TIGER WU

TIGER WU
BERUBAH WUJUD


__ADS_3

Rubby juga melirik Han yang wajahnya mulai berubah. Sepertinya keadaan akan kacau setelah ini. Perasaannya semakin tidak enak.


"Bolehkah kami berkeliling untuk melihat-lihat rumah ini, Kak? Kami sangat tertarik dengan keindahan rumah ini." Rubby berusaha membuat suasana tidak tegang.


Haya tampak berpikir namun dia tidak bisa menolak.


"Tentu saja. Silakan!" Terdengar nada tidak ikhlas dari ucapannya.


Rubby dan Wu Jin Ming beranjak dari duduknya namun tidak bagi Han. Dia masih berdiam diri untuk mengendalikan energinya yang bergejolak. Tubuhnya semakin terasa panas dan tidak tahu berapa lama lagi dia bertahan.


"Kamu tidak ikutan?" tanya Jimmy melirik pada Han yang masih berdiam diri.


Han berusaha menekan energinya agar suaranya tidak berubah.


"Aku sedikit lelah. Aku di sini saja."


"Baiklah! Silakan menikmati makanan dan minumannya."


Han membalasnya dengan anggukan.


Setelah mengatakan itu, Jimmy meninggalkan Han.


Sekuat tenaga Han terus berusaha untuk tidak berubah ke dalam wujud aslinya, namun itu sangat sulit baginya. Kekuatan yang dikeluarkan oleh Haya seolah menariknya untuk mengeluarkan energi yang sama. Sisik-sisik berwarna hitam samar-samar mulai timbul di kulitnya.


Han merasa kebingungan untuk menyembunyikannya. Terpaksa dia harus membuat tubuhnya tidak terlihat. Sepertinya rencana penangkapan Haya harus segera dipercepat.


Cepat atau lambat keributan ini pasti tetap akan terjadi.

__ADS_1


Perlahan tubuh Han berubah menjadi manusia setengah siluman seperti awal dia muncul di hadapan Rubby.


Dengan wujudnya yang sekarang energi silumannya tidak bisa lagi di tekan meskipun dia tidak menampakkan dirinya.


Haya yang sedang menemani Rubby dan Wu Jin Ming melihat-lihat mulai tidak tenang. Dia merasakan kehadiran energi yang sama dengannya. Matanya bergerak ke kanan dan ke kiri sebagai bentuk kegelisahan yang ia rasakan.


Beberapa kali dia tidak fokus ketika Rubby bertanya kepadanya. Rubby sampai mengulanginya beberapa kali. Jawaban yang dia berikan pun terkesan seperti dipaksakan dan tidak sesuai dengan topik pertanyaan.


"Kak Wella! Apa Kakak sedang tidak enak badan?" tanya Rubby ketika melihat Haya mandi keringat dan tidak fokus.


Berbeda dengan Rubby, Wu Jin Ming sudah mengetahui dengan pasti jika saat ini Haya sedang terpengaruh oleh energi Han yang sudah berubah menjadi siluman ular.


Pelindung yang diberikan Wu Jin Ming sudah tidak berfungsi lagi. Han terus berjalan mendekat ke arah Rubby dan yang lainnya berada. Tentunya dengan tubuhnya yang tidak terlihat.


Rubby meraih tangan Wu Jin Ming sebagai ungkapan kekhawatirannya setelah merasakan energi siluman dari Han.


Dia berubah menjadi seekor siluman ular juga. Sebagai ras yang sama dengan Han, wujud siluman dari Haya pun sangat mirip dengannya. Kini dia berdiri di hadapan Rubby dan Wu Jin Ming sebagai siluman ular.


"Kak Wella!" pekik Rubby.


"Aku Haya. Inilah aku." Wajah Haya menyeringai.


Wu Jin Ming menukar posisi agar dia yang lebih dekat dengan Haya. Bisa berbahaya jika perempuan ular itu tiba-tiba menyerang Rubby. Saat ini Rubby masih dalam pemulihan dan belum bisa melindungi dirinya.


Jimmy pingsan ketika melihat wujud asli istrinya yang ternyata seorang siluman ular. Selama ini dia tidak melihatnya karena Haya bisa menyembunyikan jati dirinya dengan baik. Jika dia berubah wujud, Jimmy sudah dia buat tidak sadar terlebih dahulu. Untuk kali ini dia benar-benar tidak dapat mengelak lagi.


Haya merasa heran melihat Rubby dan Wu Jin Ming yang tidak terkejut melihat wujudnya yang sekarang.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak terkejut dengan wujudku?" tanya Haya keheranan.


"Buat apa kami harus terkejut. Aku sudah sering melihat wujud siluman. Bahkan suamiku ini juga siluman."


"Si-siluman?" Haya mengamati tubuh Wu Jin Ming dengan seksama namun dia tidak menemukan tanda-tanda yang menunjukkan jika pria itu adalah seorang siluman.


Melihat Haya sudah menampakkan wujud aslinya, Han pun datang menghampiri mereka bertiga dan keluar dari persembunyiannya.


Mata Haya terbelalak, ketika Han muncul di hadapannya. Hampir saja dia berteriak. Haya berjalan mundur mencoba menghindar.


"Kita sebaiknya pergi ke tempat yang jauh dari dunia manusia untuk menyelesaikan ini!" Wu Jin Ming menarik Haya dan Han ke dimensi miliknya. Tidak lupa dia juga membawa serta Rubby.


"Tidak... tidak... jangan tangkap aku! Aku ingin membalaskan dendamku!" teriak Haya seperti orang yang sedang depresi ketika melihat Han.


Dia memegangi kepalanya dengan kedua tangannya sambil terus menggeleng.


"Hihihi! Tidak bisa, Haya! Kamu harus ikut aku kembali ke istana!" Han terkekeh merasa menang.


"Sebenarnya otakmu di mana? Atau jangan-jangan kamu tidak punya otak! Kamu menjadikanku kambing hitam untuk memenuhi ambisimu!" suara Haya terdengar meledak-ledak dan penuh penekanan.


Wu Jin Ming mendengarkan perdebatan mereka, berusaha mencari tahu tentang hal yang sebenarnya.


****


Bersambung...


Kak numpang promo karya temanku ya kak.. semoga berkenan mampir...

__ADS_1



__ADS_2