
Setelah wujudnya sempurna, Rubby mengeluarkan tongkatnya yang mengeluarkan cahaya putih terang seperti mahkota yang dia pakai.
"Aku Virs! Putri Dewi Ivo yang memberkati desa ini dengan kekayaan alam yang tidak ada habisnya."
Rubby berbicara dengan penuh wibawa.
Secepatnya dia harus segera mengalahkan penyihir Wang Yu dan menyelamatkan Wu Jin Ming. Rubby tidak tahu berapa lama Wu Jin Ming bisa bertahan dalam keadaan seperti itu. Rubby berusaha mengendalikan emosinya agar bisa berpikir rasional saat bertarung melawan Wang Yu.
"Bagus.... Bukit ini bisa menjadi saksi jika pemilik nama yang sama dengannya mati di sini. Hahaha!" Penyihir Wang Yu kembali tertawa.
"Bersiaplah! Kita akan tahu siapa yang akan mati di sini. Aku atau kamu! Hyaaaahh!" Rubby mengangkat tongkatnya dan menyerang Wang Yu.
Sebuah sinar putih keluar dari tongkat Rubby.
Wang Yu tidak tinggal diam, dia pun melakukan hal yang sama untuk melawan Rubby.
Kedua cahaya energi itu bertemu dan terjadi aksi saling dorong seiring besarnya kekuatan yang mereka keluarkan. Cahaya energi milik Rubby berhasil menekan cahaya energi milik Wang Yu. Wang Yu tidak ingin kalah, dia melompat ke atas dan bermaksud untuk menyerang Rubby dari sana.
Rubby memutar tongkatnya dan secara ajaib tubuhnya melayang tanpa sayap. Dia terus menambah kekuatannya di dalam lontaran energinya. Cahaya energi Rubby menekan cahaya energi Wang Yu hingga tubuhnya terpental ke belakang.
Sekali lagi Rubby memberinya serangan dan mengenai dada penyihir jahat itu.
Wang Yu terjatuh dan menimpa balok es yang berisi tubuh Wu Jin Ming. Senyum licik muncul di bibir Wang Yu. Dia memukulkan ujung tongkatnya pada balok es itu dan menyerap energi milik Wu Jin Ming. Tenaganya sudah terkuras saat bertarung bersama Rubby dan ini adalah kesempatan bagus untuknya.
Perlahan energi Wu Jin Ming mulai masuk ke dalam tongkat itu.
Melihat hal itu Rubby segera menghentikannya dengan memberi serangan bertubi-tubi pada penyihir Wang Yu.
"Sial! Kamu menggangguku menyerap energi ini. Ahh, tapi sepertinya ini sudah lumayan!" Penyihir Wang Yu tersenyum ketika merasakan kekuatan Wu Jin Ming yang sangat besar.
Baru menyerapnya sebentar saja, kekuatan jiwanya sudah pulih seperti sediakala.
"Jangan sentuh dia, atau kamu akan mati!" teriak Rubby.
Matanya berkilat dengan cahaya api suci biru yang mulai mendominasi tubuhnya. Saat terbawa emosi api itu akan sulit dikendalikan. Pesan dari Wu Jin Ming untuk mengontrol pikirannya seolah terlupakan olehnya.
"Aku tidak akan membuatnya mati begitu saja. Kelihatannya dia sangat menarik." Wang Yu menjentikkan jarinya seperti sedang menghitung.
"Ohh, jadi wanita tua sepertimu juga tertarik pada daun muda! Cuiihh!" Rubby merasa semakin emosi.
"Aku tidak pernah bisa tua dan bisa merubah diriku menjadi seperti apa yang dia suka. Bahkan menyerupai kamu. Hahaha!"
"Simpan mimpi-mimpimu itu!"
__ADS_1
Rubby kembali menyerang Wang Yu dengan tongkatnya.
Kali ini pertarungan berlangsung lebih sengit daripada sebelumnya. Serangan yang mereka lakukan seperti sebuah lemparan bom waktu yang terus menerus. Lemparan energi berlapis api suci itu membuat Wang Yu sedikit kewalahan menghindar.
Penduduk Desa Yao berlari menghindar karena takut terkena serangan salah sasaran. Mereka mencari tempat yang aman dan terlindungi untuk tetap bisa melihat pertarungan itu. Mereka bersikap waspada untuk bersiap melompat dan menghindar jika ada energi yang menyasar.
"Gadis nakal! Rasakan ini!"
Penyihir Wang Yu membalas serangan Rubby. Dia juga melemparkan bola-bola energi yang tidak kalah dahsyat. Ledakan keras pun terdengar ketika keduanya bertemu.
"Aarrrgghh!" teriak seorang penduduk desa yang terkena lemparan bola energi Rubby yang berhasil di tangkis oleh Wang Yu.
Wang Yu dan Rubby menoleh bersamaan ke arah orang itu.
Rubby mengangkat tangan kirinya ke udara untuk menyerap kembali api suci miliknya sebelum penduduk itu terluka lebih parah.
Api suci tidak akan padam jika bukan Rubby yang memadamkannya.
'Ini kesempatanku!' penyihir Wang Yu tersenyum licik.
Baammm!
Sebuah serangan membuat tubuh Rubby terhuyung ke belakang. Dadanya terasa panas ketika menerima serangan telak Wang Yu. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya akibat luka dalam yang dialaminya.
"Hahaha! Bersiaplah untuk mati gadis sombong!"
Wang Yu kembali menyerang Rubby, namun berhasil menangkisnya dengan tongkatnya.
Energi yang mengenai tubuhnya berasal dari kekuatan Wu Jin Ming yang terserap oleh tongkat Wang Yu. Efeknya sangat dahsyat membuat tubuh Rubby kian melemah.
'Tidak! Aku tidak boleh kalah. Aku tidak boleh mati. Kak Wu! Bertahanlah!'
Rubby mengeluarkan api suci dari tangan kirinya lalu menelannya untuk menambal luka dalam yang dideritanya. Itu tidak bisa menyembuhkan, namun bisa menekan luka itu agar tidak merembet kemana-mana. Tubuh Rubby bergetar hebat menahan api itu merasuk ke dalam aliran darahnya.
"Aku tidak akan mati. Kamulah yang harus mati!"
Rubby melangkah maju dan memberikan serangan balasan.
Pertarungan keduanya seimbang. Saat ini mereka sama-sama kuat. Wang Yu mengandalkan kekuatan yang dia serap dari tubuh Wu Jin Ming.
Tidak ada yang menang atau pun kalah. Rubby masih terlihat hebat walaupun mengalami luka yang sangat dalam. Lagi-lagi seseorang datang mengganggu konsentrasi Rubby.
Seorang penduduk Desa Yao terkena api suci miliknya.
__ADS_1
Rubby dilema.
Bingung antara menyelamatkannya atau tidak.
Hati kecil Rubby tidak bisa membiarkan orang mati karena perbuatannya yang tidak di sengaja.
Rubby terus meladeni serangan Wang Yu sambil mengarahkan tangan kirinya untuk menyerap api sucinya.
Sekuat apapun usahanya untuk bisa fokus tetap itu tidak mungkin. Konsentrasinya terpecah ketika harus melakukan dua pekerjaan dalam satu waktu. Melihat Rubby yang bertarung dengan pikiran yang bercabang, Wang Yu mengambil ini sebagai kesempatan yang bagus untuknya.
Wang Yu memberikan serangan bertubi-tubi dan meningkatkan intensitas serangannya menjadi sangat cepat.
Blammm....
Blammm....
Blamm!
Tiga buah serangan kembali menghantam tubuh Rubby.
Rubby terjatuh.
Kali ini dia tidak mampu bertahan untuk berdiri. Tubuhnya tersungkur di tanah dengan cahaya yang mulai meredup.
Penduduk Desa Yao menangis pilu melihat keadaan pahlawan mereka. Mereka menggantungkan harapannya untuk bisa lepas dari penderitaan pada Rubby dan Wu Jin Ming. Kedua orang yang terkena api suci Rubby lebih bersedih lagi karena merasa merekalah penyebab kekalahan Rubby.
"Kak Wu, maafkan aku." Dengan sisa-sisa kekuatannya, Rubby menarik balok es yang menyimpan tubuh Wu Jin Ming mendekat ke arahnya.
"Kak Wu. Aku mencintaimu."
Air mata Rubby meleleh di tengah kesadarannya yang perlahan menghilang.
Tangannya merengkuh tongkatnya ke dalam pelukannya. Bayangan Ratu Ivo melintas di pikirannya.
"Ibu. Maafkan aku."
Setetes darah yang mengalir di bibir Rubby menetes di atas mata tongkatnya sesaat sebelum Rubby kehilangan kesadarannya.
"Hahaha! Siapa lagi yang berani menantangku? Majulah! Aku akan membuat kalian mati sia-sia seperti mereka berdua!"
Penyihir Wang Yu berjalan mengelilingi Rubby yang tak berdaya dengan congkaknya.
****
__ADS_1
Bersambung...