TIGER WU

TIGER WU
HAYA PASRAH


__ADS_3

Wu Jin Ming duduk berjongkok di samping kepala Han. Haya duduk di sisi yang lainnya. Mereka harus segera tahu apakah Han menyimpan mustika ular itu atau tidak.


Energi putih yang keluar dari telapak tangan Wu Jin Ming menembus masuk ke kening Han. Tangan Wu Jin Ming berada tidak kurang dari sejengkal dari kening Han. Tangan itu bergerak naik perlahan saat sesuatu muncul dari sana.


Energi yang dikeluarkan oleh Wu Jin Ming berhasil menarik sesuatu yang bercahaya dari kening Han.


Mata Haya terbelalak.


Sungguh dia tidak menyangka jika Han-lah orang yang telah mencuri permata ular itu dan memfitnahnya untuk menutupi kesalahannya.


"Tidak bisa di percaya! Aku benar-benar tidak menyangka saudaraku tega melakukan ini padaku!" Haya terlihat sangat marah.


Wu Jin Ming berhasil mengeluarkan permata ular milik kerajaan ular. Permata itu melayang di udara dengan sinarnya yang terang.


Haya yang merasa emosi mengeluarkan kekuatannya dan hendak menyerang Han yang masih lemah.


"Hentikan! Jika dia mati, maka kamu akan tetap menjadi tersangkanya!" seru Wu Jin Ming.


Haya terdiam.


Ucapan Wu Jin Ming membuatnya berpikir ulang untuk melanjutkan aksinya. Kemarahan sesaat hanya akan membuatnya menyesal. Selama setahun dia hidup seperti buronan dan terus dihantui rasa was-was.


"Apa yang harus aku lakukan?" Haya menarik kembali tangannya.


Wu Jin Ming menatap Haya tajam.


Tatapannya begitu dingin dan terlihat menakutkan. Haya tidak mengerti. Jelas-jelas di sini Han yang bersalah namun Wu Jin Ming juga memberinya tatapan menghakimi.

__ADS_1


"Kamu harus segera meninggalkan alam manusia. Berhentilah mengambil energi jiwa dan sari pati mereka!" Wu Jin Ming menatap Haya serius.


"Aku... aku...!" Haya menunduk. Pandangan matanya berputar ke kanan dan ke kiri.


"Jika kamu masih berada di dunia manusia maka bersiaplah untuk menghadapiku!" imbuh Wu Jin Ming.


Haya terkesiap.


Energi yang dia miliki terlampau jauh dengan milik Wu Jin Ming. Menantangnya sama saja mencari mati. Namun satu hal yang membuat Haya bimbang. Dendam yang belum terbalaskan.


"Aku hanya ingin membalas dendam."


"Kepada siapa?"


Haya tampak kebingungan, pasalnya dia tidak tahu siapa sebenarnya orang yang telah membunuh Hori.


"Jika kamu tidak tahu siapa pembunuh suamimu. Kamu bisa saja menyerang orang yang salah. Semua manusia tidak ada hubungannya dengan masalah pribadimu namun mereka engkau libatkan. Tidak... tidak... bukan kamu libatkan namun kamu manfaatkan!"


"Sekarang pulanglah ke negerimu dan jangan pernah kembali ke dunia manusia. Jika kamu masih datang dan aku melihatmu maka aku akan membuatmu seperti ini."


Wu Jin Ming mengeluarkan api sucinya dan membakar sebuah batu hingga batu itu terbakar seperti kertas.


'Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia memiliki api suci yang tidak terpadamkan? Aku harus segera pergi. Berurusan dengannya sama saja mencari mati.' Haya pasrah.


"Baiklah! Aku akan kembali ke negeri ular. Tapi aku bingung bagaimana menjelaskan semua ini. Mereka bisa saja langsung menghajarku ketika aku belum menjelaskan apapun."


Wu Jin Ming mengerti kekhawatiran Haya. Apa yang dia katakan ada benarnya juga. Selama ini isu yang beredar sudah terlanjur membuatnya menjadi orang yang paling bertanggung jawab untuk masalah ini. Tidak akan mudah membuat mereka langsung percaya dengan apa yang akan dia katakan.

__ADS_1


Rubby datang menghampiri mereka bertiga.


"Ada apa, nih?" tanyanya heran melihat Wu Jin Ming dan Haya tampak diam berpikir.


"Haya bingung untuk menjelaskan bahwa dia tidak bersalah dan Han lah yang harus bertanggung jawab atas semua ini."


Rubby tampak menggaruk hidung. Berharap ide akan muncul di kepalanya. Entah apa hubungannya hidung dengan kepala.


"Bagaimana kalau Kak Wu kasih token yang menyatakan jika Haya dalam perlindungan kita? Ah, tapi aku merasa ini terlalu baik untuk orang yang baru kukenal. Bisa-bisa dia juga sama seperti Han lagi." Kata-kata Rubby membuat Wu Jin Ming mengerti.


"Kamu dengar apa kata istriku, Haya?" tanya Wu Jin Ming.


"Aku tahu aku bukan orang yang pantas untuk menerima anugerah perlindungan kalian. Tapi aku bukan orang yang tidak tahu balas budi."


Rubby melirik tubuh Haya dari atas hingga ujung kaki. Penampilannya memang terbilang aneh dan mengerikan. Sifat ular juga pandai bicara dan pintar memutar balikkan fakta. Namun jika tidak menolongnya kali ini itu sama artinya dengan membiarkannya tinggal dan mengacau lebih lama di dunia manusia.


"Berikan token perlindungan untuknya!" ucap Rubby singkat.


Haya merasa senang. Sejujurnya dia masih bimbang dan ingin tetap tinggal di dunia manusia yang terlanjur membuatnya nyaman. Namun sangat jelas sekali jika Wu Jin Ming dan Rubby bukanlah orang yang mudah untuk dihadapi.


"Baiklah. Aku akan pergi dan melupakan dendamku," ucap Haya pasrah.


"Bagus! Bawa pergi si pengacau ini segera sebelum dia bangun!" Rubby menunjuk Han dengan dagunya.


Wu Jin Ming segera mengeluarkan sebuah segel kuno yang membuat tubuh mereka terlapisi dengan sebuah energi. Ratu ular dan penduduk ular akan langsung mengenali energi itu. Haya semakin merasa kecil, setelah tahu ternyata pria di hadapannya itu adalah seorang dewa.


****

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2