
"By, coba ini!" Wu Jin Ming mengambilkan sepotong daging untuk Rubby namun Rubby menarik mangkuknya.
Makanan itu terlihat asing. Rubby takut jika itu olahan dari binatang aneh atau binatang yang Rubby tidak ingin makan.
"Nggak! Kamu makan aja, Kak. Nanti kalau aku mau aku ambil sendiri," ucap Rubby beralasan.
Wu Jin Ming masih melirik ke mangkuk Rubby. Di sana hanya ada beberapa potong daging ayam, sepotong ikan dan sayuran. Bagi Wu Jin Ming ini sangat mengherankan, padahal di hadapan Rubby banyak sekali menu masakan yang enak-enak dan sayang untuk di lewatkan.
"Padahal ini enak, lho." Wu Jin Ming menaruh potongan daging itu ke dalam mangkuknya.
"Memangnya itu daging apa, Kak?" tanya Rubby penasaran.
"Ini daging rusa," jawab Wu Jin Ming sambil menikmati makanannya.
"Em... sebenarnya aku takut kalau itu daging hewan buas atau apa gitu." Rubby merasa asing dengan menu kerajaan yang banyak sekali macamnya.
"Hahaha... kamu lucu sekali, Sayang. Tidak ada makanan yang aneh di sini. Jenis makanan kami hampir sama dengan manusia. Hanya bangsa kami lebih suka daging.
Setelah mendengar penjelasan Wu Jin Ming, Rubby kini berani mencoba makanan asing di depannya. Rasanya sangat enak. Rubby sangat menyukai daging rusa seperti yang di rekomendasikan oleh Wu Jin Ming.
"Kak Wu! Habis ini kita langsung ke kampus saja, ya." ucap Rubby meletakkan mangkuk dan sumpitnya setelah selesai sarapan.
"Hmm. Bagaimana dengan buku-buku dan bajumu?" tanya Wu Jin Ming.
"Hihi... pakai sihir." Rubby meringis memamerkan gigi-giginya.
Sekarang Rubby sudah bisa memakai sihir. Ilmu sihir dari ayahnya belum sekalipun dia coba. Mungkin inilah saatnya dia mencobanya.
Wu Jin Ming membawa Rubby keluar dari Kerajaan Harimau Suci. Setelah keluar dari gerbang mereka baru bisa melakukan teleportasi ke alam manusia. Mereka sudah tiba di kampus namun belum terlihat oleh manusia.
Rubby segera merubah penampilannya menggunakan sihir, begitupun dengan Wu Jin Ming. Sekarang mereka sudah berpenampilan casual seperti biasanya. Rubby membaca mantra untuk sihir pemindahan barang. Buku tas dan apapun yang dia butuhkan dia pindahkan dari rumah ke kampusnya.
"Wow! Kamu keren, Sayang. Ayah mertua pasti sangat keren juga," puji Wu Jin Ming.
__ADS_1
"Tentu saja. Dia juga tampan. Tapi sayang dia udah nggak ada sekarang." Rubby masih bersedih ketika teringat akan ayahnya.
"Hei, jangan bersedih! Kamu lupa jika suami tampanmu ini sekeren ayahmu juga, hmm?" Wu Jin Ming menarik Rubby ke dalam pelukannya.
Setelah merasa siap mereka menampakkan diri kepada manusia, tanpa merubah posisi sebelumnya. Tangan Rubby dikalungkan di leher Wu Jin Ming dan Wu Jin Ming memeluk pinggangnya. Mereka saling bertatapan.
Rasa cinta mereka terus bertambah seiring waktu kebersamaan yang mereka jalani. Mereka selalu ingin bersama dan enggan untuk berpisah walau sesaat saja.
"Tetaplah di sini sampai aku selesai kuliah. Aku tak akan lama," ucap Rubby dengan tatapan yang tidak beralih dari wajah Wu Jin Ming.
"Aku akan menunggumu dan berada di dekatmu." tatapan Wu Jin Ming tidak kalah mesra dengan tatapan Rubby.
Tanpa mereka sadari trio ciwi berjalan mendekati mereka berdua. Mereka mengendap-endap seperti anak kecil yang ingin menangkap kupu-kupu. Wu Jin Ming dan Rubby tidak menyadari kedatangan mereka karena sedang larut dalam gelora cinta mereka.
"Hayooo! Pagi-pagi pacaran!" seru Bella mengagetkan Wu Jin Ming dan Rubby.
Rubby dan Wu Jin Ming yang tersentak melepaskan pelukan mereka hingga mereka kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh.
"Kalian apa-apaan, sih! Ngagetin aja! Kalau jantungku lompat gimana?" gerutu Rubby kesal.
"Ah, kalian ini. Bikin jiwa jombloku meronta-ronta tau nggak?!" seru Lisa sambil menyenggol lengan Rubby.
"Iya tuh, Rubby ma Kak Tiger pagi-pagi bikin baper aja!" imbuh Cindy.
"Mending lihat adegan romantis gratis daripada harus ke bioskop mesti beli tiket!" seloroh Rubby.
"Mau dong yang lebih romantis." Lisa menaik turunkan alisnya.
"Boleh! Sini sayang!" Rubby berjinjit dan memgecup bibir Wu Jin Ming. " Udah, puas sekarang!"
Setelah mencium Wu Jin Ming, Rubby berjalan cepat meninggalkan ketiga temannya yang masih terbengong melihat apa yang dilakukan Rubby. Setelah tersadar dari keterkejutannya, trio ciwi mengangguk dan tersenyum pada Wu Jin Ming lalu pergi menyusul Rubby. Wu Jin Ming membuat tubuhnya tak terlihat dan mengikuti mereka berempat.
"By, kamu keren banget. Sumpah perfect couple!" seru Lisa.
__ADS_1
"Hmm." Rubby masih enggan membahas urusan percintaannya dengan Wu Jin Ming pada teman-temannya.
"Rubby mah nggak mau cerita ma kita-kita gimana rasanya punya pacar seorang model yang banyak digandrungi para wanita. Kemarin aku baca berita kalau Tiger Wu sekarang menjadi model terlaris dengan bayaran termahal lho!" cerita Cindy.
"Kalau nggak siap mental mending nggak usah pacaran sama model atau artis, deh!" saran Rubby.
"Memangnya kenapa, By? Apa kalian pernah bertengkar juga?" tanya Bella sangat ingin tahu.
"Ya gitu deh. Aku alergi sama model yang namanya Catherine!" seru Rubby.
"Cewek mirip kayak bencong gitu aja dicemburuin. Mana mukanya udah kaya tante-tante gitu lagi. Hiiiii!" Bella mengedikkan bahunya.
"Tapi dia suka nempel-nempel dan nyari kesempatan buat dapetin perhatian cowok aku. Jijik nggak tuh!" seru Rubby.
"Iya, juga sih. Aku juga bakalan nggak rela kalau cowok aku di sentuh sama makhluk jadi-jadian kayak si Catherine." Cindy menimpali.
"Udah, ah! Males bahas ginian." Rubby ingin mereka membahas topik lain.
Mereka tidak bersuara lagi dan terus berjalan menuju ke kelas mereka. Hari ini hanya ada satu mata kuliah saja. Mereka begitu bersemangat untuk mengerjakan ulangan agar segera bisa pulang.
Wu Jin Ming berjalan mendahului mereka berempat, tetapi hanya Rubby saja yang bisa melihatnya. Entah apa yang ada di pikiran Wu Jin Ming, dia terus tersenyum memandangi wajah Rubby. Merasa di tatap seperti itu, Rubby terlihat salah tingkah.
"By, kamu lihat apa sih?" tanya Cindy penasaran karena sejak tadi dia melihat Rubby tersipu tidak jelas.
"Eh, enggak kog. Aku cuma teringat sama Kak Tiger aja," ucap Rubby sambil melirik Wu Jin Ming yang berada di depannya.
"Cieee... baru di tinggal sebentar aja udah kangen!" ledek Lisa.
"Habis ini aku mau jalan sama dia," ucap Rubby.
"Ih, kamu co cuit banget sih, By! Aku kan juga mau." Bella merasa iri dengan Rubby yang selalu mesra dengan Wu Jin Ming.
"Kalian kan bisa nyari pacar. Wajah cantik, body oke, penampilan juga menarik. Nggak mungkin kan nggak ada cowok yang nggak suka ma kalian? Tunjukkan pesonamu gaes!" seru Rubby menyemangati ketiga temannya yang saat ini jomblo.
__ADS_1
****
Bersambung...