TIGER WU

TIGER WU
NEGOSIASI


__ADS_3

Wu Jin Ming berjalan mendekati siluman ular itu lalu menariknya ke dalam dimensinya. Tidak lupa dia juga membawa Rubby karena tidak ingin meninggalkannya seorang diri. Bisa saja bahaya lain datang mengintainya ketika dia tidak ada.


Istirahat siang masih beberapa waktu lagi, setidaknya mereka masih punya waktu untuk menyelesaikan urusan mereka bersama siluman ular itu.


Di dalam ruang dimensi milik Wu Jin Ming mereka bisa leluasa untuk bertarung.


"Rupanya kamu memiliki dimensimu sendiri," ucap siluman ular ketika mereka sudah berada di dalam dimensi Wu Jin Ming.


"Kamu hampir saja mengacak-acak tempat kerjaku!" seru Rubby kesal.


"Kamu yang mulai duluan. Kamu mengatakan jika aku jelek dan kamu juga menghalangiku untuk memeriksa ruangan itu," ucap siluman ular itu tidak terima.


"Kamu hanya mengada-ada saja. Sudah kubilang jika di sana tidak ada siluman ular betina seperti yang kamu katakan." Rubby juga ngotot tidak mau kalah.


"Darimana kamu bisa tahu. Kamu hanya manusia bodoh yag tidak tahu apa-apa!" ejek siluman ular.


"Kamu yang bodoh! Sudah bodoh, ngeyel lagi."


Siluman ular itu bersiap untuk bicara, namun belum sempat mengeluarkan kata-katanya, Wu Jin Ming sudah menghentikannya.


"Stop! Kalian berdua membuat telingaku sakit."


Wu Jin Ming berada di tengah, melirik Rubby dan siluman ular secara bergantian.


"Sekarang aku katakan sekali lagi padamu wahai siluman ular. Tidak ada siluman lain selain aku di sana. Aku tidak pernah merasa hawa kehadiran makhluk lain di sana," jelas Wu Jin Ming.


"Tapi aku sangat yakin dengan penciumanku. Aku tidak mungkin salah untuk mengenali saudaraku sendiri."

__ADS_1


Siapa yang benar dan siapa yang salah menjadi tidak jelas karena mereka masing-masng mempunyai keyakinan jika mereka benar.


"Sebenarnya siapa nama saudara perempuanmu dan kenapa dia bisa terpisah denganmu?"


Wu Jin Ming mencoba menurunkan emosinya dan bersabar untuk menyelesaikan masalah itu.


"Haya. Namanya Haya. Dia menikah dengan manusia dan pergi meninggalkan permata ular yang harus dia jaga. Masalahnya sebenarnya bukan karena dia menikahi manusia, tapi permata ular yang dia jaga itu hilang entah kemana. Ratu ular sangat murka dan memintaku untuk mencarinya dan membawanya ke negeri ular untuk menerima hukuman," jelas siluman ular panjang lebar.


Wu Jin Ming nampak berpikir.


"Apa kamu benar-benar yakin merasakan keberadaan saudarimu di tempat kerja kami?" tanya Wu Jin Ming memastikan.


"Sangat yakin!" jawab siluman ular mantab.


"Kamu bisa ikut kami dan mengaku sebagai kerabat kami untuk mencari saudarimu itu, tapi rubah penampilanmu seperti kami agar mereka mengira kamu adalah manusia," ucap Wu Jin Ming.


"Biar aku bicarakan ini padanya." Wu Jin Ming menyentuh tangan Rubby mencoba menenangkannya.


"Kamu dengar itu? Aku yang harus bertanggung jawab jika kamu sampai membuat keributan di sana. Berjanjilah untuk tidak membuat kekacauan di sana!" seru Wu Jin Ming.


"Baiklah aku berjanji," ucap siluman itu.


Seperti yang kita ketahui, mulut siluman ular tidaklah bisa di percaya. Diam-diam siluman ular itu tersenyum tanpa Wu Jin Ming menyadarinya. Dia senang akhirnya dia mempunyai kesempatan untuk kembali ke sana lagi.


"Apa yang kamu tunggu? Cepat rubah penampilanmu!" pekik Rubby kesal.


Jika dia sudah diperbolehkan untuk menggunakan kekuatannya, siluman ular itu pasti sudah menjadi bulan-bulanannya sejak tadi. Sayangnya masih butuh setidaknya dua hari lagi kekuatan tubuhnya akan pulih seperti sedia kala. Rubby harus menahan diri dari tindak kesewenang-wenangan yang biasa dia lakukan.

__ADS_1


Siluman ular itu pun menurut. Dia merubah wujudnya ke dalam bentuk manusia. Namun kemampuannya tidak sehebat Wu Jin Ming. Wajahnya masih saja terlihat menyeramkan.


"Tuh, kan! Dia tidak bisa kita bawa ke hadapan manusia. Mana ada manusia burik begitu!" seru Rubby kesal.


"Lagi-lagi kamu menghinaku gadis brengsek! Kamu pikir mudah mengubah wujud menjadi seperti ini!" Siluman ular itu menggeretakkan rahangnya karena marah.


"Mudah saja. Kamu yang bodoh! Bodoh!" tegas Rubby.


Siluman ular itu hendak maju untuk menyerang namun Wu Jin Ming menghadang dan menghalaunya.


"Jaga sikapmu! Aku tidak segan-segan untuk membakarmu hidup-hidup jika kamu berani menyentuhnya! Ingat itu!" ancam Wu Jin Ming sambil memberi tatapan tajam pada siluman ular.


"Ba-baik!" siluman itu merasa segan juga melihat tatapan membunuh dari Wu Jin Ming.


"Sayang! Perbaikilah penampilannya! Kamu bilang dia, akan menyamar menjadi kerabat kita," rengek Rubby.


"Hmm." Wu Jin Ming mengangguk.


Tangannya dia angkat ke udara dan keluarlah sinar putih dari sana.


Sinar itu kemudian menyelimuti tubuh siluman ular dan membuatnya menjadi terlihat tampan dan modis.


"Katakan siapa namamu?" tanya Wu Jin Ming.


"Han."


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2