
Wu Jin Ming membuat pelindung untuk Rubby agar Mimi tidak bisa menyentuhnya. Kali ini dia yang ingin maju untuk menghadapi Mimi tanpa campur tangan Rubby. Dengan berat hati dia harus melawan Mimi, orang yang pernah mengisi hatinya di kehidupan Mimi yang sebelumnya.
"Kamu masih bertanya, apa yang aku inginkan?" Mimi berbicara sambil menyeringai hingga menampakkan gigi-giginya yang runcing.
Rubby yang melihatnya bergidik ngeri. 'Cantik-cantik ternyata serigala. Kaya judul film aja. Hii, seram!'
"Aku ikuti kemauan kamu, Mimi. Kita harus menyelesaikan masalah kita, aku tidak ingin semuanya menjadi berlarut-larut."
Tubuh Wu Jin Ming mengeluarkan aura energi putih yang menyelimuti tubuhnya sebagai tanda bahwa dia telah siap untuk bertempur.
Mimi mengayunkan tangannya lalu keluarlah sebuah senjata legendaris yang cukup mematikan. Belati Perusak Nadi. Sebuah senjata dengan daya rusak tinggi yang mampu membuat korbannya lumpuh seketika jika terkena tusukannya.
"Tidak kusangka, kamu memiliki senjata ini." Wu Jin Ming mengeluarkan energi di telapak tangannya.
Mimi tersenyum bangga. Saat ini, Mimi belum menyadari siapa Wu Jin Ming sebenarnya. Dia merasa jika Wu Jin Ming yang sekarang tidak jauh beda dengan dirinya yang dulu. Seorang siluman harimau yang memiliki tingkatan kultivasi rendah.
"Kenapa? Apa kamu takut?" tanya Mimi, bergerak maju untuk menyerang.
"Tidak ada yang perlu aku takutkan," jawab Wu Jin Ming sambil menghindar.
Mimi terus menyerang dan mencari kesempatan agar belati di tangannya berhasil melukai Wu Jin Ming. Tubuh Mimi bergerak dengan sangat cepat dan hampir tidak terlihat. Teknik meringankan tubuhnya hampir mendekati sempurna.
"Rasakan ini!" Tusukan Mimi hampir saja mengenai punggung Wu Jin Ming saat melakukan serangan dari arah belakang.
Beruntung Wu Jin Ming bisa menghundar. Tadinya Wu Jin Ming tidak berniat untuk melukai Mimi, namun melihat keinginan membunuh yang besar di mata Mimi, dia jadi tahu jika wanita di hadapannya itu sudah benar-benar berubah.
__ADS_1
Aura membunuh di mata Mimi membuat dirinya terlihat sangat kejam. Tangannya dia bentangkan di samping tubuhnya lalu mengatup di atas kepalanya. Perlahan tangan Mimi yang mengatup itu dia turunkan sejajar dengan dadanya hingga muncul lingkaran cahaya di belakang tubuhnya.
"Jurus Penarik Jiwa!" pekik Wu Jin Ming ketika Mimi selesai melakukan gerakannya.
Jurus itu merupakan jurus yang menyimpan kekuatan siluman atau kultivator lain yang berhasil dibunuh oleh sang pemilik jurus. Berapa jumlah orang yang energi jiwanya tersimpan dapat dilihat dari jumlah cincin energi yang ada di belakang pengguna jurus. Di dalam aliran putih, jurus ini di larang karena dianggap terlalu kejam dan memicu pembantaian masal.
Mimi kembali melakukan gerakan yang memperlihatkan tangan kanannya bergeser ke depan lalu memutar pergelangan tangannya secara perlahan. Seiring dengan itu, sebuah cincin energi di belakang tubuhnya terlepas dan meluncur ke hadapannya. Ada 6 cincin energi jiwa yang dimiliki oleh Mimi, itu artinya dia telah membunuh dan menyimpan energi jiwa 6 orang tersebut.
"Serang dia!" pekik Mimi memberi perintah pada cincin energi jiwa yang ada di hadapannya.
Cincin itu melesat ke udara lalu turun menjadi sesosok tubuh yang tersusun dari energi. Tubuh itu sama seperti manusia namun hanya berupa energi cahaya, tanpa wajah dan bentuknya tidak sempurna. Bisa dikatakan jika dia seperti manusia cahaya yang tersusun dari energi jiwa.
Manusia energi itu mulai bergerak untuk menyerang Wu Jin Ming. Saat menggunakan tangan kosong, Wu Jin Ming tidak dapat menyentuhnya. Ketika memberinya pukulan, dia seperti hanya memukul udara kosong.
"Hahh! Kamu ingin bermain-main rupanya. Tapi aku tidak sedang ingin bermain-main!" Rasa lelah setelah bekerja seharian dan juga bertarung melawan Sian Lun membuat Wu Jin Ming tidak sabar untuk segera mengakhiri pertarungan.
Satu-satunya energi yang mampu melampaui semua energi yang ada di alam ini adalah api suci. Wu Jin Ming mengeluarkan api suci berwarna putih miliknya di kedua telapak tangannya. Di tangan kanannya dia mengeluarkan api yang panas membakar, sedangkan di tangan kirinya api suci yang berkekuatan dingin membekukan.
Saat manusia energi itu mendekat, Wu Jin Ming segera melemparkan api suci miliknya dan seketika itu juga energi jiwa itu langsing terbakar dan terlalap habis oleh api suci milik Wu Jin Ming.
'Sialan! Bagaimana bisa cincin energiku begitu mudahnya dilenyapkan. Susah payah aku mendapatkannya. Api apa itu?' Mimi merasa gusar dan kembali meluncurkan cincin keduanya.
Sama seperti halnya dengan yang pertama, cincin energi kedua milik Mimi lenyap dalam sekejap oleh api suci Wu Jin Ming.
Semua itu berulang hingga tiga kali.
__ADS_1
Merasa percuma, Mimi akhirnya menyerap energi dari tiga cincin yang tersisa ke dalam tubuhnya. Tubuhnya terasa lebih kuat dan berenergi. Dengan penuh percaya diri dia maju ke hadapan Wu Jin Ming untuk melawannya.
"Apimu itu terlihat hebat, tapi aku tidak yakin apakah itu akan mempan pada tubuhku yang sekarang, Hemh?" ucap Mimi dengan sombongnya.
"Ternyata kamu masih saja bodoh seperti dulu, Mimi."
Dahulu, Mimi akan langsung melompat dan memukuli bahu Wu Jin Ming ketika dia dipanggil bodoh.
"Xin gan! Aku tidak akan merajuk seperti dulu lagi. Kecuali kamu meninggalkan wanita itu dan kembali padaku. Mari kita ulang kebersamaan kita." Mimi berharap Wu Jin Ming akan berubah pikiran.
"Jawabanku tetap sama, Mimi. Aku hanya akan menikah sekali dan tidak akan pernah mengulanginya dengan wanita yang berbeda. Namaku dan nama pendamping hidupku sudah tertulis di dalam kitab kuno yang ternyata itu bukanlah dirimu." Api suci di tangan Wu Jin Ming kian berkobar seiring dengan gejolak emosinya yang menggelegak.
"Baiklah! Jika kamu tidak bisa menjadi milikku maka kamu juga tidak boleh menjadi milik siapapun! Kamu harus menjadi koleksi cincin energiku, dengan begitu kamu akan selalu bersamaku. Hahaha!" Mimi tertawa keras hingga menggema di seluruh ruang dimensi itu.
'Tuh cewek mengerikan juga, ya. Pantas kak Wu mengurungku di sini. Bosan, sih. Tapi kalau aku keluar dari sini pasti kak Wu akan sangat marah,' gumam Rubby.
Mimi mengeluarkan energi berwarna merah darah dari telapak tangannya dan meluncurkannya ke arah Wu Jin Ming.
Sebelum mencapainya, Wu Jin Ming sudah menyambutnya dengan energi berlapis api suci. Ledakan keras terdengar ketika kedua energi itu bertemu. Mimi menambahkan energinya namun itu tidak berarti apa-apa. Api suci yang melapisi energi Wu Jin Ming melahap energi itu dan membuatnya seperti sebuah kertas yang terbakar.
****
Bersambung...
Yang suka fantasi timur, aku punya satu karya lagi nih, baru netes... 😁
__ADS_1