
Wu Jin Ming masih terduduk di lantai sambil memeluk tubuh Rubby ketika Dewa Langit datang menghampiri mereka. Dewa Dewi yang melihat proses perbaikan tungku keabadian berkerumun mengelilingi mereka bertiga.
"Dewa Perang Harimau Suci! Ayo kita bawa Putri Virs ke taman seribu jiwa!" seru Dewa Langit.
Sadar jika tangisannya tidak akan bisa membuat Rubby terbangun, Wu Jin Ming segera bangkit dan terbang menyusul Dewa Langit pergi ke taman seribu jiwa.
Ada 9 Dewi yang menjaga taman seribu jiwa. Mereka berdiri dan menyambut kedatangan Dewa Langit. Para Dewi itu berbaris untuk memberi hormat.
"Bawa Dewi Bulan kemari!" seru Dewa Langit pada Wu Jin Ming.
Wu Jin Ming membawa Rubby berjalan mengikuti Dewa Langit. Mereka berhenti di sebuah tempat yang dikelilingi awan putih. Awan itu berkumpul menjadi sebuah awan seukuran tubuh manusia
"Letakkan tubuh Dewi Bulan di sana!" perintah Dewa Langit sambil menunjuk awan pengumpul roh itu.
"Baik, Yang Mulia!"
Dengan hati-hati Wu Jin Ming meletakkan tubuh Rubby di atas awan itu.
Wajah Rubby terlihat tenang seperti sedang tertidur. Tangan dan kakinya menjuntai ke bawah karena awan itu hanya cukup untuk menyangga tubuhnya saja.
"Kita harus melakukan penyelamatan pada janin kalian karena energi yang digunakan oleh Dewi Bulan melampaui batas maksimal dari yang seharusnya," jelas Dewa Langit.
Belum sempat Wu Jin Ming mengatakan pada Rubby untuk melakukan pemisahan janin dari tubuhnya untuk menjalankan proses penyatuan jiwa, kini hal itu harus dilakukan karena alasan lain. Wu Jin Ming tidak bisa membayangkan perasaan Rubby setelah ini. Semoga dia bisa menerima kenyataan ini dengan hati yang lapang.
"Saya mengerti Dewa Langit!" ucap Wu Jin Ming mencoba iklhas demi keselamatan anak dan istrinya.
Dewa langit memanggil 9 Dewi dan 6 Dewa lainnya untuk melakukan proses pemisahan roh suci janin Rubby dari raga ibunya.
Untuk melakukan proses itu Dewa Dewi yang membantu harus memiliki basis kultivasi di atas lima dan level di atas 10.
Saat ini Wu Jin Ming berada di basis 8 dengan level 19 namun dia sedang kehilangan lebih dari separuh energinya untuk menyalakan tungku keabadian.
Dewa dan Dewi mengatur posisi mengelilingi awan pengumpul roh dan mengeluarkan segel mantra di atas tubuh Rubby.
Awan pengumpul roh membawa tubuh Rubby naik ke atas hingga menyentuh segel mantra yang di buat oleh Dewa Dewi.
Dari dalam tubuh Rubby keluar cahaya terang berwarna kuning terang yang menyerupai sebuah bola lampu. Bola cahaya itu berbentuk bulat telur seukuran bola kaki. Awan pengumpul roh kembali turun membawa tubuh Rubby dan telur emas itu.
Di dalam telur emas terdapat calon anak Wu Jin Ming dan Rubby yang telah berhasil dipisahkan dari tubuh Rubby.
__ADS_1
Telur emas itu terbang melayang menghampiri Wu Jin Ming. Dengan berderai airmata Wu Jin Ming merentangkan tangannya menyambut telur emas yang merupakan perwujudan janin yang sebelumnya berada di dalam perut Rubby.
Untuk beberapa saat telur emas itu berada di dalam dekapan Wu Jin Ming.
Entah karena merasa sesak atau bagaimana telur emas itu bergerak lagi dan melompat ke arah yang berbeda.
"Anakku!" ucap Wu Jin Ming lirih. Suaranya tercekat dan tidak mampu mengeluarkan banyak kata-kata.
Di dalam taman seribu jiwa terdapat sebuah kuncup bunga teratai raksasa yang belum pernah mekar sekalipun.
Telur emas Rubby berputar-putar di atasnya beberapa kali. Satu persatu kelopak bunga teratai putih itu terbuka dan menampilkan isi di tengahnya. Sebuah benda bersinar melayang dari dalam kelopak teratai putih.
Sebuah batu permata segi delapan menempel pada telur emas milik Rubby. Telur itu menjadi lebih tenang dan perlahan turun dan mendarat di tengah kelopak bunga teratai putih. Beberapa saat kemudian kelopak teratai putih itu perlahan kembali tertutup rapat.
Wu Jin Ming berjalan mendekati teratai putih raksasa yang sudah tertutup rapat itu. Wajahnya masih terlihat sedih. Baru sesaat dia melihat dan memeluk calon anaknya dia sekarang sudah bersembunyi di dalam bunga teratai putih.
Di sisi lain Dewa Dewi masih bekerja keras untuk mengembalikan susunan arai energi di dalam tubuh Rubby yang tercerai-berai akibat pemisahan janin dari tubuhnya.
Wu Jin Ming ingat jika dia masih memiliki pil pemulih energi sebanyak 3 butir. Dia berjalan dengan perasaan yang campur aduk menghampiri tubuh Rubby yang melayang di atas awan pengumpul roh. Hatinya terasa hancur berkeping-keping melihat wajah pucatnya.
Tidak mungkin Rubby bisa menelan pil padat itu saat ini. Wu Jin Ming memikirkan cara agar pil pemulih energi itu bisa masuk ke tubuh Rubby. Sebuah ide muncul di benak Wu Jin Ming, dia mengeluarkan sebotol air putih dari dalam cincin penyimpanan miliknya.
Wu Jin Ming menenggak air dari dalam botol dan menyimpannya di mulutnya. Setelah mulutnya penuh dengan air dia memasukkan pil pemulih energi itu ke dalam mulut dan membiarkannya sesaat hingga hancur. Setelah di rasa pil itu telah menyatu dengan air yang dia tampung di mulutnya, Wu Jin Ming segera memberikan cairan itu pada mulut Rubby dengan mulutnya.
Terlihat perbedaan yang nyata setelah Rubby menyerap pil pemulih energi milik Wu Jin Ming. Cahaya di tubuh Rubby mulai kembali. Dalam waktu singkat tubuhnya telah kembali bersinar sebagai Putri Virs.
Melihat Rubby telah pulih Para Dewa Dewi menghentikan pancaran energi mereka. Mereka berjalan menghampiri Rubby dan Wu Jin Ming yang berada di samping awan pengumpul roh.
"Dewa Perang Harimau Suci! Bersabarlah! Putri Virs akan segera bangun!" Dewa Langit menepuk bahu Wu Jin Ming yang duduk bersimpuh di samping awan pengumpul roh.
Wu Jin Ming mengangguk pasrah. Dia tidak dapat berkata-kata lagi. Pikirannya sedang kalut memikirkan bagaimana cara menjelaskan semua yang terjadi kepada Rubby ketika dia sudah sadar nanti.
Tubuh Rubby semakin bersinar dan perlahan membumbung tinggi ke atas. Setelah sampai dalam tinggi beberapa kaki, posisinya yang semula berbaring perlahan bergerak tegak dan berdiri sempurna. Matanya yang terbuka mengeluarkan lontaran api suci biru yang menyala-nyala.
Melihat Wu Jin Ming dan para Dewa Dewi berada di bawahnya, Rubby segera turun.
"Rubby!" teriak Wu Jin Ming berlari menyongsongnya.
Pelukan ke haruan membuat mereka larut dalam suasana hangat untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Kita di mana? Bukankah kita sebelumnya berada di dapur, eh, maksudku di tungku keabadian?" tanya Rubby sedikit kebingungan saat melihat sekelilingnya. Tempat ini sangat berbeda dengan tempat sebelumnya dia berada.
"Saat ini kita sedang berada di taman seribu jiwa. Kamu telah melalui hal buruk setelah menggunakan energi spiritualmu melebihi batas yang seharusnya. Kamu hampir saja kehilangan nyawamu dan calon anak kita," jelas Wu Jin Ming.
"Anak kita? Apa yang terjadi dengan anak kita? Apakah dia baik-baik saja?" Rubby terlihat panik dan memegangi perutnya yang masih rata.
Dewa Dewi yang berada di sana tertunduk lesu. Rubby semakin sedih, pikirannya sudah tidak terkontrol. Harapannya untuk menimang buah hati bersama Wu Jin Ming pupus sudah. Kakinya yang terasa lemas membuatnya jatuh terduduk di lantai.
Airmata Rubby mengalir hangat membasahi pipinya. Saat kehilangan harapan wujudnya berubah menjadi manusia biasa. Tatapannya kosong seolah jiwanya melayang entah ke mana.
"Anak kita masih ada, Sayang! Dia baik-baik saja," ucap Wu Jin Ming sambil duduk untuk menyejajarkan tubuh mereka.
Tatapan Rubby beralih melihat suaminya.
"Kamu tidak bohong, kan? Perasaanku mengatakan jika dia sudah tidak berada di sini!" Rubby menunjuk perutnya.
"Dia memang sudah tidak berada di situ tapi dia akan tetap tumbuh dan berkembang seperti ketika berada di dalam perutmu, Sayang."
"Apa?! Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Tidak... tidak... itu tidak mungkin!" Rubby menggeleng sambil memperdalam tangisnya.
Kedua tangannya meremas ujung gaunnya untuk meluapkan kegetiran yang dia rasakan saat ini.
Mata Wu Jin Ming pun ikut memerah dan kembali menitikkan air mata. Dia meraih tangan Rubby dan menggenggamnya erat untuk menguatkan hati istrinya itu. Setelah hatinya mulai tenang, dia berusaha menyusun kata-kata yang akan dia katakan pada Rubby.
"Anak kita berada di dalam sebuah telur emas yang terbentuk dari kekuatan spiritual milikmu. Dia akan terus tumbuh seiring berjalannya waktu seperti ketika berada di dalam kandunganmu. Anak kita akan tetap aman di dalam telur emas itu sampai saatnya dia menetas," jelas Wu Jin Ming.
"Telur emas?! Di mana telur emas itu? Bolehkah aku melihatnya?" Rubby menghapus air matanya dan beranjak dari duduknya untuk mencari telur emas yang diceritakan oleh Wu Jin Ming.
Rubby berjalan mengelilingi taman seribu jiwa dan melihat setiap sudutnya. Hatinya merasa dibohongi ketika dia tidak menemukan telur emas yang diceritakan oleh Wu Jin Ming. Perasaannya kembali gundah. Kini Rubby memberi tatapan penuh amarah pada Wu Jin Ming.
"Aku akan menunjukkan di mana telur emas itu berada. Tapi aku tidak bisa berjanji untuk membuatmu melihat wujud telur emas itu. Percayalah, anak kita sekarang baik-baik saja."
Wu Jin Ming berusaha untuk terus meyakinkan Rubby bahwa calon anak mereka masih ada.
Para Dewa Dewi tidak tahu menahu tentang keberadaan telur emas Rubby. Mereka hanya tahu jika calon anak mereka berhasil diselamatkan. Setelah itu mereka kembali fokus untuk menyelamatkan Rubby.
Awalnya Rubby menolak ketika Wu Jin Ming ingin membawanya berjalan namun akhirnya dia menurut. Semarah apapun dia pada Wu Jin Ming itu tidak akan merubah kenyataan yang sudah terjadi. Toh semua ini bukan kesalahan Wu Jin Ming, dialah yang bersikeras untuk melakukan perbaikan pada tungku keabadian yang hampir padam.
Langkah Wu Jin Ming berhenti di depan sebuah bunga teratai putih raksasa yang menyimpan telur emas Rubby.
__ADS_1
****
Bersambung...