TIGER WU

TIGER WU
TELEPON GELAP


__ADS_3

Rocky dan Fero berjalan mengikuti Rubby dan keempat temannya menuju kelas. Mereka berenam menjadi pusat perhatian warga kampus. Rubby merasa risih dengan tatapan para fans Rocky. Berbeda dengan Rubby, ketiga temannya sangat bangga bisa berjalan bersama seorang artis.


“By, kamu yakin nggak mau pulang bareng sama aku?” Rocky mengulang kembali tawarannya ketika mereka sudah hampir sampai di ruangan kelas Rubby.


“Yakinlah. Ada hati yang mesti aku jaga.” Rubby mencoba tersenyum pada Rocky agar dia tidak merasa sakit hati atas penolakannya.


Rocky terbuai dengan senyum manis Rubby. Dia semakin tidak bisa untuk melepaskannya begitu saja. Rocky berusaha untuk mencari celah agar dia bisa masuk ke dalam kehidupan Rubby.


“Jadi kamu dah punya pacar?” Rocky mensejahari Rubby berjalan.


“Iya. Aku dah punya pacar.” Rubby melirik ketiga temannya yang sejak tadi diam seribu bahasa.


Merasa mendapat kode dari Rubby, Cindy pun membuka mulutnya. “Iya, bener kok. Rubby memang dah punya pacar. Namanya Tiger,” jelas Cindy.


“Aku Cuma mau berteman aja kog. Sama Rubby. Sama kalian juga. Boleh kan?” tanya Rocky.


“Boleh banget!” celetuk Bella yang tak mau ketinggalan.


Mau tidak mau Rubby terpaksa menyetujui permintaan pertemanan Rocky. Mereka berpisah di depan kelas Rubby. Rocky dan Fero berjalan cepat menuju ke kelas mereka. Banyak mahasiswi yang meneriakkan namanya,namun Rocky hanya melambaikan tangannya dari kejauhan.


“By, kamu beruntung banget sih jadi orang,” gerutu Lisa.


Rubby tetap santai menanggapi kecemburuan sahabatnya itu. Dia duduk dan menyiapkan buku untuk kuliahnya.


“Iya, By. Kalau gitu kak Tiger buat aku aja ya.” Bella menarik ikat rambut Rubby dari belakang sampai terlepas. “Upps... Maaf.” Bella mengulurkan tangannya untuk mengembalikan ikat rambut Rubby.


“Mana bisa cinta di paksa-paksa. Kak Tiger dan aku saling mencintai. Kalau Rocky bukan apa-apa buat aku. Aku nggak mau ambil bagian buat memperebutkannya. Terserah kalian. Aku nggak mau terlibat dalam hal ini.” Penjelasan Rubby membuat ketiga temannya merasa lega.


“Beneran, ya. Deal kamu nggak ikutan bersaing memperebutkan Rocky.”Cindy mengajak Rubby untuk berjabat tangan.


“Deal!” Rubby mantap membalas uluran tangan Cindy. Bella dan Lisa ikut menumpuk tangan mereka di atas tangan Rubby dan Cindy. Mereka akhirnya kembali akur dan tertawa bersama lagi. Mereka baru berhenti bercanda ketika melihat dosen masuk ke ruangan.

__ADS_1


Ponsel Rubby berdering saat dia membereskan alat tulisnya. Untung dosen sudah keluar. Nomor baru. Rubby bimbang untuk mengangkatnya atau tidak.


“HP kamu bunyi tuh. Angkat gih! Kali aja penting.” Lisa menyenggol lengan Rubby dengan sikunya.


“Iya.” Akhirnya Rubby memilih untuk mengangkatnya. “Hallo!”


“Hallo, Sayang. Sudah selesai kuliahnya?” tanya suara di seberang. Sepertinya suara itu tidak asing bagi Rubby.


“Ini baru mau siap-siap pulang.” Rubby melirik tiga sahabatnya yang terus menatapnya penasaran dari tadi.


“Ok. Aku sudah menunggu kamu di depan kampus. Bye!” telepon dimatikan secara sepihak oleh penelepon gelap tadi.


“Eh, tunggu... tunggu! Yah dimatikan!” Rubby belum sempat memastikan apakah itu Wu Jin Ming atau bukan.


“Siapa, By?” tanya Lisa.


“Tauk. Nomer baru. Aku duluan ya!” Rubby beranjak dari duduknya. Dia ingin buru-buru melihat siapa penelepon gelap tadi.


Rubby berjalan cepat diikuti oleh Lisa. Dari kejauhan Cindy dan Bella juga terlihat mengejar mereka. Mereka merasa ada yang aneh dengan Rubby dan Lisa yang tiba-tiba berlari meninggalkan kelas.


Sebuah mobil sport edisi terbatas berwarna merah berhenti di depan gerbang. Saat Rubby sampai di sana sudah banyak para mahasiswi berdiri mengerubutinya. Rubby merasa tidak yakin apakah itu mobil penelepon tadi atau bukan.


Pintu mobil itu terbuka. Seseorang keluar dari sana. Pria berambut panjang yang di kuncir sembarang dengan gaya menawan berjalan membelah kerumunan. Langkahnya terhenti tepat di hadapan Rubby yang masih terbengong.


Lisa tak kalah terkejutnya. Dia tidak menyangka jika Tiger punya mobil yang sangat keren. Pantas saja Rubby menolak mentah-mentah tawaran Rocky.


“Tiger!” teriak Bella histeris sambil berlari ke arahnya. “Hari ini kamu ganteng banget. Mau jemput Rubby ya?” tanya Bella basa basi.


“Iya, kami duluan, ya!” Wu Jin Ming meraih tangan Rubby dan menariknya masuk ke dalam mobil.


“Itu beneran Tiger kan?” tanya Cindy sesaat setelah Rubby dan Wu Jin Ming berlalu dari sana.

__ADS_1


“Dari tadi kamu kemana? Tidur?” ejek Bella.


“Sumpah, aku nggak nyangka banget!” Cindy masih terlihat shok.


“Sama! Rubby beruntung banget ya. Selalu aja dia dapet cowok super keren yang membuat iri para gadis,” imbuh Lisa.


“Oh, iya. Ngomong-ngomong gimana ya kabarnya Moza sekarang?” tanya Bella sedikit menyimpang dari topik.


“Susul noh ke Amrik sono. Biar di gorok lehermu sama bokapnya yang galak itu,” sarkas Lisa.


“Ogah. Aku masih pengen hidup. Dah lah, pulang yuk!” Bella mendahului kedua temannya pergi ke parkiran. Hari ini dia berangkat dengan mobilnya. Cindy dan Lisa mengekor di belakangnya untuk nebeng pulang bareng.


Di parkiran mereka bertemu dengan Rocky yang sudah naik mobilnya lebih dulu. Di sana juga ada Ron yang juga ingin mengambil motornya yang terparkir tak jauh dari mereka. Rocky membuka kaca mobilnya dan menyapa Lisa dan kawan-kawan.


“Hai, semua! Rubby mana? Kok nggak bareng sama kalian.” Rocky begitu terus terang dan langsung menanyakan Rubby.


Raut muka ketiga cewek itu langsung berubah. Rubby lagi, Rubby lagi.


“Dia udah pulang duluan. Tadi di jemput ma pacarnya.” Cindy sengaja menekankan kata pacarnya agar Rocky mundur untuk mengejar Rubby.


“Wah, aku telat dong. Tadi aku nyamperin kalian ke kelas tapi dah kosong.”


Mendengar penuturan Rocky hati tiga cewek itu berbunga-bunga. Cowok seganteng dan setenar Rocky nyamperin mereka. Itu benar-benar sesuatu yang langka. Mereka tidak peduli jika yang Rocky cari adalah Rubby, toh Rubby tidak berminat padanya.


Ron diam-diam menguping obrolan mereka. Sepertinya dia harus benar-benar mundur dari persaingan memperebutkan cinta Rubby. Kali ini saingannya tak main-main. Seorang artis terkenal yang banyak diidolakan para gadis. Ron pergi dari parkiran itu membawa luka patah hatinya.


Tidak ingin mengganggu mahasiswa lain yang ingin mengambil kendaraanya di parkiran, Rocky berpamitan untuk pulang lebih dulu. Lisa dan kawan-kawan juga segera masuk ke dalam mobil Bella untuk pulang. Sedari tadi banyak sekali orang yang bergerombol melihat ke arah mereka hingga menyebabkan kemacetan di parkiran.


Wu Jin Ming membawa Rubby dengan mobil barunya ke suatu tempat. Dia ingin memberinya kejutan. Rubby diam saja karena di larang banyak bertanya oleh Wu Jin Ming. Rubby menurut. Mendengar kata ‘kejutan’ rasanya dia sudah tidak sabar untuk sampai ke tempat itu.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2