TIGER WU

TIGER WU
BANGKITNYA API SUCI


__ADS_3

"Kak Tiger! Aku khawatir dengan keadaan Cindy!" seru Rubby dengan wajah paniknya.


"Aku tahu. Tapi di mana dia kita kan nggak tahu Sayang!" Wu Jin Ming mencoba menenangkan Rubby.


Mereka kembali duduk dan berdiam diri. Rubby tidak tenang dalam duduknya. Dia terus berpikir bagaimana cara menyelamatkan Cindy.


Layar ponselnya juga masih tidak menampilkan pesan dari Cindy. Perasaan khawatirnya semakin menjadi-jadi. Sebuah ide tiba-tiba terlintas di otaknya, Rubby mencari lokasi Cindy berada dari GPS yang terpasang di ponselnya. Ketemu. Sayang sekali lokasinya sangat jauh jika hanya di tempuh dengan perjalanan biasa.


"Kamu menemukan sesuatu?" tanya Wu Jin Ming ketika melihat Rubby tersenyum.


"Aku mendapatkan lokasi di mana Cindy berada saat ini." Rubby memberikan ponselnya pada Wu Jin Ming.


"Tapi lokasi ini cukup jauh Sayang! Butuh sekitar 3 jam naik mobil dan butuh 1 jam kalau terbang," ucap Wu Jin Ming.


"Adakah cara yang lebih cepat dari itu?" tanya Rubby berharap jawaban Wu Jin Ming tidak mengecewakannya.


"Ada. Naik ke punggungku. Dengan wujud harimau putih aku bisa berlari cepat dan menembus batas tanpa terlihat oleh manusia. Sayangnya beberapa jam lagi aku harus bekerja By."


"Yahhh! Sama aja dong!" Rubby memasang wajah cemberutnya.


Melihat wajah sedih Rubby, Wu Jin Ming merasa tidak tega. Dia tahu saat ini Rubby sangat mengkhawatirkan sahabatnya. Sebenarnya hati Wu Jin Ming sangat tidak rela melepaskan Rubby masuk ke dalam bahaya, tetapi menghalanginya akan membuat Rubby bersedih dan mengalami penyesalan berkepanjangan jika terjadi sesuatu pada Cindy.


"Baiklah! Aku akan meminta Panglima Ang untuk pergi mengantarkanmu dan melindungimu," ucap Wu Jin Ming kemudian setelah berpikir sejenak tentang langkah apa yang akan dia ambil.


Rubby mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar setelah mendengar ucapan Wu Jin Ming. Dia tidak menyangka jika Wu Jin Ming memperbolehkannya pergi menyelamatkan Cindy. Meskipun harus dengan pengawasan Panglima Ang, Rubby tetap senang.


"Ayo! Kita cari tempat di mana kita bisa memanggilnya!" Rubby langsung berdiri dan terlihat sangat bersemangat.

__ADS_1


Mereka berjalan ke ruang tangga darurat. Tempat itulah yang paling sepi dan jarang di kunjungi oleh pengunjung mall. Setelah di rasa keadaan terlihat aman. Wu Jin Ming memanggil Panglima Ang dengan kekuatan telepatinya. Tidak kurang dari 5 detik, Panglima Ang sudah datang dan memberi hormat pada Raja dan Ratunya.


Tidak ingin membuat keributan dengan percakapan mereka, Wu Jin Ming mendekat menghampiri Panglima Ang dan membisikkan semua keinginan dan rencananya. Panglima Ang mengangguk tanda mengerti. Sesaat kemudian tubuh Panglima Ang sudah berubah menjadi harimau putih besar mirip seperti Wu Jin Ming ketika berubah. Perbedaannya hanya pada ukuran tubuh Wu Jin Ming yang sedikit lebih besar di banding tubuh Panglima Ang.


"Pergilah By! Ingat! Jangan ceroboh! Kamu harus menjaga anak kita dengan baik." Wu Jin Ming memberi kecupan mesra di kening Rubby dan menatapnya penuh cinta.


"Aku akan berhati-hati. Aku mencintaimu siluman tampanku." Rubby berjinjit dan mencium bibir Wu Jin Ming sekilas sebelum pergi.


Rubby segera naik ke punggung panglima Ang dan melesat pergi menembus batas. Tidak lupa Rubby mengikatkan energi spiritualnya di tubuh Panglima Ang untuk berpegang. Dengan begitu dia tidak khawatir akan terjatuh meskipun Panglima Ang berlari dengan kecepatan tinggi.


Pemandangan di sekitar Rubby bergerak sangat cepat seiring dengan pacuan sang panglima. Dari lokasi yang di dapat dari GPS, Cindy saat ini berada di kuil bukit Gong. Kurang dari setengah jam Rubby dan Panglima Ang sampai di sana.


Rubby turun perlahan dari punggung Panglima Ang. Setelah Rubby turun, Panglima Ang berubah menjadi wujud manusia dan berdiri di depan Rubby. Sesuai pesan Wu Jin Ming, Panglima Ang harus melindungi Rubby dengan seluruh nyawanya.


"Biar saya yang di depan Yang Mulia Ratu!" ucap Panglima Ang.


"Kuilnya ada di atas bukit itu Yang Mulia, medannya sangat sulit. Kita harus berhati-hati untuk naik ke sana."


"Aku akan mengaktifkan mata iblisku untuk melihat situasi di sana."


Rubby segera memusatkan konsentrasinya untuk melihat jarak jauh dengan mata iblisnya. Terlihat tubuh Cindy di dalam jangkauannya. Dia dalam keadaan terikat dan di kelilingi oleh beberapa orang berbaju hitam.


Di sekitar Cindy banyak sekali mayat bergelimpangan. Mungkin mereka mati sesaat sebelum Cindy tertangkap oleh kawanan makhluk berjubah hitam itu. Tidak ingin melihat lebih banyak lagi, Rubby memutuskan untuk segera menyelamatkan Cindy.


"Ayo... cepat! Cindy dalam bahaya sekarang!" seru Rubby.


"Baik Yang Mulia! Kita akan segera ke sana!"

__ADS_1


Panglima Ang mempimin untuk berjalan di depan Rubby. Jalanan menuju kuil itu berundak dan berkelok-kelok. Banyak sekali bebatuan yang disingkirkan oleh Panglima Ang agar tidak mencelakakan Rubby.


"Kita harus berhati-hati Yang Mulia!" bisik Panglima Ang.


Rubby mengangguk tanpa mengeluarkan suara.


Mereka berdua sudah semakin dekat dengan kuil tempat Cindy berada. Panglima Ang berjalan berjingkat agar langkahnya tidak terdengar. Rubby mengikuti apa yang dilakukan oleh Panglima Ang.


"Aaaaaaa!" teriak memilukan Cindy membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya akan meremang.


Tepat di depan mata Rubby sebuah belati menancap di dada Cindy. Rubby terpaku melihat pemandangan di hadapannya. Tubuhnya bergetar hebat melihat kejadian ini.


Rubby berlari menyongsong tubuh Cindy. Dia tidak mempedulikan teriakan panglima Ang yang mencegahnya mendekat kesana. Emosi Rubby yang membuncah membuat kekuatan spiritual yang meluap bocor keluar dari tubuhnya tanpa dia keluarkan.


Bekas jejak kaki Rubby meninggalkan nyala api suci biru yang tidak akan padam jika bukan dia yang memadamkannya. Dari matanya pun keluar sinar biru yang menyala dengan tatapan mengerikan. Makhluk berjubah hitam yang mengelilingi tubuh Cindy terkejut dengan kedatangan Rubby. Mereka mundur beberapa langkah melihat besarnya kekuatan yang keluar dari tubuh Rubby.


Panglima Ang juga baru pertama kali melihat kekuatan ini. Sebelumnya api suci hanya di miliki oleh kultivator level atas dan para genius. Hanya ada 3 jenis api suci di dunia kultivator dan salah satunya milik Wu Jin Ming yang berwarna putih.


"Hiyyaaaahhh!" Rubby bergerak secepat angin dan membabat habis seluruh makhluk berjubah hitam yang ada di sana. Dalam sekejap mereka jatuh bergelimpangan dengan tubuh yang terbakar oleh api suci milik Rubby.


Merasa tidak ada lagi musuh yang perlu di hadapi Rubby berjalan mendekati Cindy yang terbaring lemas. Mata Cindy di tutup dengan kain dengan tangan dan kaki yang terikat. Di sekelilingnya tergambar lukisan mantra yang menandakan jika Cindy di jadikan sebagai tumbal untuk Raja Kegelapan.


Sebelum mendekati tubuh Cindy, Rubby membakar gambar simbol yang mengitari tubuh Cindy.


"Cindy! Buka matamu!" perlahan api suci di tubuh Rubby mulai memudar.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2