
Semakin malam, bukit San semakin ramai. Banyak sekali pemburu kekuatan yang datang ke sana. Seperti yang Wu Jin Ming katakan, di antara mereka akan terjadi perkelahian.
Benar saja, perkelahiannya terjadi bukan hanya pada satu atau dua orang saja. Beberapa orang berkelahi di sana untuk menunjukkan kehebatan mereka. Selain pemburu kekuatan yang berkelahi banyak juga yang terlihat tenang dan berdiri di depan neraca penguji.
Arah pandangan Rubby tertuju pada seseorang yang sangat di kenalnya, Rubby tidak menyangka kalau dia pergi ke tempat ini juga. Dosen killer Chu Alexander dan Arlan. Rubby terlihat mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan jika dia tidak salah lihat.
'Kak Wu benar aku harus memakai cadar untuk menitupi wajahku agar tidak ada siapapun yang akan mengenaliku.' bisik Rubby dalam hati.
Selembar kain transparan muncul di telapak tangan Rubby setelah dia membaca mantra. Segera saja dia memasang kain itu untuk menutupi wajahnya. Kain yang sudah dia beri mantra itu tidak akan mudah terlepas saat dia pakai.
Senyum Wu Jin Ming mengambang menghiasi wajah tampannya. Dia pun segera melakukan hal yang sama. Dari telapak tangannya muncul sebuah topeng yang menutupi kedua matanya dan sebagian wajah di bagian atas.
Melihat kedua majikannya sudah memakai topeng, Ham pun tidak mau ketinggalan. Dia memakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya.
"Ayo kita turun! Ingat apa yang aku katakan! Ham, Rubby! Jangan jauh-jauh dariku! Setiap saat bahaya mengintai kalian. Neraca penguji sudah mulai bekerja. Dia bisa membaca kekuatan kita meskipun kita menekan energi kita hingga tidak terlihat oleh siapapun. Ingat jangan sampai energi kalian bocor!" Wu Jin Ming berbicara panjang lebar.
Rubby dan Ham mengangguk lalu berjalan mengikuti Wu Jin Ming. Rubby berdebar-debar dan berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada mereka bertiga. Di kanan kiri mereka masih terjadi pertarungan sesama pemburu kekuatan yang bersaing. Banyak sekali yang terbunuh dan terluka parah di sekitar area bukit San.
"Kasihan sekali mereka, Kak Wu!" ucap Rubby sambil memeluk lengan Wu Jin Ming.
"Di sini tidak berlaku belas kasih, Sayang! Jika kamu menolong mereka dan mereka selamat maka balasan untuk kamu adalah hal yang sebaliknya. Kamu akan mereka bunuh! Oh, iya, sayang! Jangan kamu sebut namaku di sini!"
"Maaf, aku lupa suamiku!"
Mendengar kata suamiku, Wu Jin Ming mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Mereka bertiga sudah sampai di lokasi. Kedatangan mereka di sambut oleh tatapan aneh para pemburu kekuatan yang lebih dulu ada di sana pasalnya hanya mereka saja yang datang dengan penutup wajah. Aura energi mereka bertiga pun tidak terlihat. Mereka hanya tampil seperti seorang manusia biasa yang hanya bermodalkan keberanian saja untuk datang ke sana.
"Hahaha! Lihat mereka bertiga! Tidak nampak aura energinya tapi berani datang ke sini. Percaya diri sekali mereka. Wajah mereka memakai topeng pasti karena takut malu jika mereka tidak mendapatkan apa-apa di sini." seorang pemburu kekuatan sedang berbicara pada temannya.
Mereka berusaha memancing emosi Wu Jin Ming, Ham dan Rubby namun mereka sama sekali tidak terpengaruh. Mereka bertiga tetap tenang mengambil barisan di depan neraca penguji yang sudah mulai menyala. Sebentar lagi neraca itu akan memberi tanda bagi siapa saja yang akan menerima energi dari teratai emas.
Suasana sesaat menjadi hening ketika neraca mulai berputar dan mengeluarkan sebuah simbol mantra di atas bukit San. Cahaya simbol itu menerangi seluruh bukit dan memperlihatkan siapa saja yang berada di sana. Cahaya yang sangat menyilaukan mata itu berbentuk bulat dengan tulisan dan simbol-simbol lambang energi yang tertulis di sana.
Ada ratusan orang dan siluman yang mengelilingi neraca penguji. Mereka melihat ke atas untuk menanti mantra itu memberikan tanda pada mereka. Hanya akan ada 11 orang yang akan mendapatkan tanda itu sesuai jumlah kelopak teratai emas yang berjumlah sebelas.
Cahaya simbol mantra neraca penguji mulai terpecah menjadi sebelas simbol-simbol yang berukuran lebih kecil. Simbol itu akan mengikuti kesebelas orang terpilih. Ini adalah saat yang paling mendebarkan bagi mereka.
Saat simbol-simbol itu mulai berpencar mencari pemburu kekuatan yang mereka pilih. Suasana menjadi hening seketika. Para pemburu energi terus memperhatikan ke mana cahaya simbol itu mendarat.
Wu Jin Ming berada di tengah-tengah antara Rubby dan Ham. Tangannya memegang ke dua orang itu dan bersiap mengeluarkan batas perlindungan setelah simbol cahaya itu turun. Terpilih mendapatkan energi atau tidak keadaan mereka akan sama. Para pemburu energi yang marah akan membantai siapa saja yang ada di hadapannya untuk merampas energi jiwa lawannya.
"Kalian bersiaplah!" seru Wu Jin Ming ketika dua buah simbol energi bergerak mendatangi mereka.
Kedua simbol itu menjadi milik Rubby dan Wu Jin Ming. Meskipun Ham tidak mendapatkannya, Wu Jin Ming tetap melindunginya dengan mantra perlindungan demi menjaga keamanannya. Di luar pelindung yang mereka buat kericuhan kembali terjadi.
Pandangan mata Rubby berhenti pada sosok Chu Alexander yang juga mendapatkan simbol cahaya. Begitu juga Arlan yang sedang bertarung menghadapi beberapa orang siluman yang berusaha menggagalkannya mendapatkan energi teratai emas. Mereka tidak memiliki mantra perlindungan seperti Wu Jin Ming. Mantra kuat yang hanya di miliki oleh para Dewa.
Beberapa siluman yang mencoba menembus mantra perlindungan milik Wu Jin Ming terpental dan tubuhnya terlempar jauh. Setelah itu mereka tidak berani lagi untuk mendekat. Ham merasa kagum dengan kekuatan Wu Jin Ming. Dia merasa malu mengingat kejadian beberapa waktu lalu di mana dia dengan percaya diri menantang Wu Jin Ming untuk bertarung.
Melihat Arlan terluka dada Rubby merasa sesak. Bagaimanapun juga dia adalah sahabat kecilnya yang sudah dia anggap seperti saudara terlepas dari perasaan yang pernah singgah di hatinya. Rubby tidak menyangka Arlan berada di sini, di tengah-tengah para pemburu energi. Dengan penampilan dan penutup wajahnya saat ini, Arlan tidak bisa mengenalinya lagi.
__ADS_1
Lain halnya dengan Arlan, dosen Chu terlihat lebih mumpuni. Sepertinya dia merupakan seorang kultivator tingkat atas dengan basis yang lumayan tinggi. Lawan-lawan yang menghadangnya bisa dia atasi dengan mudah. Beruntung Rubby sudah keluar dari kampus jika tidak pasti akan sangat merepotkan jika berurusan dengannya.
Seperti Rubby, Wu Jin Ming juga memperhatikan pertumpahan darah dan pertarungan masal di hadapannya. Dia juga melihat Arlan yang terlihat kepayahan saat ini. Luka yang dialaminya cukup serius. Entah berapa lama lagi dia bisa bertahan sementara teratai emas masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera terbuka.
"Kak Wu! Arlan... Arlan terluka!" ucapan Rubby terdengar sangat sedih. Dia menggigit bibirnya setelah mengatakan itu karena merasa hatinya sangat ngilu.
"Aku akan membantunya membuat pagar pelindung untuknya. Semoga ini berhasil."
Wu Jin Ming melepaskan sepatu di kaki kanannya dengan menginjaknya memakai kaki kirinya. Setelah kaki kanannya terbuka dia memunculkan tanda kedewaannya di sana dan merubahnya menjadi sebuah simbol segi delapan yang menyala. Simbol itu berada di bawah telapak kaki kanannya dan terus melebar seiiring energi yang dia tambahkan ke sana.
Ham dan Rubby tercengang melihat kemampuan Wu Jin Ming. Perlahan tanda dewa di kening Wu Jin Ming muncul seiring energi yang dia keluarkan. Hanya Rubby dan Ham yang bisa melihatnya karena orang yang berada di luar pagar perlindungan terhalang untuk melihatnya.
Simbol mantra segi delapan itu melayang di udara dan terbang menembus pagar pelindung Wu Jin Ming. Simbol itu kira-kira berdiameter 3 setengah meter dan terus bergerak menghampiri Arlan. Musuh-musuh Arlan terlihat ketakutan begiti juga dengannya. Arlan tidak tahu jika itu sebuah bantuan untuknya.
****
Bersambung...
Rubby
Wu Jin Ming
__ADS_1