TIGER WU

TIGER WU
SEBUAH POSTER


__ADS_3

Rubby dan Wu Jin Ming bersantai di ruang tamu setelah selesai dengan aktivitas panjang hari ini.


"Yang, besok aku udah mulai kerja. Kamu berhati-hatilah selama aku jauh dari kamu." Wu Jin Ming mulai berbicara sambil menikmati secangkir teh hangat dan menonton TV.


"Iya Kak. Apa kita nggak bermeditasi untuk malam ini?" tanya Rubby melakukan hal yang sama dengan Wu Jin Ming.


"Kamu istirahatlah. Aku akan berkultivasi sendiri tengah malam nanti. Kamu nggak banyak mengeluarkan energi hari ini," jelas Wu Jin Ming.


"Aku mengerti. Katakan jika Kakak membutuhkan sesuatu." Rubby merapatkan duduknya dengan Wu Jin Ming. Baginya wajah Wu Jin Ming meningkatkan ketampanannya ketika sedang serius.


"Aku butuh kamu," bisik Wu Jin Ming di telinga Rubby. Seketika bulu roma Rubby meremang. Kata lembut Wu Jin Ming mampu membuat hatinya bergejolak.


"Lakukanlah!" Rubby juga menginginkannya saat ini. Tanpa basa basi Wu Jin Ming membawa Rubby ke kamarnya dengan teleportasi. Dalam sekedip mata mereka sudah berada di atas tempat tidur.


Wu Jin Ming beranjak meninggalkan tempat tidur setelah Rubby terlelap. Dia pergi ke atap untuk berkultivasi. Energi sinar bulan akan menambah penyerapan tenaga yang di butuhkan Wu Jin Ming. Kini kultivasi Wu Jin Ming sangat erat kaitannya dengan Dewi Bulan.


Energi spiritual Wu Jin Ming meningkat drastis ini jauh di luar dugaannya. Mungkin dia butuh bertapa bertahun-tahun untuk mendapatkannya jika dia belum menikahi Rubby. Wu Jin Ming segera kembali ke kamar setelah bangun dari meditasinya.


"Emmhh, dari mana?" melihat kedatangan Wu Jin Ming. Rubby mengerjabkann matanya karena masih sangat mengantuk.


"Dari kultivasi di atap rumah. Masih malam tidurlah!" Wu Jin Ming membetulkan selimut Rubby dan memeluknya.


"Hmm." Rubby menggeliat dan membalas pelukan Wu Jin Ming. Mereka kembali tertidur karena baru lewat tengah malam.


Pagi hari mereka beraktivitas seperti biasa. Keadaan kini berbeda. Setelah mengantar Rubby ke kampus, Wu Jin Ming harus bekerja sebagai model. Fisiknya yang bagus membuatnya di lirik banyak brand ternama untuk menjadi model produk mereka.


Tawaran demi tawaran terus berdatangan. Wu Jin Ming hanya ingin menjadi model saja. Dia tidak tertarik untuk berakting.


Kegiatan Wu Jin Ming yang padat membuatnya sering pulang larut malam. Seringkali Rubby tertidur di sofa saat menunggunya pulang. Wu Jin Ming merasa belum terbiasa dengan pekerjaannya dan sangat sulit untuk membagi waktu.


"By, kamu pulang sama siapa?" tanya Bella.


"Aku naik taksi aja, Bel," jawab Rubby sambil berkemas.


"Gimana kalau kita ke mall dulu? Kita dah lama banget nggak ngemal bareng," celetuk Cindy.


"Ide bagus tuh!" Lisa merangkul Rubby dari belakang. "By, ikut ya. Ayo dong!" rengek Lisa.


Rubby berpikir sejenak. Kira-kira Wu Jin Ming marah tidak kalau dia pulang kuliah keluyuran dulu.


"Aku ijin kak Tiger dulu, ya." Rubby menelepon Wu Jin Ming beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Mungkin dia masih bekerja.


"Gimana?" tanya Cindy penasaran.

__ADS_1


"Gak di angkat. Mungkin lagi kerja." nada bicara Rubby terdengar kecewa.


"Udah deh, kamu kirim pesan aja. Lagipula dia lagi sibuk juga, kan? Pasti dia nggak akan marah kalau kita pergi bentar." Bella ikut bicara.


"Baiklah, aku ikut kalian!" Akhirnya Rubby menyerah. Percuma dia menolak ajakan trio ciwi itu. Mereka pasti akan terus memaksa.


"Nah, gitu dong! Yuk, cabut!" ucap Cindy.


Mereka berempat pergi ke mall dengan mobil Bella. Kehadiran Rubby membuat mereka terlihat heboh. Sudah lama mereka tidak kumpul berempat.


"Wah, cepet banget kita udah sampai!" seru Lisa.


"Perasaan aku tadi nggak ngebut deh!" Bella selaku pemegang kemudi ikut menimpali.


"Iya karena kita keseruan ngobrol," ucap Rubby.


"Kamu sih, By. Sekarang susah banget di ajak nongkrong bareng kita. Ya, nggak teman-teman?" Cindy mencari pembenaran.


"Ya, maaf. Kak Tiger kan jarang ngebolehin aku pergi tanpa dia," jelas Rubby.


"Yah, resiko punya cowok ganteng itu ya gitu, By. Banyak aturan. Tapi kalau kamu nggak mau, aku masih bersedia nampung kog. Aku ikutin mau dia." Bella tertawa.


"Yee, apaan sih. Kita mau ke mall apa ngobrol di sini aja." Rubby merasa jengkel karena dari tadi pintu mobil masih terkunci dari dalam.


"Eh, iya. Lupa belum aku buka." terdakwa Bella nyengir menanggapi pelototan teman-temannya.


"Pren, habis ini kita belanja, ya. Di distro Cempaka banyak diskon," ucap Lisa sambil menguyah makanannya.


"Iya, tapi inget, jangan kalap!" seru Cindy.


"Heleh, kayak kamu enggak!" timpal Bella.


"Ya, tergantung itu. Kan aji mumpung." jawaban Cindy membuat yang lainnya tertawa.


"Bener tuh. Aku juga mau nyari baju buay kak Tiger." Rubby terlihat bersemangat mengingat Wu Jin Ming yang begitu modis saat ini.


"Ciee... ciee... yang lagi anget-angetnya," goda Lisa.


"Sirik aja kamu, Lis!" seru Bella.


"Biarin. Kali aja entar aku nemu yang kayak kak Tiger. Atau kalau nggak ya, Rocky juga boleh." Bella tidak mau kalah.


"Oh, iya. Kita tadi kog nggak lihat Rocky, ya?" Cindy melirik ke tiga temannya bergantian.

__ADS_1


"Mungkin dia sedang banyak job hari ini," ucap Rubby.


"Pasti lah. Jam terbang dia kan tinggi. Wajar kalau jarang bisa masuk kuliah," sahut Lisa.


"Aku udah selesai, nih." Rubby mengelap mulutnya dengan tisu.


"Nitip bayarin sekalian, By." Bella mengeluarkan uang dari dompetnya lalu menyerahkannya kepada Rubby.


"Aku juga!" Cindy ikut-ikutan.


"Aku sekalian juga. Kalau kurang tambahin dulu ya, By!" seru Lisa.


"Kebiasaan! Jangan mau, By!" Cindy melirik Lisa sebal.


"Udah, nggak papa!" jawab Rubby sebelum berbalik meninggalkan mereka bertiga.


Kasir lumayan antri. Teman-teman Rubby sudah menunggu Rubby di luar food court saat Rubby selesai membayar. Mereka berempat segera pergi ke distro yang mereka tuju.


Saat perjalanan terpampang banyak poster Wu Jin Ming yang menjadi brand ambasador produk pakaian ternama.


"Aku kog nggak asing ya, sama orang di poster ini." Bella berhenti di depan sebuah poster besar.


"Kak Tiger!" pekik Cindy sambil menutup mulutnya yang mengundang perhatian orang.


"Iya, bener!" Lisa tak mau ketinggalan.


Spontan mereka bertiga menoleh ke arah Rubby untuk mencari kebenaran.


"Jadi, Kak Tiger kerja jadi model, By?" tanya Cindy.


"Iya," jawab Rubby singkat. Mimik wajahnya yang sulit diartikan.


"Keren! Pasti banyak yang naksir dia, By. Hati-hati, pelakor sekarang suka terang-terangan!" seru Bella.


"Aku percaya kog sama dia. Aku yakin dia setia sama aku." hati kecil Rubby sebenarnya juga merasa khawatir, tapi menilik sifat Wu Jin Ming, tidak mungkin dia berpaling darinya.


"Udah, jangan pada jadi kompor. Yuk, kita ke dalem. Belum puas belanja tau-tau keburu malem," ajak Lisa.


Mereka sependapat dengan Lisa. Tak ingin membuang waktu, akhirnya mereka memilih untuk berbelanja. Di distro yang mereka kunjungi juga ada poster Wu Jin Ming dengan berbagai gaya. Ada yang berpose sendiri dan ada juga yang berpose bersama seorang wanita maupun rame-rame.


Rubby menggigit bibirnya ketika melihat Wu Jin Ming sedang berpose mesra dengan seorang model wanita. 'Aku percaya kamu, Kak Tiger. Ini hanya pekerjaan. Aku nggak boleh cemburu.' batin Rubby.


Rubby pura-pura memilih baju saat Bella melihatnya ketika memandangi poster Wu Jin Ming beberapa saat yang lalu. Dia tidak ingin Bella berpikir kalau dia sedang cemburu. Padahal emang iya walaupun itu tidak berlebihan.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2