TIGER WU

TIGER WU
MEMBUAT PIL OBAT


__ADS_3

"Salam hormat Yang Mulia!" Panglima Dao berlutut memberi hormat pada Rubby.


Bella menutup mulutnya tak percaya dengan pemandangan di depannya. Cowok tampan dan keren muncul tiba-tiba di hadapan Rubby dan berlutut memberi hormat padanya. Matanya tak berkedip karena terpesona dengan ketampanannya.


"Hormat di terima! Berdirilah!" jawab Rubby.


"Saya siap melaksanakan perintah Putri Virs!" Panglima Dao kembali berbicara.


"Aku ingin kamu membawa temanku ini ke hadapan Ibu Ratu. Dia dalam bahaya di dunia manusia karena di buru oleh pasukan Raja Kegelapan. Bekali dia dengan ilmu spiritual dan beladiri sebelum kembali lagi ke dunia manusia."


"Baik Yang Mulia Putri!"


"Hemm. Pergilah! Bawa dia!" perintah Rubby.


"Tunggu... tunggu! Tadi dia memanggilmu apa? Yang Mulia Putri?" Bella mengernyit heran.


"Kamu akan tahu segalanya nanti. Pergilah sebelum ada banyak orang yang melihat kita!" seru Rubby.


"Tapi, By... apa dia akan menjawab apa yang ingin aku tahu?" Bella melirik Panglima Dao ragu-ragu.


"Tentu saja. Kamu dengar itu Panglima!" Rubby menatap Panglima Dao dengan tatapan memerintah.


"Saya mengerti Yang Mulia. Saya akan menjawab sesuai batasannya."


"Bagus!" Rubby mengangguk.


Di kejauhan, Wu Jin Ming sengaja menunggu Rubby di dalam mobil. Dia tidak ingin membuka identitasnya dihadapan Bella. Belum saatnya dia tahu jika Wu Jin Ming adalah seorang siluman harimau dan sudah menikah dengan Rubby.


"By, terimakasih untuk segalanya! Segera susul aku ya!" wajah Bella berubah sedih.


"Jangan khawatir! Kalau kamu sudah berada di sana kamu pasti betah dan enggan pulang ke dunia manusia."


"Hmm." Bella mengangguk mantap.

__ADS_1


Panglima Dao memegang tangan Bella dan seketika mereka menghilang.


Kruukkk... krukkk!


Terdengar suara perut Rubby berbunyi karena merasa lapar.


"Kamu lapar, ya? Maafkan mama belum memberimu makanan hari ini." Rubby mengelus perutnya yang masih rata seolah berbicara dengan anaknya.


"Kenapa, By?" melihat Bella telah pergi, Wu Jin Ming datang menghampiri Rubby untuk mengajaknya pulang.


"Laper!" rengek Rubby manja.


"Ya, udah! Ayo kita cari makan di sekitar sini!"


"Nggak! Kita pulang aja!" Rubby masih terbayang-bayang dengan rumah makan di dimensi Lisa yang mengolah daging manusia.


Makan di luar hanya akan mengingatkannya pada hal itu. Mendingan dia masak sendiri di rumah daripada harus merasa mual sepanjang waktu.


Perjalanan yang lumayan jauh itu terasa singkat karena Rubby tertidur sepanjang perjalanan. Dia terbangun ketika mobil Wu Jin Ming mengerem mendadak karena ada kucing melintas di depannya saat akan memasuki gerbang rumahnya.


"Sedikit...." Rubby tersenyum simpul sambil mengerjap-ngerjapkan matanya setelah bangun tidur.


"Nggak sakit, kan?" Wu Jin Ming mengecup kepala dan kening Rubby yang terbentur.


"Enggak, Sayang! Ayo kita masuk!" ajak Rubby sambil melepaskan sabuk pengamannya.


"Tunggu! Aku gendong kamu!" Tanpa di minta Wu Jin Ming berinisiatif untuk menggendong Rubby.


Hati Rubby berbunga-bunga menerima perlakuan manis sang suami. Dengan senang hati dia naik ke punggung Wu Jin Ming. Tidak ingin menunggu lebih lama membuka pintu, Rubby memakai sihirnya dan membuat pintu itu terbuka dengan sendirinya ketika mereka akan masuk ke dalam rumah.


Mereka berdua langsung menuju ruang makan dan menyiapkan makan siang. Berhubung mereka berdua sudah sangat lapar, Rubby kembali memakai sihirnya untuk menghemat waktu. Wu Jin Ming tidak protes karena energinya juga cukup terkuras hari ini.


Semua urusan di ruang makan selesai dengan sihir. Tiba saatnya bagi pasangan ini untuk berkultivasi demi menyetabilkan energi spiritual mereka. Wu Jin Ming menggelar matras di dekat ruang tamu yang biasa mereka gunakan untuk berkultivasi.

__ADS_1


Untuk memaksimalkan energi dan waktu mereka menggunakan kultivasi satu jiwa. Jika rencana tidak berubah, Wu Jin Ming ingin membawa Rubby ke istana langit hari itu juga. Mereka harus segera mendapatkan solusi untuk masalah yang mereka hadapi.


Sebelum putra mereka lahir, Rubby harus berhasil menyatukan wujud Dewi Bulan dan Putri Virs atau memilih salah satunya jika tidak berhasil menyatukan keduanya. Ini adalah hal yang tidak mudah dan tentu saja akan banyak tahapan yang harus dia lakukan untuk itu. Hanya para Dewa yang tahu tentang rahasia ini.


Di dalam kulitivasinya saat ini Rubby menyimpan energi lebih banyak daripada Wu Jin Ming. Tanpa dia sadari token yang dia temukan membantunya menampung lebih banyak energi dan memperbaiki peningkatan level basis kulivasinya. Meskipun mereka selesai dalam waktu yang sama namun jumlah energi yang mereka dapatkan jauh berbeda.


"By, kita harus berangkat setelah ini. Kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mencapai tujuan kita," ucap Wu Jin Ming.


"Aku mengerti. Kapan kita berangkat?" tanya Rubby.


"Sesaat sebelum matahari tenggelam!"


"Baiklah! Aku akan mencoba membuat ramuan pelangi untuk mengatasi rasa mualku di istana langit nanti." Rubby mengeluarkan beberapa tanaman obat yang dia dapat ketika singgah bersama Panglima Ang sepulang dari menolong Cindy.


"Aku pikir kamu sudah tidak mual lagi karena sejak tadi kamu terlihat biasa saja saat melihat darah."


"Itu karena di dalam tubuhku masih tersisa energi dari tanaman-tanaman ini. Aku menyerapnya beberapa waktu lalu sepulang dari kuil di mana Cindy berada."


Tanaman obat langka itu berputar-putar di udara. Rubby juga menerbangkan beberapa rempah-rempah dari dapurnya. Sebuah tungku gaib peninggalan ayah Rubby muncul dari telapak tangan kanannya.


Jiwa ayah Rubby muncul bersamaan dengan kemunculan tungku itu. Tangan Rubby di bimbing oleh tangan ayahnya untuk melakukan langkah demi langkah pengolahan obat yang dia inginkan. Saat ini Rubby tengah memejamkan matanya.


Dengan mata batinnya dia merasakan kehadiran ayahnya. Jelas sekali terlihat ayahnya menuntunnya untuk mengeluarkan energi apa saja yang cocok digunakan sebagai pemanas di dalam tungku. Setelah energi itu stabil bahan pil obat satu persatu dia masukkan sesuai urutan untuk menjamin kualitas pil yang dihasilkan nantinya.


Pil obat perlahan mulai terbentuk. Dari semua bahan yang dia masukkan kira-kira menghasilkan 13 butir pil obat. Hati Rubby menghangat merasakan jiwa ayahnya menemaninya saat ini meskipun mereka tidak bisa berkomunikasi.


Tanpa dia sadari butiran-butiran bening berjatuhan dari kedua kelopak matanya. Melihat istrinya menangis Wu Jin Ming sedikit panik. Dia pikir Rubby merasakan sesuatu menyakitinya atau mungkin perasaan kecewa karena gagal membuat pil obat.


Ingin rasanya Wu Jin Ming bertanya pada Rubby saat itu juga namun dia tahan. Wu Jin Ming menunggu Rubby menyelesaikan pembuatan obat bagaimana pun hasilnya. Besar harapannya Rubby akan berhasil namun dia akan selalu menghibur dan mendukungnya berlatih jika dia gagal saat ini.


Tutup tungku obat milik Rubby terbuka setelah api di dalamnya padam. Butiran pil yang Rubby buat melayang ke udara. Perlahan Rubby membuka matanya dan merasakan jiwa ayahnya menghilang bersama tungku yang dia simpan kembali.


Kedua telapak tangannya dia satukan untuk menampung pil-pil yang berhasil dia buat.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2