TIGER WU

TIGER WU
Bab 259. Akhir Proses


__ADS_3

Kedua simbol cahaya yang turun, perlahan menabrak simbol sebelumnya yang sudah berubh menjadi cincin cahaya pelangi.


Benturan tiga simbol cahaya itu menghasilkan ledakan cahaya tanpa suara yang sangat besar, bahkan lebih besar dari ledakan sebelumnya.


Cahaya yang sangat menyilaukkan dari ketiga simbol yang membungkus tiga roh jiwa Rubby itu, berubah menjadi sebuah bola cahaya yang teus berputar.


Perputaran simbol-simbol di dalam mantra penyatuan jiwa terlihat melambat saat proses ini berlangsung karena energi yang dikeluarkan oleh Rubby dan Wu Jin Ming terserap untuk melakukan proses pembentukan jiwa baru di dalam lingkaran tiga simbol yang membungkusnya.


Di dalam ruangan tempat dilaksanakan proses penyatuan jiwa terlihat berkedip-kedip ketika cahaya warna-warni itu terus berputar dengan cepat.


Seiring dengan putaran itu, simbol cahaya yang membungkus tiga roh jiwa smakin memudar. Tiga roh jiwa yang sebelumnya telah melebur menjadi satu dan berubah bentuk menjadi partikel-partikel kecil, kini mulai terlihat menjadi sebuah gumpalan cahaya sebagai satu roh jiwa yang baru. Saat cahaya ketiga simbol itu telah sepenuhnya menghilang, roh jiwa baru Rubby belum terbentuk sempurna.


Segel mantra kembali berputar dan menurunkan lima buah simbol sekaligus.


Simbol-simbol itu menyempurnakan roh jiwa baru hingga membentuk sebuah cahaya jiwa sempurna. Perpaduan tiga roh jiwa yang menyatu itu membentuk sebuah simbol cahaya bintang berwarna jingga. Dengan kata lain, kini Rubby hanya memiliki satu roh jiwa berbentuk simbol bintang jingga.


Pancaran energi dari Wu Jin Ming dan Rubby semakin melemah setelah proses penyatuan jiwa ini mendekati titik akhir.


Roh bintang jingga perlahan turun menuju ke arah Rubby dan Wu Jin Ming yang sedang duduk bermeditasi. Roh itu berputar-putar di tengah mereka berdua sejajar dengan celah cahaya di dada Rubby yang belum tertutup. Roh bintang jingga itu perlahan bergerak masuk ke dalam tubuh Rubby melalui celah yang menganga itu.


Tubuh Rubby terlihat tersentak saat roh jiwa berbentuk cahaya bintang berwarna jingga itu sepenuhnya telah masuk ke dalam tubuhnya. Setelah roh jiwa Rubby benar-benar tidak tampak lagi, celah cahaya itu mulai menutup dengan sendirinya dan menyisakan celah kecil saja. Ketiga cincin cahaya pembedahan yang semula melingkar di perut Rubby, perlahan bergerak naik secara besama-sama.


Tiga cincin cahaya pembedahan akan membuat celah yang ada di dada Rubby kembali menutup dan pulih seperti saat belum terjadi pembedahan.

__ADS_1


Tubuh Rubby kembali tersentak ketika cincin cahaya itu satu persatu melewati kepalanya dan menghilang.


Wu Jin Ming dan Rubby belum selesai karena masih ada satu tahap lagi yang harus mereka lalui, yaitu tahap penyempurnaan dalam penyatuan jiwa.


Di dalam segel mantra penyatuan jiwa, masih tersisa sebuah simbol. Ketika simbul itu turun, seluruh ruangan bergetar sangat hebat karena segel mantra luruh bersama simbol itu dan masuk ke dalam tubuh Rubby dan Wu Jin Ming. Getaran dari dalam ruangan itu terasa hingga keluar.


Dewa Langit dan para Dewa inti yang berada di luar pun merasakanannya. Merreka telihat saling berpandangan dan mencoba menduga-duga apa yang terjadi di dalam sana. Mereka berpikir untuk melihat apa yang terjadi namun di larang oleh Dewa Langit. Kehadiran mereka bisa saja mengganggu jalannya prooses penyatuan jiwa yang sedang berlangsung.


Di dalam ruangan.


Tubuh Rubby dan Wu Jin Ming yang berada di atas matras awan terangkat ke atas dan membuat mereka menyatu dengan simbol cahaya dan segel mantra yang melebur.


Simbol cahaya itu membungkus menutupi tubuh mereka hingga yang tampak hanya cahaya terang dan kilatan-kilatan cahaya yang dikeluarkan selama proses berlangsung.


Wu Jin Ming dan Rubby berjalan untuk saling mendekat, mereka saling tersenyum. Setelah berada di dalam satu tempat yang sama, mereka mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mengenali tempat di mana mereka berada sekarang. Tempat itu begitu asing dan terlihat aneh.


Wu Jin Ming mengajak Rubby untuk keluar dari kolam energi itu dan mencari jalan keluar dari sana. Mereka berpikir jika saat ini mereka sedang terjebak di dalam dunia ilusi yang entah diciptakan oleh siapa. Semua masih menjadi misteri yang belum tepecahkan bagi mereka.


Rubby menggerakkan tangannya mencoba memakai sihirnya untuk melawan batas ruang yang terlihat samar di depan mereka, namun sia-sia. Di alam tempat mereka berada sekarag, kekuatannya tidak bisa berfungsi sama sekali.


Dia tidak merasa aneh karena sebelumnya dia pernah mengalaminya saat terjebak di dalam ilusi siluman laba-laba. Tapi rasanya tidak mungkin jika tempatnya berada sekarang adalah alam ilusi siluman laba-laba karena menurut ingatan terakhirnya dia sedang berada di istana langit, tempat di mana kekuatan jahat tidak akan bisa menembusnya.


Wu Jin Ming pun ingin mencoba menggunakan kekuatannnya untuk memecahkan misteri tempat itu. Dia membuka telapak tangannya untuk mengeluarkan energi spiritual miliknya. Tidak ada yang terjadi karena tidak ada energi yang bisa dia keluarkan.

__ADS_1


Mereka berdua tidak bisa berbicara dan menggunakan kekuatannya di tempat mereka berada saat ini.


Wajah Rubby terlihat sedih. Wu Jin Ming memegang tangannya lalu membawanya berjalan melewati tempat yang aneh itu. Jarak pandang untuk melihat ke segala arah sangat terbatas. Di seluruh sisi tempat itu tertutupi kabut yang sulit ditembus oleh penglihatan mata mereka.


Rubby dan Wu Jin Ming terus berjalan mengikuti ke mana kaki mereka melangkah. Hal yang aneh terjadi, mereka kembali berada di tempat yang sama, ditepi kolam energi. Merasa jika itu adalah kebetulan, Wu jin Ming dan Rubby ingin mengulanginya sekali lagi dan berharap mereka menemukan jalan yang lain.


Mereka berjalan bergandengan maju menembus kabut yang ketebalannya mampu menutupi pandangan, sekedar untuk melihat kaki mereka pun tidak bisa.


Mereka harus kecewa saat menyadari jika saat ini, mereka kembali ke tepi kolam lagi. Mungkin dimensi ini memang hanya sebuah tempat sempit atau mungkin mereka sedang dikurung di sana dengan kekuatan yang tidak dapat mereka tembus.


Rubby terlihat frustasi namun berusaha untuk menahannya. Saat ini dia tidak sendiri meskipun semua yan mereka lakukan terasa percuma. Jika pun mereka tidak dapat keluar, mereka akan selalu bersama-sama.


Wu Jin MIng melihat ke arah kolam energi putih susu yang ada di hadapannya. Sejenak dia memikirkan tentang apa yang harus mereka lakukan. Sepertinya kolam itu menyimpan banyak sekali energi, mungkin mereka harus kembali berendam di sana dan menanti sebuah keajaiban.


Tanpa bicara, karena mereka tidak bisa berbicara, Wu Jin Ming dengan keyakinannya membawa Rubby masuk ke dalam kolam itu lagi.


****


Bersambung....


Numpang promo novel karya temanku ya kak.. terimakasih...


__ADS_1


__ADS_2