TIGER WU

TIGER WU
JALAN SENDIRI-SENDIRI


__ADS_3

Kesibukan pagi belum berakhir di rumah Rubby, dia masih harus bersiap untuk kuliah dan Wu Jin Ming bersiap untuk bekerja. Pagi itu Rubby hanya memasak menu sederhana karena beberapa hari ini dia belum berbelanja. Wu Jin Ming tidak pernah protes dan mempermasalahkan hal itu.


"By, mungkin aku nggak bisa jemput kamu saat pulang kuliah nanti," ucap Wu Jin Ming di sela-sela sarapannya.


"Hmm. Nanti aku naik taksi aja Kak."


"Jangan keluyuran! Selesai kuliah langsung pulang aja!" perintah Wu Jin Ming.


"Siap Cintaku!"


"Wihhh, aku semangat Sayang. Pagi-pagi dah dapet cinta." Wu Jin Ming mengulum senyumnya.


"Apa sih yang enggak buat harimau tampanku?" Rubby terkekeh.


Wu Jin Ming senang dengan candaan Rubby. Lambat laun dia terbiasa dengan sifat istri kecilnya itu. Memang Rubby terkadang masih kekanak-kanakan tetapi dia adalah pribadi yang menyenangkan.


"Ponselku di mana ya By?" tanya Wu Jin Ming.


"Eh, iya. Aku juga sampai lupa dari kemarin belum cek pesan masuk di ponselku," sahut Rubby.


"Terakhir aku taruh di mana ya? Sepertinya di ruang tamu By. Habis itu kita kan mandi dan...."


"Nggak usah di perjelas, ih!" seru Rubby memotong pembicaraan Wu Jin Ming.


"Hahaha.... Masih malu-malu aja kamu By." Wu Jin Ming melanjutkan sarapannya.


Mereka segera menyelesaikan sarapan mereka dan bersiap untuk pergi ke tempat tujuan masing-masing. Sebenarnya Rubby ingin berangkat agak siang tapi dia tidak mau sendirian di rumah. Sudah lama dia juga tidak pergi ke perpustakaan.


Setelah semua yang dia butuhkan selesai disiapkan, Wu Jin Ming mengajak Rubby untuk berangkat. Rubby meraih lip balm setelah memberikan barang bawaan Wu Jin Ming. Wu Jin Ming melirik Rubby tajam.


"Iya... iya... nggak jadi bawa!" Mendapatkan pelototan Wu Jin Ming, Rubby meletakkan kembali lip balm miliknya.


Mereka berjalan ke ruang tamu untuk mengambil ponsel mereka sebelum berangkat. Benar saja, ponsel mereka masih tergeletak di meja ruang tamu. Kedua ponsel itu sama-sama mati karena kehabisan baterai.


"Yah, mati Kak!" Rubby menunjukkan ponselnya pada Wu Jin Ming.


"Sama! Punyaku juga." Wu Jin Ming juga menunjukkan ponselnya pada Rubby.


"Ahhaa! Aku ada ide. Aku kan bisa sihir." Rubby tersenyum senang lalu segera melakukan sihirnya.


Clinggg!


Ponsel Rubby kini sudah menyala dengan baterai yang telah penuh.

__ADS_1


"Punyaku sekalian dong By!" pinta Wu Jin Ming.


"Siap Sayangku!" seru Rubby lalu melakukan sihirnya sekali lagi.


Setelah ponsel Wu Jin Ming menyala, mereka segera berjalan meninggalkan ruang tamu menuju mobil mereka. Di dalam mobil, Rubby membuka pesan-pesan yang masuk. Dari beberapa pesan hanya satu yang menarik perhatiannya yaitu pesan dari Lisa.


Mata Rubby terbelalak ketika mengetahui bahwa Lisa kemarin bertemu dengan Moza. Perasaan Rubby menjadi tidak enak. Bukan karena dia merasa cemburu sahabatnya dekat dengan mantan pacarnya tetapi Rubby khawatir karena Moza yang sekarang sangat berbeda dengan Moza yang sebelumnya.


Setelah mobil Wu Jin Ming melewati jalan komplek yang sempit, dia lebih santai menyetir. Dia menoleh ke arah Rubby dan mengamati kegelisahan di wajahnya. Wu Jin Ming merasa sepertinya ada yang mengganggu pikirannya saat ini.


"Ada apa By?" tanya Wu Jin Ming.


"Aku kepikiran sama Lisa," jawab Rubby singkat.


"Lisa? Kenapa dengan Lisa?" tanya Wu Jin Ming lagi.


"Kemarin dia mengirim pesan padaku. Dia bilang dia bertemu Moza," jelas Rubby sambil menatap Wu Jin Ming.


"Kamu nggak sedang cemburu kan?" tanya Wu Jin Ming muncul sifat posesif di hatinya.


"Nggak! Aku udah nggak ada perasaan apa-apa lagi sama dia. Aku cuma mengkhawatirkan Lisa. Kelihatannya Moza yang sekarang bukanlah Moza yang dulu," jelas Rubby mencoba menghapus kesalahpahaman Wu Jin Ming.


"Ya, kali aja kamu masih ada rasa sama dia. Mungkin kecelakaan yang dialaminya waktu itu adalah ulah kekuatan jahat yang memanfaatkan tubuhnya." jelas Wu Jin Ming.


"Coba saja! Siapa tahu dia benar-benar dalam bahaya," ucap Wu Jin Ming.


"Baiklah, tunggu sebentar!" Rubby menekan nomor kontak Lisa di ponselnya.


Nomor Lisa tidak bisa dihubungi. Rubby mencobanya hingga beberapa kali tapi hasilnya sama saja. Nomor Lisa tetap tidak bisa dihubungi.


"Gimana?" tanya Wu Jin Ming.


"Nggak bisa dihubungi. Ya sudahlah! Aku tunggu di kampus aja," ucap Rubby.


Pikiran Rubby masih terpaku pada Lisa. Dia benar-benar merasa khawatir padanya. Rubby mencoba menepis pikiran buruknya dan berharap Lisa akan baik-baik saja.


"Jangan terlalu banyak berpikir, By! Kamu juga harus berhati-hati. Zhu Zheng bukan lawan yang mudah. Jejak energi yang ku temukan saat Moza menghilang adalah miliknya. Kekuatan Zhu Zheng sangat mengerikan," jelas Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming sangat menghawatirkan Rubby. Menurutnya, saat ini Zhu Zheng sudah mulai beraksi. Dia takut jika Moza adalah alat untuk mencari mangsa. Wu Jin Ming tidak tahu jika Zhu Zheng sudah bangkit dan mulai menyusun kekuatan dan memperluas kekuasaannya.


"Aku akan berhati-hati. Semoga saja apa yang kamu takutkan nggak akan terjadi." Rubby mencoba menenangkan Wu Jin Ming.


"Aku jadi malas bekerja, By. Aku ingin selalu menemanimu dan menjagamu." Wu Jin Ming merasa tidak rela berpisah dengan Rubby hari ini.

__ADS_1


"Apa kamu lupa kalau sekarang aku bukan lagi wanita lemah yang mudah ditindas, hmm? Tenang saja aku nggak akan membiarkan siapapun menyakitiku."


"Kamu memang punya kekuatan yang besar, By. Tetapi kamu masih sangat ceroboh dan kurang perhitungan dalam bertarung. Jangan melawan musuh sendirian tanpa aku! Sebisa mungkin kamu hindari saja jika merasa ada bahaya yang mengancam!" perintah Wu Jin Ming.


"Siap Cintaku! Aku pasti akan memanggilmu jika aku dalam bahaya." Rubby mengerlingkan matanya dengan genit pada Wu Jin Ming.


"Aku mencintaimu Rubby," ucap Wu Jin Ming ketika mereka sudah sampai di depan kampus.


"Aku juga sangat mencintaimu Harimau tampanku."


Mereka saling berpandangan dengan penuh cinta. Mereka merasa enggan untuk berpisah. Akan tetapi kini mereka tinggal di dunia manusia sehingga harus bersikap dan berperilaku selayaknya manusia pada umumnya.


"Aku pergi dulu," pamit Rubby.


"Sepertinya kamu melupakan sesuatu?" Wu Jin Ming belum membukakan pintu mobilnya yang terkunci.


Rubby tahu apa yang diinginkan suaminya. Dia segera mendekatkan wajahnya dan mengecup pipi Wu Jin Ming sekilas. Sebelum Rubby sempat menoleh, Wu Jin Ming menahan kepala Rubby dan mencium bibirnya. Ciumannya itu tidak berlangsung lama mengingat Wu Jin Ming harus segera berangkat ke lokasi pemotretan.


"Hati-hati di jalan dan jangan main mata sama Catherine!" sungut Rubby.


"Kamu juga. Jangan tebar pesona di kampus!"


"Di kampus nggak ada yang menarik. Kamu tenang aja. Bye! Aku pergi!" Rubby keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki kamus.


Wu Jin Ming kembali melajukan mobilnya setelah melihat Rubby masuk ke dalam kampusnya dengan selamat.


Rubby kembali membuka ponselnya dan mencoba menghubungi Lisa lagi. Kali ini teleponnya tersambung namun Lisa tidak kunjung mengangkatnya. Pada panggilan ketiga dia baru mengangkat telepon Rubby.


"Hallo! Ada apa nelpon aku pagi-pagi,By?" jawab Lisa malas.


Mendengar suara Lisa baik-baik saja, Rubby merasa lega. Sepertinya ketakutan yang dirasakan tidak beralasan. Mungkin kemarin Lisa hanya bertemu sekilas saja dengan Moza.


"Hallo! Aku sudah ada di kampus sekarang. Jam berapa kamu berangkat?" Rubby tidak mengungkit lagi masalah Moza.


"Aku belum mandi. Mungkin aku akan datang sedikit terlambat karena pekerjaanku di rumah belum selesai," jawab Lisa.


Saat ini Lisa sudah berada di rumahnya dan masih bermalas-malasan di tempat tidur bersama Moza.


"Siapa sayang?" tanya Moza. Lisa buru-buru menutup teleponnya. Dia tidak ingin Rubby tahu jika dia sedang bersama Moza saat ini.


Ruby merasa penasaran Sepertinya dia mendengar suara seseorang di belakang Lisa. Dia heran ketika Lisa tiba-tiba memutuskan sambungan teleponnya. Tidak ingin ambil pusing, Rubby melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2