
Penasehat Tua mulai berbicara. Dia menceritakan jika Raja Bidadari Sao Tian pernah menyelamatkan kerajaan ini. Saat itu Kerajaan Harimau Suci belum sekuat ini.
Wu Jian Xi yang merupakan kakek dari Wu Jin Ming seorang siluman harimau putih biasa. Dia memang tidak sekuat raja-raja sebelumnya namun hatinya sangat bersih. Saat peperangan akibat perluasan kekuasaan dari kerajaan lain. Kerajaan ini mengalami kekalahan.
Di ambang kehancuran Dewa Sao Tian turun memberikan bantuan. Dengan bantuan darinya kerajaan ini berhasil merebut kembali wilayahnya dan ditambah dengan wilayah kerajaan yang di taklukkan.
Dewa Sao Tian ingin menjodohkan Putri Ivo dengan Putra Mahkota Kerajaan Harimau Suci, Wu Xi Lian namun tidak berhasil. Putri Ivo sudah jatuh cinta dengan seorang manusia yang telah menyelamatkan nyawanya ketika sedang berburu tanaman obat di hutan. Manusia itu juga bukan orang sembarangan.
Dia seorang kultivator tingkat tinggi yang menguasai kemampuan sihir yang luar biasa. Dia memiliki sebuah batu permata yang bernama Rubby Aurora. Batu yang sangat berharga itu dia gunakan untuk menyelamatkan Putri Ivo yang sedang sekarat karena tanaman beracun.
Batu itu sampai saat ini berada di tubuh Putri Ivo sebagai pengganti jantungnya yang telah rusak. Dewa Sao Tian yang terlanjur membuat kesepakatan dengan Raja Wu Jian Xi merasa malu. Dia mengusir Putri Ivo dari istana bidadari.
Putri Ivo hatinya sangat baik. Dia datang ke istana ini bersama manusia itu untuk meminta maaf karena sudah menolak perjodohan ayahnya. Raja Wu Jian Xi sangat menghargai niat baiknya. Bahkan sampai saat ini kerajaan ini masih sering berhubungan dengan Putri Ivo.
Wu Jin Ming dan Rubby menyimak dengan seksama cerita Penasehat Tua. Mereka baru tahu jika di masa lalu mereka sudah saling berhubungan. Rubby merasa penasaran dengan kelahirannya.
"Tuan Penasehat, apakah aku terlahir beberapa ribu tahun yang lalu? Orang yang merawatku bilang aku berusia 20 tahun. Aku merasa bingung?" rasa penasaran Rubby mengundangnya untuk bertanya.
"Itu usiamu yang sebenarnya. Kelahiranmu memang sudah tertulis di dalam kitab-kitab kuno. Namun saat itu Anda belum lahir," jelas Penasehat Tua.
"Jika ayahku seorang manusia biasa, tidak mungkin kan dia hidup beribu-ribu tahun lamanya?" Rubby masih belum bisa mengerti.
"Itu mungkin, karena dia menikah dengan seorang bidadari. Mereka sudah melewati beberapa kali revolusi kehidupan. Orang tuamu hidup berpindah-pindah dan menjalani kisah yang tidak mudah."
"Oh, jadi begitu. Ini berarti mereka baru mempunyai anak setelah menikah selama beribu-ribu tahun?"
__ADS_1
Rubby mencoba mencerna hal yang baginya sangat tidak masuk akal itu. Kalau dipikir-pikir ini sangat memusingkan kepalanya. Pelipisnya terasa berdenyut-denyut.
"Aku kurang memahami hal itu Tuan Putri. Mohon ampun Tuan Putri. Anda bisa menanyakannya pada Putri Ivo jika bertemu dengannya," ucap Penasehat Tua.
"Baiklah Tuan Penasehat. Aku juga penasaran dengan siapa ayahku. Dia sudah meninggal ketika aku masih sangat kecil. Wajahnya pun aku tidak ingat. Di dunia manusia aku di kenal dengan nama Rubby Shin," oceh Rubby sambil berjalan mondar-mandir di depan Wu Jin Ming dan Penasehat Tua.
"Mungkin nama Rubby ada kaitannya dengan batu permata Rubby Aurora milik ayahmu. Atau mungkin kamu lahir karena sebuah batu permata. Dan mungkin Shin adalah marga ayahmu." Wu Jin Ming ikut berspekulasi.
"Aku tidak menyangka punya jati diri serumit ini. Aku pikir aku hanya manusia biasa yang tidak punya kemampuan apa-apa. Huh, kepalaku benar-benar pusing memikirkannya." Rubby memijit pelipisnya.
"Kamu sangat lucu." Wu Jin Ming tertawa.
Rubby menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Kamu tidak perlu memikirkannya, Rubby. Apa kamu pikir hidupmu saja yang rumit. Ayahku seorang Dewa dan ibuku seorang siluman harimau. Mereka berdua sama-sama seorang petarung. Aku sejak kecil sudah menjadi yatim piatu ketika mereka gugur di medan perang," cerita Wu Jin Ming membuat Rubby terhenyak.
"Sudah... sudah... mari kita bahas yang lain aja. Em, tadi kamu mau mengajakku ke mana?" tanya Rubby mengingat-ingat nama tempat yang di sebutkan oleh Wu Jin Ming tadi.
"Ruang Seribu Cahaya," ucap Wu Jin Ming.
"Iya, benar itu." Rubby mengangguk senang sambil mengayun-ayunkan tongkatnya.
Wu Jin Ming tersenyum melihat Rubby yang tidak sabaran. Entah sampai kapan sifat kekanak-kanakan Rubby itu akan hilang. Tapi Wu Jin Ming tidak peduli akan hal itu. Dia sangat senang mengetahui jika dia menikah dengan 'Putri Dalam Ramalan'.
Dari kejauhan tampak seorang pemuda yang gagah dan berperawakan tinggi besar berjalan cepat ke arah Wu Jin Ming. Sesampainya di depan Wu Jin Ming pemuda itu memberi hormat. Sepertinya ada hal penting yang ingin dia sampaikan.
__ADS_1
"Ada apa panglima? Kenapa kamu terlihat sangat panik?" tanya Wu Jin Ming.
"Ampun Yang Mulia. Di penjara istana ada beberapa siluman yang saking berkelahi. Hamba takut mereka saling bunuh dan merusak ruang tahanan." Panglima itu melaporkan apa yang terjadi.
"Aku akan melihatnya." Wu Jin Ming beranjak dari duduknya.
"Aku ikut." Rubby tidak mau di tinggal sendiri.
Wu Jin Ming melirik ke arah Rubby. Sangat berbahaya membawa Rubby ke sana. Bisa saja siluman yang mengamuk itu menyerang mereka.
"Tapi aku akan pergi ke tempat yang sangat berbahaya Rubby. Sebaiknya kamu di sini saja!" cegah Wu Jin Ming.
"Aku akan sangat bosan di sini. Aku janji, aku tidak akan merepotkanmu," rayu Rubby.
"Terserahlah!" Akhirnya Wu Jin Ming menyerah. Berdebat dengan Rubby hanya akan mengulur waktu. Keadaan penjara akan semakin gawat.
Mereka bertiga berjalan menyusuri lorong di samping istana. Penjara berada di belakang istana yang tersambung dengan jurang neraka. Di sebut jurang neraka karena setiap yang jatuh ke sana tidak akan pernah selamat. Itu membuat para tahanan takut untuk melarikan diri dari penjara.
Tanpa perintah dari Wu Jin Ming, diam-diam Rubby memakai cadar untuk menutupi wajahnya. Dia tidak ingin para siluman jahat mengenali dirinya. Bisa saja mereka masih melakukan kontak dengan siluman lain di luar penjara dan memberitahu rahasianya.
Di dalam penjara sangat gaduh. Banyak sekali siluman yang terluka parah karena saling menyerang satu sama lain. Rubby merasa miris melihat keadaan mereka.
Mereka menghentikan perkelahiannya ketika melihat panglima datang bersama dua orang yang tidak mereka kenal. Ini pertama kalinya bagi mereka melihat Raja Harimau Suci dan Rubby. Mereka perlahan mundur karena merasa tertekan dengan aura kuat energi dari Wu Jin Ming dan Rubby.
Rubby berpikir untuk ikut andil dalam mengambil tindakan. Tapi dia harus mendapatkan ijin dari Wu Jin Ming untuk itu. Wu Jin Ming harus tahu apa yang akan dia lakukan.
__ADS_1
****
Bersambung...