
"Kita hari ini ada pemotretan di Bukit Sali. Kamu ikut tidak?" tanya Wu Jin Ming sambil menunggu Rubby yang masih mematut diri di depan cermin.
"Tidak tahu." Rubby melirik Wu Jin Ming sekilas lalu kembali memoles wajahnya yang sebenarnya sudah sangat cantik.
"Yah, tidak seru kalau aku pergi sendiri. Kayak ada yang kurang kalau tidak sama kamu."
Wu Jin Ming terlihat kecewa.
"Kenapa wajahmu tertekuk begitu, Sayang? Hmm ... coba nanti aku lihat dulu. Kalau masih memungkinkan aku akan ikut sambil mengerjakan pekerjaanku di lokasi."
Jawaban Rubby membuatnya kembali bersemangat dan berbinar.
"Beneran, Sayang. Makacih!" Wu Jin Ming merentangkan tangannya untuk memeluk Rubby namun Rubby menghentikannya dan bergerak mundur.
"Jangan mendekat! Aku udah capek dandan, nanti pasti berantakan lagi." Rubby memasang wajah cemberut.
"Haaiihhh!" Wu Jin Ming menggeleng sambil menarik kembali tangannya.
Mereka mengakhiri percakapan pagi itu dan segera pergi untuk berangkat ke agensi untuk bekerja.
Sesampainya di sana, seluruh team sudah selesai berkemas untuk pergi ke Bukit Sali. Peralatan sudah di masukkan ke mobil khusus perlengkapan. Hanya tinggal berangkat saja menunggu perintah dari Rubby.
Rubby tidak langsung bergabung bersama mereka. Terlebih dahulu dia memeriksa deadline dan prioritas utama yang harus dia kerjakan di laptopnya. Tidak lupa dia juga memeriksa email yang masuk ke sana.
Untuk beberapa saat Rubby fokus memindahkan data yang perlu dia ambil dari komputer ke laptop pribadinya.
"Adik kecil! Apa kamu tidak ikut bersama kami?" tanya Manager Lin yang tiba-tiba muncul di hadapan Rubby.
"Sepertinya ikut, Kak. Ini aku baru memindahkan file yang harus aku kerjakan, Kak Lin."
"Baiklah! Aku tunggu di luar, ya?"
"Iya, Kak Lin."
Manager Lin pergi meninggalkan ruangan Rubby.
Rubby duduk bersandar di kursi putarnya sambil menunggu data tersalin seluruhnya.
Drrttt ... drttt ...
Ponselnya bergetar menandakan adanya panggilan masuk.
Layar menunjukkan sebuah nama "Arlan".
__ADS_1
"Hallo, Ar!" sapa Rubby saat dia mengangkat teleponnya.
"Hai, Cantik! Lama tidak jumpa, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja, Ar. Bagaimana denganmu, mama dan papa km juga?" Rubby balik bertanya.
"Kami juga baik-baik saja. Mama sering nanyain kamu, By. Sekarang kamu tinggal di mana? Bisakah kami mengunjungimu?" Terdengar suara Arlan penuh harap.
"Nanti aku kirim alamatnya, Ar. Tapi aku sering berada di luar rumah. Pekerjaanku tidak tentu jadi aku minta maaf jika dalam waktu dekat belum bisa bertemu denganmu dan tante Sofi."
Rubby menjelaskan semuanya untuk meminimalisir kesalahpahaman Arlan.
"Aku mengerti, By. Aku memaklumi karena kamu sekarang sudah bekerja." Jawaban Arlan membuat Rubby merasa tenang.
Satu hal yang dia khawatirkan yaitu reaksi Arlan atau mamanya saat melihat rumah mewahnya.
"Iya, Ar. Ini juga lagi kerja. Bentar lagi aku juga harus berangkat membersamai team untuk pemotretan di Bukit Sali," jelas Rubby.
"Apa? Bukit Sali .... Eh, maksudku hati-hati, By." Arlan memelankan suaranya ketika menyebut bukit Sali.
Rubby merasa aneh dengan ucapan Arlan namun dia tidak ingin memperpanjangnya.
"Ok, Ar! Kata yang sama untukmu juga."
"Hallo, Ar. Apakah kamu masih di sini?" tanya Rubby ketika tidak lagi mendengar suara Arlan.
"Em, eh, masih ... masih. Maaf, By, sepertinya aku juga harus kembali bekerja," ucap Arlan sedikit gugup.
"Ah, iya, tidak apa-apa. Aku juga harus segera bersiap untuk pergi. Teamku sudah .
menunggu."
"Ok, Bye, Rubby!" Suara Arlan terdengar lega sebelum menutup telepon.
"Bye!" jawab Rubby setengah bergumam karena panggilan telah dimatikan oleh Arlan.
Data yang dia inginkan sudah selesai di-copy, saatnya Rubby mengemasi barang-barang yang akan dia bawa dan menyusul teamnya yang sudah menunggunya.
Untuk mencapai Bukit Sali membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan, itupun jika semuanya lancar tanpa penghalang.
Wu Jin Ming terlihat sedang duduk di sofa tunggu sambil memainkan ponsel ketika Rubby keluar dari ruangannya.
"Maaf, Sayang. Kelamaan, ya? Muka kamu kok bete gitu, sih," oceh Rubby.
__ADS_1
"Tidak, kok. Bukan karena itu." Wu Jin Ming menyimpan ponselnya lalu membantu Rubby membawa barang-barang miliknya.
"Lalu?" Rubby mengernyitkan dahi heran.
"Aku bete karena main game selalu kalah dari tadi."
"Astaga. Aku pikir kenapa." Rubby menggeleng gemas.
Akhirnya mereka sampai di halaman depan gedung agensi.
Mereka sudah di tunggu oleh kru yang ikut dalam perjalanan ke bukit Sali.
Rombongan terbagi ke dalam tiga mobil. Seperti biasa, Wu Jin Ming dan Rubby memilih untuk mengendarai mobil mereka sendiri. Bagi mereka akan lebih nyaman jika menaiki mobil pribadi dan mereka bisa langsung pulang, tidak perlu kembali ke agensi lagi setelah pekerjaan selesai.
Lokasi Bukit Sali berada di pegunungan Sam. Tidak jauh dari tempat Rubby tersesat ketika berkemah dulu. Jika waktu itu Rubby sangat ketakutan melihat siluman, mungkin akan lain ceritanya jika itu terjadi hari ini.
Rubby yang kuat dan tidak mudah di tindas, tentu tidak akan diam saja ketika siluman muncul seperti waktu itu. Semoga saja tidak ada lagi siluman di sana yang mengganggu jalannya pemotretan. Jika tidak, tentunya dia akan bekerja ekstra hari ini.
Dalam perjalanan yang terasa membosankan membuat Rubby tertidur. Dia selalu saja seperti itu saat melakukan perjalanan jauh. Wu Jin Ming memakluminya dan membiarkannya.
Untuk mencapai lokasi, mobil yang mereka tumpangi harus melewati jalan terjal yang merupakan jalan satu-satunya menuju lokasi. Tanjakan tajam, turunan curam, serta tikungan melingkar yang menguji adrenalin mereka, harus mereka lalui. Mobil mereka bergoyang-goyang dan membuat tubuh Rubby terguncang.
"Auuhhh!" pekik Rubby ketika kepalanya terbentuk pintu mobilnya.
Wu Jin Ming menoleh ke arah Rubby yang baru saja terbangun.
"Sakit, ya? Maaf, Sayang. Ternyata jalannya seperti ini. Aku seharusnya menggunakan kekuatanku untuk membuatnya tidak terasa bergelombang."
"Jangan, Sayang! Kamu tidak perlu melakukannya. Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi di tempat yang asing seperti ini. Kita harus menghemat energi kalau-kalau ada siluman jahat yang menyerang." Rubby menegakkan tubuhnya.
"Kamu benar, Sayang. Tapi aku kasihan melihatmu terbangun dan merasa tidak nyaman," sesal Wu Jin Ming.
"Tidak masalah. Sepertinya kita juga sudah hampir sampai di lokasi." Rubby melihat layar GPS di mobil Wu Jin Ming yang menunjukkan lokasi di mana mereka berada saat ini.
Wu Jin Ming mengangguk sambil fokus menyetir mobilnya karena medan yang mereka lewati bisa di bilang sulit.
Rubby melihat ke luar jendela mobilnya dan melihat pemandangan alam pegunungan. Bukit-bukit berjajar menyuguhkan keindahan yang berbeda-beda. Menurut informasi yang dia baca, di bukit Sali ada sebuah kuil dan sisa-sisa peradaban kuno yang dijaga oleh masyarakat sekitar.
Tanpa mereka sadari ada sesosok bayangan yang mengikuti dan terus mengawasi mereka sejak tadi.
****
Bersambung...
__ADS_1