TIGER WU

TIGER WU
MEMBAWA RATU IVO


__ADS_3

"Ah, tiba-tiba aku lupa mau bicara apa. Aku ... aku pergi dulu!" Lan Lan memilih pergi dari hadapan Rocky ketimbang mendapatkan celaka.


Rocky masih terlihat gusar dengan sikap Wu Jin Ming yang tidak mau memberinya kesempatan untuk bertemu dengan Rubby.


"Rocky! Bersiaplah! Pemotretan akan segera di mulai!" panggil salah satu kru.


Rocky berjalan dengan gontai untuk menyelesaikan pekerjaannya hari itu. Percuma saja dia menyimpan emosi. Wu Jin Ming dan Rubby tidak akan pernah tahu dan peduli akan hal itu.


••••


Wu Jin Ming telah sampai di rumahnya. Para dayang berbaris untuk menyambutnya.


"Apa ada sesuatu yang terjadi ketika aku pergi?" tanya Wu Jin Ming.


"Tidak ada Yang Mulia."


"Bagus! Mintalah bantuan pada Panglima Ang jika kalian mengalami kesulitan. Aku harus pergi dan belum tahu kapan kembali ke sini."


"Baik Yang Mulia."


Wu Jin Ming berjalan meninggalkan rumahnya. Dia tidak ingin berlama-lama di sana karena akan semakin membuatnya merindukan Rubby. Batinnya menjerit mengingat sampai saat ini Rubby belum sadarkan diri.


Sesampainya di halaman rumahnya, Wu Jin Ming berhenti sejenak lalu menoleh ke belakang.


"Aku akan segera membawamu kembali pulang, Sayang. Rumah kita kehilangan cahayanya tanpa kehadiranmu di sini."


Setelah mengatakan itu tubuh Wu Jin Ming menghilang dari dunia manusia dan berpindah ke alam lain. Alam di mana kerajaan Ratu Ivo berada. Dia berdiri terpaku di depan gapura kerajaan Ratu Ivo untuk beberapa saat. Butuh keberanian untuk datang menghadap ibu mertuanya itu tanpa istrinya dan membawa kabar yang kurang baik.


Wu Jin Ming berjalan perlahan memasuki gerbang setelah hatinya kembali yakin jika ini yang terbaik untuk dia lakukan.


Agar para prajurit kerajaan Ratu Ivo mengenalinya, Wu Jin Ming merubah tubuhnya ke dalam wujud Raja Harimau Suci saat memasuki istana.


Para prajurit dan penjaga memberi hormat padanya ketika dia berjalan di hadapan mereka.


"Aku ingin bertemu dengan Ratu Ivo," ucap Wu Jin Ming melapor pada penjaga ketika dia sudah sampai di depan pintu aula istana.


Walaupun dia adalah putra menantu Ratu Ivo, dia tidak ingin langsung masuk. Sebagai seorang Dewa, Wu Jin Ming sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan. Saat ini dia adalah seorang tamu.


Tidak butuh waktu lama untuk menunggu, penjaga itu sudah kembali.

__ADS_1


"Silakan masuk Yang Mulia. Mari saya antar!"


Penjaga itu membungkuk hormat.


"Tidak perlu. Kembalilah berjaga! Biarkan aku pergi sendiri menemui ibu ratu."


"Baik Yang Mulia."


Penjaga itu berjalan mundur dan kembali ke posisinya semula.


Wu Jin Ming berjalan memasuki aula istana megah Ratu Ivo. Di tempat yang lebih tinggi Ratu Ivo sedang duduk di singgasananya dikelilingi oleh para pembesar kerajaan. Melihat kedatangan Wu Jin Ming, Ratu Ivo berdiri untuk menyambutnya diikuti oleh yang lainnya.


Ketika telah sampai di hadapan Ratu Ivo,, Wu Jin Ming memberi hormat.


"Bangunlah! Duduklah!"


Ratu Ivo menunjukkan sebuah kursi di sampingnya untuk Wu Jin Ming.


"Terimakasih, Ibu Ratu."


Wu Jin Ming terlihat canggung di hadapan mertuanya. Dia bingung untuk memulai pembicaraan. Nafasnya kembang kempis karena grogi.


Ratu Ivo menangkap sinyal kegelisahan di wajah Wu Jin Ming. Dia tahu ini pasti menyangkut tentang putrinya tapi dia memilih untuk menunggu Wu Jin Ming bercerita.


"Benar, Ibu. Penanaman jantung pengganti untuk Rubby telah dilakukan malam itu juga, Ibu. Namun sampai saat ini Rubby belum juga sadarkan diri. Aku sangat bingung, Ibu."


Sejurus Ratu Ivo melihat Wu Jin Ming dengan perasaan yang sama. Sebagai seorang ibu tentunya diapun sangat mengkhawatirkan sang putri. Ratu Ivo berpikir untuk mencari solusi dalam masalah ini.


"Aku pernah mengalami penanaman jantung pengganti namun aku tidak mengalami koma. Pendekar Chin menyembuhkanku dengan sangat cepat." Ratu Ivo masih mengingatnya dengan jelas peristiwa itu.


Air muka Wu Jin Ming berubah menjadi muram. Rasa takut kehilangan Rubby kian menjadi-jadi. Tanpa mempedulikan statusnya yang lebih tinggi dari Ratu Ivo, dia menjatuhkan diri dan berlutut di hadapan Ratu Ivo.


"Ibu, tolong datanglah ke istana langit bersamaku!" mohon Wu Jin Ming.


Ratu Ivo menatap Wu Jin Ming tak percaya. Ini sungguh di luar dugaannya. Demi putrinya dia rela menurunkan harga dirinya dan kewibawaannya di hadapan banyak orang.


Para pembesar istana pun tidak kalah terbengong dibuatnya. Mereka saling berpandangan satu sama lain. Ternyata pengorbanan cinta bukan hanya ada dalam cerita picisan saja. Kini mereka melihatnya sendiri di hadapan mereka.


"Bangunlah, Menantu. Tidak perlu kamu memohon seperti ini padaku. Virs juga putriku. Aku juga sangat mengkhawatirkannya."

__ADS_1


Wu Jin Ming masih tak bergeming. Dia masih berlutut sambil melihat ujung kaki Ratu Ivo. Sedikitpun dia tidak berniat untuk mengangkat wajahnya sebelum Ratu Ivo memenuhi keinginannya.


"Ikutlah bersamaku untuk pergi ke istana langit, Ibu Ratu," ulang Wu Jin Ming.


Ratu Ivo tidak langsung menjawab. Dia melihat ke arah para tetua dan pembesar penting kerajaannya. Sebagian di antara mereka mengangguk sebagai isyarat menyetujui Ratu Ivo meluluskan permintaan Wu Jin Ming.


"Baiklah. Aku akan pergi bersamamu ke istana langit."


Mendengar jawaban Ratu Ivo, Wu Jin Ming langsung bersemangat.


"Kita berangkat sekarang juga," imbuh Ratu Ivo.


"Terimakasih, Ibu." sekali lagi Wu Jin Ming memberi hormat pada Ratu Ivo.


"Aku tidak berbuat apa-apa untukmu. Aku yang seharusnya berterimakasih padamu. Kamu sudah menyayangi dan menjaga Virs dengan sepenuh jiwa."


"Itu sudah menjadi kewajiban saya, Ibu." Wu Jin Ming merasa tidak enak karena pada kenyataannya Rubby tidak baik-baik saja sekarang.


Mereka berdua meminta ijin pada tetua istana dan para pembesar pemerintahan kerajaan Ratu Ivo sebelum pergi meninggalkan istana.


Diketahui jika Ratu Ivo sudah pernah naik ke istana langit meskipun itu sudah sangat lama.


Dengan mudah Ratu Ivo melewati portal sebelum memasuki gerbang istana langit karena dia tidak memiliki aura negatif di dalam dirinya.


Ratu Ivo dan Wu Jin Ming melangkah bersama-sama memasuki aula. Mereka menjadi pusat perhatian semenjak memasuki area istana langit. Para dewa dewi itu tidak tahu siapa Ratu Ivo yang sangat cantik dan bercahaya itu.


Wu Jin Ming membawa Ratu Ivo kehadapan Dewa Langit. Para Dewa masih tercengang ketika melihat kedatangan Wu Jin Ming dan Ratu Ivo yang begitu tiba-tiba. Terlihat Dewa Langit berjalan maju untuk menyambut kedatangan mereka.


"Salam hormat, Dewa Langit!" sapa Wu Jin Ming dan Ratu Ivo bersama-sama.


"Salam hormat juga untuk kalian. Mari silakan!" Dewa Langit membawa Ratu Ivo dan Wu Jin Ming ke altar suci.


Mereka mengobrol dan berbasa basi sebentar sebelum Ratu Ivo menyampaikan tujuan utamanya datang ke sana.


****


Bersambung...


Numpang promo novel karya temanku ya kak...

__ADS_1



__ADS_2