
Seluruh kelelawar itu berhasil dilenyapkan dan menjadi tinta yang terkumpul menjadi satu. Setelah tidak ada lagi satu ekor kelelawar pun yang tersisa Rubby menyimpan kembali bola sihirnya. Sekarang dia fokus dengan tinta sihir yang ada di tangannya.
Tinta sihir yang terkumpul melayang di hadapan Rubby lalu dengan gerakan tangannya, Rubby membuat tinta sihir itu menjadi sebuah bola berwarna hitam pekat. Saat tangan kiri Rubby menahan bola tinta, tangan Rubby yang lain mengeluarkan api suci lalu membakar bola itu. Selama proses berlangsung, Rubby mengucapkan mantra pemanggil roh tanpa henti.
Pemilik sihir mau tidak mau akan datang ke sana karena tertarik oleh mantra Rubby. Apalagi tinta yang terbakar akan membuat pemilik sihir juga akan merasakan panas seperti terbakar. Dia akan sangat tersiksa jika tidak menghentikan apa yang dilakukan oleh Rubby.
"Kamu hebat sekali, Rubby! Tidak ku sangka gadis cengeng dan manja seperti kamu bisa berubah jadi seorang jagoan!" Bella terpukau dengan aksi yang dilakukan oleh Rubby.
"Kamu juga bisa menjadi kuat asal rajin berlatih, Bella. Apalagi kesempatan kamu lebih banyak dariku. Aku masih harus menjalani rutinitasku sebagai seorang manusia," ucap Rubby memberi semangat.
Udara malam yang dingin semakin dingin dengan angin kencang yang bertiup. Angin itu seakan hanya berputar-putar di atas mereka saja. Lama kelamaan dari pusaran angin itu muncul sesosok tubuh yang mulai terlihat jelas bentuknya.
Wu Jin Ming terperanjat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini. Baru tadi siang mereka bertemu sehingga wajah yang belum terlihat jelas itu dengan mudah dia kenali. Tidak di sangka jika dia adalah seorang penyihir yang cukup merepotkannya malam ini.
Berbeda dengan Wu Jin Ming yang sudah mengenali wajahnya, Rubby mengenali orang itu dari aroma tubuhnya. Bukannya mengamati wajah sosok si penyihir, Rubby malah menatap Wu Jin Ming tajam seakan ada emosi yang terpendam. Hatinya bertanya-tanya mengapa gadis penyihir ini memiliki aroma yang sama dengan aroma wangi yang menempel di baju Wu Jin Ming.
"Aarrrgghh! Wanita sialan! Hentikan api itu! Panasss!" teriak Luo Jing sambil memegangi lehernya.
"Pegang ini!" Rubby melempar bola tinta sihir itu ke tangan salah satu pelayannya setelah memadamkan api yang menyelimutinya.
Luo Jing terengah-engah meskipun api itu telah dihentikan oleh Rubby. Dia menatap Rubby penuh kebencian sambil memegangi dadanya yang masih terasa sedikit panas. Dalam hatinya merasa iri pada Rubby yang kini berwujud Dewi Bulan tampak sangat cantik melebihi dari gambar yang ditunjukkan oleh Wu Jin Ming.
"Apa tujuanmu mengirimkan sihir itu pada kami? Kamu pikir kekuatan sihirmu itu bisa membuat kami takut? Percaya diri sekali kamu!" Rubby berjalan anggun menghampiri Luo Jing.
"Tujuanku cuma satu yaitu membuat kalian mati menderita seperti ayahku yang tidak bisa melakukan apa-apa sekarang!" teriak Luo Jing seperti menahan luka yang terpendam di hatinya.
__ADS_1
"Kamu membalas dendam untuk ayahmu atau untuk dirimu sendiri yang merasa sakit hati atas penolakan suamiku, hmm?" ucapan lembut Rubby membuat Luo Jing terperangah.
'Bagaimana wanita ini bisa tahu jika aku menginginkan suaminya? Apakah Raja Harimau Suci telah memberitahukan kepadanya jika aku telah menggodanya? Sungguh memalukan! Tunggu! Tapi ini bisa aku jadikan senjata untuk menghancurkan kepercayaannya pada suaminya.' Muncul pikiran licik di hati rubah betina itu.
"Apa kamu takut karena aku lebih menarik darimu?" tanya Luo Jing sambil membusungkan dadanya yang besar.
"Hah! Rumahmu tidak ada kaca, ya? Kasihan sekali. Baru di tolak sekali saja kamu sudah mengalami sakit jiwa!" ledek Rubby walaupun sebenarnya hatinya merasa panas dan ingin menyakar-cakar wajah Luo Jing.
'Hiih, modal dada besar saja bangga! Wajah juga masih standar gitu!' gumam Rubby dalam hati sambil melirik malas pada Luo Jing.
"Apa kamu ingin membunuhku?" tanya Wu Jin Ming berjalan ke depan menyusul Rubby lalu berdiri di sampingnya.
Masih terlihat jelas jika Luo Jing memiliki perasaan pada Wu Jin Ming. Matanya memberi pandangan yang berbeda dengan cara dia memandang Rubby.
"Yang Mulia! Beri keadilan padaku! Ayahku tidak berdaya dan seluruh klan di negeriku tidak menganggapku!" Luo Jing menjatuhkan diri di hadapan Wu Jin Ming.
"Diam! Aku tidak bicara padamu!" teriak Luo Jing semakin menyulut emosi Rubby.
Swinggg!
Rubby mengeluarkan pedangnya lalu melakukan gerak memutar di hadapannya.
Ingin sekali Wu Jin Ming menghentikan Rubby tapi dia pasti akan salah paham. Dia pasti akan mengira jika Wu Jin Ming memiliki perasaan pada Luo Jing. Untuk sementara dia akan diam dan memperhatikan apa yang terjadi di antara mereka berdua. Semenjak hamil emosi Rubby sangat cepat berubah dan sulit untuk di tebak.
"Siapa kamu? Apa hakmu melarangku bicara?!" seru Rubby sambil berjalan menyeret pedangnya yang dia biarkan memyentuh lantai.
__ADS_1
Lantai di halaman rumah Rubby yang berupa ubin membuat goresan pedang itu mercikkan api.
Luo Jing yang terduduk segera bangkit dan melangkah mundur seiring langkah Rubby yang terus mendekatinya.
"Mana mulut besarmu tadi? Apa kamu tidak sadar akan statusmu? Kamu pikir aku orang yang bisa kamu perintah!" teriak Rubby.
Akal sehatnya mulai menghilang karena dikuasai oleh amarah hingga api suci biru miliknya kembali bocor. Bisa-bisanya seorang wanita begitu berani mendekati suaminya di hadapannya lalu membentak dirinya. Rubby benar-benar tidak bisa menerima itu.
Bayangan-bayangan ketika wanita itu memeluk dan menggoda Wu Jin Ming muncul dan bermain-main di benaknya. Itu semakin membuat Rubby emosi Rubby menjadi-jadi. Sorot mata Rubby yang menakutkan membuat Bella tanpa sadar memeluk lengan panglima Dao.
"Berhenti! Aku hanya ingin keadilan! Aku juga wanita sepertimu, apa aku salah jika aku ingin memiliki pria yang aku sukai! Aku tidak memintanya meninggalkanmu bahkan aku rela dia menemaniku sehari saja!" Lelah menghindar akhirnya Luo Jing memberanikan diri untuk menentang Rubby.
"Dasar wanita murahah! Kamu pikir aku rela berbagi denganmu! Tidak semua laki-laki akan berselera melihat dada besarmu itu! Berikan saja semua yang kamu miliki itu pada buaya darat yang sering mencari mangsa di malam hari." Rubby semakin terbakar dengan keterusterangan Luo Jing.
"Aku tetap akan mengejarnya sampai aku mendapatkannya!" Luo Jing merubah tubuhnya menjadi sesosok siluman rubah dan bersiap untuk melawan Rubby.
Tubuh Luo Jing melayang di udara diikuti oleh Rubby yang bersiap dengan pedangnya. Kekuatan Luo Jing adalah sihir lukisan. Dengan pena di tangannya dia bisa menggambar apa saja dan membuatnya hidup untuk menyerang lawannya.
****
Bersambung...
Luo Jing
__ADS_1
Rubby