TIGER WU

TIGER WU
Bab 258. Masih Proses


__ADS_3

Cahaya simbol berubah menjadi sebuah cincin cahaya berwarna merah yang melingkari tubuh Rubby. Cincin cahaya itu terhenti saat kedudukannya sejajar dengan perut Rubby.


Rubby terlihat mengeratkan gigi-giginya demi menahan rasa sakit yang mendera. Tubuh bagian dada Rubby terasa disayat meskipun luka itu tidak tampak. Hanya terlihat sebuah celah kecil memanjang di dada bagian bawahnya.


Melihat cincin cahaya merah itu telah berhenti, Wu Jin Ming kembali mengulurkan tangannya untuk mengambil simbol kedua.


"Sayang, bersiaplah untuk pembedahan ketiga." Wu Jin Ming memberi aba-aba pada Rubby agar dia tidak terkejut.


Rubby mengangguk tanpa mengeluarkan kata-kata lagi.


Simbol cahaya kedua di tarik dengan energi Wu Jin Ming hingga bergerak mendekat dan berhenti di atas kepala Rubby.


Saat simbol cahaya itu turun dan menyentuh kepalanya, Rubby kembali tersentak meraskannya seakan menembus tubuhnya.


Simbol cahaya itu berubah menjadi cincin berwarna kuning dan terus bergerak turun hingga berhenti di tempat yang sama dengan cincin sebelumnya. Keduanya berhimpitan namun tidak saling menyatu.


Celah cahaya di dada Rubby menjadi sedikit lebar. Rubby kembali meringis menahan sakit akibat proses pembedahan itu. Masih ada satu kali lagi proses pembedahan yang harus dilakukan.


Wu Jin Ming kembali memberitahu Rubby untuk melakukan proses pembedahan ketiga. Lagi-lagi Rubby hanya menjawabnya dengan anggukan. Rasa sakit yang menderanya membuatnya enggan untuk mengeluarkan kata-kata.


Tidak ingin mengulur waktu, Wu Jin Ming segera menarik simbol ketiga dan menyegerakan pembedahan terakhir.


Setelah turun melewati tubuhnya, simbol ketiga berubah menjadi cincin berwarna biru dan menumpuk bersama kedua cincin sebelumnya.


Celah cahaya di dada Rubby semakin menganga.


Tahap selanjutnya yaitu mengeluarkan tiga roh penyusun jiwa di tubuh Rubby. Untuk mengeluarrkannya tidak memerlukan simbul, namun membutuhkan jurus keselarasan jiwa yang sebelumnya sudah dipelajari Wu Jin Ming dari kertas mantra. Wu Jin Ming mulai berkonsentrasi untuk melakukannya.

__ADS_1


Berbeda dengan proses penggantian jantung, kali ini Rubby melakukan semua prosesnya dalam keadaan sadar. Jika jantung Rubby belum diganti dengan batu Rubby Aaurora maka prosesnya bisa lebih panjang. Sebelum mengeluarkan tiga roh jiwa penyusun tubuhnya, penggantian jantung harus dilakukan lebih dahulu.


Rubby bisa melihat setiap gerakan yang dilakukan Wu Jin Ming. Dia juga bisa melihat tiga cincin cahaya dan segala perubahan yang terjadi pada dirinya. Rubby tetap sadar dan merasakan semuanya.


Wu Jin Ming terus melakukan gerakan-gerakan jurus keselarasan jiwa. Rubby merasakan dadanya bergejolak dan sesuatu tertarik dari sana. Pergolakan itu kian terasa hingga sebuah cahaya berbentuk bulan sabit berwarna ungu keluar dari celah pembedahan.


Jantung Rubby terasa seperti tersengat listrik ribuan volt ketika cahaya bulan sabit yang merupakan roh dewi bulan itu keluar dari tubuhnya.


Melihat Rubby kesakitan, Wu Jin Ming memberi jeda untuk mengeluarkan roh jiwa Rubby yang kedua. Pada proses awal memang hanya Rubby yang merasakan efeknya. Mereka akan sama-sama merasakan efek penyatuan jiwa saat mencapai proses inti.


"Apa kamu sudah siap, Sayang?" tanya Wu Jin Ming dengan perasaan iba.


Rubby kembali mengangguk.


Terlihat bulir airmata yang tertahan di sudut matanya karena menahan rasa sakit yang menyelimuti tubuhnya.


Dari celah cahaya di dada Rubby perlahan keluar cahaya putih terang yang sangat menyilaukan berbentuk bunga lotus berwarna putih transparan. Untuk roh kedua ini, Rubby tidak terlalu tersentak seperti yang pertama meskipun tubuhnya nampak bergetar. Rubby selalu menahan dirinya agar tidak berteriak.


Wu Jin Ming menatap Rubby dan bersiap untuk mengatakan sesuatu namun segera terhenti karena Rubby yang sedari tadi menatapnya sudah mengangguk lebih dulu sebelum dia mengatakan sesuatu.


Roh jiwa terakhir Rubby adalah roh manusia yang berbentuk seperti sebuah kelereng berwarna kuning emas. Roh ini keluar lebih cepat dari kedua roh sebelumnya.


Ketiga roh jiwa yang ada di tubuh Rubby kini sudah berhasil dikeluarkan. Kini saatnya melakukan peleburan roh. Sebelum itu dilakukan, Rubby harus menelan pil penguat jiwa terlebih dahulu. Tanpa pil itu, Rubby tidak akan bisa bertahan hidup tanpa ketiga jiwa penyusun itu di tubuhnya.


Proses selanjutnya harus dilakukan dengan cepat dan juga akan melibatkan Wu Jin Ming sebagai jiwa pendukung.


Dalam proses ini, Wu Jin Ming berperan sebagai pengontrol dan penyedia energi yang diserap dan dikeluarkan dalam proses penyatuan jiwa.

__ADS_1


Wu Jin Ming merentangkan tangannya di samping tubuhnya lalu mengeluarkan api suci miliknya. Api panas di sebelah kanan dan api dingin di sebelah kiri. Rupanya api itu juga merupakan sarana pokok dalam penyatuan jiwa.


Api itu akan menggerakan simbol-simbol cahaya yang tersisa sesuai tempo dan urutannya saat Wu Jin Ming harus fokus mengontrol energi yang terhubung ke tubuh Rubby.


Lemparan kedua api suci Wu Jin Ming pada mantra penyatuan jiwa yang berisi simbol-simbol cahaya berputar.


Seiring dengan putaran mantra itu, ketiga roh jiwa Rubby bergerak ke atas dan melayang-layang di bawah mantra penyatuan jiwa.


Wu Jin Ming segera merubah posisi duduknya, dia merapatkan kedua lututnya dengan kedua lutut Rubby dan juga menyatukan kedua telapak tangan mereka.


Rubby mulai merasakan aliran energi dari Wu Jin Ming. Aliran energi itu tidak menjalar masuk dan tersimpan di dalam dantiannya seperti biasa melainkan terlepas lagi keluar. Energi yang keluar itu memancar dan menggerakkan simbol-simbol mantra.


Saat proses ini, Wu Jin Ming dan Rubby sama-sama kehilangan kesadarannya seperti ketika mereka sedang berkultivasi.


Energi keduanya yang menjadi satu terus memancar ke atas. Sebuah simbol turun menuju ke arah tiga roh jiwa Rubby berada dalaam keadaan masih berputar. Simbol itu adalah simbol peleburan jiwa.


Sebuah ledakan cahaya tanpa suara menyilaukan memancar ketika simbol peleburan jiwa itu mulai menyentuh tiga roh jiwa Rubby. Ledakan demi ledakan terus terjadi saat sedikit demi sedikit simbol itu berusaha menembus tiga roh jiwa. Ruangan itu menjadi terang oleh kilatan-kilatan yang dihasilkan selama proses ini.


Tiga roh jiwa Rubby perlahan kehilangan bentuk awalnya setelah simbol cahaya pelebur roh menjadi cincin berwarna pelangi melingkari dan membawa tiga roh jiwa itu berputar sangat cepat.


Keadaan itu terus berlangsung hingga tiga roh jiwa Rubby benar-benar melebur kedalam satu bentuk yang sulit didefinisikan. Semuanya masih samar karena memang tiga roh jiwa itu masih berupa partikel-partikel kecil yang menyebar di dalam lingkaran cincin cahaya pelangi. Putaran itu kian melambat saat sebuah simbol cahaya kembali turun untuk mengambil alih dalam proses selanjutnya.


Simbol cahaya itu merupakan simbol pengumpul roh jiwa. Saat proses ini berlangsung akan membutuhkan sebuah simbol lagi yang turun yaitu simbol pembentuk roh. Keduanya tidak bisa dipisahkan karena proses pengumpulan dan pembentukan roh itu adalah satu proses yang menentukan berhasil tidaknya penyatuan ketiga roh jiwa itu.


****


Bersambung ...

__ADS_1



__ADS_2