
Pendengaran Wu Jin Ming yang sangat tajam merasakan kedatangan siluman laba-laba yang mengacau di halaman rumahnya. Saat ini Rubby sedang tertidur lelap setelah melakukan aktivitas berat bersamanya. Untuk kali ini, Wu Jin Ming harus menghadapi siluman laba-laba itu sendirian.
Sebelum keluar dari dalam kamar, Wu Jin Ming mempersiapkan apa saja yang harus dia bawa ke arena pertarungan. Jurus ilusi memang tidak bisa di anggap mudah. Serangan pikiran dan alam bawah sadar yang memutarbalikkan kenyataan menjadi seperti tidak nyata ataupun sebaliknya.
Di depan pintu kamar Wu Jin Ming tampak pelayan yang tadi masih mondar-mandir di sana.
"Tuan .... Tuan ...!" Pelayan itu seperti ingin mengatakan sesuatu namun Wu Jin Ming mengangkat tangannya ke atas memintanya untuk berhenti bicara.
"Aku sudah tahu. Kalian tidak usah keluar dari rumah! Biar aku saja yang menghadapinya!" ucap Wu Jin Ming sebelum berlalu dari hadapan pelayan itu.
Sesampainya di luar pintu, pemandangan halaman rumah berubah seperti taman tak berpenghuni. Rumah laba-laba menutupi semua keindahan yang ada di taman. Ada banyak sekali jenis laba-laba mulai dari ukuran kecil hingga besar.
Wu Jin Ming mengangkat tangannya ke atas lalu api putih miliknya berkobar. Dengan gagahnya Wu Jin Ming berjalan untuk membakar setiap laba-laba yang menghalanginya. Melihat teman-temannya mati sia-sia, ribuan laba-laba yang masih hidup bergerak mundur meninggalkan sarang kotor mereka.
Wu Jin Ming menghentakkan kakinya ke tanah hingga membuat semua sarang laba-laba terbang ke udara. Setelah melayang di ketinggian yang lumayan jauh dari tanaman, Wu Jin Ming segera membakarnya. Dia tidak ingin merusak tanaman dan bunga-bunga kesukaan Rubby. Taman kembali bersih dan indah setelah sarang laba-laba itu menghilang.
__ADS_1
"Siluman laba-laba! Keluarlah! Pasukanmu sudah mundur dan rumah-rumah mereka juga sudah aku musnahkan!" teriak Wu Jin Ming memanggil siluman laba-laba untuk keluar.
"Hahahaha! Kamu sudah tahu kedatanganku rupanya," ucap siluman itu lalu muncul di hadapan Wu Jin Ming.
Berbeda dengan sebelumnya yang berwujud menyeramkan, saat ini dia berwujud lebih sempurna. Setelah terluka akibat pertarungannya bersama Rubby, siluman laba-laba bertemu dengan siluman lain lalu dia bunuh. Dari siluman itu, siluman laba-laba mendapatkan energi jiwa yang membuatnya lebih kuat dari sebelumnya.
Dendam dan amarah yang menguasai hatinya tidak dapat di bendung lagi. Bahkan tidak sabar untuk menunggu esok hari. Setelah mendapatkan energi tambahan, siluman laba-laba itu dengan keyakinan yang tinggi menyerang rumah Wu Jin Ming untuk membalaskan dendam.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Wu Jin Ming maju e hadapan siluman laba-laba itu.
"Kalian sudah menghancurkan rumahku dan membuat aku gagal dalam pertapaanku di bukit itu. Kamu harus membayarnya untuk itu!"
"Aku tidak sengaja! Lagipula bukit itu bukanlah tempat yang cocok untuk bertapa. Kamu harusnya mencari dimensi yang jauh dari keberadaan manusia. Di bukit itu juga tidak banyak energi alam yang bisa kamu serap."
__ADS_1
Wu Jin Ming berpikir jika siluman laba-laba itu hanya mencari-cari alasan untuk membuat keributan. Jika bukan dengan Wu Jin Ming pasti juga dengan orang lain yang merusak pertapaannya.
"Apa kamu pikir aku laba-laba bodoh? Di bukit itu ada sebuah rahasia, kamu jangan berpura-pura tidak tahu akan hal itu!" seru siluman laba-laba itu sambil menatap Wu Jin Ming lekat.
"Rahasia?! Aku tidak tahu!" Wu Jin Ming mengatakan hal yang sebenarnya.
"Hahaha! Rupanya kamu yang bodoh!"
Siluman laba-laba itu mengangkat tangannya ke atas dan terbentuklah sebuah simbol yang menyerupai piramida. Di dalam piramida itu terdapat sebuah lambang yang mirip seperti wajah makhluk yang aneh. Dalam ilmu hitam, wajah itu merupakan lambang kekuatan dan kekuasaan.
Wu Jin Ming tidak bisa melihat kekuatan itu karena tabir hitam yang sangat kuat menyelimuti bukit itu. Pantas saja Raja Kegelapan melakukan ritual pemanggilan roh di sana. Rupanya bukit itu adalah surga bagi para pemburu kekuatan beraliran hitam melakukan kultivasi.
****
Bersambung...
__ADS_1
Numpang promo novel karya temanku ya kak...