TIGER WU

TIGER WU
JEJAK ENERGI MISTERIUS


__ADS_3

Berita kecelakaan mobil yang terjadi menjadi trending topik di media sosial. Dalam sekejap berita itu sudah menyebar. Banyak sumber yang membeberkan tentang keanehan yang terjadi dalam kecelakaan itu.


Dari jejak digital yang tertinggal. Sempat terekam sesaat sebelum korban kecelakaan itu menghilang. Korban merupakan seorang pemuda yang mirip dengan salah satu putra konglomerat di Kota itu.


Rubby dan Wu Jin Ming sampai di rumahnya. Hari sudah malam. Rasa letih melekat di tubuh keduanya. Mereka segera melangkah masuk ke rumah untuk mandi dan beristirahat.


Baru selangkah memasuki kamar, terdengar suara dering ponsel milik Rubby. Dengan malas Rubby melihat siapa yang meneleponnya. Wu Jin Ming meliriknya sekilas lalu kembali melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.


Di layar tertera nama Cindy. Rubby segera menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan.


"Hallo, Cin!" jawab Rubby sambil mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.


"Hallo! By, kamu tadi lihat kecelakaan di depan mall, nggak?" tanya Cindy.


"Lihat sih, tapi aku nggak berhenti. Aku langsung balik."


"Coba deh, kamu lihat berita di media online. Beritanya menghebohkan jagad maya. Katanya korbannya menghilang secara misterius," cerita Cindy heboh.


"Kog bisa?" Rubby termakan cerita Cindy. Sekarang dia mulai penasaran.


"Iya. Eh, tau nggak, ada yang bilang kalau korbannya mirip sama Moza."


Degg!


Rubby terkejut mendengar Cindy menyebut nama Moza. Dia ingat kecelakaan itu terjadi sesaat setelah Moza keluar dari mall.


"Hei, hallo, By! Apa kamu masih mendengarkanku?" tanya Cindy yang tidak lagi mendengar suara Rubby.


Jelas saja dia tidak mendengar karena Rubby meletakkan ponselnya di pahanya. Tubuhnya terasa lemas memikirkan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Instingnya mengatakan jika korban itu benar-benar Moza.


Merasa tidak ada jawaban dari Rubby, Cindy memutuskan panggilannya.


"Hallo, Cin! Sudah mati rupanya." Rubby baru tersadar dari lamunannya setelah panggilan berakhir.


"Siapa, By?" tanya Wu Jin Ming yang baru muncul dari kamar mandi.

__ADS_1


"Cindy Kak." Rubby masih terlihat tidak fokus saat menjawab pertanyaan Wu Jin Ming.


"Kamu terlihat lelah. Mandilah!" seru Wu Jin Ming sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Hmm." Rubby mengangguk. Dia meletakkan ponselnya di meja dan pergi ke kamar mandi.


Wu Jin Ming mengenakan baju tidurnya. Dia menunggu Rubby selesai mandi sambil memainkan ponselnya. Dia melihat berita yang ramai dibicarakan di sosial media.


Pandangannya terhenti ketika mendapati berita tentang kecelakaan yang terjadi di depan mall tempatnya bertemu dengan Rubby. Dia mencoba memecahkan keanehan yang terjadi di sana. Sepertinya ada siluman kuat yang terlibat dalam kecelakaan itu.


Wu Jin Ming berjalan mondar mandir di depan pintu kamar mandi. Dia tidak sabar menunggu Rubby keluar dari sana.


"By, aku pergi sebentar, ya!" seru Wu Jin Ming saat melihat Rubby membuka pintu kamar mandi.


"Ke mana?" Rubby merasa heran. Tidak biasanya wajah Wu Jin Ming terlihat panik seperti itu.


"Aku ingin memeriksa lokasi kecelakaan sore tadi. Aku merasa ada sesuatu yang tidak wajar," jelas Wu Jin Ming serius.


"Aku ikut!" Rubby melempar handuknya sembarangan.


"Aku nggak mau di tinggal sendirian. Bilang saja biar kamu nggak ketahuan saat ketemu sama siluman cantik." Rubby berlagak marah. Dia melipat tangannya di dada dan membalikkan badannya memunggungi Wu Jin Ming.


"Astaga, Rubby. Baiklah kamu boleh ikut." keadaan akan menjadi ribet jika Wu Jin Ming tidak segera mengalah.


"Nah, gitu dong dari tadi!" Rubby melompat memeluk Wu Jin Ming.


"Kalau kamu terus begini sepertinya kita bakalan nggak jadi berangkat." Wu Jin Ming menahan napas saat merasakan tubuh Rubby yang memeluknya erat.


Buru-buru Rubby melepaskan pelukannya. Dia takut Wu Jin Ming berubah pikiran.


"Kalau begitu, ayo. Kita ke sana naik apa?" tanya Rubby.


"Rubahlah dirimu seperti ku." dalam sekejap Wu Jin Ming sudah memakai hanfu.


Rubby segera melakukan hal yang sama. Setelah merasa siap, Wu Jin Ming membawa Rubby melintasi jarak dengan teleportasi. Dalam waktu singkat mereka sudah sampai di lokasi kejadian.

__ADS_1


Wu Jin Ming mengendus sekeliling tempat itu tanpa menyentuhnya. Ada jejak energi spiritual yang tertinggal di sana. Dia berjalan untuk lebih mendekatinya untuk memastikan.


Setiap siluman punya berbagai jenis energi yang berbeda-beda. Sebagai panglima langit Wu Jin Ming pernah bertarung dengan siluman yang berbeda-beda. Dia sangat hafal dengan jenis energi yang pernah diepaskan oleh lawannya.


Matanya terbelalak saat merasakan sisa energi yang tertinggal di tempat terakhir korban sebelum menghilang. Dia berjalan mundur dengan wajah yang memucat. Kali ini dia harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah.


"Ada apa kak?" tanya Rubby. Melihat perubahan sikap dari Wu Jin Ming, kelihatan sekali jika ini bukan pertanda baik.


"Ayo kita pulang! Kita bicarakan saja di rumah."


Rubby mengangguk setuju.


Mereka berteleportasi untuk pulang. Tanpa sadar mereka sudah kembali berada di dalam kamar mereka. Rubby merasa ada yang janggal dengan dirinya. Sesampainya di rumah, kepalanya terasa sangat sakit.


Tubuh Rubby terhuyung ketika sedang berjalan ke tempat tidur. Dia merasa seperti tengah terjadi gempa bumi hebat. Perlahan pandangannya mulai kabur.


Brukkk!


Rubby jatuh pingsan sebelum sampai di tempat tidur. Wu Jin Ming segera mengangkat tubuh Rubby. Dia menyesal telah melamun dan tidak memperhatikan Rubby beberapa saat yang lalu.


Wu Jin Ming memeriksa tubuh Rubby. Dia semakin terkejut setelah mengetahui apa yang terjadi melalui transfer energi. Dia dan Rubby harus berhati-hati.


'Jadi Zhu Zheng telah bangkit. Haruskah aku membawa Rubby ke tempat yang aman,' guman Wu Jin Ming dalam hati.


Setelah ribuan tahun berlalu, ternyata tubuh Rubby masih bereaksi saat merasakan adanya energi Zhu Zheng. Wu Jin Ming berpikir sejenak untuk mengambil langkah. Sepertinya dia harus menemui Dewa Dewi untuk meminta nasehat.


Melihat Rubby tergolek tak sadarkan diri, Wu Jin Ming tidak tega untuk membawanya pergi. Dia juga tidak mungkin meninggalkannya seorang diri. Menyerah. Akhirnya Wu Jin Ming memilih untuk menunda bertemu Dewa Dewi.


Dalam diam Wu Jin Ming memikirkan berbagai rencana. Meski kekuatan spiritualnya meningkat drastis, Zhu Zheng bukan lawan yang mudah untuknya. Kekuatannya sangat sulit diperkirakan.


Beberapa kali Wu Jin Ming pernah bertempur melawan Zhu Zheng. Kekuatan mereka seri. Hanya di pertarungan terakhir dia menang dan membuat Zhu Zheng kembali ke titik nol.


Wu Jin Ming yakin, Zhu Zheng pasti merasa dendam padanya. Tidak menutup kemungkinan dia banyak peningkatan sehingga berani muncul saat ini. Harapan Wu Jin Ming saat ini cuma satu yaitu Rubby dalam keadaan aman setelah ini.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2