
Flo tidak tinggal diam, dia membalas serangan Wu Jin Ming dengan lemparan bola-bola pasir. Wu Jin Ming yang bertarung sambil menggendong Rubby tidak bisa menyerang dengan leluasa. Untuk menahan serangan Flo, Wu Jin Ming menghentakkan kakinya hingga menghasilkan gelombang yang sangat dasyat. Gelombang itu membuat bola pasir Flo bercerai -berai.
'Sial! Kalau begini terus aku bisa kalah. Aku harus meningkatkan level energiku!' Flo bermonolog dalam hati.
Tubuh Flo mengeluarkan cahaya berwarna ungu dengan tekanan energi yang sangat besar. Dari besarnya tekanan energi itu bisa diperkirakan jika Flo memiliki basih energi tingkat 8 seperti Wu Jin Ming meskipun levelnya masih di bawah 5. Ini tidak akan mudah bagi Wu Jin Ming jika dia tidak melawannya dengan kekuatan Dewa-nya.
Demi menjaga keamanan Rubby, untuk sementara Wu Jin Ming memasukkan tubuh Rubby yang sedang tidak berdaya itu ke dalam kalung dimensi miliknya. Sebelum memasukkannya ke sana Wu Jin Ming menanamkan mantra pemulihan di tubuh Rubby agar dia terobati secara otomatis.
"Hahaha! Kamu sembunyikan di mana kekasihmu? Sayang sekali aku harus kehilangan kesempatan untuk membunuhnya!" seru Flo lantang.
"Itu tidak akan pernah terjadi. Walaupun aku harus kehilangan nyawaku, tidak akan aku biarkan siapapun menyakitinya!" balas Wu Jin Ming.
"Ohh.... Sungguh kisah cinta yang mengharukan. Sayang sebentar lagi kalian akan terpisah. Jika aku tidak bisa memilikimu makan kamu harus mati Dewa!" Emosi Flo membuncah dengan tatapan wajahnya yang berapi-api.
"Lakukanlah jika kamu bisa!" Wu Jin Ming kembali melancarkan serangannya.
Kini Wu Jin Ming terlihat sangat serius. Kekuatan Flo tidak bisa di anggap remeh. Ternyata wanita licik itu sangat sulit di hadapi.
Untuk menghadapi serangan jarak dekat Wu Jin Ming, Flo mengeluarkan pedangnya. Pedang panjang dan lentur yang terlihat sangat tajam. Dia memainkan pedang itu seperti sedang menari.
Tidak ingin mati sia-sia, Wu Jin Ming pun bersiap untuk mengeluarkan pedang warisan Pendekar Chin, ayah mertuanya. Pedang dengan energi yang luar biasa itu membuat keadaan alam seketika berubah. Sampai saat ini Wu Jin Ming belum menemukan cara untuk menekan energi dasyat pedang agar energinya tidak keluar tanpa perintahnya.
Kemunculan pedang sakti milik Wu Jin Ming membuat alam bergejolak. Tidak tahu dari mana datangnya, awan-awan berkumpul dan bergerak sangat cepat di atas mereka di sertai petir yang menggelegar dan saling bersahutan.
"Pedang Naga Api Suci! Bagaimana mungkin pedang itu bisa ada di tanganmu?" Flo terkejut melihat kemunculan pedang yang sudah melegenda itu di depan matanya.
__ADS_1
"Apa kamu takut?" tanya Wu Jin Ming dengan tatapan dinginnya.
"Hahaha! Tidak sama sekali! Pedang Selendang Putri milikku ini tidak kalah hebat dari pedangmu itu!" ketus Flo percaya diri.
"Oh, iya? Baiklah! Hyaaaaaa!" Wu Jin Ming menyerang dengan jurus pedang Pendekar Chin yang dia pelajari bersama Rubby.
Pertarungan sengit itu terlihat seimbang. Flo juga memiliki jurus yang cukup hebat dalam memainkan pedang lentur miliknya. Suara dentuman keras terus terdengar ketika dua kekuatan mereka saling berbenturan.
Banyak burung-burung beterbangan ketakutan. Begitu juga dengan hewan-hewan yang ada di sekitar tempat itu. Bukan cuma suara keras saja yang membuat mereka pergi tetapi juga karena udara yang semakin panas di sana akibat pertempuran mereka.
Danau kecil yang berada di dekat pertempuran mendidih airnya karena mereka bertarung. Melihat satu jurusnya tidak mampu mengalahkan Flo, Wu Jin Ming meningkatkan gerakannya dengan melompat ke juruske tiga. Jurus pedang dengan tempo gerakan yang lumayan cepat dan mengintimidasi lawan.
Tanpa Wu Jin Ming ketahui ternyata pedang Naga Api Suci miliknya juga mampu menyerap kekuatan lawan. Kekuatan pedang Selendang Putri milik Flo semakin melemah namun kekuatan pedang Wu Jin Ming semakin meningkat.
Srringggg! Crasshhh!
Dengan gerakan secepat kilat Wu Jin Ming menodongkan ujung pedangnya di leher Flo membuat posisinya dalam keadaan terdesak. Napas Flo tersengal-sengal antara lelah bertarung dan ketakutan. Lehernya sedikit tergores yang membuat darahnya menetes di pedang Wu Jin Ming.
"Kamu musuh yang sangat licik dan membahayakan. Aku tidak akan membiarkanmu hidup!" seru Wu Jin Ming.
Tanpa menunggu jawaban dari Flo Wu Jin Ming kembali mengayunkan pedangnya dan membunuh Flo dengan sekali tebas.
"Aaaggghhh!" teriak Flo ketika dia meregang nyawa. Tubuhnya perlahan terjatuh dan berubah ketika matanya mulai terpejam. Tubuh itu menjadi sekumpulan kelopak bunga yang kemudian berpencar dan tersebar di atas permukaan air danau di bawahnya bertarung bersama Wu Jin Ming.
Setelah mengalahkan Flo, Wu Jin Ming segera menyimpan kembali pedangnya. Cuaca di sekitarnya kembali cerah saat gejala alam aneh yang ditimbulkan oleh kekuatan pedang Wu Jin Ming berakhir. Wu Jin Ming juga segera merubah wujudnya menjadi seorang manusia biasa.
__ADS_1
Dia turun dan menepi di bawah pohon rindang untuk berkultivasi dan menunggu Rubby tersadar. Rubby akan keluar dengan sendirinya dari ruang dimensi saat kondisinya sudah baik-baik saja. Dengan begitu Wu Jin Ming tidak akan merasa khawatir untuk ini.
Wu Jin Ming duduk di atas batu besar dan mulai memusatkan pikirannya untuk berkonsentrasi. Sesegera mungkin dia harus memulihkan tenaganya yang telah banyak terkuras untuk bertarung.
"Aaaah! Di mana aku?" Rubby menggeliat dan mencoba untuk melihat dan memahami keadaan sekitar. "Ini seperti dimensi milik kak Wu!"
Rubby mencoba mengingat apa yang terjadi namun tidak ada gambaran sama sekali. Terakhir yang dia ingat adalah pertarungan Wu Jin Ming dengan seorang siluman wanita bernama Flo. Mengingat nama Flo tiba-tiba dia menjadi cemburu.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku diasingkan di sini oleh kak Tiger? Apakah mereka jadian, ya? Hiks... tidak boleh. Aku harus segera kembali ke alam manusia untuk menyusulnya."
Pintu gerbang dimensi itu terbuka ketika Rubby selesai membaca mantra pembuka gerbang yang diajarkan oleh Wu Jin Ming. Dalam sekejap tubuhnya sudah berpindah ke dunia manusia dan berdiri tepat di hadapan Wu Jin Ming yang sedang berkultivasi.
'Oh, syukurlah tidak terjadi sesuatu yang aku khawatirkan.' gumam Rubby dalam hati lalu tersenyum penuh arti pada suaminya itu.
Rubby melihat banyak sekali noda darah di bajunya dan juga robekan-robekan di beberapa bagian baju yang dia kenakan.
'Mungkinkah aku terluka sebelumnya?' tanya Rubby dalam hati.
Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Rubby melacak jejak energi yang tertinggal di sana untuk melihat apa yang terjadi. Semua kejadian yang terlewat darinya berhasil dia ketahui. Dia merasa senang saat tahu Flo berhasil dikalahkan setelah sebelumnya memanfaatkan tubuhnya untuk melawan suaminya sendiri.
Saat akan mengakhiri pelacakan jejak energinya tiba-tiba Rubby merasakan energi pasif yang sangat kuat di tengah hamparan bunga. Rasa penasarannya menuntutnya untuk pergi melihat benda apakah itu.
"Mau ke mana?" ucapan Wu Jin Ming membuat langkahnya terhenti.
****
__ADS_1
Bersambung...