
Rubby duduk di atas sebuah lempengan batu yang diikuti oleh Ratu Ivo. Mereka duduk saling berhadapan. Rubby mengatur nafasnya dan berusaha mengendalikan perasaannya.
"Ibu... apakah Ibu tahu tentang Kerajaan Harimau Suci?" tanya Rubby ragu-ragu.
Ratu Ivo terkesiap mendengar pertanyaan Rubby. Gugup. Itulah yang dia rasakan. Ratu Ivo kembali teringat dengan masa lalunya. 'Apakah Rubby sudah tahu semuanya? Ada hubungan apa Rubby dengan kerajaan itu?' beragam pertanyaan muncul di benak Ratu Ivo.
"Ah, ibu... ibu... akan menceritakan semuanya tapi ibu ingin tahu lebih dulu dari mana kamu tahu tentang Kerajaan Harimau Suci?" tanya Ratu Ivo penasaran.
"Aku pernah ke sana ibu," jawab Rubby singkat.
"Apa?!" Ratu Ivo terperanjat. Saking terkejutnya, matanya sampai sampai membulat sempurna. "Tapi di sana kerajaan suci, Virs. Tidak semua orang bisa menjangkaunya dengan mudah apalagi masuk ke sana. Bagaimana mungkin kamu bisa masuk ke sana?" tanya Ratu Ivo semakin penasaran.
"Aku tahu itu, Ibu. Aku bisa masuk ke sana karena... em... karena... aku... adalah... permaisuri Raja Kerajaan Harimau Suci," ucap Rubby terbata-bata.
"Apa?! Takdir macam apa ini? Aku tidak menyangka hal ini bisa terjadi." Ratu Ivo menyangga tubuhnya dengan kedua tangannya di samping. Dia merasa shok dengan apa yang terjadi hari ini. Apa yang sudah digariskan oleh langit akhirnya menjadi nyata.
"Maafkan aku, Ibu. Pergi ke sana juga membuat rahasiaku terbongkar. Aku tidak sengaja melakukannya. Ampuni aku, Ibu!" Rubby hendak memeluk lutut ibunya namun Ratu Ivo menghalanginya.
"Tidak, Sayang. Ini bukan salahmu. Ibu tidak menyalahkanmu tentang hal ini. Ibu hanya terkejut saja dengan kejadian ini." Ratu Ivo membawa Rubby untuk kembali duduk di sampingnya.
"Aku tahu sepenggal kisah tentang Ibu dan ayah dari sana. Tetapi aku belum puas, aku ingin mengetahui semuanya," ucap Rubby antusias.
"Baiklah ibu akan menceritakannya sekilas cerita tentang ibu dan ayah padamu. Ayahmu adalah seorang kultivator yang hebat. Dia sangat di segani oleh para siluman. Suatu ketika ibu harus turun ke bumi untuk mencari tanaman obat langka di hutan yang penuh dengan siluman." Ratu Ivo berhenti sejenak untuk mengambil napas dalam.
"Ibu terkena racun lalu ayah menyelamatkan Ibu dengan Rubby Aurora milik ayah. Ibu jatuh cinta pada ayah dan menolak perjodohan dengan putra mahkota Kerajaan Harimau Suci." Rubby menjelaskan apa yang dia tahu.
"Benar, sekali sayang. Kamu tahu sampai di mana cerita tentang ibu? Ibu tidak akan mengulangi apa yang sudah kamu dengar," ucap Ratu Ivo lembut.
"Aku tahu setelah itu Ibu di usir oleh kakek dari istana bidadari dan Ibu tinggal bersama ayah di dunia manusia. Aku tahu tentang lika liku kehidupan Ibu bersama ayah, tapi aku tidak tahu siapa nama ayahku. Apakah ayahku seorang yang hebat?" tanya Rubby.
"Tentu saja. Nama ayahmu adalah Chin Mao Zhan atau lebih di kenal dengan sebutan Pendekar Sakti Chin. Dia memiliki pedang yang sangat sakti namanya Pedang Naga Api Suci. Sejak ibu memutuskan untuk bersembunyi dari manusia untuk melindungimu, ayahmu juga ikut menepi dari dunia kultivasi. Dia memilih merawat dan membesarkanmu sebagai seorang manusia. Ibu mengijinkannya menikah dengan seorang gadis yatim piatu sakit-sakitan yang pernah diselamatkan ayahmu."
__ADS_1
"Kenapa Ibu dan ayah tidak membawaku ke istana ibu saja?" tanya Rubby kesal setelah mendengar jika alasan ayah dan ibunya berpisah itu demi melindungi dirinya.
"Setelah melahirkanmu dan meninggalkanmu ibu tidak mempunyai apa-apa, Sayang. Istana dan kerajaan yang ibu miliki saat ini belum ada. Ibu hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bersembunyi, hingga suatu ketika ibu bertemu dengan sebuah kerajaan yang hampir hancur akubat peperangan. Dengan sisa kekuatan yang ibu miliki, ibu berhasil membantu mereka dari kekalahan."
"Lalu kenapa ayah bisa di bunuh, Ibu?" tanya Rubby penasaran.
"Ayahmu di bunuh oleh pemburu kekuatan yang sangat kejam. Namanya adalah Zhu Zheng. Dia masih mengenali ayahmu meskipun ayahmu sudah menyamar dengan baik karena sebelumnya mereka pernah beberapa kali bertarung. Ayahmu sudah terlanjur memantrai pedangnya untuk diwariskan kepada pendekar berhati suci selanjutnya. Itu membuatnya kewalahan melawan Zhu Zheng meskipun saat itu kekuatan Zhu Zheng belum sempurna setelah dikalahkan oleh Panglima Harimau Wu Jin Ming. Akhirnya ayahmu terbunuh olehnya. Tetapi keberadaanmu tetap aman karena kamu tidak tinggal bersama ibu. Tidak ada satupun orang yang tahu siapa dirimu sebenarnya."
"Wu Jin Ming adalah suamiku Ibu," ucap Rubby bangga.
"Jadi, dia yang menjadi Raja Kerajaan Harimau Suci saat ini?" tanya Ratu Ivo.
"Benar, Ibu."
"Sungguh takdir selalu menghubungkan kerajaan itu dengan kerajaan bidadari, meskipun aku sudah tidak lagi tinggal disana." Raut wajah Ratu Ivo terlihat murung. Mungkin dia sedang merindukan keluarganya. Dia tidak tahu jika kerajaan bidadari sudah dihancurkan oleh Zhu Zheng.
"Ibu... Bolehkah aku bertanya lagi padamu?" tanya Rubby.
"Kenapa di dunia manusia Ibu dan ayah menamaiku Rubby Chin?" tanya Rubby penasarannya dengan namanya.
"Ayahmu punya dua permata yang sangat berharga namanya Rubby Aurora. Permata berwarna Merah dia pakai untuk memperkuat jantungku yang telah rusak dan permata yan berwarna biru dia pakai untuk memperkuat rahimku yang pernah terluka parah akibat pertarungan. Ibu butuh waktu ribuan tahun untuk menanti kehadiranmu di rahim ibu. Kamu berada di dalam rahim bersama Rubby Aurora biru dan membawanya keluar saat ibu melahirkanmu. Dari situlah ayahmu menamaimu Rubby. Chin adalah marga ayahmu sedangkan Virs adalah nama yang ayah dan ibu berikan sebelum kamu di lahirkan." Ratu Ivo kembali terlihat bahagia saat mengenang kelahiran Rubby.
"Ibu, aku menyayangimu." Rubby melompat dan memeluk Ratu Ivo. Dia sempat berburuk sangka pada ibunya yang dengan tega meninggalkannya bersama ayahnya di dunia manusia.
"Aku menyayangimu lebih dari yang kamu bayangkan, Virs. Jangan pernah berpikir jika kamu sendirian! Kamu masih punya ibu."
Keharuan menyelimuti mereka berdua. Cahaya Merah dan biru menyelimuti tubuh mereka sebagai perwujudan kekuatan Rubby Aurora milik Chin Mao Zhan yang menyatu dengan tubuh mereka. Cahaya itu berpendar ke langit dan menjadi pelangi yang indah di dimensi Ratu Ivo.
Rubby dan Ratu Ivo mengurai pelukannya. Wajah mereka berseri dengan senyuman yang tidak pernah lepas. Kemiripan keduanya terlihat jelas, hanya sedikit sekali perbedaannya.
"Ibu... saat ini aku merasa jika kak Wu sedang mencariku. Dia pasti sangat mengkhawatirkanku," ucap Rubby saat melihat liontin gioknya menyala.
__ADS_1
"Tapi ini saat yang tepat bagimu untuk berlatih, Virs. Kamu kesini dengan ragamu. Ini akan memudahkanmu berkultivasi dan menyerap mantra-mantra yang akan aku ajarkan padamu." jelas Ratu Ivo.
"Bagaimana kalau dia menyusulku kemari, Ibu?" sifat kekanak-kanakan kembali muncul dalam diri Rubby.
"Biarkan saja. Apakah dia akan selamanya bersembunyi dari mertuanya?" Ratu Ivo tersenyum meledek ke arah Rubby.
Rubby menatap ibunya tidak mengerti. Apakah ini pertanda jika dia mengijinkan Wu Jin Ming bertandang ke istananya? Rubby masih merasa ragu-ragu untuk mengartikannya.
"Sudahlah, Virs. Jangan buang-buang waktu lagi! Mari kita berlatih!" ajak Ratu Ivo.
"Tapi, ibu...!" ucapan Rubby tertahan.
Rubby pasrah ketika ibunya menarik tangannya dan membawanya pergi ke dekat air terjun. Mereka duduk bersemedi di sana. Gemericik air terjun menggelitik telinga Rubby. Dia tidak terbiasa bermeditasi sambil mendengar suara.
"Ibu... aku sulit untuk berkonsentrasi!" rengek Rubby.
Ratu Ivo yang hampir fokus, kembali membuka matanya.
"Jadikanlah suara itu sebagai sumber kekuatanmu! Resapilah nada-nada kehidupan yang mengalun dari sana! Jangan jadikan suara itu sebagai sesuatu yang mengganggu!" perintah Ratu Ivo memberi arahan pada Rubby.
"Baik, Ibu. Aku akan berusaha," ucap Rubby.
Rubby memperbaiki posisi duduknya dan mulai berkonsentrasi lagi. Lagi-lagi suara gemericik air terjun itu masih menguasai indra pendengarnya. Dia belum bisa menikmatinya sebagai alunan nada kehidupan seperti yang ibunya katakan.
Rubby memicingkan sebelah matanya untuk mengintip apa yang dilakukan ibunya. Rupanya Ratu Ivo sudah berkonsentrasi penuh dan masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Bibir Rubby sudah seperti bebek karena sebal. Dia sangat sulit berkonsentrasi hari ini.
'Aku harus bisa! Masa iya, aku harus pulang tanpa membawa apa-apa. Sayang banget lah. Pasti ada hal baru yang aku dapat di sini.' Rubby bermonolog dalam hati.
Sekali gagal. Dua kali gagal. Ketiga kalinya pun gagal lagi. Rubby hampir menyerah namun tiba-tiba muncul ide konyol di kepalanya. Dia membayangkan Wu Jin Ming sedang berada di sana dan memelototinya dengan wajah garangnya seperti yang sering dia lakukan ketika Rubby terus bermain-main dan tidak serius dalam melakukan suatu hal.
****
__ADS_1
Bersambung...