
Wu Jin Ming turun dan berdiri di hadapan penyihir Wang Yu. Meskipun tinggal jiwanya saja, namun tekanan energi darinya masih terasa sangat kuat. Belum di ketahui dia tipe penyihir seperti apa.
Dalam pertarungan ini, Wu Jin Ming tidak bisa melawan Wang Yu dengan kekuatannya. Sihir hanya bisa di lawan dengan sihir dan Rubby lah yang memiliki kemampuan itu.
"Hahaha! Siapa kalian berani-beraninya memisahkanku dari bunga Air Mata Kehidupan dan Air Mata Suci."
Penyihir Wang Yu menatap Wu Jin Ming dan Rubby penuh amarah.
Penduduk Desa Yao berkerumun mengelilingi mereka bertiga.
"Kamu sudah berbuat kerusakan dan membuat desa ini menjadi desa yang aneh Wang Yu."
Wu Jin Ming melangkah mendekati Rubby dan berdiri di sampingnya.
"Kamu tidak berhak mengatur hidupku. Desa ini milikku. Semua yang ada di sini milikku. Mereka semua harus patuh pada perintahku!" seru penyihir Wang Yu.
Slaasshhh!
Sebuah tongkat muncul dari udara ketika penyihir Wang Yu mengangkat tangannya.
Tongkat panjang yang mirip seperti ular dengan kepala tongkat berbentuk tengkorak yang di lilit ular naga berwarna emas. Hawa dingin menyelimuti bukit Virs yang diliputi kabut dan kegelapan malam.
"Bebaskan penduduk desa ini dan biarkan mereka hidup normal seperti layaknya manusia. Tanpa kegelisahan dan rasa takut karena dibayang-bayangi perubahan tubuh mereka menjadi siluman mutan yang bisa kambuh sewaktu-waktu. Apalagi kamu juga menjadikannya seekor kupu-kupu lemah. Sungguh kejam." Rubby berbicara panjang lebar pada Wang Yu.
"Sudah ku bilang kamu tidak berhak mencampuri urusanku. Kamu juga akan mengalami nasib yang sama dengan para siluman itu sebentar lagi. Hahaha!"
"Hati-hati Rubby. Penyihir ini terlihat sangat licik."
Wu Jin Ming berbicara dengan suara hatinya agar penyihir itu tidak mendengarnya.
"Kak Wu! Bantu aku mendeteksi energi yang dia miliki dan serangan apa yang harus aku lakukan," balas Rubby.
"Kamu juga harus fokus, Rubby! Ingat, sihir itu menyerang pikiran sebelum menyerang fisik lawannya."
"Baik Kak Wu! Aku mengerti! Aku akan mengontrol pikiranku dari ilusi yang mungkin dia ciptakan."
__ADS_1
"Bagus!" Wu Jin Ming mengangguk.
Rubby berjalan maju mendekati penyihir itu hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah saja.
"Kamu tidak berhak membuat aturan di sini. Kamu bukan ratu atau penguasa. Kamu hanyalah penyihir biasa yang gila dihormati. Rasa iri dan dengki sudah meracuni pikiranmu dan membuatmu ingin menjadikan semua orang menjadi pendengki sepertimu!"
Rubby berbicara tanpa rasa takut di hadapan penyihir Wang Yu.
"Lancang sekali bicaramu, gadis kecil! Jangan sampai kamu menyesal telah berani menantangku!"
Penyihir Wang Yu memukulkan tongkatnya ke tanah hingga membuat tanah di sekitar mereka berguncang. Di sebelah penyihir Wang Yu terdapat rekahan tanah yang menganga. Dari dalam rekahan keluar seekor ular naga yang sangat besar.
Naga itu melayang di udara dan menyemburkan api yang berkobar dari mulutnya. Hawa panas memenuhi tempat itu membuat penduduk yang mengelilingi mereka bergerak mundur dan sedikit menjauh. Para penduduk itu tidak pergi karena tidak ingin melewatkan pertarungan yang akan membawa perubahan untuk Desa Yao.
Mereka sudah mengalami penderitaan selama beberapa generasi akibat ulah penyihir Wang Yu. Desa Yao yang awalnya makmur dan damai dengan berbagai sumber alam yang dianugerahi berkat Dewi Ivo menjadi desa yang terkutuk dan angker. Hampir delapan puluh persen penduduknya terpapar racun ilusi bunga Aolin yang membuat mereka kehilangan kemampuan untuk mengontrol diri mereka.
Bunga Aolin adalah gabungan dari 2 bunga langka dan roh jiwa penyihir Wang Yu. Bunga langka Air Mata Kehidupan dan Air Mata Suci kini tidak lagi dikuasai oleh sihir Wang Yu. Penyihir Wang Yu mengikat bunga itu dengan jiwanya karena dia tidak bisa memiliki dan menyerap kekuatannya.
Rubby membentangkan tangannya dengan telapak tangannya membuka ke atas.
Dia membaca mantra sihir dan mengeluarkan naga sihir untuk melawan naga sihir Wang Yu.
Seekor naga yang sangat bercahaya siap menghadapi naga hijau penyihir Wang Yu.
Kedua naga itu melesat ke langit dan bertarung di tempat yang sangat tinggi.
Rubby mengepakkan sayap tiga bidadari miliknya dan menyusul ke atas. Begitu juga dengan penyihir Wang Yu yang tidak ingin naga miliknya kalah.
Pertarungan sengit dari kedua naga itu menjadi tontonan yang menarik bagi penduduk Desa Yao. Dari bawah terlihat kilatan cahaya yang bergerak sangat cepat dengan dua warna energi yang berbeda.
Ledakan energi kedua naga sihir itu terlihat seperti kembang api yang indah.
Setelah beberapa saat mereka bertarung terlihat benda yang jatuh. Para penduduk bergerak mundur untuk menghindar. Bisa saja benda itu jatuh menimpa mereka.
Rupanya benda itu adalah potongan-potongan tubuh naga hijau milik penyihir Wang Yu yang berhasil dikalahkan oleh naga sihir Rubby.
__ADS_1
Merasa tidak terima akan hal itu, penyihir Wang Yu menyerang Rubby dengan tongkatnya. Rubby menghindar dan terbang rendah hingga kembali berdiri di dekat Wu Jin Ming.
Sebuah serangan jarak jauh berhasil mengenainya. Rubby terdorong mundur sambil memegangi dadanya yang terasa panas.
Wang Yu merasa inilah kesempatannya untuk membunuh Rubby dan menyerap kekuatannya. Wang Yu juga bisa memanfaatkan tubuh Rubby sebagai wadah ruh jiwanya yang sudah tidak memiliki raga.
Penyihir Wang Yu kembali mengarahkan tongkatnya dan mengeluarkan kekuatan roh pembeku jiwa pada Rubby.
Tak di sangka Wu Jin Ming datang menghalanginya dan membuatnya menerima serangan penyihir Wang Yu.
Tubuh Wu Jin Ming membeku tak bergerak. Dia seperti patung lilin yang berada di dalam sebuah balok es yang sangat besar.
"Kak Wu!" teriak Rubby.
Matanya nanar melihat Wu Jin Ming yang tidak lagi bergerak.
"Kak Tiger!" Rubby memanggilnya sambil menyentuh balok es itu.
Sia-sia. Tidak ada jawaban. Sedikit pun tubuh Wu Jin Ming tidak bergerak.
Percuma dia meratapi keadaan. Pertarungan belum usai, dia harus melawan penyihir Wang Yu dan berusaha mengalahkannya.
Kekuatannya sebagai Dewi Bulan mulai melemah karena sebelumnya dia juga sudah menggunakannya untuk membuat Formasi Tujuh Bintang.
"Menyerahlah! Serahkan dirimu dan jadilah budakku! Hahaha!" Penyihir Wang Yu tertawa penuh kemenangan menyambut Rubby yang berjalan lambat ke aranya.
Tidak ada aura energi lagi yang keluar dari tubuh Rubby membuat tawa penyihir Wang Yu semakin keras.
Wajah Rubby terlihat dingin tanpa ekspresi. Tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya. Dia terus berjalan maju menghampiri penyihir Wang Yu yang merayakan kemenangannya.
"Kamu bersalah dan kamu harus di hukum. Jiwamu telah mengotori bukit yang tertulis namaku di sini."
Setelah mengucapkan kata-kata itu tubuh Rubby berubah. Cahaya terang yang menyilaukan memancar dari tubuhnya seiring dengan perubahan wujud yang dia lakukan. Tidak ada lagi kegelapan di sana hingga beberapa puluh meter dari tempat Rubby berada.
"Si... siapa kamu?!" pekik penyihir Wang Yu dengan mata yang terbelalak.
__ADS_1
****
Bersambung...