
Wu Jin Ming tidak ingin jauh-jauh dari Rubby. Dia tahu perasaan Rubby saat ini. Meskipun tidak dipungkiri, dia sendiri juga merasa gugup. Sebagai seorang pria, Wu Jin Ming bisa menutupi semua itu dan berusaha kuat. Ini adalah sebuah tantangan yang tidak bisa dihindari oleh mereka berdua.
Setelah perjamuan selesai, Dewa-dewa inti berkumpul di aula untuk membahas penyatuan jiwa yang akan dilakukan oleh Rubby. Dalam hal ini mereka tidak ada yang bisa membantu dalam prosesnya. Para Dewa hanya bisa memberikan dukungan tempat dan energi pendukung sebelum dilakukan proses penyatuan jiwa berlangsung.
Rubby dan Wu Jin Ming mendengarkan secara seksama, pencerahan dari para dewa tentang langkah-langkah yang harus mereka lakukan untuk penyatuan jiwa.
Malam ini para dewa inti akan membantu untuk membuat pil dari tanaman langka yang sudah mereka dapatkan. Pil itu yang nantinya mampu untuk menyatukan ketiga jiwa Rubby dan membentuk tubuh Rubby menjadi wujud barunya. Ketiga kemampuan dan kekuatan yang dimilikinya juga akan menjadi satu.
Sebagai pendamping dalam melakukan proses ini, Wu Jin Ming pun juga akan mengalami hal yang sama. Mereka akan mengalami perubahan fisik dan spiritualnya secara menyeluruh. Kemungkinan besar mutasi energi juga bisa saja terjadi dan membuat mereka menjadi pasangan Dewa Dewi yang sulit ditandingi.
Kemungkinan buruk ketika penyatuan jiwa mereka gagal, mereka akan kehilangan seluruh kekuatan dan kemampuan untuk berkultivasi lagi, bahkan mati adalah hal terburuk yang bisa saja terjadi.
Rubby tidak terlalu terkejut dengan kabar itu karena sebelumnya dia telah mendengarkan semua penjelasan ini dari Wu Jin Ming. Dia hanya butuh kesiapan fisik dan hatinya untuk melawan rasa takutnya. Ini adalah pertarungan antara hidup dan mati yang tidak bisa dia hindari lagi.
Setelah pembicaraan mereka berakhir, Para dewa menunggu Wu Jin Ming dan Rubby di ruangan pembuatan obat, sementara mereka mengambil sebuah tanaman langka yang tersimpan di sebuah ruang rahasia milik leluhur Wu Jin Ming di sudut istananya.
Di dalam ruangan khusus pembuatan obat terdapat tungku obat yang berjajar-jajar di tengah ruangan. Bentuknya hampir sama, tetapi ukuran dan warnanya berbeda-beda. Rubby sangat takjub melihat ruangan itu, baru kali ini dia memasuki ruangan khusus untuk membuat pil obat.
Para Dewa membentuk formasi 13 bintang termasuk Rubby dan Wu Jin Ming di dalamnya. Energi seribu bulan yang dia dapatkan dari Bukit San sangat berguna untuk proses ini. Kekuatan panasnya yang keras membuat proses peleburan bahan obat akan semakin cepat.
__ADS_1
Mereka bertigabelas segera mengatur posisi sesuai yang di arahkan oleh Dewa Langit, setelah Dewa Langit memasukkan bahan-bahan obat ke dalam tungku. Semua terlihat serius tanpa adanya percakapan yang tidak perlu.
Rubby dan Wu Jin Ming selaku pemilik energi seribu bulan memulai untuk menyalurkan energi mereka ke dalam tungku lebih dulu. Setelah api menyala, kesebelas dewa yang lain menyusul untuk memberikan energi mereka ke dalam tungku yang sudah berisi tanaman langka itu.
Tungku itu mengeluarkan sinar yang berganti-ganti warna sari celah yang sesekali muncul akibat gerakan tungku yang memutar sangat cepat. Semakin lama, putaran tungku itu semakin cepat hingga hanya terlihat seperti putaran cahaya warna warni yang mirip dengan cincin pelangi. Para Dewa terus fokus menyalurkan energi penunjang energi seribu bulan agar nyala tungku tetap terjaga.
Proses pembuatan pil memakan waktu yang cukup lama meskipun di dukung dengan energi kuat dari formasi 13, hal ini terjadi karena bahan dari pil yang akan mereka buat merupakan tanaman langka yang memiliki energi spiritual yang kuat dan sulit untuk di leburkan.
Keringat Rubby mengucur deras di pelipisnya, untung saja sebelum berangkat ke istana langit Rubby sudah menampung energi yang cukup. Jika tidak, mungkin saat ini dia akan merasa lemas karena kehilangan banyak tenaga. Rubby berharap jika malam ini dia bisa kembali untuk memulihkan energinya dan memenuhi seluruh dantinnya yang luas.
Berbeda dengan Rubby, Wu Jin Ming yang memiliki kolam energi yang sangat besar, tidak merasakan apa yang dialami oleh Rubby. Staminanya masih terjaga dengan baik. Meskipun sudah lumayan lama dia memancarkan energinya, tubuhnya tidak terpengaruh sedikit pun.
Gerakan tungku mulai melambat, itu tandanya jika proses pembuatan pil akan segera selesai. Sebelum Dewa Langit memerintahkan untuk berhenti, mereka tetap menyalurkan energi mereka sampai pil yang terbentuk keluar dengan sendirinya dari dalam tungku itu. Biasanya, pil akan keluar saat tungku obat masih berputar, itulah mengapa Dewa Langit belum memerintahkan mereka berhenti.
Rubby merasa lega, akhirnya pembuatan pil pun sudah selesai.
Dewa Langit dan dewa-dewa inti mengijinkan Rubby dan Wu Jin Ming pergi beristirahat terlebih dahulu. Mereka harus berada dalam kondisi fit saat penyatuan jiwa berlangsung.
****
__ADS_1
Di istana leluhur Wu Jin Ming
Rubby dan Wu Jin Ming melakukan kultivasi di sebuah ruangan.
Wu Jin Ming tampaknya telah menyelesaikan kultivasinya lebih dahulu ketimbang Rubby. Dia tidak terlalu banyak kehilangan energi saat melakukan pembuatan pil sehingga kolam energinya masih lumayan penuh. Itu bukanlah hal yang mengherankan karena Wu Jin Ming sudah mencapai tingkat dantian teratas.
Tubuh Rubby terlihat mengeluarkan cahaya biru terang. Perlahan tubuhnya terangkat dan melayang ke udara. Ini merupakan peningkatan besar bagi Rubby di mana dia saat ini telah memasuki tingkatan yang lebih tinggi. Rubby telah memasuki basis tujuh level akhir.
Mata Rubby masih tertutup ketika tubuhnya berada di ketinggian. Dia tidak merasakan perpindahan itu karena terlalu fokus berkonsentrasi. Tubuh Rubby menyerap energi berwarna jingga yang keluar dari arah ruangan rahiasia.
Wu Jin Ming terus mengamati apa yang terjadi. Sejak kedatangannya, memang ruangan itu hanya bisa di buka dengan tetesan darah Rubby. Tidak mengherankan jika ada energi tersimpan yang cocok dengannya.
Di alam bawah sadarnya, Rubby seperti mendapatkan sebuah gaun yang indah berwarna jingga.
Setelah cahaya jingga itu memudar, tubuh Rubby perlahan turun dan kembali ketempatnya semula.
Wu Jin Ming terus menatap wajah Rubby yang tampak tenang tanpa ekspresi. Wajahnya yang serius pun tidak mengurangi kecantikan yang dimilikinya. Dalam hati Wu Jin Ming berharap jika perubahan wujud mereka berdua setelah melakukan penyatuan jiwa menjadi lebih baik.
Rubby mengintip Wu Jin Ming yang terus melihat ke arahnya. Sebenarnya dia sudah selesai berkultivasi beberapa detik yang lalu, namun ingin mengerjai Wu Jin Ming yang terus menatapnya tanpa berkedip sejak dia selesai bermeditasi.
__ADS_1
****
Bersambung...