TIGER WU

TIGER WU
DATANG BERTAMU


__ADS_3

Wu Jin Ming tidak langsung menjawab karena masih fokus untuk membawa mobilnya keluar dari area parkir agensi. Dia akan menjawabnya ketika sudah lebih santai saat mobilnya sampai di jalan raya. Mobil yang mereka kendarai melaju dengan santai di jalanan.


"Kamu tahu alamatnya, Jimmy?" tanya Rubby kemudian.


"Aku sudah menandai tubuhnya dengan tatapan iblisku. Aku bisa mengikutinya dari jejak yang dia tinggalkan." Wu Jin Ming menjawab sambil terus melihat ke jalanan.


"Apakah dia suami dari siluman ular betina yang di cari oleh Han?" tanya Rubby lagi.


"Bisa jadi," jawab Wu Jin Ming singkat.


"Kok, bisa jadi, sih? Kalau masih ragu kenapa kita mengikutinya?" Rubby mendengus kesal.


"Hanya dia satu-satunya petunjuk yang kita punya, Sayang."


Wu Jin Ming tetap bersabar menghadapi sikap Rubby yang tidak begitu senang dengan perjalanan kali ini.


Han diam saja karena ini baru pertama kalinya dia pergi menaiki mobil. Dia merasa takjub dan terlihat kampungan. Tangannya menyetuh apa saja yang ada di dekatnya.


"Jangan pegang-pegang! Nanti mobil ini kotor!" seru Rubby saat melirik Han dari kaca spion.


Han langsung diam dan kembali duduk dengan tenang.


"Anak manis." Rubby mengacungkan jempolnya ke arah Han.


Sebenarnya Han sangat kesal dengan sikap Rubby, namun dia tahan demi mencapai tujuannya.

__ADS_1


Mobil mereka melaju mengikuti jalan yang telah dilewati oleh Jimmy. Wu Jin Ming menambahkan energinya sehingga mobil yang dia kendarai seolah-olah berjalan dengan sendirinya. Energi yang sama dengan energi yang dia lepas di tubuh Jimmy membuat energi yang ada di mobil mudah untuk menemukannya.


Mobil milik Jimmy sudah terparkir rapi di halaman rumahnya. Untuk ukuran seorang kru sebuah agensi managemen artis itu terbilang sangat mewah. Rumah dua lantai dengan halaman luas dan berdiri di sebuah kompleks perumahan yang terbilang elit.


Saat melihat mobil Wu Jin Ming berhenti di depan rumah Jimmy, seorang satpam datang menghampirinya.


"Selamat siang, Tuan! Ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam itu.


Wu Jin Ming membuka kaca jendelanya lalu turun dari mobilnya.


"Apakah benar ini rumah Jimmy?"


Satpam melihat Wu Jin Ming dari atas hingga ke bawah. Mungkin dia tidak boleh menerima sembarang tamu mengingat ini kali pertama Wu Jin Ming bertandang ke sana. Sebagai seorang satpam dia harus bertanggung jawab atas keamanan rumah itu.


"Apakah Tuan sudah ada janji dengan Tuan Jimmy?"


Awalnya satpam itu masih ragu-ragu untuk mempersilakan Wu Jin Ming masuk namun melihat wajah Wu Jin Ming yang tidak asing lagin sebagai model membuatnya percaya padanya.


"Mari silakan masuk, Tuan!" Satpam itu akhirnya membuka pintu gerbang rumah Jimmy.


Wu Jin Ming kembali masuk ke dalam mobilnya dan membawanya masuk ke halaman rumah Jimmy.


"Tuan, apakah aku juga harus ikut masuk dengan menampakkan diri atau tidak?" tanya Han.


Mendengar kata-kata Han, Rubby mendelik jengah.

__ADS_1


"Kamu itu benar-benar membuatku tidak habis pikir, Han. Selain jelek, bodoh, kampungan, ternyata kamu juga pengecut. Kamu pikir kamu pesuruhmu yang seenaknya bisa kamu atur, haa?!" seru Rubby geram.


Rubby dan Han saling mengeluarkan tatapan kebencian. Mereka sama-sama memiliki sikap yang keras dan tidak ada yang mau mengalah. Dari awal pertemuan mereka sudah tidak ada kecocokan, bahkan cenderung memiliki keinginan untuk saling bermusuhan.


"Hentikan dendam pribadi di antara kalian. Kita selesaikan dulu masalah Haya!" bentak Wu Jin Ming melihat Han dan Rubby bergantian.


Kalau sudah begitu, Rubby pun tidak berani lagi membuat ulah. Baginya kemarahan Wu Jin Ming lebih menakutkan daripada seluruh bencana alam yang terjadi di dunia ini. Sikap dinginnya bahkan lebih dingin dari kutub utara yang tidak mudah mencair.


"Ayo kita turun. Jaga sopan santun kalian dalam bertamu!" tegas Wu Jin Ming lagi.


Han dan Rubby menurut saja. Mereka seperti robot yang digerakkan dengan remot kontrol. Berjalan di belakang Wu Jin Ming dan mengikutinya tanpa bersuara.


Suasana rumah Jimmy tampak sepi. Dari luar rumah saja sudah sangat terasa hawa siluman di dalam sana. Wu Jin Ming sangat yakin jika saudari Han ada di dalam sana. Atau mungkin juga ada siluman lain ditilik dari kuatnya energi yang terasa.


"Aku merasakan hawa siluman yang sangat kuat, Han. Apa kamu bisa mengendus keberadaan saudarimu di sana?" tanya Wu Jin Ming sebelum mengetuk pintu.


"Aku merasakannya. Dia ada di sini. Dia benar-benar ada di dalam rumah ini!" seru Han berbinar senang.


"Sudah, jangang lebai! Belum tentu pertemuan kalian berdua akan indah seperti adegan drama!" ucap Rubby.


Wu Jin Ming tidak mempedulikan ocehan mereka. Dia terus mengetuk pintu rumah Jimmy sampai ada yang membukakannya untuk mereka.


****


Bersambung...

__ADS_1



__ADS_2