasa ada yang menarik kakinya.
Wu Jin Ming tertawa melihat Rubby yang salah tingkah ketika dihentikan secara mendadak dan di cekal kakiny. Ham sebenarnya ingin tertawa namun tidak berani. Dia melihat ke arah lain untuk menyembunyikan wajah gelinya.
"Kamu mau ke mana? Tunggu sebentar!" seru Wu Jin Ming masih terkekeh geli.
"Ihh, malah diketawain lagi. Sebel!" gerutu Rubby sambil komat-kamit tidak jelas.
"Ayo kita ke sana!" tunjuk Wu Jin Ming pada sebuah bukit yang tidak jauh dari bukit San
Bukit yang di tunjuk oleh Wu Jin Ming posisinya lebih tinggi dari bukit San. Di sana ada banyak sekali pohon besar yang rimbun. Wu Jin Ming ingin melihat situasi terlebih dahulu sebelum membawa Rubby dan Ham ke bukit San.
Sebagai orang yang pernah datang ke sana beberapa kali, Wu Jin Ming memiliki pengalaman dalam hal ini. Pertama-tama Wu Jin Ming meminta Rubby dan Ham untuk menekan energinya agar tidak terlihat basis dan levelnya. Kedua mereka harus memakai topeng atau penutup wajah agar tidak dikenali oleh para pemburu kekuatan yang lain. Dan yang ketiga adalah mereka tidak boleh bersikap gegabah dan mudah terpancing emosi.
Pertempuran yang tidak penting akan mengganggu konsentrasi mereka dalam mendapatkan energi seribu bulan dari teratai emas. Banyak sekali yang gagal dan gugur di sana hanya karena tidak bisa menahan diri dan menahan napsu bertarung mereka. Banjir darah di sungai Yin dan Yang tidak akan bisa dihindari di malam seribu bulan.
__ADS_1
"Aku pikir ini adalah sesuatu yang menyenangkan! Ternyata tidak seindah yang aku bayangkan!" Rubby yang sedang duduk di atas pohon meletakkan dagunya di atas lututnya dan merasa tidak senang.
"Semua orang ingin berada di sini untuk mendapatkan energi teratai emas Rubby. Kita harus berjuang untuk ini. Aku beritahu kamu suatu rahasia."
Ucapan Wu Jin Ming menarik perhatian Rubby. Rubby yang tadinya terlihat murung dan kecewa kini mulai kembali bersemangat.
"Apa itu, Kak Wu?" Bersiap mendengar hal yang menyenangkan dari Wu Jin Ming.
"Energi dari teratai emas akan menyempurnakan seluruh tanaman yang kita kumpulkan untuk penyatuan jiwa yang akan kamu lakukan di masa mendatang. Kita tidak harus mengumpulkan 7 buah tanaman itu jika kita memiliki energi ini."
"Benarkah!" Rubby berbinar senang.
"Benar! Kita hanya tinggal mencari batu permata Rubby Aurora sebagai pengganti jantungmu saat kedua kekuatan hebat itu melebur di tubuhmu."
"Jantung? Apa aku akan mati setelah itu? Aaaaa...! Aku takut!"
Menyadari Rubby berbicara terlalu keras, Wu Jin Ming segera mencondongkan wajahnya dan mencium bibir Rubby.
'Astaga! Jiwa polosku ternoda!' Ham bergumam dalam hati lalu menoleh ke arah lain. Dadanya terasa bergejolak melihat pemandangan yang tanpa sengaja dia lihat. Jiwa jomblo Ham meronta-ronta ketika melihat keromantisan kedua majikannya itu.
"Sudah aku bilang jangan berisik! Pelankan suaramu atau aku akan memberimu hukuman lebih dari ini!" bisik Wu Jin Ming di telinga Rubby.
"Maaf.... Tapi sungguh aku masih takut mati," ucap Rubby pelan.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati. Jika kamu mati maka aku juga mati karena dalam penyatuan jiwa akan melibatkan diriku juga."
"Jangan bicara yang tidak-tidak! Telur emas kita belum menetas. Ohhh, aku sangat merindukanmu anakku!" Rubby mengelus perutnya.
"Sabar, Sayang! Aku juga sangat merindukannya. Kapan-kapan kita pergi mengunjunginya."
"Aku akan sangat menantikan hari itu." Rubby menyandarkan kepalanya di bahu Wu Jin Ming.
Mereka bertiga kembali mengamati keadaan bukit San dari atas dahan pohon besar tempat mereka bersembunyi. Ham yang nampak canggung duduk sedikit menepi. Dia sedikit menjauh dari tempat duduknya semula.
****
Bersambung...
__ADS_1
Mampir ke karya temenku ya kak... 😊😊😊