TIGER WU

TIGER WU
Bab 267. Tentang Nenek


__ADS_3

Wu Jin Ming menatap Rubby yang sedang menggendong Tian Yu dengan wujud istimewanya dengan bertanya-tanya. Kemudian pandangannya beredar ke sekeliling dan mendapati ruangan itu sangat berantakan setelah terjadinya pertarungan. Yang menjadi pertanyaanya, siapakah orang yang berani merusuh di Kerajaannya.


"Apa yang terjadi, Sayang?" tanya Wu Jin Ming setelah dia menyerah untuk menemukan jawabannya sendiri.


Baru saja Rubby ingin menjawab pertanyaan Wu Jin Ming, namun Tian Yu buru-buru menjawabnya.


"Ada orang jahat, Ayah. Tadi dia mau membunuh ibu sama aku. Aku mau bunuh dia ayah tapi ibu malah menangkapku." Tian Yu bercerita sambil memonyong-monyongkan bibirnya.


"Apa benar yang dikatakan anak kita, Sayang?" Wu Jin Ming menatap Rubby penasaran.


"Ratu Erlong datang kemari untuk melamarmu. Aku bilang jika aku tidak mengijinkan kamu menikah lagi dan aku juga bilang kalau kamu tidak bakalan menerimanya, eh, dia malah ngamuk-ngamuk. Ya, sudah. Aku terpaksa meladeninya." Rubby menceritakan apa yang terjadi.


"Tidak, Ayah! Bukan seperti itu. Wanita jahat itu menghina ibu. Dia bilang ibu itu hanya manusia. Em, manusia itu apa, sih, Ayah? Wanita jahat itu benar-benar tidak sopan." Tian Yu berlagak seperti orang dewasa saat berbicara pada Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming sangat gemas pada Tian Yu, dia langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar Tian Yu untuk beristirahat karena sebenarnya dia masih sangat lelah.


Dalam perjalanan ke kamar Tian Yu, Rubby menceritakan secara detail kejadian yang dialaminya di ruang pertemuan. Wu Jin Ming tidak menyangka, Ratu Erlong nekat datang kemari untuk melamarnya. Saat berada di kerajaannya, memang Ratu Erlong memberikan perhatian lebih padanya, namun Wu Jin Ming tidak menyangka jika dia bakalan nekat datang ke Kerajaan Harimau Suci untuk melamarnya.


Seandainya saat Ratu Erlong datang ke sana, Wu Jin Ming sudah tiba, mungkin ceritanya akan berbeda. Entah akan seperti apa, yang jelas Wu Jin Ming pun tidak akan bisa menahan emosinya. Pada Mimi orang yang pernah dicintainya saja dia tega, apalagi pada Ratu Erlong yang bukan apa-apa baginya.


"Ayah, kamarnya bagus." Tian Yu menunjuk tempat tidurnya yang sudah kembali rapi.


"Apa kamu suka, Sayang?" tanya Wu Jin Ming.


"Suka sekali, Ayah. Ibu bilang, ini dulu adalah kamar milik ayah."


"Benar, Sayang. Sekarang kamar ini jadi milikmu." Wu Jin Ming menurunkan Tian Yu di atas tempat tidur.


Wu Jin Ming merebahkan tubuhnya di sana lalu mencoba untuk memejamkan matanya untuk melepas lelah.


Tian Yu yang merasa rindu pada sang ayah, terus saja mengganggunya. Berkali-kali Rubby memperingkatkan Tian Yu namun dia tetap saja mengganggu ayahnya. Wu Jin Ming sebenarnya tidak marah, hanya saja dia begitu sulit menahan rasa kantuknya sehingga tidak menjawab pertanyaan Tian Yu dengan benar.


Rubby merasa kasihan pada suaminya. Dia segera membawa Tian Yu keluar untuk bermain agar Wu Jin Ming bisa beristirahat dengan tenang di kamar Tian Yu. Wajah Tian Yu terlihat kecewa namun dia segera tersenyum kembali ketika Rubby terus menghiburnya.

__ADS_1


••••


Kehidupan di Kerajaan Harimau Suci berlangsung penuh kedamaian. Hampir 5 bulan sudah Rubby dan keluarga kecilnya tinggal di istana Kerajaan Harimau Suci. Banyak hal mereka lewati bersama yang membuat Rubby tidak berpikir lagi untuk kembali ke dunia manusia, walaupun tidak bisa dipungkiri jika rindu itu masih ada.


Tian Yu sangat gembira tinggal di istana itu dan mulai berteman bersama putra para pembesar Kerajaan Harimau Suci yang sebaya dengannya. Mereka sering bertemu di akademi yang mendidik anak raja dan orang-orang penting di kerajaan itu. Dengan kata lain, sekolah itu dikhususkan untuk kalangan elite saja.


Rubby sering kali melihat diam-diam ketika Tian Yu sedang belajar di akademi. Di sana anak didik tidak boleh ditunggui oleh orang tuanya untuk melatih kemandirian mereka. Walaupun usia Tian Yu yang paling kecil, namun dia merupakan anak yang mandiri dan pemberani.


Suatu ketika seorang guru meminta anak didiknya untuk menceritakan tentang silsilah keluarganya. Tian Yu tampak kebingungan karena yang dia tahu hanyalah ayah dan ibunya. Walaupun gurunya tidak memaksanya untuk bercerita namun Tian Yu terus memikirkannya.


"Ibu, apakah aku punya seorang kakek?" tanya Tian Yu saat Rubby menemaninya sebelum tidur.


"Tentu saja. Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan tentang kakek, Sayang?" Rubby mengelus rambut Tian Yu yang panjang.


"Tadi di akademi, guruku meminta kami menceritakan tentang keluarga besar, Ibu," jujur Tian Yu.


Rubby akhirnya mengerti kenapa Tian Yu sejak tadi terlihat murung setelah pulang dari akademi.


"Baiklah, ibu akan menceritakan kakek dan nenekmu dari ibu dan ayah." Rubby akhirnya bercerita tentang siapa orang tuanya dan orang tua Wu Jin Ming.


Setelah mendengar cerita Rubby, Tian Yu semakin merasa penasaran. Dia berpikir jika seorang nenek pasti sangat tua dan hampir mati. Oleh karena itu, Tian Yu ingin segera menemuinya sebelum neneknya itu tiada.


Malam itu dia terus merengek pada Rubby untuk membawanya pergi ke negeri neneknya dan mengancam tidak mau tidur kalau Rubby tidak menyetujuinya.


Rupanya sifat keras kepala Rubby dan sikapnya yang suka seenaknya menurun pada putranya.


Merasa tidak ada jalan lain, akhirnya Rubby pun berjanji pada Tian Yu untuk segera menemui sang nenek setelah mendapatkan ijin dari Wu Jin Ming.


Tian Yu tersenyum senang mendengarnya dan langsung menurut ketika Rubby meninabobokannya.


Setelah Tian Yu tertidur, malam itu juga, Rubby mengatakan keinginan Tian Yu pada Wu Jin Ming beserta alasan yang menjadi dasar keinginan itu. Wu Jin Ming tidak mempermasalahkan permintaan Tian Yu karena sebelum Tian Yu memintanya dia juga berpikir untuk membawa Tian Yu berkunjung ke kerajaan Ratu Ivo.


Keesokan harinya, Wu Jin Ming bangun lebih awal dan menemui Tian Yu di kamarnya. Sesampainya di sana Tian Yu sudah terbangun dan selesai dimandikan oleh dayang yang merawatnya. Melihat ayahnya datang, dia langsung berlari ke arahnya dan melompat kegendongannya.

__ADS_1


Tian Yu terlihat sangat gembira ketika Wu Jin Ming ingin mengajaknya mengunjungi Ratu Ivo, neneknya. Dia memeluk Wu Jin Ming erat dan menghujaninya dengan ciuman. Wu Jin Ming tidak menyangka jika hal-hal yang sederhana seperti itu bisa membuat putranya begitu bahagia.


Pagi itu juga, mereka bertiga berangkat ke istana Ratu Ivo. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke sana karena Wu Jin Ming memakai jurus teleportasi. Hanya dalam hitungan detik mereka bertiga sudah berada di depan pintu gerbang istana Ratu Ivo.


Prajurit yang menjaga pintu gerbang menatap heran pada Rubby dan Wu Jin Ming serta Tian Yu. Ini pertama kali mereka melihat wajah mereka setelah melakukan penyatuan jiwa. Saat Rubby menyebutkan namanya mereka masih tidak percaya.


"Dulu kalian mengira aku gembel, sekarang kalian mengira aku siluman asing!" Rubby menyentuh keningnya sebentar lalu kembali melepaskannya, merasa tidak habis pikir.


Pengawal itu saling berpandangan satu sama lain sambil mengingat-ingat kejadian yang telah lalu. Setelah mengingat semuanya mereka segera meminta ampun pada Rubby dan mempersilakan mereka bertiga masuk. Bisa-bisa mereka akan dihukum oleh Rubby yang terlihat sangat marah dan tidak sabar.


Ketika Rubby, Wu Jin Ming dan Tian Yu memasuki istana, Ratu Ivo sedang mengadakan diskusi bersama penasehat dan dewan pemerintahan.


Walaupun wajah Rubby dan Wu Jin Ming berubah, sebagai seorang ibu di sangat mengenalinya dari sorot matanya.


"Virs!" panggil Ratu Ivo, bangkit dari duduknya lalu berjalan menyongsong Rubby.


"Virs! Putriku!" Mata Ratu Ivo tampak berkaca-kaca. Dia menyentuh wajah Rubby lalu memeluknya erat.


"Ibu!" Rubby membalas pelukan ibunya dengan keharuan yang sama.


Tian Yu menatap mereka berdua dengan perasaan bersalah. Setahunya orang menangis itu karena sedang bersedih.


"Ayah! Apakah aku nakal? Kenapa ibu menangis?" tanya Tian Yu dengan polosnya.


Wu Jin Ming menggeleng. "Tidak, Sayang. Ibu sangat merindukan nenek jadi dia menangis."


Tian Yu mengangguk tanda mengerti.


Ratu Ivo memperhatikan anak kecil yang memanggil Wu Jin Ming dengan sebutan 'ayah' itu. Wajahnya sangat mirip dengan Wu Jin Ming dan usianya kira-kira sudah lebih dari 3 tahun. Pikiran buruk tentang Wu Jin Ming menyelimuti hati Ratu Ivo, dia merasa jika pernikahan putrinya belum genap 3 tahun lamanya.


Melihat tatapan ibunya pada suaminya, Rubby mengerti jika saat ini ibunya pasti sedang berpikir yang tidak-tidak tentang suaminya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2