TIGER WU

TIGER WU
WANITA DARI MASA LALU


__ADS_3

Wu Jin Ming membawa Rubby berjalan dengan kecepatan angin. Dalam hitungan detik mereka telah sampai di pinggir hutan larangan, tempat di mana dahulu Rubby tersesat. Tidak banyak yang berubah di tempat itu, masih sama seperti dulu, kira-kira satu tahun yang lalu saat mereka bertemu di sana.


Batu besar dan pohon yang menjadi penanda untuk masuk ke dalam dimensi lain yang ada di sana pun masih sama.


Rubby dan Wu Jin Ming saling berpandangan dengan tangan yang masih saling menggenggam.


"Kita sudah sampai," ucap Wu Jin Ming lembut.


"Iya. Semuanya masih terlihat sama seperti waktu itu." Rubby membawa Wu Jin Ming berjalan tanpa melepaskan pegangan tangannya.


Hutan larangan di penuhi dengan pohon-pohon besar yang dikelilingi semak belukar. Semua tumbuh dengan alami karena jarang terjamah oleh tangan-tangan manusia. Mereka tidak berani mendekat ke sana setelah beberapa kali mendengar kabar jika semua orang yang masuk ke dalam hutan itu tidak akan pernah bisa kembali dengan selamat.


Mereka berdua berada di ambang pintu gerbang dimensi ke alam lain. Rubby mencoba meyakinkan dirinya untuk masuk ke sana lagi. Bayangan-bayangan ketakutan masih tersisa dalam ingatannya. Ingatan di mana dia dikejar-kejar oleh seorang siluman ular yang ingin memangsanya.


"Apa kamu yakin ingin masuk ke dalam?" tanya Wu Jin Ming memastikan keseriusan Rubby.


"Hari sudah sore. Kita sebentar saja di dalam. Aku hanya ingin melihat-lihat saja, Sayang. Lagi pula, suara binatang-binatang hutan akan terasa menakutkan jika hari gelap."


"Kalau begitu cepatlah! Waktu di dimensi itu lebih cepat dari waktu di dunia manusia. Satu menit di sana sama halnya satu jam di sini." Wu Jin Ming mengingatkan.


"Hmm. Ayo!" Rubby mengangguk.


Wu Jin Ming dan Rubby berjalan bersama melewati gerbang dimensi itu tanpa melepaskan tangan mereka.


Suasana berubah. Di alam dimensi tidak ada siang maupun malam. Sepanjang waktu keadaannya selalu sama. Redup.

__ADS_1


Memori di dalam kepala mereka masing-masing terputar menampilkan kesan yang berbeda sesuai apa yang telah mereka alami.


Wu Jin Ming melapisi tubuh mereka dengan energi pelindung agar tidak tertembus oleh kekuatan apapun yang bisa saja mengganggu perjalanan mereka.


Berjalan selangkah demi selangkah menapaki jejak kenangan yang mereka lewati. Sebenarnya Wu Jin Ming ingin membawa Rubby ke tempat di mana dia menghabiskan waktu di sana. Tetapi mungkin goa tempat Wu Jin Ming bertapa itu sudah dihuni makhluk lain yang sedang bertapa juga.


"Kak Wu! Aku sudah selesai. Ayo kita kembali." Rubby berbalik menghadap ke arah Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming meraih tangan Rubby yang lain hingga kedua tangan mereka saling berpegangan. Mereka saling memandang dengan penuh cinta. Rubby menabrakkan tubuhnya dan memeluk Wu Jin Ming.


"Kak Wu! Aku mencintaimu." Hanya kata-kata itu yang bisa dia ucapkan saat ini.


Wu Jin Ming membalas pelukannya. Tangannya mengusap punggung Rubby dengan lembut. Hatinya bergetar mendengar ucapan Rubby meskipun sebelumnya dia sudah sangat sering mendengarnya. Mungkin suasana dan momen berkesan di tempat ini yang membuat ungkapan itu begitu spesial.


"Aku juga sangat mencintaimu, Rubby. Sangat! Hanya kamu satu-satunya orang yang aku miliki." Wu Jin Ming mendekap tubuh Rubby erat.


Untuk beberapa saat mereka larut dalam perasaan mereka yang mendalam. Rasa sayang yang bertambah dan tidak ingin berpisah satu sama lain membuat mereka tidak segera melepaskan pelukan mereka.


Tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang nanar melihat romantisme mereka berdua.


Sejak beberapa saat yang lalu dia berdiri di samping mereka dan melihat adegan kemesraan mereka berlangsung.


Merasa Wu Jin Ming dan gadis yang tidak dikenalnya itu tidak kunjung menyudahi pelukannya, wanita itu berinisiatif untuk memanggil Wu Jin Ming lebih awal.


"Xin gan!" panggil wanita itu lirih karena mengucapkan kata-kata sambil menahan kesedihan.

__ADS_1


Wu Jin Ming terkesiap. Dia merasa sangat akrab dengan panggilan itu, suara itu, namun dia belum yakin jika itu adalah suara orang yang di kenalnya. Meskipun begitu dia ingin melihat kebenarannya. Perlahan dia melepaskan pelukannya dan mencari dari mana suara itu berasal


Rubby ternyata juga mendengar suara itu. Sepertinya dia menyebutkan sebuah nama.


"Xin gan!" ulang wanita itu ketika Wu Jin Ming tidak juga menoleh ke arahnya.


Rubby dan Wu Jin Ming secara bersamaan menemukan si pemilik suara lembut itu. Seorang wanita berperawakan langsing, tidak terlalu tinggi, berkulit putih, berwajah sayu dan memiliki rambut yang panjang tergerai. Dia memakai hanfu berwarna pink dengan motif sederhana. Sebagian rambutnya di sanggul ke atas dengan hiasan simpel namun terkesan elegan. Jika dinilai untuk kecantikannya mungkin berada satu atau dua tingkat di bawah Rubby-lah.


"Mimi!" Suara Wu Jin Ming seperti tercekat ketika mengucapkan panggilan itu.


Raut wajahnya berubah, antara haru, rindu, bingung dan galau. Dirinya seperti sedang berdiri di tepi sebuah jurang kenestapaan saat dihadapkan pada dua pilihan. Bimbang, gelisah, dan mungkin sedikit putus asa.


Rubby melihat Wu Jin Ming dan wanita yang di panggil Mimi itu secara bergantian. Mencoba mencari jawaban dari sikap aneh keduanya. Perasaannya menjadi kacau saat merasa jika wanita itu adalah bagian dari masa lalu Wu Jin Ming.


"Xin gan, apa kabar?" wanita itu terlihat menekan perasaannya dan mencoba bersikap biasa meskipun bintik-bintik air mata tertahan di sudut kedua matanya.


"Baik." Wu Jin Ming menundukkan kepalanya seperti tidak berani menatap wajah sendu wanita itu.


Rubby merasakan tangan Wu Jin Ming berubah menjadi hangat dan berkeringat seiring dengan gejolak dalam tubuhnya yang mungkin hampir meledak. Aliran darahnya begitu kencang seakan jantungnya bekerja lebih keras dari sebelumnya. Lalu apa kabar dengan hatinya?


Jika harus jujur, saat ini Rubby merasakan sakit yang mendalam namun dia tahan. Setiap orang punya masa lalu seperti halnya dirinya yang juga pernah terlibat hubungan asmara dengan beberapa pria. Rubby memejamkan matanya sejenak mencoba untuk menetralkan rasa cemburunya.


"Kak Wu! Aku percaya padamu. Selesaikan masalah kalian jika mungkin ada. Aku tidak ingin terjebak diatara dua orang yang berada dalam kisah cinta yang belum usai." Rubby mencoba menguatkan hatinya untuk mengatakan itu.


Wu Jin Ming terkejut mendengar kata-kata Rubby. Dia tidak menyangka jika Rubby bisa mengetahui jika wanita asing itu ada hubungan dengannya. Sejurus dia menatap Rubby. Dalam. Saat ini Wu Jin Ming benar-benar berada di dalam dilema.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2