TIGER WU

TIGER WU
Bab 250. Mengikuti Angela


__ADS_3

Wu Jin Ming akhirnya memutuskan untuk pergi menemui si penelepon. Rubby tidur sangat lepap, dia tidak tega untuk membangunkannya dan meminta ijin untuk pergi keluar. Dalam hati Wu Jin Ming bertekad untuk pergi sebentar saja dan secepatnya kembali.


Untuk pergi ke lokasi yang ditentukan oleh si penelepon, Wu Jin Ming memilih terbang. Kebetulan tempat itu tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Hanya sekitar dua kilometer dari rumahnya.


Membawa mobil hanya akan membuat kedatangannya cepat diketahui oleh orang yang tadi meneleponnya.


Wu Jin Ming terbang mengambil ketinggian rendah dan menyelinap diantara pohon-pohon dan rumah penduduk.


Setelah terbang beberapa saat, lokasi penelepon mulai terlihat. Wu Jin Ming lebih berhati-hati agar tidak ada yang melihat kedatangannya. Dia ingin tahu dulu, apa yang sebenarnya terjadi.


Wu Jin Ming menekan hawa kehadirannya dan berjalan tanpa menimbulkan suara.


Lokasi tempat yang ditentukan oleh penelepon ternyata adalah sebuah gedung tua yang lama tidak terpakai. Debu dan kotoran bertebaran di mana-mana. Udara di sana pun terasa pengap.


Dengan mata iblisnya, Wu Jin Ming segera menemukan manager Lin. Dia sedang duduk terikat di sebuah kursi dengan goresan luka di beberapa bagian tubuhnya. Di kursi yang lain ada seorang lagi yang bernasib sama dengannya.


"Mana dia?" seorang wanita berjalan mondar-mandir dan terlihat tidak sabar menunggu kedatangan Wu Jin Ming.


Di sekeliling wanita itu ada beberapa orang laki-laki berperawakan sangar.


"Apakah informasi yang Nona dapatkan sudah benar?" tanya salah seorang dari laki-laki itu.


"Tentu saja. Aku sangat yakin." Wanita itu kembali berjalan untuk mendekati manager Lin.


Wanita dan komplotannya memakai topeng untuk menutupi wajah mereka.


'Aku seperti tidak asing dengan suara wanita bertopeng ini.' Wu Jin Ming mencoba mengingat-ingat.


'Angela? Apa mungkin dia? Jika memang dia, apa tujuannya menculik kak Lin? Bukankah mereka tidak saling kenal?' Pertanyaan terus bermunculan di kepala Wu Jin Ming.


"Eheem!" Wu Jin Ming berdehem ketika memasuki ruangan itu.


Gadis bertopeng itu sontak menoleh padanya.


"Selamat datang, Tiger!" Gadis itu berjalan mendekati Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming terdiam.


"Kamu tahu kenapa aku mengundangmu datang ke sini?" Gadis bertopeng itu berjalan memutari tubuh Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming menggeleng pelan.

__ADS_1


"Menurut informasi yang aku dengar, kamu adalah seorang praktisi ilmu beladiri yang hebat." Berhenti tepat di depan Wu Jin Ming.


"Tidak usah bicara bertele-tele! Cepat katakan apa yang kamu inginkan?" Wu Jin Ming terlihat tidak sabar.


Ingin rasanya dia mengeluarkan energi dari tangannya dan membuka ikatan manager Lin, tapi Wu Jin Ming masih ingin mengetahui tujuan Angela.


"Sepertinya kamu tidak sabaran. Baiklah! Aku ingin mencari informasi tentang siapa pemilik api suci. Dari informasi yang aku dengar kamu mengetahuinya." Angela sebenarnya hanya menduga-duga saja.


Wu Jin Ming terkesiap. 'Ilmu macam apa yang dimiliki oleh wanita ini? Kenapa dia bisa tahu tentang api suci? Lebih baik aku menunjukkan api suciku dan segera mengakhiri permainan ini.'


Angela menatap ke arah Wu Jin Ming yang terdiam. Dia mengamati reaksi yang tidak biasa dari pria tampan itu.


"Apakah ini yang kamu maksud?" tanya Wu Jin Ming sambil mengeluarkan api suci putih dari telapak tangannya.


Angela terkejut lalu berjalan mundur karena hawa panas yang ditimbulkan api itu begitu terasa. Dia juga harus berjaga-jaga jika tiba-tiba Wu Jin Ming menyerangnya. Perasaan Angela saat ini campur aduk antara senang dan ketakutan. Rupanya kata ketua Sekte benar, tentang siapa pemilik api suci putih ini.


"Apa kamu ingin merasakan api suci ini?" tanya Wu Jin Ming.


Angela dengan cepat menggeleng.


"Aku tidak bermaksud untuk mengajakmu bertarung. Aku diutus oleh seseorang untuk meminta bantuanmu," jujur Angela.


"Bantuan? Beginikah caramu meminta tolong? Untuk apa kamu menyandera orang yang tidak bersalah?" Pertanyaan demi pertanyaan Wu Jin Ming membuat Angela terpojok.


"Aku pikir dia pemilik api suci itu." Angela berbohong untuk alasan saja.


"Lepaskan mereka sekarang dan biarkan mereka pulang ke rumah mereka!" seru Wu Jin Ming.


"Baiklah tapi ada satu syarat untukmu," ucap Angela memberanikan diri.


Wu Jin Ming menyimpan kembali api sucinya.


"Katakanlah! Jika syaratmu tidak bertentangan denganku mungkin bisa aku pertimbangkan." Wu Jin Ming tidak langsung menyanggupi.


"Anak dari guruku sedang mengalami sakit keras. Di dalam pengobatannya memerlukan api suci. Aku harap kamu punya sisi kemanusiaan untuk menolongnya." Memasang wajah penuh pengharapan.


Wu Jin Ming menatapnya lekat. Memang tidak ada kebohongan di mata Angela, tapi dia tidak ingin langsung setuju.


"Apa aku harus mempercayaimu? Bisa saja kamu berbohong," ucap Wu Jin Ming santai.


"Aku akan membuktikan kesungguhanku." Angela berjalan menuju ke tempat manager Lin berada.

__ADS_1


"Lepaskan mereka berdua dan bawa mereka keluar!" seru Angela.


"Baik Nona. Apa kami harus mengeksekusinya sekarang?" tanya pria itu sambil melepaskan ikatan manager Lin dengan kasar.


"Bodoh! Biarkan mereka hidup!" Angela terlihat marah.


"Baik, Nona!"


Setelah berbicara pada bawahannya, Angela kembali menghampiri Wu Jin Ming.


"Aku sudah melepaskan mereka. Sekarang ikutlah denganku untuk pergi ke tempat guruku!" Angela bersikap seolah memerintah.


"Aku tidak suka di perintah!" seru Wu Jin Ming.


Angela kehabisan akal untuk membujuk Wu Jin Ming.


Brukk!


Angela berlutut di hadapan Wu Jin Ming. Dia tidak ingin kehilangan buruannya. Sedikit merendahkan diri tidak akan membuatnya mati karena malu.


"Orang kecil ini memohon bantuanmu, Tuan." Angela memohon sambil berlutut.


Kepalan tangan kananya menyatu dengan telapak tangan kirinya di depan dada sebagai penghormatan.


"Baiklah! Kali ini aku sedang berbaik hati. Tapi aku tidak punya waktu. Aku tidak ingin pergi untuk waktu lebih dari dua jam karena ada seseorang yang menungguku." Wu Jin Ming mengajukan syarat.


"Terimakasih sudah mau menolong keluargaku." Sekali lagi Angela memberi hormat.


"Jangan buang-buang waktu lagi! Cepat bawa aku menemui gurumu!" seru Wu Jin Ming sambil berjalan keluar meninggalkan ruangan itu.


Angela beranjak lalu mengejarnya dengan langkah yang cepat.


"Naik mobil akan sangat lama. Lebih baik kita berlari cepat ke sana!" Angela memberi usulan.


"Silakan lari duluan, aku akan menyusulmu di belakang. Kamu yang menjadi penunjuk jalan." Wu Jin Ming bersiap.


"Baiklah!" ilmu meringankan tubuh Angela lumayan tinggi. Dia segera melompat ke udara dan mengambil pagar yang tinggi sebagai pijakan.


Setelah melihat Wu Jin Ming menyusulnya, Angela menambah kecepatan larinya.


****

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2